• Emergency
  • 150 108
  • Chatbot

Apakah Merokok Jadi Penyebab Utama Penyakit Jantung?

Apakah Merokok Jadi Penyebab Utama Penyakit Jantung

Perokok hidup dengan risiko kesehatan utama berupa penyakit jantung dan pembuluh darah atau kardiovaskuler. Dibanding masyarakat non-perokok, orang-orang yang terbiasa merokok pun lebih rentan mengalami kematian dini akibat penyakit kardiovaskuler, terutama serangan jantung dan stroke. Kandungan dalam rokok disebut sebagai pemicu risiko ini.

 


Merokok Menyebabkan Penyakit Jantung

Sederet penelitian telah menemukan kaitan antara kebiasaan merokok dan kematian dini yang disebabkan oleh penyakit jantung dan pembuluh darah. Meski demikian, masih banyak warga yang belum tahu risiko kesehatan dari rokok. Sudah adanya pembatasan dan aturan mengenai produk rokok juga tak lantas otomatis dapat menurunkan jumlah perokok.

Sebuah penelitian pada 2021 yang diterbitkan Journal of the American Heart Association menggarisbawahi adanya hubungan gaya hidup tidak sehat, terutama merokok, dengan risiko penyakit jantung. Para peneliti mengumpulkan data dari sembilan studi kohort jangka panjang di Amerika Serikat untuk mengevaluasi berbagai faktor gaya hidup serta penyakit kardiovaskuler.

Analisis tersebut mencakup data dari 106.165 orang dewasa antara usia 20 dan 79 tahun yang bebas dari penyakit kardiovaskuler pada awal penelitian. Analisis baru mengkategorikan peserta berdasarkan status merokok, usia, dan jenis kelamin. Menggunakan data gabungan itu, peneliti menemukan bahwa merokok terkait dengan kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah.

Penelitian lain pada 2018 yang diterbitkan British Medical Journal bahkan menyebutkan satu batang rokok per hari pun bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Berdasarkan penelitian itu, orang yang cuma merokok satu batang sehari 50 persen lebih mungkin mengalami penyakit jantung dan 30 persen lebih berisiko terkena stroke daripada orang yang tak pernah merokok.

 

Fakta tentang Asap Rokok

Asap timbul dari aktivitas pembakaran tembakau dan bahan lain yang terkandung di dalam rokok. Seperti asap pada umumnya, asap rokok membawa risiko kesehatan yang kentara. Dalam satu kepulan asap rokok, meluncur ribuan bahan kimia ke lingkungan sekitar kita. Banyak bahan kimia itu berbahaya bagi kesehatan kita, termasuk:

  • Nikotin: obat adiktif yang mempengaruhi aktivitas otak dan otot dan meningkatkan tekanan darah sehingga membuat jantung bekerja lebih keras.
  • Karbon monoksida: gas beracun yang dapat mengurangi jumlah oksigen dalam darah sehingga jantung dan organ lain kekurangan oksigen yang penting untuk membuatnya tetap menjalankan fungsinya dengan baik.
  • Tar: zat lengket yang dapat melapisi paru-paru seperti jelaga di panci sehingga membuat Anda lebih sulit bernapas. Tar mengandung puluhan bahan kimia penyebab kanker.
Baca Juga:  Serangan Jantung pada Usia Muda, Apa Penyebabnya?

Asap rokok yang mengandung berbagai bahan berbahaya itu pun bisa menempel ke benda-benda di sekitar perokok. Bahkan zat sisa tersebut dapat bertahan sampai berpuluh tahun, termasuk di dalam rumah seperti pada dinding, karpet, dan gipsum. Komponen yang disebut polycyclic aromatic hydrocarbons itu merupakan zat karsinogenik yang dapat memicu kanker. Maka bukan hanya si perokok yang terpapar bahaya asap rokok, tapi semua orang yang ada di sekitarnya, termasuk anak-anak.

 

Risiko Merokok

Bagi perokok, risiko yang dapat terjadi antara lain:

  • Kemungkinan terkena serangan jantung lebih tinggi dua kali lipat daripada non-perokok
  • Lebih mungkin mengalami penyakit jantung koroner terutama bagi perempuan yang mengonsumsi pil kontrasepsi
  • Tiga kali lipat lebih berisiko mengalami stroke ketimbang non-perokok
  • Risiko terkena penyakit arteri perifer (pembuluh darah menyempit sehingga mengurangi aliran darah ke kaki dan dapat menyebabkan pembusukan serta kematian jaringan kaki) meningkat lima kali lipat

 

Bahaya Asap Rokok

Asap rokok adalah bahaya bagi kesehatan. Penyakit jantung telah lama dikaitkan dengan asap rokok. Maka ada imbauan agar tidak merokok pada kemasan atau bungkus rokok. Iklan rokok pun tidak diperbolehkan kecuali saat jam tertentu. Secara rata-rata, perokok meninggal 10 tahun lebih cepat daripada non-perokok.

Bahkan orang yang tidak merokok tapi terkena paparan asap rokok dari sekitarnya tak luput dari risiko bahaya itu. Perokok pasif ini menghirup asap dari rokok orang lain. Menurut riset, non-perokok yang tinggal dengan perokok 30 persen lebih mungkin mengalami penyakit jantung. Paparan asap rokok sangat berisiko bagi anak-anak, termasuk meningkatkan risiko kematian mendadak pada bayi, bronkitis, pneumonia, dan asma.

Baca Juga:  Ketahui Perbedaan Henti Jantung dan Serangan Jantung

 

Cara Berhenti Merokok

Ada dua cara untuk berhenti merokok guna mencegah penyakit jantung dan masalah kesehatan lain yang disebabkan oleh merokok, yakni berhenti seketika dan mengurangi rokok secara bertahap. Bagi banyak orang, cara pertama lebih manjur. Sekali orang memutuskan berhenti merokok, keputusan itu dipegang seterusnya.

Namun bagi beberapa orang lain, cara kedua lebih berhasil. Metode yang ditempuh adalah mengurangi konsumsi rokok secara bertahap dari hari ke hari hingga akhirnya berhenti sama sekali. Misalnya hari ini mengonsumsi 12 batang atau sebungkus rokok. Besok hanya 11 batang, lalu 10 batang, hingga terakhir membuang bungkus rokok itu dan menghentikan kebiasaan merokok.

Agar dapat berhenti merokok, motivasi diri sendiri adalah hal yang utama. Ketahui informasi tentang bahaya merokok lebih detail agar motivasi bertambah. Selain itu, mintalah dukungan dari keluarga dan orang terdekat. Dukungan dari mereka akan menambah motivasi untuk berhenti. Jika perlu, berkonsultasilah dengan dokter. Langkah untuk berhenti merokok sangat penting terutama bagi Anda yang memiliki risiko penyakit jantung. Bebas dari asap rokok tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan Anda, tapi juga orang-orang di sekitar Anda.

 

Ditinjau oleh:

dr. Tito Phurbojoyo, SpJP FIHA

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah

Primaya Hospital Tangerang

 

Referensi:

Cigarette Smoking and Competing Risks for Fatal and Nonfatal Cardiovascular Disease Subtypes Across the Life Course. https://www.ahajournals.org/doi/10.1161/JAHA.121.021751. Diakses 8 Desember 2021

Polycyclic Aromatic Hydrocarbons in the Mainstream Smoke of Popular U.S. Cigarettes. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4540633/. Diakses 8 Desember 2021

Low cigarette consumption and risk of coronary heart disease and stroke: meta-analysis of 141 cohort studies in 55 study reports. https://www.bmj.com/content/360/bmj.j5855. Diakses 8 Desember 2021

Cardiovascular risk of smoking and benefits of smoking cessation. https://jtd.amegroups.com/article/view/37685/html. Diakses 8 Desember 2021

How Tobacco Smoke Causes Disease: The Biology and Behavioral Basis for Smoking-Attributable Disease: A Report of the Surgeon General. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK53012/. Diakses 8 Desember 2021

Bagikan ke :

Promo

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.