• Emergency
  • 150 108

Pernah Mengalami Serangan Jantung? Hindari Hal Ini

Pernah Mengalami Serangan Jantung Hindari Hal Ini

Serangan jantung bisa menjadi momen titik balik dalam kehidupan seseorang. Dari yang awalnya abai terhadap kesehatan, misalnya, seorang pasien penyakit jantung bisa berubah menjadi penggiat gaya hidup sehat. Pemulihan pasien sangat bergantung pada perubahan kebiasaan tak sehat. Dengan bantuan dokter, pasien dapat memprogram kembali gaya hidupnya demi jantung sehat.

 


Mengenal Serangan Jantung

Serangan jantung adalah kondisi ketika terjadi sumbatan pada pembuluh darah sehingga otot jantung tak mendapat pasokan darah dan oksigen yang diperlukan untuk bisa bekerja dengan normal. Sumbatan ini biasanya berasal dari bekuan darah, plak yang terdiri atas kolesterol dan zat lain, atau sobekan dinding jantung.

Serangan jantung merupakan kondisi darurat medis. Artinya, pasien yang mengalaminya perlu mendapatkan pertolongan medis segera demi keselamatan jiwanya. Pertolongan dilakukan untuk memulihkan aliran darah ke otot jantung. Terdapat tiga jenis serangan jantung, yakni:

  • ST Segment Elevation Myocardial Infarction (STEMI): serangan jantung berat karena pembuluh darah tersumbat total sehingga sebagian besar otot tak menerima suplai darah.
  • Non-ST Segment Elevation Myocardial Infarction (NSTEMI): hanya sebagian pembuluh darah yang tersumbat, tapi bila tak segera ditangani bisa membuat jantung rusak permanen.
  • Coronary Artery Spasm (CAS): terjadi karena pembuluh darah mengalami kejang yang mengakibatkan pasokan darah ke jantung menurun drastis.

Ketiga macam serangan jantung itu memiliki gejala khas yang serupa, yakni nyeri dada. Rasa nyeri serangan jantung STEMI cenderung lebih hebat dan menjalar hingga bagian tubuh lain seperti bahu, rahang, dan punggung. Adapun nyeri dada serangan jantung CAS yang ringan kerap disalahartikan sebagai gejala penyakit lain, seperti masalah pencernaan.

Mesti ditekankan bahwa serangan jantung ringan bisa berkembang menjadi berat bila tak ada tindakan untuk mengendalikan faktor risikonya. Karena itu, bila pernah mengalami nyeri dada, ada baiknya memeriksakan diri ke dokter untuk mengecek apakah itu gejala penyakit jantung atau masalah kesehatan lain. Deteksi dini memperbesar peluang pemulihan pasien.

 

Hindari Konsumsi Makanan Ini

Perubahan gaya hidup bagi pasien yang pernah mengalami serangan jantung termasuk penerapan pola makan sehat dengan gizi seimbang. Untuk itu, ada beberapa jenis makanan yang mesti dihindari atau dibatasi konsumsinya untuk membantu pemulihan dan mengurangi risiko terkena serangan jantung lagi. Contohnya:

  • Makanan cepat saji seperti burger, hotdog, pizza
  • Gorengan
  • Permen, kue, dan biskuit manis
  • Keripik dan kerupuk
  • Makanan kalengan
  • Makanan olahan beku
  • Es krim
  • Mayonais dan saus kemasan
  • Minuman beralkohol
  • Daging merah
Baca Juga:  Penyakit Jantung Reumatik: Gejala, Penyebab dan Mengobati

Sejumlah jenis makanan ini mengandung zat yang bisa menambah faktor risiko serangan jantung, terutama lemak jenuh dan kolesterol. Dokter dapat merujuk pasien kepada ahli gizi yang bisa membantu membuat program diet khusus untuk mengendalikan faktor risiko.

 

Jangan Malas Berolahraga

Yang tak juga tak boleh dilupakan adalah olahraga. Olahraga dan aktivitas fisik rutin tiap hari dapat menurunkan risiko serangan jantung. Dengan beraktivitas fisik, pasien bisa mengendalikan berat badan yang merupakan salah satu faktor penyakit jantung. Masalah kesehatan lain yang kerap melatari penyakit jantung seperti tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, serta diabetes juga bisa dikendalikan lewat olahraga.

Aktivitas fisik yang sederhana seperti naik-turun tangga ke kantor alih-alih memakai lift sudah baik bagi kesehatan jantung. Selain itu, jangan habiskan waktu terlalu banyak dengan duduk pasif saat bekerja. Adapun jenis olahraga yang baik untuk jantung antara lain aerobik, yoga, berenang, dan angkat beban. Jantung merupakan organ otot sehingga latihan tiap hari diperlukan untuk menguatkannya seperti otot lain.

 

Kebiasaan Buruk Lainnya

Pasien serangan jantung juga mesti memperhatikan kebiasaan buruk lain yang berpotensi mendatangkan serangan lain. Contohnya:

  • Menghabiskan waktu dengan menonton televisi
  • Tidak mengontrol emosi dan stres
  • Sering tidur hingga larut malam atau begadang
  • Tidak menjaga kesehatan gigi dan mulut
  • Merokok
  • Mengonsumsi alkohol berlebihan
  • Makan terlalu banyak
  • Menghindari sayuran dan buah
  • Sering makan camilan dengan kandungan garam berlebih
  • Mengabaikan gejala masalah kesehatan yang mengarah ke penyakit jantung
  • Tidak menjalani pemeriksaan kesehatan rutin untuk mengecek kondisi jantung

 

Cara Menjaga Kesehatan Jantung

Kunci untuk menjaga kesehatan jantung adalah hidup sehat dan aktif. Artinya, Anda harus rajin bergerak secara aktif setiap hari dan menerapkan pola hidup yang sehat. Hentikan semua kebiasaan yang berdampak buruk terhadap kesehatan jantung.

Baca Juga:  Benarkah Diabetes dan Hipertensi Bisa Menyebabkan Komplikasi Penyakit Jantung?

Yang tak kalah penting adalah mengendalikan faktor risiko yang sudah ada. Contohnya rutin mengecek tekanan darah dan kadar kolesterol. Ketika ada kenaikan, Anda harus langsung memeriksakan diri ke dokter. Jangan lupa konsumsi obat untuk penyakit jantung jika dokter memberikan resep. Obat ini berguna untuk mencegah penyakit jantung berulang dan berkembang lebih parah.

Tindakan dokter untuk menangani serangan jantung yang diderita sebelumnya juga mempengaruhi upaya menjaga kesehatan jantung. Misalnya dokter memasang stent untuk memulihkan aliran darah ke jantung, berarti pasien harus lebih berhati-hati dalam beraktivitas agar fungsi stent terjaga.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Orang yang pernah mengalami serangan jantung biasanya lebih peka terhadap gejala masalah yang serupa, terutama nyeri dada. Dokter yang memeriksa pertama kali juga umumnya memberikan edukasi mengenai apa yang harus dilakukan ketika mengalami gejala penyakit jantung lagi di kemudian hari. Ikuti dengan baik dan disiplin arahan dokter untuk menjalani kontrol kesehatan jantung sesuai dengan jadwal. Namun bila merasa ada gejala serangan jantung yang kembali muncul, jangan tunggu jadwal kontrol, segera telepon ambulans atau datangi rumah sakit untuk mendapat tindakan medis.

 

Narasumber:

dr. Robert E. Saragih, Sp. JP. FIHA

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah

Primaya Hospital Bekasi Barat

 

Referensi

Recovery from Heart Attack. https://www.nhs.uk/conditions/heart-attack/recovery/. Diakses 22 Maret 2022

Life After a Heart Attack. https://www.heart.org/en/health-topics/heart-attack/life-after-a-heart-attack. Diakses 22 Maret 2022

Doctor Discussion Guide: What Should (and Shouldn’t) I Do After a Heart Attack? https://www.healthline.com/health/heart-disease/dos-and-donts-after-heart-attack. Diakses 22 Maret 2022

What to Do After Surviving a Heart Attack. https://www.healthline.com/health/heart-disease/after-heart-attack. Diakses 22 Maret 2022

What You Should Do After a Heart Attack. https://www.webmd.com/heart-disease/guide/what-to-do-after-a-heart-attack. Diakses 22 Maret 2022

Adjusting to life with a heart condition. https://www.nhsinform.scot/illnesses-and-conditions/heart-and-blood-vessels/living-with-a-heart-condition/adjusting-to-life-with-a-heart-condition. Diakses 22 Maret 2022

Bagikan ke :

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.