• Emergency
  • 150 108

Vaksin Booster : Efek Samping dan Cara Mengatasinya

Vaksin Booster Efek Samping dan Cara Mengatasinya

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi pandemi virus Corona adalah dengan melakukan vaksinasi COVID-19. Vaksin dapat meredam virus SARS-CoV-2 karena dapat menciptakan herd immunity atau kekebalan kelompok.

Menurut World Health Organization (WHO) kekebalan kelompok yang juga dikenal sebagai kekebalan populasi, adalah konsep yang digunakan untuk imunisasi, di mana suatu populasi dapat terlindung dari virus tertentu jika ambang cakupan imunisasi tercapai.


Vaksin melatih sistem imun untuk menciptakan protein yang dapat melawan penyakit, atau yang disebut antibodi. Mirip dengan jika seseorang terpapar suatu penyakit, namun cara kerja vaksin tanpa membuat rasa sakit. Orang yang telah diimunisasi terlindung dari penyakit tersebut dan tidak dapat menyebarkannya, sehingga dapat memutus mata rantai penularan.

Menurut Ilmuwan WHO Dr. Soumya Swaminathan mengatakan virus SARS-CoV-2 adalah virus yang sangat mudah menular. Oleh sebab itu, dibutuhkan setidaknya 60-70% dari populasi untuk memiliki kekebalan agar benar-benar memutuskan rantai penularan.

Hampir setahun yang lalu, tepatnya pada bulan Desember 2020, pertama kalinya Indonesia menerima kedatangan vaksin COVID-19 sejumlah 1,2 juta dosis vaksin Sinovac. Ratusan juta dosis vaksin telah datang ke Indonesia sampai saat ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjamin ketersediaan vaksin bagi masyarakat yang merupakan bagian dari upaya melawan pandemi Covid19

Menurut data kementrian kesehatan Indonesia update penduduk Indonesia yang sudah tervaksinasi hinggak 1 November 2021, yaitu sebanyak 74.088.927 penduduk telah tervaksinasi 2 dosis, 120.052.587 penduduk telah tervaksinasi 1 dosis dan 1.138.188 penduduk telah tervaksinasi 3 dosis atau yang telah mendapatkan booster (tenaga kesehatan).

Namun, masih dibutuhkan upaya keras dan peran serta masyarakat guna mencapai target vaksinasi penduduk Indonesia yaitu 208 juta penduduk, sehingga herd immunity atau kekebalan komunal dapat terbangun.

Vaksinasi dosis ketiga untuk melawan penularan Covid-19 telah dilakukan di sejumlah negara, termasuk di Indonesia. Pada tahap awal, pemberian vaksin penguat alias booster ini secara khusus diprioritaskan bagi tenaga kesehatan. Penentuan skala prioritas ini serupa dengan vaksinasi dosis pertama. Namun daftar vaksin booster pada tahap awal program vaksinasi berbeda dengan dosis pertama dan kedua seiring dengan bertambahnya variasi vaksin serta didasari hasil studi para pakar vaksinasi.

Vaksinasi dosis ketiga adalah pemberian vaksin untuk ketiga kalinya kepada seseorang untuk melawan potensi penyakit yang sama. Vaksin ini berfungsi untuk kembali menguatkan antibodi yang mungkin telah menurun setelah vaksinasi dosis pertama dan kedua. Dalam hal Covid-19, vaksinasi dosis ketiga bertujuan memperkuat sistem pertahanan tubuh terhadap SARS-CoV-2, termasuk varian-varian virus hasil mutasi genetik yang dinilai lebih membahayakan.

 

Apakah kita masih butuh dosis tambahan jika sudah menerima dosis lengkap vaksin COVID-19?

Menurut WHO (World Health Organization) alas an dosis tambahan diperlukan adalah antara lain:

  1. Jika tubuh tidak merespon.

Ada beberapa orang termasuk dalam kategori yang tidak merespons secara memadai dua dosis pertama yang diterima, seperti pada orang dengan gangguan kekebalan, mungkin perlu menerima dosis ketiga karena dua dosis sebelumnya tidak berespon (membentuk antibody) seperti pada orang normal.

  1. Waktu kekebalan
Baca Juga:  Cara Mencegah Bayi Tertular Virus Corona

Vaksinasi menghasilkan sel-sel imun yang membentuk antibody (kekebalan). Seiring berjalannya waktu, kekebalan yang terjadi sebagai hasil dari vaksinasi mulai berkurang, memburuk atau turun hingga perlu diberikan vaksin ketiga.. Tidak hanya pada vaksin Covid-19, pada beberapa penyakit lain pun ada yang memerlukan booster. Bila melihat daftar vaksin Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), hampir semuanya dilengkapi dengan vaksin booster. Vaksin booster akan membuat sel imun berlipat ganda sehingga kembali menaikkan level antibodi terhadap infeksi patogen yang sama.

Kebutuhan terhadap vaksin dosis ketiga di tengah situasi pandemi Covid-19 didasari temuan dari sejumlah penelitian. Beberapa riset mendapati penurunan level antibodi pada orang yang telah divaksin pertama dan kedua. Karena itulah pemberian vaksin dosis ketiga dipandang perlu, meski tetap terdapat kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) seperti pada 2 dosis sebelumnya.

  1. Kinerja Vaksin

Alasan ketiga kemungkinan diberikan dosis ketiga adalah jika kinerja vaksin kurang atau tidak memadai terhadap beberapa varian baru muncul yang menimbulkan kekhawatiran. Adanya sederet varian virus corona penyebab Covid-19 yang memiliki karakteristik berbeda dengan virus aslinya. Vaksin booster dipandang perlu untuk membantu menguatkan tubuh dalam mengatasi varian tersebut.

Siapa Saja yang Membutuhkan Vaksin Dosis Ketiga?

Di Indonesia dan negara-negara lain, vaksinasi dosis ketiga diperuntukkan bagi tenaga kesehatan pada tahap awal. Sebab, merekalah salah satu garda terdepan dalam penanganan pandemi Covid-19. Risiko penularan terhadap mereka lebih besar, terutama yang sehari-hari merawat pasien Covid-19.

Namun pada dasarnya semua elemen masyarakat yang hendak menguatkan sistem imun mereka juga membutuhkan vaksin dosis ketiga. Meski demikian, untuk mendapatkannya masyarakat umum menunggu aturan dari pemerintah dulu, seperti pada alur prioritas pemberian vaksin dosis pertama dan kedua.

Efektivitas dosis ketiga vaksin Covid terhadap kelompok masyarakat yang memiliki gangguan kekebalan masih dalam penelitian. Beberapa riset mendapat kenaikan level antibodi yang signifikan setelah dosis ketiga, tapi ada pula yang melaporkan kasus infeksi Covid 19 tetap ada pada kelompok tersebut walau sudah mendapat vaksin dosis lengkap.

 

Jenis Vaksin yang Digunakan

Wiku Adisasmito sewaktu menjadi juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyatakan vaksin yang digunakan untuk vaksinasi dosis ketiga dapat berupa kombinasi dari vaksin dosis pertama dan kedua. Misalnya dosis pertama dan kedua Sinovac, lalu dosis ketiga Pfizer atau Moderna. Sebuah penelitian di Maccabi Healthcare Services mendapati tingkat infeksi turun 48-68 persen dalam 7-13 hari sejak penggunaan vaksin Pfizer-BioNTech untuk dosis ketiga.

Jenis vaksin yang digunakan tergantung dari kebijakan setiap negara. Vaksin yang bisa digunakan di Indonesia sebagai vaksin booster merupakan jenis vaksin yeng telah mendapatkan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

 

KIPI pada Vaksin Dosis Ketiga

Seperti pada dosis pertama dan kedua, pada vaksin ketiga juga terdapat kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). Jenis KIPI pada dosis ketiga pun tak jauh berbeda, yaitu :

  • Rasa nyeri/pegal di lokasi suntikan
  • Rasa Lelah dan mengantuk
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala
  • Demam/menggigil
Baca Juga:  Apa Bedanya Rapid Test Antibodi dan Swab Antigen?

KIPI dari vaksin akan berbeda pada setiap individu dengan faktor yang mempengaruhinya antara lain kondisi tubuh orang tersebut dan ada tidaknya penyakit penyerta. Hal yang terpenting adalah KIPI dari vaksin tersebut hanya bersifat sementara.

 

Tips Mengatasi Efek Samping Setelah Vaksinasi Booster (Vaksin Dosis Ketiga)

Sebelum vaksinsasi berlangsung, tenaga kesehatan akan melakukan screening terhadap kesehatan orang yang akan divaksin dulu. Screening ini bertujuan mengetahui apakah orang yang akan divaksin bisa menerima vaksin. Screening juga dapat menjadi cara untuk mencegah efek samping yang berbahaya.

Bila mengalami efek samping setelah vaksinasi dosis ketiga, sebaiknya tidak lantas panik. Ada beberapa tips untuk mengatasi efek samping tersebut, misalnya:

  • Kompres area suntikan dengan air dingin bila terasa nyeri.
  • Mandi dengan air hangat, lalu kompres dahi dengan air hangat pula jika demam.
  • Banyak-banyak minum air putih
  • Istirahat
  • Minum obat sesuai dengan rekomendasi dokter dan tenaga kesehatan yang menyuntik

 

Narasumber

dr. Nova Setyaningsih, MKK;

Dokter Umum

Primaya Hospital Karawang

 

Sumber:

Satuan Tugas Penanganan Covid 19.(2021, 24 Oktober). Jadi, Butuh Vaksin COVID-19 Booster Atau Enggak? Ini Pandangan WHO. Diakses pada 2 November 2021, dari  https://covid19.go.id/masyarakat-umum/jadi-butuh-vaksin-covid-19-booster-atau-enggak-ini-pandangan-who

Satuan Tugas Penanganan Covid 19. (2021, 21 Oktober). 3 Alasan Vaksin Booster menurut WHO. Diakses pada 2 November 2021, dari https://covid19.go.id/berita/3-alasan-vaksin-booster-menurut-who

Satuan Tugas Penanganan Covid 19. (2021, 21 Oktober). Mengulik tentang Herd Immunity Covid 19. Diakses pada 2 November 2021, dari https://covid19.go.id/berita/mengulik-tentang-herd-immunity-covid-19

Satuan Tugas Penanganan Covid 19. (2021, 27 Oktober). Indonesia Terima Kedatangan Vaksin Tahap ke 100, Wujud Upaya dan Komitmen Pemerintah Amankan Stok Vaksin Covid 19. Diakses pada 2 November 2021, dari https://covid19.go.id/p/berita/indonesia-terima-kedatangan-vaksin-tahap-ke-100-wujud-upaya-dan-komitmen-pemerintah-amankan-stok-vaksin-covid-19

Satuan Tugas Penanganan Covid 19. (2021, 1 November). Data Vaksinasi Covid 19 Update 1 November 2021. Diakses pada 2 November 2021, dari

https://covid19.go.id/p/berita/data-vaksinasi-covid-19-update-1-november-2021

COVID vaccine boosters: the most important questions. https://www.nature.com/articles/d41586-021-02158-6. Diakses 13 September 2021

BNT162b2 vaccine booster dose protection: A nationwide study from Israel. https://www.medrxiv.org/content/10.1101/2021.08.27.21262679v1.full. Diakses 13 September 2021

Randomized Trial of a Third Dose of mRNA-1273 Vaccine in Transplant Recipients. https://www.nejm.org/doi/full/10.1056/NEJMc2111462. Diakses 13 September 2021

Kemenkes Tegaskan Vaksin Moderna Hanya untuk Booster Nakes dan Publik yang Belum Pernah Menerima Vaksin Covid-19. https://www.kemkes.go.id/article/print/21081300003/kemenkes-tegaskan-vaksin-moderna-hanya-untuk-booster-nakes-dan-publik-yang-belum-pernah-menerima-vak.html. Diakses 13 September 2021

COVID-19 Vaccine Booster Shot. https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/vaccines/booster-shot.html. Diakses 13 September 2021

Booster Shots and Third Doses for COVID-19 Vaccines: What You Need to Know. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/coronavirus/booster-shots-and-third-doses-for-covid19-vaccines-what-you-need-to-know. Diakses 13 September 2021

Jadwal Imunisasi IDAI 2020. https://www.idai.or.id/tentang-idai/pernyataan-idai/jadwal-imunisasi-idai-2020. Diakses 13 September 2021

 

Illustrasi : Health vector created by freepik – www.freepik.com

Bagikan ke :

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.