• Emergency
  • 150 108

Kapan Seorang Pasien Perlu Ditangani Dokter Bedah

Kapan Seorang Pasien Perlu Ditangani Dokter Bedah

Ketika seseorang menjalani perawatan di rumah sakit, dokter yang menangani bisa jadi tidak hanya satu. Bila orang tersebut memerlukan tindakan operasi untuk mengatasi penyakitnya, misalnya, akan ada dokter bedah yang berbeda dengan dokter utama. Dalam hal ini, keahlian dokter bedah dibutuhkan karena dokter utama memiliki keahlian yang berbeda.

 


Mengenal Dokter Bedah dan Operasi Pembedahan

Dokter bedah adalah dokter medis yang memiliki keahlian khusus dalam menjalankan tindakan bedah (operasi) sebagai metode pengobatan utama. Dokter spesialis bedah juga dapat memeriksa pasien, melakukan diagnosis, dan menginterpretasikan tes diagnostik. Selain itu, ahli bedah dapat memberikan saran medis untuk merawat kesehatan pasien.

Dokter bedah akan memeriksa kondisi pasien yang sekiranya memerlukan pembedahan. Tujuan pembedahan itu bisa untuk menegakkan diagnosis, bisa juga menangani penyakit yang diderita pasien. Pembedahan juga bisa menjadi langkah pencegahan atau preventif terhadap risiko penyakit tertentu.

Keahlian dokter bedah dalam hal operasi atau pembedahan membuat mereka kerap menjadi bagian dari tim perawatan pasien. Mereka bekerja sama dengan dokter umum atau dokter spesialis lain dalam penanganan pasien secara keseluruhan. Dokter ahli bedah dapat mengambil pendidikan subspesialis untuk berfokus pada bidang tertentu, seperti ortopedi, kardiovaskular, bedah saraf, bedah anak, urologi, digestif, onkologi, maupun bedah plastik.

Ada sejumlah jenis operasi yang disesuaikan dengan perlunya seseorang menjalani pembedahan, antara lain:

  • Elektif: operasi terencana untuk pasien dengan kondisi yang tidak mengancam jiwa
  • Darurat: operasi yang harus dilakukan segera untuk menyelamatkan nyawa atau anggota tubuh pasien secepatnya, biasanya pada pasien yang baru mengalami kecelakaan
  • Eksplorasi: untuk mendukung atau mengkonfirmasi diagnosis
  • Terapeutik: prosedur pengobatan penyakit yang telah terkonfirmasi
  • Rekonstruktif: bertujuan merekonstruksi bagian tubuh yang cedera atau cacat
  • Reseksi: operasi untuk mengangkat organ dalam baik sebagian maupun seluruhnya
  • Replantasi: operasi untuk memasang kembali organ yang terlepas
  • Transplantasi: mengganti organ dengan organ dari sumber lain
  • Amputasi: memotong anggota tubuh tertentu untuk mencegah penyebaran infeksi
  • Kosmetik: bedah untuk memperbaiki penampilan
Baca Juga:  Operasi Usus Buntu, Prosedur dan Proses Pemulihannya

 

Kondisi Seseorang yang Perlu Berobat/Tindakan Operasi ke Dokter Bedah?

Seorang pasien umumnya perlu menjalani tindakan oleh dokter bedah berdasarkan hasil pemeriksaan atas kondisinya. Pemeriksaan itu bisa dilakukan oleh dokter bedah sendiri ataupun dokter lain yang merupakan dokter utama. Bila berdasarkan pemeriksaan disimpulkan pasien memerlukan pembedahan, maka pasien akan ditangani oleh dokter ahli bedah.

Kondisi orang yang memerlukan pembedahan antara lain:

  • Mengalami kondisi yang menyakitkan atau menghadapi risiko besar dari kondisi tersebut
  • Mengalami gejala parah yang mempengaruhi fungsi tubuh
  • Menderita penyakit tertentu yang memerlukan operasi untuk mengatasi kondisinya
  • Menderita penyakit serius yang hanya bisa diatasi dengan operasi

Tidak semua pasien yang memerlukan operasi akan langsung menjalaninya. Pertama-tama pasien akan menjalani evaluasi untuk memastikan operasi memberikan lebih banyak manfaat daripada mudarat. Dalam beberapa kasus, ketika kondisi pasien terlalu sensitif atau rentan, mereka mungkin tidak dapat menjalani operasi.

 

Bagaimana Cara Dokter Bedah Melakukan Pemeriksaan ke Pasien?

Dalam memeriksa pasien, seorang dokter bedah tidak hanya perlu menerapkan keterampilan teknis dan ilmu dasar untuk keperluan diagnosis dan pengobatan. Sebab, keputusan untuk melakukan pembedahan bisa jadi berpengaruh pada keselamatan jiwa pasien. Karena itu, dokter bedah akan melakukan pemeriksaan secara mendalam dan lengkap terlebih dahulu terhadap pasien sebelum memutuskan masuk ke ruang operasi.

Pemeriksaan lengkap pasien bedah meliputi pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang seperti endoskopi/kolonoskopi, tes laboratorium, rontgen, USG, CT Scan, maupun MRI. Dalam sejumlah kasus, semua pemeriksaan itu mungkin diperlukan. Tapi bisa jadi hanya perlu pemeriksaan fisik, dokter sudah bisa langsung menentukan bahwa pasien membutuhkan pembedahan demi menyelamatkan jiwanya. Hal ini terutama terjadi dalam kasus operasi darurat.

 

Gelar Dokter Spesialis dan Sub Spesialis Dokter Bedah

Gelar dokter spesialis bedah adalah Sp.B. Diawali dengan menempuh pendidikan strata-1 di fakultas kedokteran untuk mendapatkan titel sarjana kedokteran (S.Ked), selanjutnya menjalani masa co-ass atau menjadi asisten dokter selama kurang lebih 2 tahun, lantas mengikuti ujian profesi dokter untuk meraih Sertifikat Kompetensi dokter.

Baca Juga:  Ambeien atau Wasir, Bagaimana Cara Mengobatinya?

Kemudian menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis dengan program studi ilmu bedah. Gelar Sp.B baru bisa didapatkan bila ia sudah menyelesaikan PPDS dan mendapatkan sertifikat kompetensi bedah. Jika ingin melanjutkan program subspesialis, maka dia harus menempuh pendidikan subspesialis. Subspesialis bedah yang bisa diambil antara lain:

  • Anak (Sp.BA)
  • Plastik, Rekonstruksi, dan Estetik (Sp.BP-RE)
  • Saraf (Sp.BS)
  • Toraks, Kardiak, dan Vaskular (Sp.BTKV)
  • Onkologi (Sp.B(K)Onk)
  • Digestif (Sp.B-KBD)
  • Kepala Leher (Sp.B-KL)
  • Vaskular dan Endovaskular (Sp.B(K)V)
  • Orthopaedi
  • Urologi

 

Jenis Penyakit yang Ditangani Dokter Bedah

Dokter bedah khusus menangani penyakit atau kondisi yang memerlukan pembedahan, misalnya:

  • Tumor, misalnya fibroadenoma mammae, kista atheroma, lipoma.
  • Kanker
  • Hernia
  • Luka atau cedera, misalnya luka bakar
  • Patah tulang
  • Masalah persendian
  • Masalah organ dalam, seperti jantung, paru, ginjal, dan usus
  • Cacat bawaan

 

Kapan Harus ke Dokter Bedah?

Perlunya seseorang datang ke dokter bedah tergantung kondisi orang tersebut. Umumnya, pasien akan ditangani dokter bedah berdasarkan rujukan dari dokter yang merawat sebelumnya. Tapi bisa juga dokter bedah langsung menangani pasien bila ada situasi darurat, misalnya korban kecelakaan lalu lintas. Tanyakan kepada dokter yang merawat Anda jika Anda merasa perlu datang ke dokter bedah.

 

Reviewed by

dr. Ondo Renaisan Sitorus, Sp.B

Dokter Spesialis Bedah

Primaya Hospital PGI Cikini

 

Referensi:

Bagikan ke :

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.