• Emergency
  • 150 108
  • Chatbot

Apakah Vape Bisa Sebabkan Penyakit Jantung?

Apakah Vape Bisa Sebabkan Penyakit Jantung

Merokok adalah salah satu faktor risiko penyebab penyakit jantung. Karena itu, berhenti merokok menjadi upaya penting dalam mencegah penyakit mematikan tersebut. Seiring dengan majunya teknologi, muncul vape yang menurut orang-orang dapat menjadi pengganti rokok yang lebih aman bagi kesehatan. Tapi benarkah demikian? Apakah Vape Bisa Sebabkan Penyakit Jantung?

 


Mengenal Penyakit Jantung

Penyakit jantung telah menjadi masalah kesehatan global, bahkan menjadi pembunuh nomor satu di dunia. Istilah penyakit jantung umumnya mengacu pada berbagai problem kesehatan seputar sistem kardiovaskuler atau peredaran darah manusia. Artinya, penyakit ini bukanlah penyakit tunggal, melainkan merujuk pada semua masalah kesehatan yang berkaitan dengan fungsi jantung.

Namun harus digarisbawahi bahwa penyakit jantung berbeda dengan penyakit kardiovaskuler. Penyakit jantung hanyalah salah satu contoh penyakit kardiovaskuler. Contoh lainnya adalah stroke, yang terjadi karena tersumbatnya pembuluh darah menuju otak.

Contoh penyakit jantung antara lain:

  • Penyakit jantung koroner: masalah jantung yang terjadi akibat penyempitan, pengerasan, atau penyumbatan pembuluh darah yang menuju jantung
  • Serangan jantung: aliran darah ke jantung berkurang atau terhenti karena masalah pembuluh darah
  • Aritmia: gangguan irama jantung berupa detak jantung lebih cepat, lebih lambat, atau tak beraturan
  • Kardiomiopati: masalah otot jantung yang menyebabkan jantung tak bisa memompa darah dengan baik
  • Gagal jantung: jantung terlalu lemah sehingga tak mampu menjalankan fungsinya dalam mengedarkan darah ke seluruh tubuh
  • Penyakit jantung bawaan: masalah jantung yang berkembang saat janin dalam kandungan hingga lahir
  • Penyakit katup jantung: katup jantung tak dapat membuka atau menutup secara maksimal sehingga peredaran darah terganggu

Penyebab penyakit jantung bisa berupa genetik atau faktor keturunan, tapi lebih banyak yang terjadi akibat gaya hidup tidak sehat. Menurut berbagai riset, merokok adalah penyebab utama masalah jantung. Rokok mengandung ribuan zat kimia yang sebagian besar berbahaya bagi kesehatan, termasuk jantung. Zat kimia itu meluncur ke udara ketika rokok dibakar dan mengeluarkan asap. Itu sebabnya banyak pembatasan terhadap produk rokok.

Baca Juga:  Sering Cemas dan Depresi Sebabkan Gangguan Jantung

Di tengah pembatasan itu, muncul vape atau rokok elektrik yang dipromosikan sebagai alat yang dapat membantu orang untuk berhenti merokok. Namun, menurut sejumlah penelitian, asap pada dasarnya adalah musuh besar bagi jantung. Bukan hanya asap rokok, asap polusi dari pembakaran apa pun dapat meningkatkan risiko serangan jantung.

 

Kandungan Vape

Benarkah Vape Bisa Sebabkan Sakit Jantung? Rokok vape menggunakan cairan yang menjadi bahan bakar alat untuk mengeluarkan asap. Cairan ini terdiri atas banyak variasi warna dan aroma. Kebanyakan cairan vape mengandung nikotin layaknya rokok tembakau. Karena itulah sejak 2016 Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menggolongkan rokok elektrik sebagai produk tembakau dan mengaturnya sesuai dengan undang-undang pertembakauan.

Kandungan vape selain nikotin antara lain:

  • Propilen glikol: bisa membuat mata dan paru-paru mengalami iritasi
  • Perisadiasetil: pemicu penyakit paru obstruktif kronis
  • Diasetil: zat kimia yang terkait dengan penyakit paru
  • Formaldehida: bahan kimia yang digunakan dalam bahan bangunan dan produk rumah tangga yang dapat menyebabkan kanker
  • Akrolein: herbisida yang dapat menyebabkan kanker paru
  • Benzena: bahan kimia karsinogenik yang digunakan untuk membuat bahan kimia lain, termasuk plastik, pewarna, dan pestisida
  • Senyawa organik volatil (VOC): pada tingkat tertentu, VOC dapat menyebabkan iritasi mata, hidung, dan tenggorokan, sakit kepala dan mual, serta dapat merusak hati, ginjal, dan sistem saraf

 

Bahaya Vape untuk Kesehatan, Benarkah Vape Bisa Sebabkan Sakit Jantung? 

Waktu awal kehadirannya, vape diklaim sebagai alternatif produk tembakau yang lebih sehat. Khususnya bagi mereka yang hendak berhenti merokok. Namun, selama setidaknya 10 tahun kemudian, berbagai riset menemukan beberapa fakta yang tak selaras dengan klaim tersebut.

Vape populer karena sejumlah alasan selain klaim bahwa produk ini lebih sehat daripada rokok. Salah satunya vape tidak menghasilkan bau asap tembakau. Selain itu, harga vape dan cairannya sering kali lebih terjangkau ketimbang rokok berbungkus-bungkus yang biasa dikonsumsi. Ada juga alasan bahwa merokok dengan vape lebih trendi daripada rokok konvensional.

Baca Juga:  Banyak Kerjaan di Kantor? Ini Cara Agar Jantung Tetap Sehat

Tapi, dalam sebuah penelitian Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), diketahui dampak merokok vape buat kesehatan sama berbahayanya dengan merokok konvensional. Bahkan ada dampak yang tak diketahui dengan jelas apa penyebabnya.

Pada perokok yang menggunakan rokok tradisional, aliran darah meningkat sedikit setelah mengisap rokok dan kemudian menurun setelah asap dilepaskan. Namun, pada perokok yang menggunakan vape, aliran darah menurun baik saat mengisap maupun melepaskan asap. Akibatnya adalah kadar oksigen dalam darah berkurang dan laju aliran di pembuluh darah turun sehingga mempengaruhi fungsi jantung, yang membutuhkan asupan darah dan oksigen yang memadai.

Selain itu, penggunaan vape mengeluarkan aerosol yang terdiri atas partikel yang sangat halus dalam kadar lebih tinggi daripada asap rokok. Paparan terhadap partikel ini bisa memicu asma dan mengeraskan pembuluh darah hingga menyebabkan serangan jantung. Kandungan nikotin dalam banyak produk vape juga menimbulkan ketergantungan dan membahayakan sistem peredaran darah.

Penelitian tentang vape ini menemukan hubungan penggunaan vape dengan kerusakan pembuluh darah yang menuju jantung. Temuan ini berkebalikan dengan promosi bahwa produk vape lebih baik daripada rokok. Artinya, orang yang terbiasa mengonsumsi vape juga lebih berisiko mengalami penyakit jantung daripada orang yang tak memakai vape.

 

Narasumber

drWira Kimahesa Anggoro, Sp.JP, FIHA

Dokter Spesialis Jantung

Primaya Hospital Tangerang

 

Referensi:

Vaping Cardiovascular Health Risks: an Updated Umbrella Review. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7296287/. Diakses 9 Desember 2021

E-Cigarettes Linked to Heart Attacks, Coronary Artery Disease and Depression. https://www.acc.org/about-acc/press-releases/2019/03/07/10/03/ecigarettes-linked-to-heart-attacks-coronary-artery-disease-and-depression. Diakses 9 Desember 2021

Electronic Cigarettes. https://www.cdc.gov/tobacco/basic_information/e-cigarettes/index.htm. Diakses 9 Desember 2021

Is vaping safe? https://www.bhf.org.uk/informationsupport/heart-matters-magazine/news/e-cigarettes. Diakses 9 Desember 2021

Impact of Electronic Cigarettes on the Cardiovascular System. https://www.ahajournals.org/doi/10.1161/JAHA.117.006353. Diakses 9 Desember 2021

 

Bagikan ke :

Promo

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.