• Ambulance
  • 150 108
  • Chatbot

Kenali Ragam Pencegahan Peritonitis dan Metode Pengobatannya

Kenali Ragam Pencegahan Peritonitis dan Metode Pengobatannya

Saat seseorang mengalami rasa nyeri disertai kembung pada perut, seringkali dikaitkan dengan penyakit GERD. Padahal, ada banyak penyakit lain yang memiliki gejala yang sama, salah satunya yaitu peritonitis. Walaupun penyakit ini bisa mengancam nyawa, namun pencegahan peritonis secara tepat dapat mengurangi dampak negatif yang diderita.

Kondisi ini bisa terjadi akibat infeksi jamur maupun bakteri. Akibatnya, akan timbul gejala nyeri, iritasi, dan inflamasi sehingga membutuhkan perawatan secepat mungkin. Untuk mengetahui selengkapnya tentang hal ini, maka Anda dapat menyimak rincian artikel lengkapnya berikut.

buat jani dokter primaya

Mengenal Apa itu Peritonitis

Peritonitis adalah inflamasi atau peradangan pada peritoneum. Nah, peritoneum sendiri merupakan lapisan tipis yang terletak di bagian perut. Fungsinya ialah untuk melindungi organ-organ yang terdapat di dalamnya.

Normalnya, peritoneum selalu higienis dan bebas dari mikroorganisme berbahaya. Akan tetapi, dalam kasus tertentu dapat mengakibatkan peradangan yang akan membahayakan kesehatan bila tidak mendapatkan perawatan secara tepat.

Bila digolongkan berdasarkan infeksi yang menyerang, maka penyakit peritonitis dibagi menjadi 3 kategori yakni:

  • Peritonitis primer: memiliki nama lain peritonitis spontan, merupakan jenis peritonitisyang terjadi akibat jamur atau bakteri yang secara langsung menyerang bagian peritoneum.
  • Peritonitis sekunder: terjadi akibat infeksi bakteri maupun jamur yang berasal dari organ lainnya yang memasuki peritoneum akibat suatu kondisi.
  • Peritonitis tersier: kondisi yang terjadi akibat seseorang mengalami sistem imun yang lemah atau saat pasien sedang menjalani cuci darah melalui perut.

 

Nama Penyakit Peritonitis
Gejala Utama Nyeri perut, kembung, mual dan muntah, tidak bisa BAB
Dokter Spesialis Dokter spesialis bedah
Penyebab Utama Luka tusuk pada perut, usus buntu pecah, tukak lambung pecah
Diagnosis Cek darah, anamnesis, pencitraan, analisis cairan peritoneal
Pencegahan Selalu jaga kesehatan tangan dan kulit
Pengobatan Antibiotik, analgesik, pembedahan, pengobatan sesuai penyakit
Komplikasi Gangguan pembekuan darah, syok sepsis, kegagalan organ

Faktor Risiko

Risiko seseorang terkena penyakit  peritonitis akan meningkat apabila mengalami termasuk dalam kondisi berikut ini:

  • Memiliki cedera bagian perut
  • Pasien radang usus buntu
  • Punya penyakit divertikuliltis
  • Memiliki riwayat tukak lambung parah
  • Pertumbuhan sel kanker di pencernaan
  • Memiliki penyakit radang panggul
  • Mengalami peradangan pankreas
  • Terkena infeksi pada aliran darah & pencernaan
  • Mengalami peradangan di saluran cerna
  • Pernah melakukan bedah rongga perut
Baca Juga:  Amputasi: Gejala, Mencegah dan Mengobati

Gejala Penyakit

Dikutip dari Better Health Channel, bahwa pasien yang mengalami penyakit ini akan menimbulkan gejala tertentu seperti halnya:

  • Diare
  • Demam tinggi
  • Menggigil
  • Perut kembung
  • Nafsu makan kurang
  • Detak jantung yang cepat
  • Nyeri perut
  • Pembengkakan perut
  • Perut kembung
  • Kelelahan
  • Mual dan muntah

Penyebab

Terdapat beberapa macam penyebab yang menjadikan peritonitis seperti halnya:

  • Kebocoran salah satu organ dalam perut
  • Inokulasi bakteri di peritoneum
  • Iritasi peritoneum
  • Benda asing yang mengoyak peritoneum
  • Imunokompromais / imunitas rendah
  • Metode cuci darah melalui perut / CAPD (continuous ambulatory peritoneal dialysis)

Cara Dokter Mendiagnosis

Penyakit Peritonitis termasuk kondisi kegawatdaruratan sehingga membutuhkan perhatian dan penanganan khusus secara optimal. Biasanya, dokter akan melakukan beberapa upaya untuk mendiagnosisnya seperti:

  • Cek hitung darah lengkap
  • Cek pencitraan CT Scan / rontgen
  • Analisis cairan peritoneal (paracentesis)
  • Cek kultur darah
  • Tes urine

Cara Mengatasi

Karena peritonitis tergolong sebagai kondisi serius dan mengancam jiwa, maka untuk mengatasinya harus dilakukan melalui perawatan di rumah sakit.

Oleh sebab itu, dokter akan melakukan perawatan menyeluruh tergantung dari penyebab utama yang mendasarinya. Selain itu, akan diberikan beberapa perawatan lain seperti:

  • Pemberian antibiotik
  • Pemberian antijamur
  • Transfusi darah
  • Memberi oksigen
  • Pemberian obat anti nyeri
  • Operasi penutupan luka robek
  • Operasi pengangkatan infeksi

Komplikasi

Bila dibiarkan, penyakit ini dapat menginfeksi seluruh bagian tubuh si penderita. Selain itu, juga akan menimbulkan komplikasi seperti halnya:

  • Sepsis (infeksi yang menyebar ke aliran darah)
  • Ensefalopati hepatik (hilangnya fungsi otak)
  • Sindrom hepatorenal
  • Infeksi yang berakibat kegagalan banyak organ
  • Abses intra abdomen
  • Syok septik (tekanan darah terlampau rendah)
  • Adhesi intraperitoneal
  • Usus gangren (sel usus mati)
Baca Juga:  Dokter Bedah: Tips Buat Janji dengan Dokter Spesialis Bedah

Pencegahan Peritonitis

Pencegahan peritonitis dilakukan sesuai dengan penyebab utamanya serta dari faktor risiko si penderita. Secara medis, pencegahan secara khusus untuk penyakit ini memang belum ada. Namun, kita bisa melakukan beberapa langkah seperti halnya:

  • Selalu jaga kebersihan diri dan lingkungan
  • Penggunaan kondom untuk terhindari dari IMS (infeksi menular seksual)
  • Konsultasikan ke dokter apabila menderita sirosis
  • Batasi penggunaan obat pereda nyeri yang berakibat tukak lambung
  • Segera dapatkan perawatan bila memiliki radang usus buntu

Kapan Harus ke Dokter?

Apabila Anda mengalami gejala peritonitis, maka segera kunjungi dokter umum atau dokter spesialis bedah. Terlebih, bila Anda mengalami kondisi seperti tidak dapat BAB, nyeri yang semakin memburuk, demam tinggi, dan perut yang tegang.

Dengan semakin cepatnya penanganan atas penyakit ini, maka kondisi kegawatdaruratan pun tidak akan terjadi.

 

Narasumber:

dr. Meky Tanjung, Sp. B

Spesialis Bedah

Primaya Hospital Bekasi Timur

Referensi:

  • https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/peritonitis. Diakses pada 10 Oktober 2023.
  • Secondary peritonitis. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4197493/. Diakses pada 10 Oktober 2023.
  • http://www.nhs.uk/conditions/Peritonitis/Pages/Introduction.aspx. Diakses pada 10 Oktober 2023.
  • Peritoneal disorders. http://medlineplus.gov/peritonealdisorders.html. Diakses pada 10 Oktober 2023.
  • https://www.kidney.org/atoz/content/peritonitis. Diakses pada 10 Oktober 2023.
  • Liver cirrhosis. http://patients.gi.org/topics/liver-cirrhosis/. Diakses pada 10 Oktober 2023.
  • Peritoneal dialysis. http://www.niddk.nih.gov/health-information/health-topics/kidney-disease/treatment-methods-for-kidney-failure-peritoneal-dialysis/Pages/facts.aspx. Diakses pada 10 Oktober 2023.
  • Caring for your urinary (Foley) catheter. https://www.mskcc.org/cancer-care/patient-education/caring-your-urinary-foley-catheter. Diakses pada 10 Oktober 2023.
  • Dialysis safety: Be a safe patient. https://www.cdc.gov/dialysis/patient/index.html. Diakses pada 10 Oktober 2023.
  • Acute abdominal pain. http://www.merckmanuals.com/professional/gastrointestinal-disorders/acute-abdomen-and-surgical-gastroenterology/acute-abdominal-pain. Diakses pada 10 Oktober 2023.
  • Surgical site infection in critically ill patients with secondary and tertiary peritonitis. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4520265/. Diakses pada 10 Oktober 2023.
  • Ascites: A common problem in people with cirrhosis. http://patients.gi.org/topics/ascites. Diakses pada 10 Oktober 2023.
  • Spontaneous bacterial peritonitis. http://www.merckmanuals.com/professional/hepatic-and-biliary-disorders/approach-to-the-patient-with-liver-disease/spontaneous-bacterial-peritonitis-sbp. Diakses pada 10 Oktober 2023.
  • Peritoneal fluid analysis. http://labtestsonline.org/understanding/analytes/peritoneal/tab/test. Diakses pada 10 Oktober 2023.

 

Bagikan ke :

Buat Janji Dokter

Promo

Search

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.