Bibir Bayi Warna Biru, Apakah Tanda Penyakit Jantung?

Bibir Bayi Warna Biru, Apakah Tanda Penyakit Jantung_

Ketika bibir bayi berubah menjadi berwarna biru, berarti ada yang salah dengan kesehatan sang buah hati.  Kondisi ini memerlukan penanganan medis segera. Artinya, lebih baik membawa bayi ke rumah sakit secepatnya untuk mendapat pemeriksaan. Bibir bayi yang berwarna biru bisa jadi merupakan tanda penyakit jantung bawaan.

Penyakit jantung bawaan adalah kondisi ketika jantung mengalami kecacatan dari lahir atau sejak dalam kandungan. Perkembangan jantung yang terhambat atau tidak sempurna membuat bayi terlahir dengan penyakit jantung bawaan. Salah satu tanda penyakit ini adalah bibir bayi terlihat membiru.

 

Bibir Bayi Biru Tanda Penyakit Jantung Bawaan?

Bibir biru pada bayi adalah gejala kurangnya oksigen dalam darah. Istilah medisnya adalah sianosis. Selain tangan, bagian tubuh bayi yang membiru antara lain lidah, kuku, dan jari tangan serta kaki. Gejala ini menandakan adanya penyakit jantung bawaan asianotik. Namun bisa pula penyebabnya adalah kondisi lain, seperti pneumonia dan penyakit lain yang berkaitan dengan paru-paru.

Selain itu, lokasi di dataran tinggi, suhu udara yang rendah, dan sirkulasi udara yang buruk bisa pula menyebabkan bibir bayi berubah membiru lantaran kekurangan oksigen. Untuk memastikan apakah warna biru pada bibir bayi itu merupakan tanda penyakit jantung bawaan, perlu pemeriksaan oleh dokter spesialis jantung. Pemeriksaan ini mencakup penilaian terhadap riwayat kesehatan serta pemeriksaan fisik dan penunjang.

Baca Juga:  6 Cara Mencegah Henti Jantung Mendadak

Bibir biru diduga kuat menjadi tanda penyakit jantung bawaan jika ada beberapa gejala lain yang berkaitan, seperti:

  • Kesulitan bernapas/terengah-engah
  • Detak jantung tidak teratur, bisa lebih cepat atau lebih lambat
  • Sering mengeluarkan banyak keringat
  • Tidak berselera makan/menolak makanan
  • Pertumbuhan terhambat

Di Indonesia, menurut Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia, terdapat sekitar 43.200 kasus penyakit jantung bawaan dari 4,8 juta kelahiran hidup per tahun. Angka ini masih di bawah prevalensi jenis penyakit jantung lain. Penyakit jantung bawaan juga kadang hanya menimbulkan masalah minor, meski bisa juga menyebabkan kematian.

 

Apa Penyebab Penyakit Jantung Bawaan

Hingga kini, belum ada penyebab pasti penyakit jantung bawaan. Sejumlah penelitian menemukan beberapa kemungkinan penyebab penyakit itu, dari masalah kromosom, genetik, hingga lingkungan. Sebanyak 85-90 persen penyakit jantung bawaan tak bisa diidentifikasi penyebabnya. Umumnya, penyebabnya disebut sebagai warisan multifaktor. Artinya, banyak faktor yang terlibat dalam munculnya penyakit tersebut.

Faktor lingkungan di sekitar ibu disebut turut berpengaruh terhadap kemungkinan bayi lahir dengan penyakit jantung bawaan. Beberapa faktor itu antara lain:

  • Kebiasaan merokok/sering terpapar asap rokok
  • Minum minuman beralkohol
  • Kelebihan berat badan
  • Terpapar polusi lingkungan
  • Mengidap virus saat hamil
  • Kekurangan asam folat
Baca Juga:  Menyusui ASI Eksklusif Muncul Darah? Ini Penyebabnya

 

Bagaimana Cara Mencegah Penyakit Jantung Bawaan

Karena kurangnya informasi mengenai penyebab pasti penyakit jantung bawaan, tidak ada jaminan orang tua dapat menghindarkan buah hatinya dari masalah tersebut. Namun, bagi ibu hamil, terdapat sejumlah cara untuk mengurangi risiko penyakit jantung bawaan berikut ini:

  • Pastikan sudah mendapat vaksin rubela dan flu
  • Hindari minuman beralkohol
  • Hanya minum obat yang sesuai dengan anjuran dokter
  • Jauhi asap rokok
  • Konsumsi suplemen asam folat tiap hari, terutama pada trimester pertama kehamilan
  • Konsultasikan obat herbal dengan dokter kandungan bila hendak meminumnya
  • Pantau kadar gula darah dan berat badan ideal
  • Hindari paparan zat pelarut organik seperti yang digunakan dalam penghilang cat kuku, tiner, parfum, dan detergen

Sebagai langkah preventif dan deteksi dini, periksakan kehamilan secara rutin sejak trimester pertama sesuai dengan jadwal. Tanda penyakit jantung bawaan bisa terdeteksi dalam pemeriksaan kehamilan sehingga dokter dapat segera mengambil tindakan penanganan yang tepat dan cepat.

Baca Juga:  Sudden Cardiac Arrest, Kematian Jantung Mendadak yang Tidak Mengenal Usia

 

Ditinjau oleh:

dr. Citra Amelinda, Sp.A, M.Kes, IBCLC

Dokter Spesialis Anak – Primaya Hospital Bekasi Timur

dr. Sanggap Indra Sitompul, Sp.JP (K), FIHA

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah – Primaya Hospital Betang Pambelum

 

Referensi:

https://www.aap.org/en-us/advocacy-and-policy/aap-health-initiatives/chphc/Pages/Risk-Factors-For-CHD.aspx

https://www.heart.org/en/health-topics/congenital-heart-defects/about-congenital-heart-defects

https://www.nhs.uk/conditions/congenital-heart-disease/prevention/

https://www.nhs.uk/conditions/blue-skin-or-lips-cyanosis/

http://www.inaheart.org/education_for_patient/2019/7/10/penyakit_jantung_bawaan

https://www.cdc.gov/ncbddd/heartdefects/facts.html

Illustrasi Gambar : Freepic

Bagikan ke :