Masa Inkubasi Covid-19, Berapa Lama?

masa inkubasi karantina covid-19

Masa inkubasi Covid-19 masih terus diteliti oleh para ahli karena virus corona yang memicu penyakit ini merupakan jenis baru. Badan Kesehatan Dunia atau WHO menyebutkan masa inkubasi corona mencapai 1-14 hari. Tapi WHO juga menemukan banyak kasus Covid-19 dengan masa inkubasi cuma 5 hari.

Sebuah laporan riset tentang virus corona yang dimuat di jurnal Annals of Internal Medicine pada 10 Maret 2020 menyatakan rata-rata masa inkubasi Covid-19 adalah 5 hari. Para peneliti menemukan kemiripan masa inkubasi corona ini dengan virus penyebab sindrom pernapasan akut berat (SARS). Tapi dalam riset itu juga dijelaskan bahwa masa inkubasi bisa lebih dari 14 hari dalam beberapa kasus. Sebelumnya, penelitian yang hasilnya dimuat di Eurosurveillance pada 6 Februari 2020 menemukan rata-rata masa inkubasi Covid-19 adalah 6 hari.

 

Masa Inkubasi Covid-19 di Indonesia

Menurut juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, masa inkubasi Covid-19 di Indonesia adalah 5-6 hari. Pernyataan ini diungkapkan dalam konferensi pers pada Jumat, 10 April 2020, di Graha Badan Penanggulangan Bencana Nasional. Dengan demikian, kasus positif corona yang dilaporkan pada hari ini sebetulnya merupakan kasus infeksi yang terjadi 5-6 hari sebelumnya.

Baca Juga:  Minum Es Dapat Menyebabkan Radang Amandel

Masa inkubasi adalah periode sejak seseorang terpapar infeksi hingga muncul tanda atau gejala penyakit yang ditimbulkan. Masa ini sangat penting diketahui dalam upaya pencegahan penyebaran wabah Covid-19. Orang yang tak sadar dirinya terinfeksi sehingga tak muncul gejala akan dengan mudah menulari orang lain selama masa inkubasi. Karena itulah penting untuk mematuhi aturan jaga jarak guna mencegah penularan.

Virus corona menular lewat droplet atau percikan dari bersin atau batuk orang yang positif Covid-19. Droplet ini bisa terlontar hingga sejauh 1 meter. Untuk keamanan, jaga jarak hingga 2 meter dengan orang lain saat beraktivitas di luar rumah. Gejala Covid-19 bisa saja sangat ringan atau tak muncul sama sekali padahal seseorang sudah terinfeksi corona.

 

Karantina Mandiri Covid-19

Dari data masa inkubasi Covid-19, bisa dikeluarkan kebijakan untuk mengendalikan penyebaran virus corona di suatu wilayah. Salah satu caranya adalah dengan karantina mandiri. Karantina mandiri direkomendasikan bagi pasien positif corona tapi tak menunjukkan gejala atau gejalanya sangat minim. Umumnya, para pasien ini berusia muda di bawah 60 tahun tanpa komplikasi penyakit.

Baca Juga:  Apa itu Penyakit Amandel?

Protokol penanganan Covid-19 dari Kementerian Kesehatan menjelaskan siapa saja orang yang semestinya melakukan karantina atau isolasi mandiri dalam kaitan dengan penyebaran virus corona, yakni:

  • Orang yang menunjukkan gejala sakit yang berkaitan dengan Covid-19, seperti demam/pilek/batuk/sakit tenggorokan/sesak napas, dan tidak punya risiko penyakit penyerta, misalnya diabetes
  • Orang dalam pemantauan atau ODP yang punya riwayat bepergian ke daerah yang terpapar corona baik di dalam maupun di luar negeri
  • Orang tanpa gejala (OTG) yang pernah melakukan kontak erat dengan pasien positif Covid-19

protokol kesehatan corona selama masa inkubasi covid-19

Selama periode karantina mandiri, mereka juga mesti mematuhi protokol terkait, misalnya:

  • Tak berbagi alat makan dengan orang lain
  • Jaga jarak minimal 2 meter
  • Selalu mengenakan masker
  • Selalu cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer
  • Pantau suhu tubuh secara berkala
  • Amati gejala yang muncul dari hari ke hari
  • Kamar terpisah dari orang lain
Baca Juga:  Gangguan Kulit pada Batita

Selama menjalani karantina, mereka tak diperkenankan beraktivitas di luar rumah selama 14 hari berturut-turut, sesuai dengan perkiraan maksimal masa inkubasi Covid-19. Pemantauan terhadap kondisi diri sendiri perlu dilakukan secara intensif agar bisa segera diambil tindakan jika gejala bertambah parah.

Orang yang menjalani karantina mandiri harus segera dibawa ke rumah sakit rujukan Covid-19 bila kondisinya memburuk. Perawatan di rumah sakit dengan peralatan memadai dan tenaga medis terlatih akan membantu pemulihan pasien Covid-19.

 

Ditinjau oleh:

dr. Nurhayati, Sp.P, FISR

Dokter Spesialis Paru

Primaya Hospital Karawang

 

Referensi:

https://www.who.int/news-room/q-a-detail/q-a-coronaviruses

https://www.worldometers.info/coronavirus/coronavirus-incubation-period/

https://annals.org/aim/fullarticle/2762808/incubation-period-coronavirus-disease-2019-covid-19-from-publicly-reported

https://www.eurosurveillance.org/content/10.2807/1560-7917.ES.2020.25.5.2000062#html_fulltext

Bagikan ke :