• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Perbedaan Gelato dan Es Krim Biasa, Mana yang Lebih Sehat

gelato

Es krim adalah hidangan pencuci mulut yang menjadi favorit banyak orang dari anak-anak hingga orang dewasa. Terdapat beragam varian es krim yang memiliki keunikan masing-masing. Salah satu yang terkenal adalah gelato yang kerap dianggap sebagai pilihan yang lebih baik daripada es krim biasa. Secara harga, gelato memang lebih mahal daripada es krim kebanyakan. Namun bagaimana dengan kandungan nutrisinya? Di bawah ini akan dijelaskan lebih lanjut.

Apa Itu Gelato

Gelato adalah jenis es krim yang berasal dari Italia. Di negeri pizza itu, “gelato” merupakan kata yang berarti “beku” dan menjadi istilah umum untuk menyebut es krim. Dengan tekstur yang lembut dan kental, gelato memiliki ciri khas yang membedakannya dengan es krim biasa. Perbedaan ini ada karena bahan yang digunakan dan proses pembuatannya pun berbeda.

buat jani dokter primaya

Meski asal-usulnya masih belum jelas, dalam suatu studi gelato disebut-sebut mulai dibuat di Italia pada abad ke-16 oleh Bernardo Buontalenti, pembuat es krim asal Kota Firenze. Mulanya gelato dibuat dengan es dari pegunungan yang dipadatkan dengan garam serta dicampur susu, gula, dan perasa alami. Bahan-bahan itu diaduk dengan lambat sehingga menghasilkan tekstur yang lembut dan konsisten.

Seiring dengan waktu, gelato menjadi ikon kuliner Italia dan banyak didapati di negara-negara lain. Popularitas ini antara lain disebabkan oleh kandungan gizinya yang lebih menyehatkan daripada es krim pada umumnya karena lebih rendah lemak. Selain itu, gelato menawarkan berbagai macam rasa dan varian dengan bahan-bahan alami yang lezat sehingga lebih banyak menjadi pilihan.

Perbedaan Gelato dan Es Krim Biasa

Secara kasatmata, gelato dan es krim mungkin sulit dibedakan. Tapi ada perbedaan yang cukup signifikan di antara kedua hidangan pencuci mulut ini. Perbedaan utama gelato dengan es krim terletak pada kadar lemak, solid non-fat, penstabil, dan pengemulsi, serta overrun. Solid non-fat atau SNF adalah bahan padat yang tersisa setelah proses pemisahan lemak susu.

Baca Juga:  Merasa Takut Gemuk Saat Makan? Waspadai Bulimia Nervosa

Sedangkan overrun adalah istilah dalam industri es krim yang digunakan untuk mengukur jumlah udara yang terperangkap dalam proses pembuatan es krim. Jumlah ini dihitung sebagai persentase dari total volume es krim yang dihasilkan. Makin tinggi persentase overrun, makin banyak udara yang terperangkap dan makin ringan tekstur es krim tersebut.

Dibanding es krim, gelato memiliki kadar lemak yang lebih rendah dan overrun lebih sedikit. Itu sebabnya tekstur gelato lebih lembut dan padat daripada es krim. Biasanya gelato diproduksi segar dengan skala lebih kecil dengan pengadukan yang lambat.

Dalam pembuatan gelato juga biasanya tidak digunakan bahan penstabil ataupun pengemulsi. Menurut data United  States  Department  of  Agriculture (USDA), satu porsi setengah cangkir atau 78 gram es krim rasa vanila mengandung 210 kalori dan 16 gram gula, sementara satu porsi atau 88 gram gelato memuat sekitar 160 kalori dan 17 gram gula.

Adapun produksi es krim umumnya melibatkan proses pengadukan yang cepat sehingga menghasilkan tekstur yang lebih ringan. Perbedaan yang juga paling mencolok ada pada cita rasanya. Gelato biasanya memakai bahan-bahan alami tanpa perasa ataupun pemanis buatan. Misalnya gelato menggunakan buah-buahan asli untuk menambah rasanya. Sedangkan es krim lebih sering memakai bahan perasa buatan sehingga rasa buah yang dihasilkan kurang autentik daripada gelato.

Cara Penyajian Gelato dan Es Krim

Penyajian gelato biasanya menggunakan mangkuk atau cangkir yang lebar dan dangkal dengan sendok pipih khusus agar tiap sendokan menghasilkan lapisan yang rapi. Gelato bisa juga disajikan dalam cone atau wadah kertas sehingga praktis dibawa jika hendak dinikmati sembari berjalan-jalan.

Selain itu, gelato dapat disajikan bersama kopi espresso yang juga asal Italia. Caranya adalah menuangkan espresso ke atas gelato yang tersaji di dalam gelas. Hidangan pencuci mulut ini disebut affogato.

Sementara itu, es krim biasanya disajikan dalam berbagai jenis mangkuk atau gelas kaca dengan sendok biasa ataupun sendok kecil. Es krim ini biasanya diberi berbagai tambahan topping atau taburan di atasnya, seperti saos cokelat, kacang-kacangan, atau buah-buahan. Walhasil, kandungan lemaknya pun bisa bertambah.

Baca Juga:  Hindari Obesitas Tapi Jangan Diet Sembarangan

Es krim juga banyak dijual dalam kemasan. Es krim yang dijual dalam kemasan lebih variatif dalam hal penyajian, bisa dalam wadah cup kertas, stik, ataupun cone. Tapi, dibandingkan gelato, es krim kemasan yang juga bisa dibawa ke mana-mana ini akan lebih mudah lumer jika tak segera dikonsumsi.

Kesimpulan

Dari uraian di atas, gelato dan es krim punya perbedaan yang cukup mencolok dari segi bahan, pembuatan, hingga penyajian. Tak terkecuali dalam hal kandungan nutrisi. Gelato pada dasarnya bisa dianggap lebih menyehatkan sebagai produk susu karena kadar lemaknya lebih sedikit dan tanpa menggunakan bahan buatan, termasuk untuk pemanis dan perasanya. Meski demikian, preferensi setiap orang bisa berbeda-beda. Yang penting, ketahui kebutuhan nutrisi masing-masing agar selalu tercukupi tanpa berlebih ataupun kekurangan.

Narasumber:

Dr. Nathalia Safitri, Sp. GK, AIFO-K

Spesialis Gizi Klinik

Primaya Hospital Semarang

Referensi:

Share to :

Buat Janji Dokter

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.