Penyebab Jantung Berdebar, Apakah Pengaruh dari Gaya Hidup?

Penyebab Jantung Berdebar, Apakah Pengaruh dari Gaya Hidup_

Pada umumnya, kita tak bisa mendengar suara detak jantung tanpa menggunakan alat. Untuk mendengarkan detak jantung orang lain pun kita mesti menempelkan telinga ke dadanya. Bila suatu ketika terdengar suara detak jantung tanpa alat, kita patut waspada. Apalagi bila bersamaan dengan itu terasa jantung berdebar dengan irama cepat serta muncul gejala seperti keringat dingin, pusing, susah bernapas, dan gelisah. Mungkin itu tanda jantung bermasalah.

Jantung berdebar adalah kondisi ketika jantung berdetak lebih kencang dan lebih cepat ketimbang biasanya. Kadang kala irama detak jantung juga tak beraturan. Jantung berdebar sebetulnya tak senantiasa menandakan adanya penyakit jantung. Yang patut menjadi kewaspadaan adalah kondisi itu kerap terjadi tanpa penyebab pasti.

Masalah pada jantung yang kerap memicu jantung berdebar adalah fibrilasi atrium, kondisi ketika irama detak jantung berjalan cepat dan tak teratur. Selain menyebabkan gangguan fungsi jantung, seperti henti jantung mendadak, fibrilasi atrium bisa memicu stroke.

Para dokter spesialis jantung mengidentifikasi gaya hidup berperan penting sebagai faktor risiko terhadap pasien fibrilasi atrium. Untuk itu, perlu modifikasi gaya hidup untuk memulihkan kualitas hidup bagi mereka yang kerap merasa jantung berdebar akibat masalah jantung.

Baca Juga:  Manfaat Ekokardiografi Bagi Penderita Penyakit Jantung  

 

Gaya Hidup yang Sebabkan Penyakit Jantung

Terdapat beberapa faktor gaya hidup yang berhubungan dengan penyakit jantung, seperti:

  • Kebiasaan merokok
  • Gemar minum minuman berkafein, misalnya kopi, teh, serta minuman bersoda dan minuman energi
  • Suka mengonsumsi minuman beralkohol
  • Tenggelam dalam stres yang bisa memicu depresi dan abai terhadap kesehatan diri
  • Menggunakan obat-obatan terlarang
  • Hobi berolahraga yang menguras fisik

Orang yang menjalankan gaya hidup tersebut tidak selalu menunjukkan gejala penyakit jantung. Perlu pemeriksaan jantung di rumah sakit untuk memastikan ada-tidaknya masalah pada kinerja jantung.

Bila punya gaya hidup itu dan kerap merasa jantung berdebar, jangan tunda datang ke dokter spesialis jantung untuk menjalani pemeriksaan. Dokter akan menggelar serangkaian tes untuk mengevaluasi kondisi jantung, antara lain pemeriksaan EKG (elektrokardiogram). Dokter spesialis jantung juga akan melontarkan sejumlah pertanyaan mengenai gejala yang muncul dan riwayat kesehatan.

 

Tips Jaga Kesehatan Jantung

Guna menjauhkan diri dari risiko penyakit jantung, kuncinya ada pada diri masing-masing. Terdapat empat prinsip yang utama untuk menjaga kesehatan jantung dalam kehidupan sehari-hari, yakni:

  • Memastikan pola makan sehat dan teratur
  • Rutin beraktivitas fisik, terutama berolahraga
  • Berhenti atau kurangi konsumsi zat pemicu penyakit jantung, seperti kafein, alkohol, nikotin, dan sodium
  • Memahami dan mengendalikan kadar kolesterol serta tekanan darah
Baca Juga:  Jantung Berdebar, Tanda Jatuh Cinta atau Sakit Jantung?

Prinsip menjaga kesehatan jantung itu bisa kita lakukan setiap hari. Untuk menjaga asupan yang sehat dan teratur, misalnya, jangan berfokus pada satu-dua jenis makanan atau nutrien saja. Contohnya cuma menghindari garam atau tidak mau makan nasih.

Sebaiknya berfokuslah pada pola makan harian, mingguan, dan bulanan. Pastikan dalam pola makan itu ada lebih banyak kandungan serat, antioksidan, vitamin, dan zat lain yang bermanfaat buat jantung. Selain itu, harus ada jadwal makan tiap hari baik untuk pagi, siang, dan malam.

Lalu untuk menjadi lebih aktif, kita tak semata-mata harus berolahraga. Berjalan naik-turun tangga sudah termasuk bagus untuk mencegah jantung berdebar tanda tidak sehat. Akan lebih baik lagi bila punya jadwal rutin olahraga, bisa harian atau mingguan. Misalnya joging 30 menit tiap tiga hari dalam sepekan. Perubahan gaya hidup yang menjadi faktor risiko penyakit jantung juga mungkin memerlukan konsultasi dengan dokter spesialis jantung.

Konsultasi serta pemeriksaan jantung oleh dokter akan membuat kita mengetahui apa risiko yang sebenarnya, bagaimana mengatasinya, dan cara apa yang terbaik serta sesuai dengan kondisi yang dihadapi. Jangan ragu menjalani pemeriksaan jantung bila curiga mendapati seringnya jantung berdebar.

Baca Juga:  Sering Berdebar Saat Hamil, Apakah Tanda Penyakit Jantung?

 

Narasumber:

dr. Andriga Dirgantomo, Sp.JP. FIHA

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah

Primaya Hospital Bekasi Barat

 

Referensi:

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6059525/

https://www.hopkinsmedicine.org/heart_vascular_institute/conditions_treatments/conditions/palpitations.html

https://www.health.harvard.edu/blog/lifestyle-changes-are-important-for-managing-atrial-fibrillation-2020073120682

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-arrhythmia/diagnosis-treatment/drc-20350674

https://www.heartfoundation.org.au/heart-health-education/keeping-your-heart-healthy

Sumber Gambar : Freepic

Bagikan ke :