Apa itu Screening Covid-19 serta Metodenya

Apa itu Screening Covid-19 serta Metodenya

Penyaringan atau screening Covid-19 adalah langkah penting dalam mencegah penularan penyakit yang diakibatkan virus corona ini. Screening merupakan tindakan awal yang dilakukan petugas kesehatan terhadap pasien yang datang ke rumah sakit. Tindakan ini menentukan langkah selanjutnya, apakah pasien harus segera dirujuk ke rumah sakit khusus rujukan Covid-19, perlu menjalani tes permulaan, atau bisa diperiksa secara umum sesuai dengan keluhan.

Screening Covid-19 dilakukan oleh petugas medis yang berkompeten sesuai dengan pedoman protokol penanganan Covid-19 yang diterbitkan Kementerian Kesehatan. Screening bisa dilakukan di fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas hingga rumah sakit. Prosedur ini penting demi keamanan pasien itu sendiri serta orang lain yang berada di sekitarnya, termasuk petugas medis yang menangani.

Dalam screening, diperlukan kerja sama dari pasien demi mendapatkan hasil yang valid. Ketidakjujuran dalam pemberian keterangan akan berakibat fatal karena berpotensi menyebarkan virus corona ke orang-orang yang berinteraksi dengan pasien, khususnya dokter dan perawat.

Cara Screening Covid-19

Berdasarkan protokol penanganan Covid-19, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan mengatakan ada dua cara screening Covid-19 yang bisa dilakukan di puskesmas. Cara pertama adalah rapid test untuk memeriksa keberadaan antibodi. Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil sampel darah terduga pasien corona. Cara kedua adalah lewat swab test dengan metode polymerase chain reaction (PCR). Pemeriksaan ini dijalankan dengan mengambil sampel cairan dari pangkal hidung atau tenggorokan pasien.

Baca Juga:  Tips Cegah Rambut Rontok Karena Ketombe

Tapi, sebelum prosedur screening Covid-19 itu dilakukan, pasien akan diminta menjalani wawancara serta pemeriksaan epidemiologi. Petugas akan menanyakan sejumlah hal yang berkaitan dengan Covid-19. Misalnya:

  • Pernahkah datang ke wilayah yang masuk zona merah terpapar Covid-19 dan apa saja aktivitasnya di sana
  • Apakah pernah berinteraksi dengan terduga pasien Covid-19
  • Apakah mengalami gejala yang berhubungan dengan Covid-19
  • Apakah pernah mengikuti acara yang dihadiri orang dalam jumlah banyak saat pandemi corona

Dari jawaban atas pertanyaan di atas serta pertanyaan lain yang berkaitan, petugas akan menentukan tindakan selanjutnya baik itu rapid test maupun swab test.

Saat ini juga terdapat cara screening Covid-19 online menggunakan aplikasi. Tapi screening ini hanya berupa penilaian diri sendiri atau self-assesment yang mirip dengan tahap wawancara dalam screening di fasilitas kesehatan. Kementerian Kesehatan mendukung aplikasi screening corona ini karena menurut WHO, sebanyak 80 persen pasien Covid-19 bergejala ringan bisa mendapat perawatan mandiri di rumah hingga pulih. Adapun rumah sakit diprioritaskan bagi pasien dengan gejala dan komplikasi berat.

Baca Juga:  Reaksi Tubuh Saat Terinfeksi Virus Corona

Prioritas Screening Covid-19

Umumnya, screening Covid-19 dilakukan pada semua pasien dengan gejala Covid-19 yang datang ke fasilitas kesehatan dari puskesmas hingga rumah sakit. Sebab, jika tak dilakukan penyaringan dan ternyata pasien positif Covid-19, semua orang yang berhubungan akan turut terpapar.

Namun tes Covid-19 baik rapid test maupun swab test dengan PCR  diprioritaskan hanya bagi beberapa kelompok, yakni pasien dalam pengawasan (PDP), orang dalam pemantauan (ODP), dan orang tanpa gejala (OTG). Primaya Hospital menjelaskan bahwa PDP dan ODP adalah orang yang menunjukkan gejala demam serta batuk atau sesak napas dan punya riwayat bepergian ke zona merah atau berkontak dengan pasien Covid-19.  Sedangkan OTG adalah orang tak memiliki gejala tapi punya riwayat kontak dengan pasien Covid-19.

Menurut Kementerian Kesehatan, ada tiga kriteria kelompok OTG , yaitu:

  • Tenaga medis yang memeriksa, merawat, dan mengantar pasien serta membersihkan ruang perawatan pasien Covid-19 tanpa alat pelindung diri (APD) standar.
  • Orang yang berada di ruangan yang sama dengan pasien Covid-19 sejak dua hari sebelum gejala pasien muncul hingga 14 hari kemudian.
  • Orang yang bepergian bersama pasien Covid-19 sejak dua hari sebelum gejala pasien muncul hingga 14 hari kemudian.
Baca Juga:  Hamil Trimester Awal? Apa Saja Yang Dapat Bunda Lakukan?

Screening Covid-19 adalah protokol penanganan virus corona yang wajib dilakukan. Terduga pasien harus memberikan keterangan yang jujur untuk membantu mencegah penyebaran corona.

 

dr. Dewi Danawati, Sp.P

Dokter Spesialis Paru

Primaya Hospital Bekasi Utara

 

Referensi:

https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/symptoms-testing/testing.html

https://www.kemkes.go.id/article/view/20031700001/Dokumen-Resmi-dan-Protokol-Penanganan-COVID-19.html

https://primayahospital.com/paket-pemeriksaan/

 

 

Bagikan ke :