• Emergency
  • 150 108

Sakit Dada Belum Tentu Sakit Jantung, Lalu Kenapa?

Sakit Dada Belum Tentu Sakit Jantung, Lalu Kenapa

Pernah merasakan sakit dada tiba-tiba? Awas, bisa jadi itu gejala sakit jantung. Tapi jangan buru-buru panik. Mungkin juga bukan masalah jantung yang memicu rasa nyeri pada dada. Faktanya, dada yang terasa sakit adalah gejala berbagai penyakit yang berbeda, bukan hanya masalah jantung.

 


Mengenal Sakit Dada (Angina)

Dalam dunia medis, sakit dada yang merupakan gejala penyakit jantung disebut sebagai angina. Angina mungkin terjadi ketika seseorang mengalami masalah pada pembuluh darah atau arteri koronernya. Pembuluh darah ini berlokasi dekat dan terhubung langsung dengan jantung. Tugasnya adalah mengalirkan darah dalam sistem pemompaan darah jantung.

Kebanyakan orang mengalami angina karena tumpukan plak pada dinding arteri yang menghalangi aliran darah menuju jantung. Ketika pasokan darah ke jantung terhambat atau bahkan terhenti sama sekali, akan terjadi serangan jantung.

Terdapat dua jenis angina yang paling sering terjadi, yaitu stabil dan tak stabil. Ada pula angina mikrovaskuler dan angina varian, tapi keduanya sangat jarang terjadi.

Angina stabil: dalam jenis angina ini, sakit dada muncul secara terpola. Ada hal tertentu yang memicu munculnya nyeri dada, misalnya ketika berolahraga, mengalami stres secara emosional, atau sehabis makan makanan berat. Kondisi itu menyebabkan kerja jantung lebih keras dan memerlukan lebih banyak oksigen. Umumnya rasa nyeri berlangsung kurang dari 10 menit, lalu hilang sendiri.

Angina tidak stabil: kebalikan dengan angina stabil, rasa sakit pada dada dalam jenis angina ini terjadi tanpa pola. Artinya, tidak ada aktivitas atau hal lain yang secara spesifik memicu sakit dada. Bahkan rasa nyeri bisa muncul saat orang sedang beristirahat. Salah satu penyebabnya adalah adanya bekuan darah yang menyumbat arteri secara tiba-tiba. Jenis angina ini lebih membahayakan karena tak bisa diprediksi.

 

Gejala Sakit Dada yang Bukan Khas Penyakit Jantung

Bila merasakan sakit dada, pertama-tama ketahui dulu polanya. Apakah rasa nyeri itu muncul hanya ketika melakukan kegiatan tertentu? Seberapa lama sakit terasa? Sebab, mungkin juga itu bukanlah angina atau gejala penyakit jantung.

Nyeri dada itu disebut non-cardiac chest pain (NCPP), yaitu rasa sakit di dada yang menyerupai gejala masalah jantung pada pasien yang tak memiliki penyakit jantung. Gejala ini sangat mirip penyakit jantung, yakni dada seperti diremas atau ditekan benda berat. Rasa nyeri juga bisa menjalar hingga leher, lengan, dan punggung. Tapi ada beberapa gejala lain yang bukan khas penyakit jantung, misalnya:

  • Sakit di dada hanya terasa sesaat atau dalam hitungan detik
  • Rasa sakit dibarengi lidah terasa pahit dan asam karena ada cairan yang naik dari lambung
  • Rasa nyeri bertambah saat mengambil napas
  • Nyeri berkurang atau reda ketika beraktivitas
Baca Juga:  Kenali Endokarditis, Infeksi Jantung Akibat Sakit Gigi

 

Penyebab Sakit Dada

Jantung hanyalah salah satu organ yang ada di dalam dada. Ada banyak organ lain di dada dan sekitarnya, seperti tulang, otot, saraf, paru-paru, kulit, esofagus, dan lambung. Masalah pada organ-organ tersebut bisa pula memunculkan gejala berupa nyeri pada dada. Beberapa penyebab sakit dada selain penyakit jantung termasuk:

  • Peradangan atau luka pada otot atau tulang di dada
  • Ruam kulit, misalnya herpes zoster
  • Penyakit pada paru-paru, seperti pneumonia dan emboli paru
  • Masalah pada sistem pencernaan, antara lain naiknya asam lambung dan maag

Nyeri dada bisa pula terjadi akibat gangguan kesehatan pada bagian tubuh di luar area dada, misalnya pankreas, kandung empedu, atau tulang belakang. Orang yang merasa cemas berlebihan atau mengalami serangan panik juga mungkin merasakan sakit pada dadanya.

Karena banyaknya kemungkinan penyebab sakit dada, sebaiknya kita tidak menerka-nerka. Perlu pemeriksaan medis oleh dokter untuk memastikan apa penyebab munculnya rasa sakit itu.

 

Diagnosis Sakit Dada dan Sakit Jantung

Lantaran kemiripan gejala, pasien yang merasakan sakit di dada langsung menuju instalasi gawat darurat di rumah sakit karena menduga mengalami sakit jantung, khususnya serangan jantung. Begitu menjalani pemeriksaan, barulah diketahui tidak ada penyakit jantung. Tindakan pasien yang segera meminta diperiksa dokter itu amat baik. Sebab, memang hanya dokter yang dapat menegakkan diagnosis apakah pasien hanya mengalami sakit dada biasa atau ada penyakit jantung.

Dalam pemeriksaan, dokter akan melakukan serangkaian tes. Hal pertama yang dilakukan adalah memeriksa fisik pasien dan bertanya apakah ada anggota keluarga yang punya penyakit jantung. Setelah itu, dokter mungkin meminta pasien menjalani tes radiologi, laboratorium, serta tes lain guna mengetahui kondisi jantung. Misalnya:

  • Tes darah: ketika otot rusak karena serangan jantung, tubuh mengeluarkan zat yang masuk ke darah. Dengan tes darah, zat ini bisa diketahui. Lewat tes ini pula dokter dapat mengetahui kadar kolesterol serta glukosa dalam darah yang bisa memicu penyakit jantung.
  • Elektrokardiogram (EKG): jantung bekerja dengan sinyal kelistrikan. EKG dapat menilai seberapa baik detak jantung berdasarkan pemeriksaan aktivitas kelistrikan itu.
  • Tes stres: pemeriksaan ini bertujuan mengetahui bagaimana kinerja jantung saat tubuh dalam kondisi aktif atau dalam tekanan. Biasanya, pasien diminta berjalan di atas treadmill untuk menjalani tes ini.
  • Echocardiogram: tes ultrasonografi dengan sinar-X ini bertujuan melihat apakah ada masalah pada bilik dan katup jantung, juga mengetahui seberapa kuat jantung dalam memompa darah.
  • Angiogram: sering disebut juga kateterisasi jantung, yakni penggunaan kateter yang dimasukkan ke arteri dan diarahkan ke jantung. Dokter lalu memasukkan cairan kontras dan memakai sinar-X untuk melihat apakah ada sumbatan di arteri dan seberapa parah sumbatan tersebut jika ada.
  • Magnetic resonance imaging (MRI): dengan gelombang radio dan magnet yang kuat, dokter bisa melihat gambar detail jantung untuk mengetahui kondisinya lebih cermat.
Baca Juga:  Pernah Mengalami Serangan Jantung? Hindari Hal Ini

 

Tips yang Harus Dilakukan Jika Mengalami Sakit Dada

Sakit dada yang terjadi tiba-tiba bisa memunculkan dugaan mengalami penyakit jantung. Namun sebaiknya tidak panik atau cemas berlebihan. Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan ketika mengalami gejala tersebut:

  • Hentikan aktivitas jika sedang beraktivitas, lalu duduk
  • Cari tempat lega, misalnya di luar ruangan, untuk beristirahat
  • Longgarkan pakaian agar bisa bernapas lebih baik
  • Segera datang ke rumah sakit atau hubungi ambulans bila rasa sakit tak kunjung hilang setelah 10 menit lebih

 

Kapan Harus ke Dokter?

Bila pernah mengalami sakit dada, sebaiknya tidak menunda untuk pergi ke dokter. Meski bukan berarti itu gejala penyakit jantung, lebih baik berjaga-jaga. Bagaimanapun, rasa sakit pada dada kemungkinan besar menjadi tanda adanya gangguan kesehatan. Pemeriksaan oleh dokter dapat menemukan apa pemicu rasa sakit itu. Bila terdeteksi sejak dini, masalah kesehatan itu lebih mungkin dapat diatasi dengan tindakan medis yang tepat sesuai dengan diagnosis dokter.

 

Ditinjau oleh:

dr.Tito Phurbojoyo, SpJP FIHA

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah

Primaya Hospital Tangerang

 

Referensi:

Non-cardiac Chest Pain. https://gi.org/topics/non-cardiac-chest-pain/. Diakses 5 September 2021

Chest pain causes that aren’t heart related. https://wexnermedical.osu.edu/blog/chest-pain-causes-not-heart-related. Diakses 5 September 2021

Warning Signs of a Heart Attack. https://www.heart.org/en/health-topics/heart-attack/warning-signs-of-a-heart-attack. Diakses 5 September 2021

Interpreting angina: symptoms along a gender continuum. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4854148/. Diakses 5 September 2021

Angina: contemporary diagnosis and management. https://heart.bmj.com/content/106/5/387. Diakses 5 September 2021

The association between psychological distress and angina pectoris: A population-based study. https://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0224451. Diakses 5 September 2021

Noncardiac Chest Pain: Epidemiology, Natural Course and Pathogenesis. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3093002/. Diakses 5 September 2021

Bagikan ke :

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.