• Emergency
  • 150 108
  • Chatbot

Lemah Jantung (Kardiomiopati), Bagaimana Cara Mengatasinya?

Lemah Jantung (Kardiomiopati), Bagaimana Cara Mengatasinya

Setiap orang memerlukan jantung yang kuat untuk dapat berfungsi normal memompa darah ke seluruh tubuh. Beberapa masalah kesehatan dapat menyebabkan otot jantung menjadi lemah sehingga fungsinya terganggu. Kondisi yang disebut lemah jantung atau kardiomiopati ini memerlukan penanganan di rumah sakit jantung agar tidak berkembang dan mengakibatkan masalah yang lebih gawat.

 


Mengenal Lemah Jantung (Kardiomiopati)

Lemah jantung (kardiomiopati) adalah kondisi ketika jantung mengalami peradangan dan otot jantung melemah. Ada sejumlah penyebab kardiomiopati, tapi tidak semua pasien menunjukkan gejala. Bila dibiarkan tanpa penanganan, bisa terjadi gagal jantung kongestif, yakni jantung tidak mampu memompa darah yang sangat dibutuhkan tubuh.

Kardiomiopati cenderung cepat berkembang dan memburuk. Tes diagnostik tertentu bisa dijalankan untuk membantu memprediksi risiko pasien dan menjadi panduan bagi dokter untuk memberikan perawatan yang tepat. Kardiomiopati bisa digolongkan menjadi empat macam:

Kardiomiopati hipertrofik

Jenis kardiomiopati ini terjadi ketika massa otot bilik kiri jantung menebal atau dinding di antara dua bilik jantung membesar sehingga menghalangi aliran darah ke dalam bilik. Karena darah di bilik jantung lebih sedikit, jumlah darah yang terpompa ke seluruh tubuh pun berkurang. Kondisi lemah jantung ini termasuk jarang terjadi. Kardiomiopati hipertrofik bisa mengarah ke aritmia yang dapat menyebabkan kematian mendadak.

Kardiomiopati dilatasi

Dalam kardiomiopati yang kerap terjadi ini, rongga jantung membesar dan meregang sehingga membuat otot jantung melemah dan tak dapat memompa darah secara normal. Sebagian besar pasien kardiomiopati dilatasi berusia paruh baya dan kebanyakan terjadi pada pria. Pasien lemah jantung ini banyak yang kemudian mengalami gagal jantung kongestif.

Kardiomiopati restriktif

Jenis kardiomiopati ini juga terbilang jarang terjadi. Kardiomiopati restriktif terjadi ketika lapisan otot di tengah dinding jantung menjadi sangat kaku dan aliran darah ke dalam bilik terganggu. Lemah jantung ini biasanya dipicu oleh penyakit lain di dalam tubuh.

Kardiomiopati aritmogenik

Kondisi lemah jantung ini juga tergolong kelainan genetik. Kardiomiopati aritmogenik terjadi saat otot jantung digantikan oleh jaringan parut (fibrosis) dan lemak. Masalah ini bisa mengganggu kerja bilik kanan atau kiri jantung, bisa pula kedua bilik sekaligus.

 

Gejala Kardiomiopati

Lemah jantung tidak selalu dibarengi gejala yang tampak. Banyak pasien yang justru tidak menunjukkan gejala. Penyakit itu baru diketahui dari pemeriksaan di rumah sakit jantung. Gejala lemah jantung yang umum dirasakan pasien antara lain:

  • Pembengkakan bagian tubuh tertentu, biasanya kaki atau perut bawah, karena kelebihan cairan
  • Kelelahan
  • Susah bernapas, terutama saat beraktivitas berat
  • Kepala terasa ringan
  • Pusing
  • Pingsan tiba-tiba saat beraktivitas
  • Nyeri dada, khususnya setelah berkegiatan yang menguras tenaga
  • Murmur jantung (muncul suara desir dari jantung)
Baca Juga:  Kateterisasi Jantung? Jangan Lakukan Saat Kondisi Ini

 

Penyebab Lemah Jantung (Kardiomiopati)

Ada beragam penyebab lemah jantung. Salah satu yang paling banyak adalah infeksi. Kardiomiopati juga bisa terjadi karena penyakit atau masalah kesehatan lain, misalnya penyakit jantung bawaan kompleks, kekurangan nutrisi, dan gangguan irama jantung. Selain itu, kardiomiopati bisa berkaitan dengan kelainan genetik. Namun kadang tidak dapat ditemukan penyebab jelas kardiomiopati pada pasien.

Setidaknya ada empat hal utama yang diketahui sebagai penyebab kardiomiopati:

Infeksi viral: infeksi yang bisa merusak otot jantung. Dampak infeksi ini mungkin baru terlihat dalam beberapa bulan atau bahkan lebih lama.

Gaya hidup tidak sehat: banyak penyakit yang bisa muncul akibat gaya hidup tidak sehat. Mengonsumsi minuman beralkohol terlalu banyak sering dikaitkan dengan kardiomiopati.

Riwayat keluarga: bila ada anggota keluarga yang punya masalah lemah jantung, kemungkinannya lebih besar menderita penyakit yang sama.

Serangan jantung: serangan jantung bisa merusak otot jantung dan menimbulkan jaringan parut. Jaringan parut ini membuat fungsi otot jantung tak efektif sehingga kerjanya menjadi terlalu berat dan lemah.

 

Deteksi Lemah Jantung (Kardiomiopati)

Deteksi lemah jantung dapat dilakukan di rumah sakit jantung. Selain pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan keluarga, terdapat beberapa macam tes untuk mengecek bagaimana kerja dan struktur jantung. Dari pemeriksaan ini, dokter spesialis jantung bisa menegakkan diagnosis kardiomiopati.

Tes darah: sampel darah diambil dari lengan untuk diperiksa di laboratorium

Sinar-X: pencitraan sinar-X pada dada dapat menunjukkan struktur jantung dan paru-paru untuk melihat apakah ada pembengkakan yang bisa terjadi akibat kelebihan cairan

Elektrokardiogram (EKG): tes ini bertujuan merekam aktivitas kelistrikan jantung. Selain mendeteksi lemah jantung, elektrokardiogram bisa digunakan untuk mengecek masalah jantung lain, termasuk aritmia, serangan jantung, dan gagal jantung

Echocardiogram (Echo): dalam pemeriksaan ini digunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar gerak jantung. Dari tes ini, dokter bisa mengamati kinerja jantung, demikian juga ukuran dan bentuknya

Stress test: tujuannya mengetahui bagaimana kinerja jantung saat beraktivitas fisik. Pasien diminta berjalan di treadmill atau menggunakan sepeda statis dalam tes tekanan ini.

Baca Juga:  Jantung Berdebar, Tanda Jatuh Cinta atau Sakit Jantung?

 

Pengobatan Lemah Jantung (Kardiomiopati)

Pengobatan lemah jantung berfokus pada cara meredakan gejala, mencegah komplikasi, dan mengoptimalkan kualitas hidup pasien. Fokus utamanya adalah mengendalikan gejala lewat obat-obatan. Obat ini juga bisa membantu mengontrol sekaligus mencegah aritmia serta mengurangi risiko penggumpalan darah.

Obat yang umum digunakan untuk merawat pasien kardiomiopati antara lain:

ACE inhibitor: obat ini bekerja dengan cara mencegah pembuluh darah meregang sehingga beban jantung tidak bertambah berat

Diuretik: berfungsi membuang cairan berlebih dari tubuh

Beta-blocker: mencegah efek saraf yang bekerja pada jantung untuk menurunkan tekanan darah dan detak jantung

Digoksin: membantu jantung memompa darah dengan efisien dan mengatur detak jantung

Tergantung hasil pemeriksaan dokter, mungkin pasien kardiomiopati perlu dipasangi alat khusus untuk menunjang kerja jantung. Kadang pasien juga membutuhkan operasi untuk mengatasi kondisi kardiomiopati tertentu.

 

Pencegahan Lemah Jantung (Kardiomiopati)

Lemah jantung yang berkaitan dengan gaya hidup bisa dicegah lewat perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat. Setidaknya pasien bisa mengurangi dampak kardiomiopati dan menekan risiko komplikasi yang mungkin terjadi. Contohnya:

Menjauhi asap rokok

Bila terbiasa merokok, sebaiknya berhenti karena rokok dapat meningkatkan risiko menderita banyak penyakit, termasuk kardiomiopati.

Kurangi garam

Garam membuat tubuh menahan cairan yang bisa menumpuk dan menambah beban kerja jantung.

Rutin beraktivitas

Tubuh manusia harus selalu bergerak agar bisa berfungsi normal. Karena itu, rutinlah beraktivitas fisik karena bagus untuk kerja jantung.

Cek kesehatan

Kardiomiopati bisa diketahui dari pemeriksaan rutin di rumah sakit. Terutama bila ada gejala yang mengarah ke masalah jantung.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Karena lemah jantung tidak selalu datang dengan gejala, sering kali pasien datang ke rumah sakit jantung dalam kondisi buruk. Sebaiknya datangi dokter untuk berkonsultasi bila merasa ada risiko. Anda mesti segera dibawa ke rumah sakit bila mengalami:

  • Nyeri dada yang datang tiba-tiba
  • Detak jantung cepat, terutama dibarengi sesak napas
  • Sulit bernapas walau tidak sedang beraktivitas
  • Tiba-tiba merasa lemas
  • Mendadak pusing
  • Pingsan dan hilang kesadaran

 

Ditinjau oleh:

dr. Darwin Maulana, Sp.JP

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah

Primaya Hospital Makassar

 

Referensi:

https://www.heart.org/en/health-topics/cardiomyopathy/what-is-cardiomyopathy-in-adults

https://www.cdc.gov/heartdisease/cardiomyopathy.htm

Bagikan ke :

Promo

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.