• Emergency
  • 150 108

Cara Kerja Otot Jantung, Apakah Sama dengan Otot Tubuh Manusia?

Cara Kerja Otot Jantung, Apakah Sama dengan Otot Tubuh Manusia

Otot jantung adalah penyusun dinding jantung dan berfungsi sebagai pompa darah yang menuju ke jantung dan sebaliknya. Hal ini mengakibatkan adanya sirkulasi darah di dalam tubuh manusia. Memahami cara kerja otot jantung bisa menjadi pintu untuk mengerti bahwa menjaga kesehatan jantung sangatlah penting. Bila otot itu bermasalah, sistem seluruh tubuh pun ikut terganggu.

Di dalam jantung dapat ditemukan syaraf khusus yang memiliki peran untuk mengatur keseragaman irama detak jantung agar dapat memompa jantung. Sehingga menjaga sirkulasi darah agar dapat berjalan dengan baik.


Jantung sendiri adalah salah satu organ vital yang ada di dalam tubuh kita, dan untuk melakukan pekerjaannya, jantung dibantu oleh otot yang disebut otot jantung (miokardium).

Mengenal Anatomi Otot Jantung

Terdapat tiga jenis otot dalam tubuh manusia, yakni lurik, polos, dan jantung.

 

Cara kerja otot jantung berbeda dengan otot lurik dan polos. Ada setidaknya 600 otot lurik manusia yang berfungsi menggerakkan tulang lewat mekanisme kontraksi dan relaksasi. Otak sebagai pusat sistem saraf mengatur gerakan otot ini.

Adapun otot polos yang ada pada dinding organ memiliki fungsi bermacam-macam, tergantung lokasinya. Kita bisa menjumpai otot polos pada organ ekskresi, reproduksi, dan pencernaan. Jenis otot ini juga bisa ditemukan pada mata dan pembuluh darah. Otot ini bekerja tanpa rangsangan saraf.

Sementara itu, otot jantung adalah satu-satunya otot yang unik karena hanya terdapat di jantung, tepatnya di miokardium atau lapisan tengah jantung. Namun sama dengan otot polos, cara kerja otot jantung adalah otomatis. Meski demikian, ada juga sistem saraf yang bisa mempengaruhi kerja jantung, yakni saraf simpatik dan parasimpatik yang bisa membuat laju detak jantung lebih cepat dan lebih lambat dalam kontraksi.

Otot jantung mendapat pasokan darah lewat dua pembuluh darah utama, yakni arteri koroner kanan dan kiri. Kedua pembuluh darah ini keluar dari aorta. Otot jantung menerima darah dan memompakannya secara berkelanjutan sehingga harus selalu kuat. Ketika otot jantung lemah, darah tidak akan beredar dengan lancar. Peredaran darah bahkan bisa terhenti saat otot jantung rusak dan mati sehingga membuat manusianya meninggal dunia.

 

Pengertian Otot Jantung

Otot jantung juga disebut dengan Myocardium yang terdiri dari kata myo yang artinya otot dan cardium yang artinya jantung. Otot jantung ini akan membuat jantung berpacu dengan cepat dan lambat (berdetak) tergantung kondisi tubuh, keadaan tersebut di pengaruhi oleh sel pacu jantung.

Sel pacu jantung sendiri biasanya disebut  cardiomyocyte atau sel otot myocardiocyteal. Di dalam sel pacu jantung ini biasanya berisikan satu, dua, tiga atau bahkan empat inti sel. Meskipun sebenarnya jarang juga otot jantung yang memiliki tiga atau empat inti sel.

Baca Juga:  Banyak Kerjaan di Kantor? Ini Cara Agar Jantung Tetap Sehat

 

Fungsi Otot Jantung

1.) berfungsi dan berperan penting untuk membantu jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh.

2.) Sel otot jantung membantu kontraksi sel lainnya.

3.) Meremas darah agar darah keluar dari jantung (kontrakai).

4.) Mengeluarkan dan membersihkan zat hasil metabolisme jantung (Karbondioksida)

 

Sifat Otot Jantung

Otot jantung memiliki banyak kesamaan sifat dari masing-masing sel. Sifat-sifat otot jantung, yuk simak hal yang berikut ini:

1.) Otot jantung memiliki banyak inti sel yang berada di bagian tengah, hal ini sama dengan halnya otot lurik.

2.) Otot jantung memiliki daerah yang terang dan gelap.

3.) Bergerak secara tidak sadar dan tidak terkontrol (Involunteer) seperti halnya otot polos.

4.) Memiliki serabut bercabang.

5.) Mempunyai diskus pembatas antar sarkomer (interkalaris).

 

Bentuk Otot Jantung

Otot jantung berbentuk silinder atau bulat memanjang bercabang dan menyatu, memiliki serabut jantung sepanjang 50 µm sampai 100 µm(satuan mikrometer), dengan diameter 14 µm.

Jumlah serabut otot jantung kurang lebih 1500 fillamen, serabut otot jantung berupa sarkolema(kulit luar urat yang sangat tipis seperti pembuluh darah dan terdiri dari myofibril – myofibril (struktur silindris sepanjang sel otot) yang berdampingan.

 

Cara Kerja Jantung

Jantung yang di bantu oleh otot jantung adalah organ yang bekerja terus menerus tanpa henti. Agar bisa memompa darah ke seluruh tubuh untuk menjaga keseimbangan kerja sistem dan organ dalam tubuh lainnya,  otot jantung bekontraksi 70 x/menit setiap hari.

Jika gerakan memompa dari jantung terhenti akibat kerusakan sel otot jantung, itu artinya kehidupan juga akan berhenti, karena darah juga berhenti mengalir ke tubuh kita. Seperti yang disampaikan di atas, tubuh manusia bagaikan mesin yang butuh bensin untuk menggerakannya, bensin untuk manusia adalah darah.

Otot jantung sangat berperan penting dan juga memiliki posisi yang tinggi dalam sistem tubuh. Untuk itu kita harus menjaga tubuh kita dan menghargai kerja keras dari berbagai organ. Dan sistem dalam tubuh kita yang berusaha untuk membuat kita tetap hidup dan sehat.

Jangan sampai penyakit Kardiomiopati (otot jantung menebal dan membesar tanpa alasan yang jelas yang menyebabkan pergerakan jantung melambat).

 

Jenis-jenis Penyakit Otot Jantung

Jantung memiliki fungsi yang sangat penting untuk menjalankan kerja jantung, sehingga tidak jarang otot jantung rentan terhadap gangguan kesehatan. Dan hal ini pun dapat berdampak pada sirkulasi darah yang ada di dalam tubuh kita.

Ketika terjadi kelainan pada otot jantung atau disebut dengan kardiomiopati yang merupakan menurunnya kekuatan otot jatung. Dan membuat darah tidak dapat dialirkan ke seluruh tubuh.

Baca Juga:  Persiapan Sebelum Operasi Katup Jantung

Terdapat empat tipe kardiomiopati, yang perlu ketahui, sbb :

1.) Kardiomiopati Dilatasi

Merupakan jenis gangguan pada otot jantung yang paling sering terjadi, dikarenakan otot jantung mengalami pembesaran atau peregangan. Hal ini membuat serat otot menjadi lebih tipis sehingga tidak dapat berkontraksi dengan baik.

Keadaan ini dapat terjadi karena faktor genetik hingga penyakit jantung, gangguan katup jantung, serangan jantung, darah tinggi hingga kadar kolesterol yang tinggi.

2.) Kardiomiopati Hipertropik

Kardiomiopati hipertropik muncul karena adanya penebalan di otot jantung yang terjadi secara abnormal. Terutama pada bagian ventrikel atau bilik kiri jantung, sehingga jantung tidak dapat memompa darah dengan normal.

Keadaan ini biasanya terjadi karena faktor keturunan atau penyakit lain seperti diabetes, hipertensi hingga gangguan tiroid.

3.) Kardiomiopati Restriktif

Kardiomiopati jenis ini terbilang jarang terjadi dan lebih sering dialami oleh lansia, biasanya timbul karena kurangnya elastisitas otot jantung. Membuat jantung tak bisa mengembang dengan baik.

Sehingga aliran darah ke jantung menjadi berkurang atau bahkan berhenti ama sekali. Dan penyebab dari kondisi ini pun belum banyak diketahui namun beberapa penelitian menunjukkan. Kondisi ini hadir juga karena adanya kondisi tertentu atau penyakit tertentu.

4.) Aritmogenik Displasia Ventrikel Kanan

Gangguan ini terjadi karena adanya pergantian otot bilik kanan dengan jaringan parut. Pergantian ini mengakibatkan dinding ruang jantung menjadi renggang dan tipis dan membuat irama jantung menjadi tak beraturan. Sehingga aliran darah ke tubuh menjadi terganggu.

 

Menjaga Kesehatan Otot Jantung

 

Meski sampai saat ini penyebab terjadinya kardiomiopati masih belum ditemukan dengan pasti. Akan tetapi beberapa gejala atau kondisi pada jantung bisa menjadi penyebab utamanya.

Seperti kekurangan vitamin dan mineral, gaya hidup tidak sehat, efek samping obat dan kemoterapi, atau bahkan riwayat keluarga dengan penyakit jantung. Obesitas hingga penyalahgunaan narkoba.

Meski penyakit ini terbilang sangat berbahaya namun terdapat beberapa cara untuk mencegahnya. Terutama bagi mereka yang memiliki faktor genetik, sehingga dapat mengurangi risiko gejala ini dengan melakukan beberapa kegiatan bermanfaat seperti :

1.) Tidak mengkonsumsi minuman beralkohol.

2.) Batasi konsumsi kafein.

3.) Rajin olahraga.

4.) Mengelola stress dengan baik.

5.) Tidak merokok.

6.) Mengatur berat badan agar ideal dengan mengatur pola makan sehat.

7.) Istirahat cukup

 

Ditinjau oleh:

dr. Toni M. A., Sp. PD, Sp. JP (K), MMRS, FasCC

Dokter Spesialis Penyakit Jantung & Pembuluh Darah

Primaya Hospital Sukabumi

Bagikan ke :

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.