• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Pertolongan Pertama saat Lansia Jatuh

Pertolongan Pertama saat Lansia Jatuh

Seiring bertambahnya usia, kemampuan dalam keseimbangan akan semakin berkurang hingga menyebabkan lansia jatuh. Kejadian lansia jatuh sendiri sangat dihindari karena dampak jangka pendek maupun jangka panjang yang berbahaya. Kita seringkali bingung bagaimana menolong dan memberikan pertolongan pertama saat lansia jatuh.

Lansia mudah jatuh tentu menjadi perhatian dan kekhawatiran tersendiri karena efek samping yang dapat dirasakan dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Jika Anda memerlukan bantuan medis di rumah terkait kondisi yang mungkin muncul setelah lansia jatuh, Anda dapat menghubungi layanan homecare Kavacare. Hubungi Kavacare Support melalui WhatsApp di 0811-1446-777.

buat jani dokter primaya

Mengapa Lansia Rentan Jatuh?

Selain karena berkurangnya keseimbangan, ada beberapa alasan lain mengapa lansia rentan jatuh. Antara lain:

1. Bahaya di Dalam dan di Sekitar Rumah

Meski dianggap aman, ternyata kondisi rumah dapat menjadi penyebab mengapa lansia mudah jatuh. Berikut beberapa faktor yang mengakibatkan lansia mudah jatuh di dalam dan di sekitar area rumah.

  • Halangan pada lantai, seperti penggunaan karpet, alas lantai, hingga instalasi kabel listrik yang ditempatkan di area lantai. Adanya halangan pada lantai membuat permukaan tidak lagi rata dan dapat menyebabkan lansia mudah tersandung, terlebih pada lansia yang kemampuan berjalannya sudah menurun. Perlu adanya penyesuaian permukaan lantai agar meminimalisir lansia terjatuh.
  • Pencahayaan yang buruk atau minimnya cahaya yang masuk dan ada dalam rumah dapat menyebabkan lansia kesulitan dalam melihat dan memperbesar risiko jatuh. Sesuaikan penerangan atau pencahayaan, baik di luar maupun di dalam rumah agar lansia dapat beraktivitas dengan nyaman dan aman
  • Permukaan bergerak yang licin, seperti lantai yang basah atau lantai yang baru saja dipoles dapat menyebabkan lansia jatuh. Pastikan permukaan lantai selalu kering dan tidak terlalu licin agar dapat membantu lansia dapat berjalan dengan aman dan nyaman. Permukaan yang basah atau licin dapat mengurangi kemampuan lansia dalam mempertahankan keseimbangan dan meningkatkan risiko jatuh
  • Alas kaki yang kurang nyaman dan aman, seperti penggunaan sandal longgar atau penggunaan alas kaki dengan tumit yang sempit. Alas kaki yang terlalu longgar dapat menyebabkan lansia tersandung dengan alas kakinya sendiri. Sedangkan alas kaki yang terlalu sempit dapat menyebabkan kemampuan keseimbangan lansia berkurang dan menimbulkan rasa tidak nyaman bahkan nyeri kaki. Pastikan alas kaki yang digunakan nyaman dan sesuai dengan ukuran lansia agar dapat beraktivitas dengan aman.
  • Tangga serta permukaan lantai yang tidak rata. Hindari menempatkan lansia berada di lantai atas, baik untuk kamar tidur atau berkegiatan. Semakin bertambahnya usia, kemampuan berjalan dan keseimbangan akan semakin berkurang. Beraktivitas di tangga sangat berisiko pada lansia, terlebih saat mereka tidak dapat menyeimbangkan diri.

2. Perubahan pada Tubuh

Dengan bertambahnya usia, tubuh kita juga akan mengalami perubahan secara alamiah dari waktu ke waktu. Berikut beberapa faktor perubahan pada tubuh yang dapat mengakibatkan lansia mudah jatuh.

  • Penglihatan yang semakin buruk, yaitu kesulitan untuk melihat dengan jelas atau mengalami kesulitan dengan perubahan cahaya yang tiba-tiba
  • Masalah keseimbangan, seperti mudah goyah saat berjalan
  • Waktu reaksi tubuh yang lebih lambat sehingga tidak dapat menahan diri sendiri atau menghindari halangan dan menyebabkan mudah jatuh
  • Otot yang lebih lemah, misalnya, membuat kesulitan untuk mengangkat kaki saat berjalan
  • Masalah kesehatan baru, seperti inkontinensia (masalah buang air kecil atau buang air besar), atau demensia yang menyebabkan lansia tidak nyaman dalam berkegiatan. Masalah buang air kecil atau buang air besar dapat menyebabkan lansia terburu-buru dan tidak dapat mengendalikan diri untuk pergi ke kamar mandi sendiri.

Perubahan-perubahan ini dapat disebabkan oleh penuaan secara alamiah atau disebabkan oleh suatu penyakit, atau kondisi tertentu. Faktor-faktor kesehatan ini dapat mempengaruhi cara Anda bergerak, dan terkadang menjadi penyebab lansia mudah jatuh.

Baca Juga:  Pertolongan Pertama dan Penanganan Dehidrasi

3. Mengabaikan Kesehatan

Lansia yang tidak bergerak secara aktif cenderung memiliki keseimbangan yang lebih buruk serta otot yang lebih lemah, dimana kondisi ini dapat meningkatkan kemungkinan lansia terjatuh. Tidak mengonsumsi makanan dan minum air dengan cukup juga dapat membuat lansia sulit mendapatkan kekuatan untuk bergerak dengan aman dan nyaman.

4. Kondisi Lainnya

Kondisi-kondisi tertentu lainnya juga dapat meningkatkan risiko lansia mudah jatuh, antara lain:

  • Lansia dengan riwayat darah rendah mungkin merasakan pusing atau goyah saat bergerak hingga dapat menyebabkan jatuh
  • Hipotensi postural atau ortostatik, dimana dengan kondisi ini, tekanan darah turun saat seseorang mengubah posisi dari duduk ke berdiri. Lansia dengan hipotensi postural – baik alami atau karena efek samping obat, berisiko lebih tinggi untuk jatuh
  • Sudah pernah jatuh lebih dari sekali dalam kurun waktu 6 bulan, maka kemungkinan besar berisiko untuk jatuh lagi
  • Kondisi terburu-buru saat hendak buang air besar atau buang air kecil juga dapat meningkatkan risiko jatuh karena gerakan yang terlalu mendadak dan cenderung tidak memperhatikan Langkah
  • Penyakit stroke, Parkinson dan artritis, di mana kondisi-kondisi tersebut mengubah cara bergerak serta mempersulit tubuh untuk bereaksi dengan cepat dan menghentikan diri sendiri saat akan tersandung
  • Lansia yang menderita depresi dan mengonsumsi obat, biasanya rentan jatuh akibat efek samping obat yang dikonsumsi
  • Perubahan kadar gula darah dapat membuat lansia lemah hingga pingsan. Diabetes juga mampu mempengaruhi penglihatan lansia dan mengurangi rasa pada kaki hingga membuat kebas
  • Lansia dengan demensia dapat menjadi kurang sadar akan lingkungannya serta kurang mampu bereaksi dengan cepat

Pertolongan Pertama saat Lansia Jatuh

Berikut beberapa Langkah pertolongan pertama saat lansia jatuh yang perlu Anda ketahui.

1. Mendekati Lansia Jatuh dengan Tenang

Jika Anda melihat atau mendapati lansia yang jatuh, dekati mereka dengan tenang dan waspada terhadap bahaya apapun bagi Anda atau bagi lansia yang jatuh. Usahakan jangan terlalu panik dan waspada terhadap sekitar Anda.

2. Jangan Terburu-Buru Memindahkan

Respon umum saat melihat lansia terjatuh adalah memindahkan ke tempat yang lebih aman dan nyaman. Namun, ada baiknya Anda tidak langsung memindahkan lansia jatuh dan melakukan beberapa pengecekan, seperti:

  • Apakah mereka responsif?
  • Apabila tidak responsif, apakah mereka bernapas?
  • Jika masih bernapas, maka perhatikan baik-baik bagaimana mereka jatuh dan letakkan mereka pada posisi yang lebih baik dengan hati-hati untuk menjaga jalan napas tetap lancar
  • Jika mereka tidak ada tanda-tanda bernapas, segera mulai CPR serta bertindak sesuai dengan kebijakan darurat yang ada. Jika memungkinkan, gunakan defibrillator untuk membantu Anda

3. Apabila Lansia Jatuh Masih Responsif

  • Coba bicara dengan mereka. Coba pastikan bagaimana kecelakaan atau kejadian tersebut terjadi dan jika memungkinkan, pastikan apakah ada penyebab medis seperti kejang atau stroke, jangan memaksakan pertanyaan apabila lansia terlihat bingung
  • Cari tahu dan tanyakan bagian tubuh mana yang paling sakit serta perhatikan baik-baik untuk melihat apakah ada pendarahan, anggota tubuh yang memar atau berkerut yang menunjukkan cedera tertentu. Apabila nyeri yang dirasakan sangat hebat, misalnya karena kemungkinan patah tulang, dapat dipertimbangkan untuk memberikan obat antti nyeri yang memadai sebelum memindahkan korban/lansia
  • Apabila lansia masih sadar dan menurut Anda mungkin telah jatuh dari ketinggian atau dapat melukai bagian leher atau tulang belakang mereka – jangan gerakkan atau pindahkan terlebih dulu. Cobalah menjaga agar mereka tetap diam serta cegah mereka agar tidak terpelintir. Telepon ambulans dan dengan tenang terus meyakinkan mereka sampai paramedis tiba
  • Apabila Anda mengetahui adanya pendarahan, berikan tekanan kuat pada bagian munculnya darah menggunakan pembalut bersih sembari menunggu kotak P3K
  • Apabila mereka mulai menunjukkan tanda-tanda syok klinis, baringkan lansia dan angkat kaki mereka serta segera dapatkan bantuan medis
Baca Juga:  Ketika Anak Susah Makan: Penyebab dan Cara Mengatasinya

4. Jika Tidak Ada Cedera yang Jelas atau Penyebab Medis Saat Jatuh

  • Dengan hati-hati dan sangat perlahan bantu lansia ke posisi duduk, awasi mereka dengan hati-hati dan perhatikan tanda-tanda rasa sakit, tidak nyaman atau pusing.
  • Dengan hati-hati, bantu mereka dengan hati-hati berpindah ke kursi atau kembali ke tempat tidur
  • Periksa dengan sangat hati-hati dan meyakinkan mereka sepenuhnya untuk memastikan bahwa tidak ada cedera yang tidak terlihat. Hal ini sangat penting terutama penderita diabetes saat mereka mungkin tidak merasakan dimana mereka telah melukai diri mereka sendiri
  • Pantau mereka dengan hati-hati selama 24 jam ke depan, beritahu kerabat terdekat dan isi formulir kecelakaan yang disediakan paramedis

 

Bagaimana Mencegah Lansia Jatuh?

Meski mayoritas jatuh pada lansia dapat terjadi tanpa alasan yang jelas, menjaga kesehatan dapat mencegah lansia dari risiko terterjatuh. Berikut beberapa cara untuk mencegah lansia mudah jatuh, antara lain:

1. Tetap Bergerak Aktif

Rencanakan program latihan yang tepat untuk Anda. Olahraga teratur mampu meningkatkan kekuatan otot serta membuat fisik Anda lebih kuat. Olahraga juga membantu Anda menjaga persendian, tendon serta ligamen agar tetap fleksibel. Lakukan aktivitas menahan beban ringan, seperti berjalan atau menaiki tangga juga dapat memperlambat pengeroposan tulang akibat osteoporosis, penyakit yang membuat tulang lemah dan lebih mudah patah.

2. Berlatih Keseimbangan dan Kekuatan

Cobalah untuk mengikuti latihan keseimbangan dan kekuatan seperti yoga, pilates atau tai chi. Jenis olahraga tersebut dapat dilakukan untuk meningkatkan keseimbangan serta kekuatan otot Anda. Selain itu, coba juga latihan angkat beban atau menggunakan resistance band untuk membangun kekuatan.

3. Gunakan Alat Bantu

Anda juga dapat menggunakan alat bantu untuk membantu Anda lebih stabil saat berjalan. Menggunakan tongkat atau alat bantu jalan dengan benar mampu membantu mencegah jatuh. Apabila dokter menyarankan penggunaan alat bantu jalan, pastikan ukuran yang Anda gunakan sesuai dengan kebutuhan fisik Anda. Apabila Anda meminjam alat bantu jalan dari teman, tanyakan kepada penyedia layanan kesehatan untuk memastikan peralatan tersebut berukuran tepat dan aman untuk digunakan. Hal ini sangat diperlukan saat Anda berjalan di area yang tidak rata.

4. Gunakan Alas Kaki yang Tepat

Penggunaan alas kaki dengan ukuran yang tepat dan membuat Anda nyaman saat berjalan sangat mempengaruhi keseimbangan Anda. Seringkali kita menggunakan alas kaki yang longgar agar terasa nyaman, namun hal ini juga dapat menjadi penyebab lansia mudah jatuh. Pastikan alas kaki yang digunakan lansia nyaman, aman dan memakai ukuran yang sesuai guna menghindari jatuh di kemudian hari.

5. Istirahat yang Cukup

Waktu dan kualitas beristirahat sangat erat kaitannya dengan risiko jatuh. Terkadang kita menyepelekan waktu istirahat saat sedang sibuk dengan kegiatan atau saat sedang asyik bermain atau melakukan hobi. Tubuh yang lelah secara tidak langsung akan mempengaruhi kesadaran dan keseimbangan kita saat berjalan. Guna mencegah jatuh, ada baiknya lansia mendapatkan waktu istirahat yang cukup di sela kegiatan, baik tidur maupun sekedar berbaring.

 

(Artikel ini telah direview oleh dr. Eddy Wiria, PhD, Co-Founder dan CEO Kavacare)

Referensi:

  • National Institute on Aging https://www.nia.nih.gov/health/falls-and-fractures-older-adults-causes-and-prevention diakses 5 Maret 2023
  • First Aid for Life https://firstaidforlife.org.uk/first-aid-falls/ diakses 5 Maret 2023
  • Healthdirect https://www.healthdirect.gov.au/falls diakses 5 Maret 2023
  • American Family Physician https://www.aafp.org/pubs/afp/issues/2000/0401/p2159.html?referer=www.clickfind.com.au diakses 12 Maret 2023
  • Osteoporosis International https://link.springer.com/article/10.1007/s00198-012-2256-7 diakses 12 Maret 2023
  • Age and Ageing https://academic.oup.com/ageing/article-abstract/17/6/365/34889 diakses 12 Maret 2023
  • Geriatrics Healthcare Professionals https://agsjournals.onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1111/j.1532-5415.1991.tb03574.x diakses 12 Maret 2023
Share to :

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.