• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Hipotermia Ringan: Gejala dan Pertolongan Pertama

Hipotermia Ringan

Hipotermia adalah penurunan suhu tubuh di bawah 35 derajat Celcius. Hipotermia dapat memicu kondisi berbahaya bagi kesehatan. Normalnya, manusia akan mempertahankan suhu tubuh dengan rentang 36.5 hingga 37.5 derajat Celcius. Suhu ini dipertahankan sistem tubuh. Namun ketika berada di lingkungan dengan suhu lebih rendah dari tubuh, tubuh akan melepaskan panas.

Bila Anda atau orang terkasih di rumah memerlukan perawatan pasca hipotermia di rumah, Kavacare dapat membantu Anda. Kavacare menghadirkan layanan homecare oleh perawat medis berpengalaman di IGD/ICU. Hubungi kami melalui Whatsapp di nomor 0811-1446-777 untuk mendapatkan layanan homecare sesuai kebutuhan medis Anda.

buat jani dokter primaya

 

Penyebab Hipotermia Ringan

Hipotermia dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti lingkungan atau kondisi medis tertentu. Tubuh akan melepaskan panas dengan meningkatkan metabolisme dan kontraktivitas otot-otot. Menurunnya kedua proses tersebut menyebabkan pelepasan panas tubuh berkurang, akibatnya temperatur tubuh kita akan mulai turun dan bisa terjadi hipotermia.

Selain faktor lingkungan, hipotermia bisa terjadi pada pasien stroke dan pasien diabetes melitus yang mengalami episode hipoglikemik (gula darah rendah di bawah batas normal). Pasien dengan kondisi ini mungkin akan berbaring dalam waktu lama dan meningkatkan risiko hipotermia.

Faktor-faktor risiko lainnya seperti:

  • Lansia, kemampuan untuk meregulasi suhu tubuh semakin berkurang seiring pertambahan usia
  • Anak-anak, dibandingkan orang dewasa, anak-anak membakar lebih banyak energi dan tanpa sadar bisa menghabiskan cadangan energi mereka. Hal ini bisa menyebabkan mereka juga tidak menyadari jika tengah kedinginan
  • Bayi rawan mengalami hipotermia karena lebih cepat melepaskan panas tubuh dan tidak memiliki energi cadangan untuk meningkatkan suhu tubuh. Bayi bahkan rawan mengalami hipotermia jika tidur di ruangan dingin
  • Tidak berpengalaman mendaki gunung, memancing, atau berburu. Biasanya mereka yang awam tidak paham barang-barang apa saja yang harus dibawa untuk mencegah hipotermia
  • Kecanduan alkohol, sifat alkohol melebarkan pembuluh darah sehingga panas lebih cepat keluar dari tubuh. Alkohol juga mengurangi kemampuan seseorang dalam mengambil keputusan, termasuk saat kedinginan
  • Tuna wisma, berisiko hipotermia karena tidak memiliki tempat yang aman untuk berlindung saat kedinginan
  • Pengidap gangguan kognitif dan mental, mereka mungkin kesulitan memahami cuaca, rentan tersesat, dan tidak bisa memilih pakaian yang cocok untuk terhindar dari udara dingin
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu, beberapa jenis obat seperti obat sedasi, anestesi, opioid, antipsikotik, dan clonidine bisa mengurangi kemampuan seseorang merasakan dingin
Baca Juga:  Pertolongan Pertama saat Lansia Jatuh

Hipotermia dapat dibagi berdasarkan derajat. Derajat yang paling awal adalah hipotermia ringan. Berikut penjelasan gejala dan pertolongan pertama hipotermia ringan yang telah dirangkum oleh Kavacare.

 

Ciri-ciri Hipotermia Ringan

Seseorang dikatakan mengalami hipotermia ringan ketika suhu tubuh turun pada kisaran 32 – 35 derajat Celcius. Namun setiap individu merespons berbeda ketika terjadi hipotermia, sehingga mungkin saja temperatur saat terserang hipotermia berbeda-beda pula.

Gejala hipotermia ringan contohnya:

  • Tampak pucat dan dingin saat disentuh karena pembuluh darah di kulit menyempit
  • Tampak mengantuk, lemas, dan tidak bertenaga ketika bergerak
  • Menggigil
  • Meningkatnya detak jantung
  • Napas menjadi lebih cepat

 

Pertolongan Pertama Hipotermia Ringan

Hipotermia ringan pun bisa menjadi kondisi yang mengancam nyawa jika tidak segera mendapat pertolongan pertama. Segera hubungi petugas medis untuk mendapat bantuan. Sebelum pertolongan medis tiba, llangkah-langkah yang harus segera dilakukan jika orang di sekitar kita mengalami hipotermia ringan adalah sebagai berikut:

1. Cegah Panas Tubuh Hilang

Langkah pertama saat terjadi hipotermia adalah mencegah temperatur tubuh semakin turun. Sebaiknya segera bawa mereka ke tempat yang lebih hangat dan kering. Carilah tempat berteduh yang aman dari paparan angin dingin. Jika mereka mengenakan pakaian basah, segera lepas. Kemudian lapisi seluruh tubuh mereka dengan kain kering dan hangat untuk mencegah panas hilang karena radiasi. Pada anak-anak, tutupi area kepala.

2. Hangatkan Tubuh

Untuk menghangatkan tubuh seseorang yang mengalami hipotermia, pastikan mereka dalam keadaan kering. Hindari melakukan metode merendam dengan air hangat, karena cara ini berisiko menyebabkan darah mengalir menjauhi jantung dan otak, kemudian terjadi penurunan tekanan darah yang membahayakan.

Lakukan prosedur insulasi dengan menyelimuti mereka agar panas tubuh tidak hilang dan tidak terpapar udara dingin di sekitar.

Gunakan sumber hangat yang ada, seperti botol isi air hangat atau selimut hangat. Proses menghangatkan ini sebaiknya dilakukan perlahan-lahan untuk menghindari kondisi pembuluh darah yang menyempit langsung melebar.

Situasi ini berisiko menyebabkan kondisi medis lain, contohnya gagal jantung dan penurunan kesadaran. Jangan sampai suhu terlalu panas. Idealnya sumber panas yang digunakan harus lebih hangat dari temperatur individu yang terserang hipotermia.

Hindari pula memberikan alkohol karena dapat mengganggu proses tubuh menyimpan panas.

Baca Juga:  Kapan Membutuhkan Perawat ke Rumah?

3. Awasi dan Lakukan Resusitasi Jantung Paru

Jangan tinggalkan seseorang yang mengalami hipotermia, selalu awasi mereka, terutama bagaimana mereka bernapas. Jika pasien dalam kondisi tidak sadar, napas terhenti, dan tidak teraba denyut nadi, segera lakukan resusitasi jantung paru (RJP/CPR) jika kita atau ada orang terdekat yang terlatih melakukannya.

 

Perawatan Pasien Hipotermia Ringan

Perawatan pasien hipotermia tergantung seberapa parah kondisinya. Pada dasarnya perawatan pasien hipotermia terbagi menjadi:

  • Rutin mengganti pakaian jika selama perawatan baju terasa basah
  • Menghangatkan secara aktif (insulasi dengan selimut hangat)
  • Menghangatkan temperatur inti tubuh (contohnya memberikan cairan infus yang dihangatkan, oksigen lembap dan hangat, dan penghangatan darah menggunakan metode khusus)

Untuk pasien hipotermia ringan, perawatan cukup mudah dilakukan. Menghangatkan secara pasif, menyelimuti tubuh pasien, dan memberikan minuman hangat biasanya cukup untuk menaikkan temperatur tubuh menjadi normal. Pasien cukup dirawat dengan bantuan medis sederhana, dan biasanya kasus hipotermia ringan segera sembuh tanpa dampak membahayakan.

 

Pertanyaan Seputar Hipotermia Ringan

Bagaimana Cara Mengatasi Hipotermia Ringan di Gunung?

Jika mengalami hipotermia ringan di gunung, cara mengatasinya yaitu:

  • Segera mencari tempat berteduh yang kering dan aman dari paparan angin
  • Lepaskan pakaian yang basah
  • Nyalakan kompor atau api sebagai sumber panas, bisa juga dengan mendekat dan kontak tubuh dengan orang lain
  • Minum minuman hangat
  • Gunakan sleeping bag, matras, atau alas kering lainnya untuk menyelimuti tubuh

Kapan Harus ke Dokter?

Hipotermia termasuk kegawatan medis, maka ketika muncul gejala hipotermia ringan dan suhu tubuh turun di bawah 35 derajat Celcius, segera hubungi dokter.

 

(Artikel ini telah direview oleh dr. Keyvan Fermitaliansyah, Care Pro & Dokter Umum di Kavacare)

Referensi:

  • Hypothermia. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/hypothermia diakses 7 Desember 2022
  • Hypothermia: First aid. https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-hypothermia/basics/art-20056624 diakses 7 Desember 2022
  • Hypothermia. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hypothermia/diagnosis-treatment/drc-20352688 diakses 7 Desember 2022
  • Hypothermia: Signs, Symptoms, Causes, and Treatment. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/what-is-hypothermia diakses 7 Desember 2022
  • Expedition Medicine: Hypothermia in the wilderness. https://www.theadventuremedic.com/features/hypothermia/ diakses 7 Desember 2022
  • Diagnosis and Treatment of Hypothermia. https://www.aafp.org/pubs/afp/issues/2004/1215/p2325.html diakses 7 Desember 2022
  • Hypothermia (Low Body Temperature): Risk Factors & Symptoms. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21164-hypothermia-low-body-temperature diakses 7 Desember 2022
  • Hypothermia (Low Body Temperature): Risk Factors & Symptoms. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21164-hypothermia-low-body-temperature diakses 18 Mei 2023
  • Hypothermia: Understanding and Prevention.
  • https://seagrant.umn.edu/programs/recreation-and-water-safety-program/hypothermia diakses 19 Mei 2023
Bagikan ke :

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.