Operasi ACL pada Cedera Lutut: Prosedur, Tujuan dan Persiapannya

Operasi ACL pada Cedera Lutut Prosedur, Tujuan dan Persiapannya

Melakukan olahraga seperti sepakbola,  basket , lari memang mudah dilakukan dan banyak manfaatnya. Tapi, bila tak berhati-hati, akibatnya bisa berbahaya.  Salah satu masalah yang bisa terjadi adalah robeknya ligamen krusiat anterior atau anterior cruciate ligament (ACL). Bila mengalami cedera lutut ini, operasi ACL sering kali menjadi cara paling tepat untuk bisa kembali beraktivitas.

 


Mengenal Operasi ACL

Cedera lutut ACL adalah cedera yang banyak terjadi pada individu yang gemar berolahraga, terutama atlet. Ligamen krusiat anterior adalah jaringan yang menghubungkan tulang kering   ( tibia ) dan tulang paha ( femur ) di dalam sendi lutut. Fungsi utama dari ligament ini adalah untuk stabilitas utama lutut. sehingga jika terjadi robekan baik separuh ( partial ) ataupun semuanya ( total ) dapat mengakibatkan gangguan stabilitas dari lutut.  salah satu komplikasi terburuk jika kondisi tidak stabil ini dibiarkan maka tulang rawan pada sendi lutut akan mengalami kerusakan permanen yang kita sebut osteoarthritis.

Penyebab cedera lutut ACL meliputi:

  • Mendadak berhenti saat berlari
  • Mendarat dengan tidak sempurna setelah melompat
  • Mengubah arah lari tiba-tiba
  • Bertabrakan atau terkena jegal, misalnya saat bermain sepak bola

Bagi atlet, cedera ACL bisa berarti mimpi buruk. Sebab, setelah operasi ACL, mereka masih harus menjalani rehabilitasi di sport clinic atau fasilitas lain yang mendukung. Pemulihan ini memakan waktu lama sehingga mereka melewatkan banyak pertandingan atau turnamen.

Operasi ACL berupa rekonstruksi ligamen yang robek. Dokter yang menjalankan operasi adalah dokter ortopedi sub spesialis sports injury. Biasanya, jenis operasi yang dilakukan arthroscopy ( minimal invasive ) dengan menggunakan graft ( ligament pengganti ) . Graft yang digunakan adalah autograft ( jaringan yang diambil dari tubuh pasien sendiri) , yakni menggunakan tendon hamstring , patellar tendon atau flexor hallucis longus (FHL) tendon untuk menggantikan ligamen krusiat anterior yang rusak.

 

Siapa yang Memerlukan Operasi ACL

Secara umum, Anda perlu menjalani operasi ACL bila:

  • Ligamen robek sebagian atau seluruhnya dan tidak stabil
  • Ada bagian lain di lutut yang cedera, seperti meniscus, tendon dan tulang rawan
  • Kualitas hidup berkurang akibat putusnya ligament ACL
  • Pekerjaan yang membutuhkan mobilisasi jalan lebih banyak
  • Seorang atlet

 

Tujuan Tindakan Operasi ACL

Tujuan utama operasi ACL adalah untuk membuat lutut kembali menjadi stabil sehingga lutut dapat fungsi kembali dan dapat digunakan dalam aktivitas keseharian . Bagi atlet professional,  tindakan operasi ACL harus dapat mengembalikan atlet tersebut kembali melakukan kegiatan olahraga.

Rehabilitasi menjadi bagian tak terpisahkan dari operasi demi hasil yang maksimal. Tujuan rehabilitasi antara lain:

Melindungi ACL yang baru

Terapi fisik dalam program rehabilitasi memberikan pengetahuan dan cara untuk memastikan ligamen yang direkonstruksi tetap aman selama masa pemulihan hingga pulih sepenuhnya.

Mengurangi peradangan dan nyeri

Program rehabilitasi pasca-operasi ACL juga berfungsi meredakan rasa nyeri sekaligus mengurangi risiko peradangan.

Mengembalikan gerakan lutut

Akibat cedera ACL, lutut akan sulit bergerak menekuk dan lurus. Lewat rehabilitasi, gerak alami lutut ini bisa dipulihkan.

Menguatkan lutut

Lutut butuh program penguatan lagi setelah cedera ACL. Ada program rehabilitasi yang spesifik untuk memulihkan kekuatan lutut.

 

Persiapan Sebelum Operasi ACL

Operasi ACL memerlukan persiapan khusus. Pasien harus menunggu lutut yang bengkak mengempis dan lutut bisa ditekuk dan diluruskan dengan baik . Pasien juga mungkin perlu memastikan otot depan dan belakang paha sudah kuat. Biasanya pasien butuh 2-3 minggu setelah cedera terjadi untuk bisa dioperasi.

Ikuti petunjuk dokter di sport clinic agar operasi berjalan lancar. Pasien umumnya diminta untuk melakukan pre-operation rehabilitation.  Siapkan pula alat jalan seperti tongkat yang berfungsi menopang lutut pasca-operasi.

Hal penting lain yang wajib disiapkan adalah mental. Sebab, setelah operasi, pasien harus menjalani rehabilitasi hingga berbulan-bulan untuk bisa pulih sepenuhnya. Program ini memerlukan kedisiplinan dan ketaatan agar berhasil sesuai dengan harapan.

 

Proses / Prosedur Operasi ACL

Prosedur operasi yang dilakukan adalah menggunakan tehnik Arthroscopy atau minimal invasive. sebelum tindakan operasi dokter anestesi  akan memberikan anestesi spinal ( regional anestesi ).

Dokter kemudian membuat sayatan kecil di atas lutut, lalu memasukkan alat operasi ke dalam sendi lutut. Kemudian ligament yang robek akan digantikan oleh ligament yang baru. Setelah dipasang ligament yang baru maka akan dicek stabilitasnya. Dokter akan menjahit luka dan menutup lukanya.  Seluruh prosedur ini dapat disaksikan oleh pasien dengan melihat layer monitor.  Seluruh prosedur ini biasanya berlangsung 90-120 menit.

 

Perawatan Pasien Pasca Operasi ACL

Pasien mungkin bisa langsung 2-3 hari setelah operasi tergantung dari kondisi pasien. satu hari setelah operasi pasein dapat langsung melakukan fisioterapi pasca operasi.  Dokter akan memberikan informasi mengenai rehabilitasi dan perawatan pasien pasca-operasi ACL di rumah. Ikuti petunjuk dokter ini dengan baik demi kelancaran proses pemulihan. Misalnya meminum obat secara teratur, menggunakan alat bantu jalan, dan membatasi aktivitas fisik.

 

Narasumber:

dr. Evan, M.Kes, Sp.OT(K)

Dokter Spesialis Orthopedi dan Trauma

Primaya Hospital Bekasi Timur

 

Referensi:

https://www.healthgrades.com/right-care/acl-surgery/anterior-cruciate-ligament-acl-surgery

https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/acl-reconstruction/about/pac-20384598

Illustrasi : Freepic

Bagikan ke :