• Emergency
  • 150 108

Perbedaan Gejala Penyakit Jantung Wanita dan Pria

Perbedaan Gejala Penyakit Jantung Wanita dan Pria

Gejala penyakit jantung bervariasi antara satu orang dan orang lain. Gejala antara wanita dan pria pun berbeda. Adanya perbedaan itu menimbulkan tantangan tersendiri bagi dokter untuk memastikan apakah seseorang mengalami penyakit jantung atau tidak. Orang-orang pun kadang keliru mengartikan gejala yang muncul sehingga jiwanya tak tertolong lantaran tak sempat mendapat perawatan yang memadai.

 


Mengenal Penyakit Jantung

Penyakit jantung adalah istilah generik yang mengacu pada berbagai kondisi yang mempengaruhi struktur dan fungsi jantung. Contohnya antara lain:

  • Penyakit jantung koroner
  • Gangguan irama jantung (aritmia)
  • Penyakit jantung bawaan
  • Gagal jantung
  • Penyakit jantung rematik

Di antara contoh penyakit itu, orang kerap mencampuradukkan antara penyakit jantung koroner dan penyakit kardiovaskuler. Penyakit kardiovaskuler adalah penyakit yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah. Sedangkan penyakit jantung koroner adalah gangguan pada jantung yang disebabkan oleh masalah pembuluh darah yang mengarah ke jantung. Semua masalah jantung tergolong penyakit kardiovaskuler, tapi tidak semua penyakit kardiovaskuler pasti berupa penyakit jantung.

Yang pasti, penyakit ini adalah penyebab kematian utama di banyak negara di dunia, tak terkecuali di Indonesia. Siapa pun, terlepas dari latar belakangnya, bisa mengalami penyakit jantung. Orang berusia muda pun bisa terkena masalah jantung, bukan hanya para orang tua. Bila dibiarkan tanpa perawatan, akibatnya bisa fatal.

Menjaga jantung tetap sehat adalah hal terpenting untuk mencegah dan mengendalikan penyakit jantung. Salah satu caranya adalah meningkatkan gaya hidup menjadi lebih sehat. Mengetahui seluk-beluk penyakit jantung, termasuk gejalanya, juga bisa menjadi bekal untuk mengantisipasi dampak fatal yang dapat timbul.

 

Risiko Penyakit Jantung

Sebagian besar masyarakat memiliki setidaknya satu faktor risiko penyakit jantung. Makin banyak faktor risiko, makin besar kemungkinan menderita penyakit tersebut. Terdapat dua macam faktor risiko penyakit jantung, yakni yang bisa dikendalikan dan tak bisa dikendalikan.

Risiko yang bisa dikendalikan

  • Merokok
  • Kadar kolesterol tinggi
  • Tekanan darah tinggi
  • Gaya hidup tidak aktif
  • Diabetes
  • Kelebihan berat badan
  • Pola makan tidak sehat
Baca Juga:  Penyakit Gangguan Irama Jantung, Gejala dan Cara Mengobatinya

Risiko yang tak bisa dikendalikan

  • Usia: risiko penyakit jantung meningkat seiring dengan bertambahnya usia
  • Jenis kelamin: pria memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung. Risiko wanita bertambah dan mungkin sama dengan pria setelah masuk masa menopause.
  • Riwayat keluarga: jika seseorang dalam keluarga Anda memiliki penyakit jantung, ada kemungkinan Anda juga mengalaminya.

Pria dan wanita memiliki banyak faktor risiko yang sama. Tapi sejumlah studi terbaru mendapat temuan bahwa ada faktor risiko yang unik pada wanita, yakni:

  • Kadar testosteron yang relatif tinggi sebelum menopause
  • Meningkatnya hipertensi selama menopause
  • Penyakit autoimun, seperti rheumatoid arthritis yang lebih sering terjadi pada wanita daripada pria
  • Stres dan depresi
  • Kesadaran yang rendah terhadap faktor risiko rendah sehingga kurang mengantisipasi kemungkinan munculnya penyakit jantung

Selain faktor risiko, ada perbedaan gejala penyakit jantung pria dan wanita. Perbedaan ini bisa jadi dipengaruhi perbedaan anatomi dan fisiologi pria dan wanita. Sistem kardiovaskuler pria dan wanita pun berlainan. Dibanding pria, wanita umumnya memiliki jantung lebih kecil dan pembuluh darah lebih sempit.

 

Gejala Penyakit Jantung Pria

Penyakit jantung adalah risiko kesehatan yang paling tinggi pada pria saat ini. Para pria perlu memahami berbagai gejala penyakit jantung agar dapat mengambil langkah antisipasi segera. Gejala itu meliputi:

  1. Ketidaknyamanan pada dada. Rasa tidak nyaman bersumber dari bagian tengah dada dan berlangsung lebih dari beberapa menit atau hilang dan muncul kembali. Rasanya seperti tekanan yang tidak nyaman, diremas, penuh, atau nyeri.
  2. Nyeri dari dada menjalar hingga ke satu atau kedua lengan, punggung, leher, rahang, atau perut.
  3. Sesak napas atau napas pendek baik dengan atau tanpa rasa tidak nyaman di dada.
  4. Gejala lain termasuk keluar keringat dingin, mual, atau merasa pusing.
Baca Juga:  Diagnostic Coronary Angiography: Deteksi Penyumbatan Pembuluh Darah

 

Gejala Penyakit Jantung Wanita

Meski prevalensi penyakit jantung pada pria lebih tinggi ketimbang wanita, gejala pada wanita kerap tak kentara karena mirip dengan penyakit lain. Gejala yang sering didapati termasuk:

  • Napas pendek
  • Sakit punggung
  • Mual/muntah
  • Sulit tidur
  • Rasa lelah ekstrem

Meski wanita juga mengalami gejala nyeri dada, banyak di antaranya yang tidak merasakan nyeri ketika mengalami penyakit jantung.

 

Kapan Harus Ke Dokter

Penyakit jantung adalah kondisi yang memerlukan penanganan sesegera mungkin. Terutama jika terjadi serangan jantung hebat yang bisa merenggut jiwa pasien bila tak secepatnya dibawa ke rumah sakit. Karena itu, jika muncul gejala sekecil apa pun yang dicurigai sebagai tanda penyakit jantung, sebaiknya segera ke dokter.

Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis atas gejala yang dilaporkan pasien. Bila ternyata itu benar tanda penyakit jantung, dokter akan membantu memberikan penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi pasien guna mencegah penyakit bertambah parah dan berakibat fatal.

 

Narasumber

dr. Andriga Dirgantomo, Sp.Jp. FIHA

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah

Primaya Hospital Bekasi Barat

 

Referensi

Gender differences in coronary heart disease. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3018605/. Diakses 12 Desember 2021

Sex Differences in Symptom Presentation in Acute Coronary Syndromes: A Systematic Review and Meta‚Äźanalysis. https://www.ahajournals.org/doi/full/10.1161/JAHA.119.014733. Diakses 12 Desember 2021

The Role of Gender in the Importance of Risk Factors for Coronary Artery Disease. https://www.hindawi.com/journals/crp/2020/6527820/. Diakses 12 Desember 2021

Cardiology’s problem women. https://www.thelancet.com/journals/lancet/article/PIIS0140-6736(19)30510-0/fulltext. Diakses 12 Desember 2021

Women, men and coronary heart disease: A review of the qualitative literature. https://www.researchgate.net/publication/7673070_Women_men_and_coronary_heart_disease_A_review_of_the_qualitative_literature. Diakses 12 Desember 2021

Bagikan ke :

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.