Stroke adalah kondisi medis serius yang dapat mengubah hidup seseorang dalam sekejap. Hilangnya kemampuan motorik dan fungsi kognitif berpotensi mengganggu kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini, terapi pasca-stroke krusial untuk membantu memulihkan pasien. Artikel ini akan membahas lebih dalam mengenai terapi pasca-stroke, termasuk siapa yang memerlukannya, kapan dan bagaimana terapi ini dijalankan, hingga efek samping yang mungkin muncul.
Apa Itu Terapi Pasca-Stroke
Di Indonesia, stroke tercatat sebagai penyebab kematian dan kecacatan tertinggi bagi orang dewasa menurut Kementerian Kesehatan. Namun bukan berarti orang yang terkena stroke pasti tak bisa pulih. Terapi pasca-stroke adalah salah satu pilihan perawatan yang utama untuk orang yang selamat dari stroke atau penyintas stroke.
Terapi pasca-stroke adalah program rehabilitasi medis yang dirancang khusus untuk membantu penyintas stroke mengembalikan fungsi tubuh yang hilang atau terganggu, mempelajari kembali keterampilan hidup, dan mencapai kemandirian setinggi mungkin. Program ini menggunakan pendekatan holistik yang melibatkan tubuh, pikiran, dan emosi.
Dalam tinjauan di Annals of Medicine and Surgery disebutkan bahwa inti terapi pasca-stroke adalah meningkatkan neuroplastisitas. Menurut prinsip ini, saat satu area otak rusak akibat stroke, area lain dapat mengambil alih fungsinya melalui stimulasi otak dengan Transcranial Magnetik Stimulation dan berbagai latihan yang intensif dan repetitif.
Terapi pasca-stroke idealnya melibatkan tim multidisiplin yang bisa terdiri atas:
- Dokter Spesialis Saraf untuk penentuan terapi Transcranial Magnetic Stimulation
- Dokter spesialis rehabilitasi medik yang mengevaluasi, merencanakan, dan mengoordinasi seluruh program terapi.
- Fisioterapis yang berfokus pada pemulihan kekuatan, keseimbangan, koordinasi, dan kemampuan berjalan.
- Terapis okupasi untuk membantu pasien kembali melakukan aktivitas sehari-hari seperti mandi, makan, berpakaian, dan bahkan bekerja.
- Terapis wicara-bahasa yang menangani gangguan menelan (disfagia) dan gangguan komunikasi (afasia).
- Psikolog/psikiater yang memberikan dukungan mental untuk mengatasi depresi, kecemasan, dan perubahan emosi pasca-stroke.
- Perawat rehabilitasi yang memastikan perawatan dan pelaksanaan latihan berjalan dengan baik di luar sesi terapi.
Siapa Saja yang Memerlukan Terapi Pasca-Stroke
Semua penyintas stroke dapat memperoleh manfaat dari terapi pasca-stroke. Namun terapi ini lebih krusial bagi individu dengan:
- Kelemahan atau kelumpuhan pada satu sisi tubuh, baik sisi kanan maupun kiri.
- Gangguan keseimbangan dan koordinasi.
- Gangguan berbicara dan menelan.
- Gangguan kognitif.
- Gangguan penglihatan.
- Gangguan sensori (mati ras atau sensasi kesemutan di bagian tubuh tertentu).
- Kondisi pasca-stroke lainnya, seperti nyeri bahu, kekakuan otot, atau kelelahan ekstrem.
Kapan Seseorang Memerlukan Terapi Pasca-Stroke
Terapi pasca-stroke sebaiknya dimulai segera setelah pasien stabil dari kondisi kritis setelah serangan stroke. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), rehabilitasi paling efektif dilakukan dalam tiga hingga enam bulan setelah stroke. Meski begitu, terapi dapat dilanjutkan sesuai kondisi pasien.
Manfaat dan Tujuan Terapi Pasca-Stroke
Dikutip dari American Stroke Association, program terapi pasca-stroke tidak dapat memulihkan seseorang ke kondisi ketika belum terkena stroke. Namun rehabilitasi ini dapat memaksimalkan kualitas hidup dan kemampuan melakukan banyak aktivitas secara mandiri. Rinciannya:
- Meningkatkan kekuatan otot, rentang gerak, dan kemampuan mobilitas (duduk, berdiri, berjalan).
- Mencegah komplikasi, seperti kekakuan sendi/otot yang berat dan trombosis vena dalam.
- Memulihkan kemampuan komunikasi.
- Meningkatkan kemampuan kognitif dan emosional, termasuk mengelola depresi dan meningkatkan kepercayaan diri.
- Membantu adaptasi dan peningkatan kemandirian.
- Memungkinkan pasien kembali menjalani hobi hingga bekerja.
Persiapan Sebelum Menjalani Terapi Pasca-Stroke
Persiapan yang matang menentukan kelancaran proses rehabilitasi dalam terapi pasca-stroke. Langkah persiapan biasanya mencakup:
- Berkonsultasi dengan dokter spesialis rehabilitasi medik yang akan melakukan evaluasi secara menyeluruh untuk menentukan tingkat kecacatan, menetapkan tujuan terapi, dan menyusun rencana terapi berdasarkan kondisi serta kebutuhan pasien.
- Menjalani pemeriksaan penunjang seperti pencitraan resonansi magnetik (MRI) ulang untuk melihat area otak yang terdampak atau elektromiografi untuk menilai fungsi saraf dan otot.
- Mempersiapkan mental, antara lain lewat dukungan keluarga.
- Mempersiapkan fisik, termasuk dengan bantuan ahli gizi untuk menyusun menu makanan bernutrisi.
Prosedur dan Pelaksanaan Terapi Pasca-Stroke
Prosedur terapi pasca-stroke bergantung pada jenis rehabilitasi yang dilakukan. Pelaksanaannya bersifat dinamis dan disesuaikan dengan kemajuan pasien. Berikut ini gambaran umumnya:
- Transcranial Magnetic Stimulation (TMS) menggunakan gelombang magnetic untuk stimulasi otak.
- Fisioterapi: Dimulai dengan latihan di tempat tidur, latihan rentang gerak, lalu latihan duduk, berdiri, menyeimbangkan berat badan, dan akhirnya berjalan.
- Terapi okupasi, misalnya dengan menggunakan simulator dapur atau kamar mandi untuk beraktivitas. Latihan fungsi tangan dengan berbagai alat dan kegiatan juga bisa dilakukan. Untuk gangguan kognitif, terapis akan memberikan latihan memori dan pemecahan masalah.
- Terapi wicara-bahasa dengan teknik manuver tertentu dan modifikasi tekstur makanan. Untuk afasia, terapi bisa berupa latihan menemukan kata, memahami kalimat, hingga terapi musik.
Perawatan Terapi Pasca-Stroke
Rehabilitasi tidak hanya dilakukan pada saat sesi terapi. Pasien akan diminta meneruskan rehabilitasi di rumah yang akan sangat membantu keberhasilan terapi pasca-stroke. Tim rehabilitasi akan memberikan home exercise program berupa serangkaian latihan khusus yang harus dilakukan pasien secara rutin di rumah dengan pengawasan keluarga.
Hal lain yang juga penting termasuk:
- Modifikasi lingkungan rumah, misalnya mengganti karpet yang licin, memasang pegangan di kamar mandi, dan mengatur tata letak rumah agar aman dan mudah dilalui.
- Dukungan nutrisi dan hidrasi dari diet sehat dan kaya antioksidan serta asupan cairan untuk kesehatan otak dan pemulihan umum.
- Konsumsi obat pengencer darah, penurun kolesterol, atau pengontrol tekanan darah sesuai dengan anjuran dokter.
- Bergabung dan beraktivitas dengan kelompok sesama penyintas stroke untuk memulihkan kondisi psikologis.
Adakah Efek Samping Setelah Terapi Pasca-Stroke?
Terapi pasca-stroke dirancang agar aman bagi pasien. Namun dalam prosesnya ada beberapa hal yang wajar terjadi, seperti:
- Kelelahan setelah aktivitas terapi.
- Nyeri otot ringan.
- Frustrasi atau emosi naik-turun.
Efek samping yang lebih serius, seperti terjatuh, jarang terjadi jika terapi diawasi secara cermat dan mengikuti pedoman dari tim rehabilitasi.
Terapi Pasca-Stroke di Primaya Hospital
Primaya Hospital memahami bahwa pemulihan pasca-stroke adalah proses yang memerlukan layanan terbaik. Dengan komitmen memberikan layanan tersebut, Primaya Hospital menyediakan berbagai terapi pasca-stroke yang berfokus pada kebutuhan pasien. Tim lintas disiplin Primaya Hospital akan membantu penyintas stroke meningkatkan kualitas hidup secara optimal melalui program rehabilitasi yang aman dan sesuai.
Ditinjau oleh
dr. Anastasia Juliana, Sp.N, Subsp. NGD (K)
Dokter Spesialis Saraf Subspesialis Neurodegeneratif
Primaya Hospital Makassar
Referensi
- Stroke. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/stroke. Diakses 12 Januari 2026
- Kenali Stroke dan Penyebabnya. https://ayosehat.kemkes.go.id/kenali-stroke-dan-penyebabnya. Diakses 12 Januari 2026
- Post-Stroke Rehabilitation. https://www.stroke.org/en/life-after-stroke/stroke-rehab/post-stroke-rehabilitation. Diakses 12 Januari 2026
- Exploring the transformative influence of neuroplasticity on stroke rehabilitation: a narrative review of current evidence. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10473303/. Diakses 12 Januari 2026
- Harnessing neuroplasticity for clinical applications. https://academic.oup.com/brain/article/134/6/1591/369496. Diakses 12 Januari 2026
- Guidelines for Adult Stroke Rehabilitation and Recovery. https://www.ahajournals.org/doi/10.1161/STR.0000000000000098. Diakses 12 Januari 2026
- Stroke rehabilitation. https://www.thelancet.com/journals/lancet/article/PIIS0140-6736(11)60325-5/abstract. Diakses 12 Januari 2026


