• Emergency
  • 150 108

PCI Jantung: Prosedur, Manfaat dan Risikonya

PCI Jantung Prosedur, Manfaat dan Risikonya

Penyakit jantung atau arteri koroner masih menjadi masalah kesehatan yang serius di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, penyakit kardiovaskuler ini pun konsisten menduduki tempat teratas dalam daftar penyakit paling mematikan. Ada beberapa prosedur medis untuk menangani penyakit jantung koroner. Percutaneous coronary intervention atau PCI jantung salah satu yang kerap menjadi pilihan.

 


Mengenal PCI Jantung

PCI jantung adalah penanganan penyakit arteri koroner yang digunakan untuk membuka penyumbatan dalam arteri koroner karena aterosklerosis, yakni penumpukan deposit kolesterol (disebut plak) di arteri. PCI juga disebut sebagai intervensi koroner perkutan atau angioplasti jantung. Tindakan ini dilakukan dengan memasukkan kateter, yakni selang kecil yang fleksibel, ke tubuh untuk menuju arteri yang bermasalah.

Aterosklerosis dapat berkembang selama bertahun-tahun dan menyebabkan penyempitan ruang aliran darah hingga mengurangi jumlah darah yang mencapai jantung. Ketika jantung tak mendapat suplai darah yang dibutuhkan, bisa terjadi kerusakan jika tak segera diatasi.

PCI jantung menggunakan beberapa metode untuk memungkinkan peningkatan aliran darah ke jantung:

  • Angioplasti balon: balon khusus dipompa di arteri koroner yang tersumbat untuk meratakan plak dan meningkatkan aliran darah, setelah itu balon dikempiskan dan dikeluarkan.
  • Stent: pemasangan stent atau ring jantung di dalam arteri setelah angioplasti untuk menjaga arteri tetap terbuka.
  • Aterektomi: bagian arteri yang tersumbat dipotong dengan alat kecil menggunakan kateter.

 

Siapa yang Memerlukan PCI Jantung

PCI jantung perlu bagi pasien yang mengalami penyumbatan atau penyempitan arteri. Pasien mungkin memerlukan PCI jantung jika:

  • Sudah mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat dan mengonsumsi obat, tapi masalah jantung tetap ada
  • Kerap merasa nyeri dada
  • Mendapat serangan jantung

 

Tujuan Tindakan PCI Jantung

PCI jantung dilakukan untuk melancarkan aliran darah dalam arteri menuju jantung. Aliran darah bisa terhambat atau terhenti sama sekali akibat adanya tumpukan kolesterol dan zat lain di dalam arteri. Dengan PCI, tumpukan itu bisa dihilangkan dan pembuluh darah bisa dilebarkan kembali sehingga darah pun dapat mengalir ke jantung.

Pasokan darah ke jantung akan mencegah atau mengurangi terjadinya nyeri dada atau angina serta sesak napas yang kerap dirasakan pasien penyakit jantung koroner. Dengan begitu, pasien bisa lebih nyaman beraktivitas sehari-hari.

Secara khusus, prosedur ini bisa menangani penyakit jantung koroner berupa:

  • Penyakit arteri koroner obstruktif: Arteri menyempit atau tersumbat oleh timbunan lemak dan kolesterol (plak aterosklerotik)
  • Diseksi arteri koroner spontan (SCAD): Lapisan dalam arteri membelah dan mempersempit lumen tempat darah mengalir
Baca Juga:  Pacemaker: Alat Pacu Jantung

 

Persiapan Sebelum PCI Jantung

Umumnya, PCI jantung adalah prosedur yang dilakukan secara terjadwal. Artinya, pasien datang ke rumah sakit jantung sesuai dengan jadwal tindakan tersebut, bukan secara langsung datang dan meminta tindakan.

Dokter akan menjelaskan prosedur PCI dan menawari pasien kesempatan untuk bertanya tentang apa pun mengenai prosedur tersebut. Pasien lalu diminta menandatangani formulir persetujuan. Baca formulir dengan cermat dan ajukan pertanyaan jika ada yang kurang jelas.

Beri tahu dokter jika pernah mengalami reaksi terhadap pewarna kontras atau bila ada alergi apa pun. Informasikan pula jika sensitif terhadap obat atau bahan tertentu, seperti lateks.

Pasien harus berpuasa untuk jangka waktu tertentu sebelum tindakan. Dokter akan memberi tahu berapa lama puasa, apakah selama beberapa jam atau semalaman.

Hal lain yang perlu diinformasikan kepada dokter sebagai persiapan PCI jantung termasuk:

  • Hamil atau menduga hamil
  • Ada masalah katup jantung
  • Punya riwayat gangguan perdarahan
  • Sedang mengonsumsi obat pengencer darah
  • Ada alat pacu jantung yang terpasang

Pasien mungkin perlu menjalani beberapa tes sebelum tindakan, termasuk tes darah. Dokter akan meminta pasien melakukan persiapan lain sesuai dengan hasil pemeriksaan di rumah sakit jantung.

 

Prosedur PCI Jantung

PCI jantung dilakukan untuk pasien rawat inap. Prosedur PCI bisa berbeda-beda, tergantung kondisi pasien. Umumnya, pasien menjalani prosedur berikut ini:

  • Berganti pakaian dengan gaun khusus dari rumah sakit dan mengosongkan kandung kemih
  • Jika perlu, dokter akan memasang infus untuk memasukkan obat dan cairan infus
  • Pasien telentang di meja tindakan
  • Pasien dipasangi elektroda yang terhubung dengan mesin elektrokardiogram untuk merekam dan memantau kondisi jantung selama prosedur
  • Ada kemungkinan pasien diberi obat penenang untuk membantu agar lebih rileks
  • Dokter memberikan anestesi lokal pada bagian tubuh yang akan dimasuki kateter
  • Dokter memasukkan kateter dengan balon ke pembuluh darah. Kateter lalu diarahkan ke arteri di jantung
  • Setelah kateter terpasang, pewarna kontras akan disuntikkan melalui kateter ke dalam arteri untuk melihat area yang menyempit atau tersumbat
  • Ketika dokter menemukan arteri yang menyempit, kateter akan dimajukan ke lokasi tersebut dan balon dipompa untuk membuka arteri
  • Dokter bisa mengembang dan mengempiskan balon beberapa kali. Pasien mungkin akan merasakan tidak nyaman di dadanya
  • Jika perlu, dokter memasang stent di arteri
  • Setelah arteri sudah terbuka, kateter dilepas
  • Tempat masuknya kateter ditutup dengan jahitan
  • Pasien dibawa ke ruang pemulihan atau kamar perawatan
Baca Juga:  Sering Berdebar Saat Hamil, Apakah Tanda Penyakit Jantung?

 

Risiko dan Efek Sampingnya

Pada prinsipinya, PCI jantung adalah prosedur yang aman. Meski jarang, ada risiko komplikasi yang bisa terjadi, seperti:

  • Arteri robek atau pecah
  • Infeksi, perdarahan, atau memar di lokasi pemasangan kateter
  • Reaksi alergi terhadap pewarna kontras yang digunakan
  • Kerusakan ginjal akibat pewarna kontras
  • Pembekuan darah

 

Perawatan Pasien Sesudah PCI Jantung

Seusai prosedur PCI jantung, pasien akan dibawa ke ruang pemulihan atau langsung ke kamar perawatan untuk menjalani observasi. Pasien harus bed rest selama beberapa jam. Perawat akan memonitor kondisi pasien, termasuk bagian tubuh tempat masuknya kateter. Segera informasikan pasien jika merasa tidak nyaman pada dada atau muncul rasa nyeri serta perdarahan.

Setelah perawat dan dokter memastikan pasien kondisi pasien sudah membaik, pasien bisa duduk dan berdiri serta berjalan secara perlahan. Pasien umumnya perlu menjalani rawat inap beberapa hari untuk mendapat pemeriksaan lebih lanjut dan memulihkan diri.

Bila sudah bisa pulang, dokter akan memberikan petunjuk perawatan selama di rumah, termasuk untuk area tubuh tempat masuknya kateter. Sebaiknya pasien tidak langsung melakukan aktivitas berat seusai PCI jantung. Dokter akan memberi tahu kapan pasien bisa beraktivitas kembali berdasarkan hasil pemeriksaan di rumah sakit jantung.

 

Narasumber:

dr. Roy Christian SpJP

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah

Primaya Hospital Tangerang

 

Referensi:

Risks and benefits of percutaneous coronary intervention in spontaneous coronary artery dissection. https://heart.bmj.com/content/107/17/1398. Diakses 2 Oktober 2021

Percutaneous Coronary Intervention. https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/percutaneous-coronary-intervention. Diakses 2 Oktober 2021

Percutaneous Coronary Intervention (PCI). https://www.emedicinehealth.com/percutaneous_coronary_intervention_pci/article_em.htm. Diakses 2 Oktober 2021

Coronary angioplasty and stent insertion. https://www.nhs.uk/conditions/coronary-angioplasty/. Diakses 2 Oktober 2021

Percutaneous coronary intervention. https://www.medicinejournal.co.uk/article/S1357-3039(18)30153-1/fulltext. Diakses 2 Oktober 2021

Bagikan ke :

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.