• Emergency
  • 150 108
  • Chatbot

Cara Membaca Hasil Tes EKG Jantung

Cara Membaca Hasil Tes EKG Jantung

Pemeriksaan jantung di rumah sakit bisa melalui berbagai cara. Di antaranya pemeriksaan EKG alias elektrokardiogram. EKG adalah salah satu metode pemeriksaan di rumah sakit jantung. Dalam dunia medis, pasien yang datang dengan gejala penyakit jantung lazim menjalani tes EKG untuk mendiagnosis masalah kesehatannya. Elektrokardiogram tergolong sederhana dan mudah, tapi hasilnya sangat bermanfaat dan penting untuk menilai kondisi jantung pasien.

 


Mengenal Pemeriksaan EKG Jantung

Jantung terdiri atas otot-otot yang bekerja dengan merespons sinyal kelistrikan. Aktivitas kelistrikan itu mempengaruhi irama detak jantung. Pemeriksaan EKG bertujuan mendeteksi aktivitas tersebut dan irama detak jantung yang dihasilkan, apakah normal, cepat, lambat, atau tak beraturan.

Elektrokardiogram adalah tes non-invasif tanpa rasa sakit yang dilakukan dokter untuk memvisualkan sinyal kelistrikan jantung. Dengan dibantu staf atau perawat rumah sakit, dokter akan menempelkan elektroda pada kulit lengan, kaki, dan dada pasien untuk menjalankan pemeriksaan elektrokardiogram. Agar mendapat hasil yang akurat, tim dokter mungkin perlu mencukur bulu tipis pada bagian tubuh yang akan ditempeli elektroda. Elektroda itu dihubungkan dengan mesin elektrokardiogram yang menampilkan aktivitas kelistrikan jantung dalam bentuk grafik pada layar dan dapat dicetak.

Selain EKG reguler, ada pemeriksaan yang disebut EKG stress, yaitu tes EKG untuk melihat performa jantung dalam keadaan tertekan. Dalam pemeriksaan jantung ini, pasien akan diminta berjalan di atas treadmill setelah dipasangi elektroda. Secara perlahan, kecepatan treadmill akan ditingkatkan hingga kemudian pasien bisa berhenti berjalan. Selama proses itu, mesin EKG terus bekerja merekam aktivitas jantung.

Tes ini dapat memberikan informasi berikut ini terkait dengan fungsi jantung:

Serangan jantung: EKG menunjukkan apakah Anda sedang atau sebelumnya pernah mengalami serangan jantung. Hasil pemeriksaan EKG bisa membantu membedakan antara nyeri dada (angina) dan serangan jantung.

Denyut dan irama jantung: EKG menunjukkan seberapa cepat atau lambat jantung berdetak dan apakah detaknya teratur atau tidak teratur.

Baca Juga:  Diagnostic Coronary Angiography: Deteksi Penyumbatan Pembuluh Darah

Struktur jantung: EKG menunjukkan ukuran dan konfigurasi jantung. Kemungkinan kelainan pada jantung dialami sejak lahir juga bisa diketahui.

 

Siapa yang Memerlukan Tes EKG Jantung?

Pemeriksaan EKG jantung termasuk tes diagnostik. Pasien yang memiliki keluhan seputar penyakit jantung umumnya diminta menjalani tes ini di rumah sakit jantung. Demikian juga bila memiliki faktor penyakit jantung atau dulu pernah mengalami masalah jantung.

Jadi penggunaan alat ini adalah salah satu cara untuk mendiagnosis penyakit jantung. Dokter bisa merekomendasikan pemeriksaan jantung dengan tes EKG untuk:

  • Mengevaluasi gejala seperti pusing, sesak napas, kelelahan yang tidak dapat dijelaskan, nyeri dada, dan lain-lain yang berkaitan dengan masalah jantung.
  • Membantu mengukur kesehatan dan fungsi jantung sebelum operasi atau prosedur medis lain.
  • Melihat efektivitas perawatan yang berhubungan dengan jantung, yaitu alat pacu jantung atau terapi obat.
  • Menyelesaikan pemeriksaan fisik pada jantung dan sebagai studi dasar yang hasilnya dapat dibandingkan dengan hasil EKG di masa mendatang.

 

Bagaimana Cara Membaca Tes EKG?

Untuk membaca hasil tes EKG, harus diketahui dulu sejumlah komponen dalam grafik itu, yakni:

  • Gelombang P: berupa benjolan kecil yang memperlihatkan aktivitas kelistrikan di serambi jantung.
  • Kompleks QRS: berbentuk mirip huruf V terbalik, memperlihatkan depolarisasi ketika bilik jantung berkontraksi.
  • Gelombang T: memperlihatkan aktivitas kelistrikan di bilik jantung.
  • Segmen PR: menunjukkan jarak waktu dari permulaan kontraksi serambi ke kontraksi bilik jantung.
  • Segmen ST: diukur dari akhir gelombang QRS sampai awal gelombang T.

Pada umumnya, jika semua komponen itu muncul dalam pemeriksaan EKG, kondisi jantung pasien normal. Namun setiap gelombang dan segmen itu memiliki nilai normal yang menjadi rujukan untuk mengetahui kondisi jantung pasien secara keseluruhan. Kalangan awam sebaiknya tidak mencoba menginterpretasikan hasil tes EKG secara mandiri. Sebab, harus ada pengetahuan teknis tentang EKG untuk pemeriksaan jantung agar bisa membaca hasil dengan akurat dan menghindari kekeliruan.

Baca Juga:  Henti Jantung (Sudden Cardiac Arrest) Bisa dihindari, Bagaimana Caranya?

 

Ketahui Hasil Tes EKG melalui Analisis Dokter

Hasil pemeriksaan EKG yang berupa grafik kurva dan angka-angka pasti membuat bingung pasien yang awam. Membaca hasil tes EKG merupakan bagian dari keterampilan terapeutik dan diagnostik. Jadi wajar jika pada umumnya pasien membutuhkan analisis dokter untuk dapat membacanya.

Demi akurasi dan penentuan tindak lanjut atas kondisi pasien, diperlukan analisis itu dalam membaca hasil pemeriksaan EKG. Dokter telah memiliki pengetahuan tentang gelombang-gelombang dalam hasil tes EKG, termasuk standar nilai normal tiap-tiap gelombang.

 

Kapan Waktu yang Tepat untuk Tes EKG?

Pemeriksaan jantung dengan EKG biasanya hanya dilakukan bagi orang yang memiliki faktor risiko penyakit jantung. Seringnya pemeriksaan ini tidak menjadi bagian dari medical checkup atau tes kesehatan rutin, kecuali ada keluhan atau gejala yang berkaitan dengan masalah jantung.

Jika Anda memiliki risiko seperti diabetes, tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, atau riwayat penyakit jantung dalam keluarga, pemeriksaan EKG bisa menjadi tes screening yang dibutuhkan Terutama bila mengalami gejala seperti sesak napas, detak jantung berdegup kencang, dan nyeri dada.

Meski mudah dan murah, tes EKG bukan merupakan bagian dari cara mencegah penyakit jantung. Untuk menghindari penyakit jantung, berkonsultasilah dengan dokter guna mendapat rekomendasi medis yang tepat sesuai dengan kondisi masing-masing.

 

Narasumber:

dr. Roy Christian SpJP

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah

Primaya Hospital Tangerang

 

Referensi:

Electrocardiogram (ECG). https://www.nhs.uk/conditions/electrocardiogram/. Diakses 2 Oktober 2021

What is an EKG, and When Should you have One?. https://www.cardio.com/blog/what-is-an-ekg-and-when-should-you-have-one. Diakses 2 Oktober 2021

Electrocardiogram. National Heart, Lung, and Blood Institute. http://www.nhlbi.nih.gov/health/health-topics/topics/ekg. Diakses 2 Oktober 2021

Heart arrhythmia. Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-arrhythmia/symptoms-causes/syc-20350668. Diakses 2 Oktober 2021

How To Read An Electrocardiogram (EKG/ECG). https://nurse.org/articles/how-to-read-an-ECG-or-EKG-electrocardiogram/. Diakses 2 Oktober 2021

Bagikan ke :

Promo

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.