• Emergency
  • 150 108

Berbagai Penyebab Jantung Berdebar dan Cara Meredakannya

Berbagai Penyebab Jantung Berdebar dan Cara Meredakannya

Kebanyakan dari kita mungkin tidak sadar ketika jantung berdegup lebih kencang dari biasanya. Jantung berdebar memang bisa terjadi akibat banyak hal. Namun, ketika kita menyadari jantung berdebar-debar tanpa penyebab yang jelas, hal itu bisa menjadi alarm bahwa ada masalah kesehatan yang butuh perhatian.

 


Mengenal Jantung Berdebar

Jantung berdebar dikenal juga sebagai palpitasi. Kita juga sering menyebutnya dengan istilah deg-degan. Ketika mengalami palpitasi, jantung akan terasa berdegup lebih kencang atau tak beraturan. Ada sensasi debaran yang terasa dari dada hingga leher.

Jantung yang berdebar-debar tidak selalu menandakan adanya problem kesehatan, terutama pada jantung. Bahkan seringnya kondisi ini tidak membahayakan. Meski demikian, harus ada kewaspadaan ekstra bila merasa jantung sering deg-degan walau tidak ada pemicu yang pasti. Misalnya ketika sedang beristirahat. Terlebih bila jantung berdebar diiringi gejala lain yang menandakan adanya masalah jantung.

Penyakit jantung yang banyak berkaitan dengan gejala jantung berdebar adalah aritmia atau gangguan irama jantung. Detak jantung yang normal adalah sebanyak 60-100 kali per menit. Bila detak jantung lebih dari itu, ada kemungkinan mengalami aritmia. Untuk mendapat kepastian, harus ada pemeriksaan secara medis oleh dokter di rumah sakit jantung.

 

Berbagai Penyebab Jantung Berdebar

Ada beragam penyebab jantung berdebar. Beberapa di antaranya bukanlah kondisi yang serius. Namun ada juga yang berarti kita harus memeriksakan diri ke rumah sakit jantung. Salah satu penyebab yang umum adalah gelisah atau cemas terhadap sesuatu.

Jantung yang berdebar-debar akibat gelisah kerap disertai dengan gejala lain, misalnya sakit perut, kelelahan, susah tidur, gemetar, dan berkeringat dingin. Walau begitu, gejala tersebut bisa juga menandakan masalah jantung. Karena itu, orang awam tidak bisa langsung mengatakan jantungnya berdebar karena gelisah. Sebab, bisa saja ditemukan penyakit jantung ketika dilakukan pemeriksaan di rumah sakit.

Berikut ini beberapa faktor yang bisa memicu jantung berdebar:

  • Stres
  • Aktivitas fisik, misalnya berolahraga
  • Kafein
  • Nikotin
  • Obat-obatan berbahaya, termasuk narkotik
  • Sedang hamil
  • Makanan berlemak
  • Anemia (kurang darah)
  • Dehidrasi (tubuh kurang cairan)
  • Demam
  • Kadar gula darah rendah
  • Obat-obatan tertentu, seperti obat demam, asma, dan tiroid
Baca Juga:  Pacemaker: Alat Pacu Jantung

Adapun penyebab jantung berdebar yang terkait dengan penyakit jantung termasuk:

  • Aritmia
  • Kardiomiopati (masalah pada otot jantung)
  • Penyakit jantung koroner
  • Pernah mengalami serangan jantung sebelumnya
  • Gagal jantung
  • Penyakit katup jantung

 

Jika Jantung Berdebar, Bagaimana Cara Meredakannya?

Bila merasa jantung kerap berdebar-debar, perhatikan dulu polanya. Bila jantung sering berdegup lebih kencang saat ada sesuatu yang menggelisahkan, mungkin penyebabnya adalah kecemasan. Rasa cemas adalah hal wajar. Tapi bila kerap merasa cemas hingga mempengaruhi kondisi fisik maupun psikis, sebaiknya cari pertolongan dari profesional untuk meredakannya. Misalnya berkonsultasi dengan ahli terapi psikologi.

Sedangkan jika ada dugaan kuat jantung berdebar terkait dengan aritmia, penting untuk segera menemui dokter di rumah sakit jantung guna mendapat pemeriksaan lebih lanjut. Aritmia tidak selalu membahayakan jiwa. Banyak orang yang bisa hidup dengan kondisi aritmia. Tapi harus ada perawatan oleh dokter jantung untuk mencegah aritmia kian parah dan memicu penyakit lain, termasuk stroke dan gagal jantung.

Selagi belum mendapat diagnosis dokter mengenai apa yang memicu jantung berdebar, ada beberapa cara untuk meredakan kondisi ini. Yang pertama adalah dengan teknik pernapasan untuk menenangkan diri. Caranya, lemaskan otot tubuh, lalu tarik napas dalam-dalam dengan mulut dan tahan kira-kira 5-10 detik, lantas embuskan napas lewat hidung. Upayakan untuk serileks mungkin dan rasakan setiap tarikan serta embusan napas.

Selain itu, minum air putih untuk mengantisipasi bila jantung berdebar akibat dehidrasi. Basahi juga wajah dengan air dingin untuk menstimulasi saraf yang mengendalikan detak jantung. Cara lainnya adalah dengan menutup mata dengan kedua tangan, lalu pijat lembut kedua bola mata.

 

Pengobatan Jantung Berdebar

Pengobatan untuk mengatasi jantung berdebar bergantung pada apa penyebabnya. Namun satu hal yang pasti berguna adalah mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Misalnya:

  • Menghindari zat stimulan seperti kafein dan nikotin
  • Berolahraga secara rutin
  • Bermeditasi atau yoga
  • Mengatur pola dan menu makan yang seimbang
Baca Juga:  Sering Berdebar Saat Hamil, Apakah Tanda Penyakit Jantung?

Adapun jika jantung berdebar berhubungan dengan penyakit jantung, dokter akan memberikan penanganan sesuai dengan diagnosis. Salah satunya lewat pemberian obat-obatan untuk memulihkan irama jantung. Bila kondisi pasien sudah tak bisa tertangani dengan obat, dokter bisa melakukan tindakan medis lebih lanjut, termasuk memasangkan defibrilator untuk mengoreksi irama jantung secara otomatis ketika terjadi gangguan.

 

Pencegahan Jantung Berdebar

Dalam banyak kasus, jantung berdebar bisa kembali normal dengan sendirinya. Guna melakukan pencegahan, harus diketahui dulu apa kondisi yang melatarinya. Untuk itu, perlu pemeriksaan medis oleh dokter.

Ketika sudah diketahui apa faktor yang berpengaruh, barulah bisa diambil langkah pencegahan yang dinilai efektif. Jika pemicunya adalah penyakit jantung, dokter umumnya meminta pasien menerapkan gaya hidup sehat guna. Sedangkan jika ada kaitan dengan kondisi psikis, kuncinya adalah mengendalikan stres. Misalnya dengan melatih pikiran agar lebih tenang.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Penting untuk membedakan jantung berdebar karena kondisi psikis seperti gelisah ataukah akibat aritmia. Bila Anda merasa jantung sering berdebar-debar, punya riwayat penyakit jantung, atau tidak yakin kenapa bisa mengalami hal itu, solusi terbaik adalah menemui dokter di rumah sakit jantung. Konsultasikan gejala yang Anda alami guna memperoleh diagnosis dari dokter.

Jika jantung berdebar diiringi gejala lain yang mengkhawatirkan, seperti susah bernapas, nyeri dada hingga ke leher dan lengan, keluar banyak keringat, serta hilang kesadaran, jangan tunda lagi. Segera panggil ambulans atau datangi rumah sakit untuk mendapat pertolongan.

 

Ditinjau oleh:

dr. Robert E Saragih,Sp.JP.FIHA

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah

Primaya Hospital Bekasi Barat

 

Referensi:

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-palpitations/symptoms-causes/syc-20373196

https://www.health.harvard.edu/heart-health/want-to-check-your-heart-rate-heres-how

https://www.webmd.com/heart-disease/atrial-fibrillation/what-to-do-heart-races

Bagikan ke :

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.