• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Laparotomy Cholecystectomy, Operasi Angkat Kandung Empedu

Laparotomy Cholecystectomy, Operasi Angkat Kandung Empedu

Ketika terjadi gangguan kesehatan di area perut yang memerlukan pembedahan, dokter bisa mengambil satu di antara dua pilihan tindakan, yakni laparoscopy atau laparotomy. Termasuk ketika gangguan itu bersumber dari kandung empedu dan memerlukan pengangkatan. Dalam hal ini, laparotomy cholecystectomy bisa menjadi pilihan.

Mengenal Laparotomy Cholecystectomy

Laparotomy cholecystectomy adalah prosedur bedah yang bertujuan untuk mengangkat kandung empedu atau gallbladder dengan melakukan sayatan besar pada dinding perut. Cholecystectomy adalah istilah medis untuk pengangkatan kandung empedu dan umumnya dilakukan pada orang yang mengalami masalah kesehatan yang mempengaruhi kandung empedu, misalnya batu empedu.

buat jani dokter primaya

Adapun laparotomy adalah teknik operasi pada perut yang mengharuskan pembuatan sayatan besar pada dinding perut. Alternatifnya adalah laparoscopy yang hanya memerlukan sayatan kecil pada dinding perut sehingga risikonya relatif lebih kecil dan waktu pemulihan pasien lebih cepat. Namun kadang laparoscopy sulit atau mustahil dilakukan karena adanya komplikasi atau kondisi pasien yang tak memungkinkan sehingga satu-satunya cara adalah laparotomy cholecystectomy.

Dengan laparotomy cholecystectomy, dokter melakukan pembedahan terbuka pada dinding perut, lantas mengangkat kandung empedu yang bermasalah. Seusai tindakan, pasien umumnya membutuhkan waktu pemulihan yang lebih lama daripada laparoscopy yang menerapkan pendekatan bedah invasif minimal. Bekas lukanya juga lebih besar. Tapi, dalam kasus tertentu, laparotomy cholecystectomy adalah pilihan yang tepat ketika pasien lebih memerlukan pendekatan bedah yang lebih invasif karena kondisi kesehatannya.

Dalam artikel Open Cholecystectomy di laman National Library of Medicine dijelaskan bahwa laparotomy cholecystectomy paling sering dilakukan ketika dokter harus beralih dari sebelumnya menggunakan pendekatan laparoscopy. Peralihan ini disebabkan oleh beragam alasan. Setiap kali ada pertanyaan atau keraguan mengenai anatomi pasien, dokter bedah bisa beralih ke teknik bedah terbuka.

Siapa Saja yang Memerlukan

Dokter bisa merekomendasikan laparotomy cholecystectomy bagi pasien yang mengalami gangguan kesehatan tertentu terkait dengan kandung empedu. Gangguan ini antara lain:

  • Batu empedu yang memicu gejala yang signifikan, misalnya nyeri hebat, mual, dan muntah, hingga komplikasi seperti peradangan kandung empedu
  • Kolesistitis atau peradangan kandung empedu akut
  • Diskinesia kandung empedu, yakni kondisi ketika kandung empedu tak berkontraksi secara normal dengan gejala nyeri perut
  • Polip kandung empedu, terutama bila ada potensi pertumbuhan menjadi ganas
  • Kanker kandung empedu
  • Komplikasi gangguan saluran empedu, biasanya karena ada penyumbatan
Baca Juga:  Apakah Pneumothorax bisa Sembuh? Cek Pengobatannya Berikut

Kapan Seseorang Memerlukan Tindakan

Umumnya pilihan pertama ketika terjadi masalah pada kandung empedu adalah laparoscopy. Namun kadang laparotomy cholecystectomy yang harus dipilih karena situasi dan kondisi tertentu yang membuat laparoscopy tak mungkin dilakukan atau tak aman bagi keselamatan jiwa pasien sendiri. Contohnya:

  • Komplikasi serius batu empedu seperti infeksi dan kolesistitis akut
  • Batu empedu terlalu besar atau banyak
  • Gangguan anatomi pasien, misalnya posisi kandung empedu yang sulit dijangkau dengan alat laparoskop
  • Pasien memiliki gangguan kesehatan serius seperti masalah pernapasan atau penyakit jantung
  • Kelainan saluran empedu yang membuat metode laparoscopy sulit dilakukan

Manfaat/Tujuan

Manfaat/tujuan utama laparotomy cholecystectomy adalah mengatasi gangguan kesehatan yang muncul akibat masalah pada kandung empedu guna meningkatkan kualitas hidup pasien. Secara spesifik, manfaat atau tujuan itu mencakup:

  • Mengeluarkan batu empedu
  • Menghilangkan peradangan pada kandung empedu
  • Mengangkat polip di kandung empedu
  • Mengambil kandung empedu yang sudah tak berfungsi dengan baik
  • Mengatasi kanker yang berkembang di kandung empedu
  • Mencegah komplikasi pada saluran empedu

Persiapan

Dokter atau perawat akan memberikan penjelasan mengenai prosedur laparotomy cholecystectomy, termasuk risiko dan manfaatnya. Pasien bisa menyampaikan pertanyaan apa pun terkait dengan prosedur tersebut. Jika sudah paham dan setuju, pasien perlu menjalani pemeriksaan fisik serta tes darah dan tes diagnostik lain untuk memastikan kondisinya sehat.

Untuk mencegah komplikasi, pasien juga perlu menginformasikan obat-obatan yang sedang dikonsumsi atau jika ada alergi tertentu. Obat pengencer darah terlarang dikonsumsi beberapa hari sebelum operasi guna mencegah risiko perdarahan. Laparotomy adalah prosedur bedah terbuka yang membutuhkan rawat inap hingga 2-3 hari atau mungkin lebih. Karena itu, pasien juga perlu menyiapkan perlengkapan pribadi selama menjalani masa pemulihan di rumah sakit.

Prosedur dan Pelaksanaan

Tahap prosedur dan pelaksanaan laparotomy cholecystectomy kurang-lebih sama seperti bedah terbuka pada umumnya. Pasien akan menjalani pemeriksaan fisik dan pengukuran tekanan darah serta detak jantung terlebih dahulu setelah mengenakan pakaian khusus operasi. Tim medis juga akan memasangkan selang ke lengan untuk memberikan cairan dan obat lewat pembuluh darah.

Baca Juga:  Benjolan di Ketiak: Penyebab dan Mengatasinya

Pasien mendapat anestesi umum dalam prosedur laparotomy cholecystectomy sehingga tak merasakan apa pun hingga operasi selesai. Dokter bedah akan membuat sayatan besar sekitar 7-30 sentimeter pada perut, biasanya sekitar rongga perut atau area rusuk kanan. Setelah itu, dokter akan menjangkau dan memisahkan kandung empedu dari jaringan sekitarnya. Pengangkatan dimulai dengan mengikat kandung empedu sebelum memotongnya dari saluran empedu. Setelah terpotong, kandung empedu diangkat lewat sayatan tadi dan bekas sayatan ditutup dengan jahitan.

Perawatan Pasca Laparotomy Cholecystectomy

Pasien laparotomy cholecystectomy mesti menjalani rawat inap selama beberapa hari untuk pemulihan. Selama masa rawat inap, tim medis akan memantau kondisi pasien tiap hari guna memastikan tak ada komplikasi dan pasien bisa pulih sesuai dengan rencana.

Dokter akan memberikan panduan tentang bagaimana perawatan bekas sayatan laparotomy untuk mencegah infeksi. Biasanya pasien diminta tak melakukan aktivitas fisik yang berat selama beberapa minggu pasca-operasi. Menu makanan juga perlu diatur, misalnya lebih banyak mengonsumsi makanan yang cair atau bertekstur lembut dulu selama beberapa hari setelah operasi.

Adakah Efek Samping

Sejumlah efek samping atau komplikasi laparotomy cholecystectomy yang mungkin muncul termasuk:

  • Perdarahan
  • Infeksi
  • Cedera pada saluran empedu
  • Cedera pada hati
  • Bekas luka dan mati rasa pada area sayatan
  • Hernia (ada jaringan atau organ yang menonjol) pada area sayatan

Laparotomy Cholecystectomy di Primaya Hospital

Primaya Hospital siap membantu pasien mengatasi masalah seputar kandung empedu dengan prosedur laparotomy cholecystectomy sesuai dengan hasil pemeriksaan oleh dokter. Dengan pengelaman dan keahlian tim medis serta kecanggihan peralatan yang digunakan, pasien akan lebih aman menjalani laparotomy di Primaya Hospital.

 

Narasumber:

dr. Richard, Sp.B., M.Kes., FinaCS, FICS

Spesialis Bedah

Primaya Hospital Pasar Kemis

Referensi:

  • Open cholecystectomy for all patients in the era of laparoscopic surgery – a prospective cohort study. https://bmcsurg.biomedcentral.com/articles/10.1186/1471-2482-6-5. Diakses 8 Oktober 2023
  • Cholecystectomy (gallbladder removal). https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/cholecystectomy/about/pac-20384818. Diakses 8 Oktober 2023
  • Open Cholecystectomy. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK448176/. Diakses 8 Oktober 2023
  • Cholecystectomy. https://www.hopkinsmedicine.org/health/treatment-tests-and-therapies/cholecystectomy. Diakses 8 Oktober 2023
  • Laparoscopic Cholecystectomy vs Open Cholecystectomy in the Treatment of Acute Cholecystitis. https://jamanetwork.com/journals/jamasurgery/fullarticle/211505. Diakses 8 Oktober 2023
Share to :

Buat Janji Dokter

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.