• Emergency
  • 150 108

Daftar Vaksin Penting Sebelum Hamil

Daftar Vaksin Penting Sebelum Hamil

Hingga saat ini, penyakit menular berbahaya seperti hepatitis dan campak masih ada di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Penyakit ini tak kenal korbannya, dari anak-anak hingga orang tua, pria, wanita, sampai ibu hamil. Karena itu, ada rekomendasi daftar vaksin yang penting bagi wanita sebelum hamil.

 


Mengenal Vaksinasi Sebelum Kehamilan

Bagi wanita, terutama yang tengah merencanakan kehamilan, vaksinasi mungkin menjadi topik pembahasan yang mengkhawatirkan. Sebab, di luar sana banyak kesalahpahaman mengenai keamanan vaksin terkait dengan kehamilan. Kekeliruan ini tak pelak menimbulkan kebingungan, bahkan ketakutan yang sebenarnya tak perlu ada bila sudah paham soal manfaat vaksinasi.

Faktanya, justru dokter dan pakar kesehatan merekomendasikan sejumlah vaksin yang sebaiknya diterima sebelum kehamilan. Daftar vaksin ini, yang didukung banyak bukti dari penelitian, dipandang perlu bagi wanita yang hendak hamil untuk melindungi diri dan bayinya kelak dari penyakit menular yang dapat dicegah lewat imunisasi.

Selama kehamilan, sistem kekebalan tubuh secara alami menjadi lebih lemah dari biasanya. Artinya, ibu hamil lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit tertentu yang dapat membahayakan ibu dan bayi Anda yang sedang berkembang.

Vaksinasi adalah cara sederhana dan efektif untuk melindungi ibu dan bayi dari infeksi tertentu. Sebelum hamil, periksa apakah sudah mendapat vaksin terkini mencegah penyebab penyakit tersebut. Seperti halnya vaksinasi rutin seperti tetanus dan polio, ibu hamil harus memiliki kekebalan terhadap hepatitis B, campak, gondongan, rubela, cacar air (varicella), batuk rejan (pertusis), dan influenza.

 

Siapa yang Memerlukan Vaksinasi?

Semua wanita dianjurkan untuk mendapatkan vaksin sebelum hamil karena beberapa dari daftar vaksin ini tidak direkomendasikan selama kehamilan. Namun, jika tidak dapat menerima vaksin ini sebelum kehamilan, berkonsultasilah dengan dokter apakah perlu mendapat vaksin susulan saat hamil atau setelah bayi lahir.

Sebelum menerima vaksinasi apa pun, beri tahu dokter atau petugas vaksinasi jika ibu memiliki alergi parah atau jika pernah mengalami reaksi alergi parah terhadap vaksin. Alergi adalah reaksi terhadap sesuatu yang ibu sentuh, makan, atau hirup yang membuat ibu bersin, gatal, ruam, atau kesulitan bernapas.

Misalnya, beberapa vaksin dibuat dengan telur. Jika ada alergi berat terhadap telur, vaksin tersebut dapat menyebabkan reaksi alergi yang berat pula. Jika memiliki alergi, beri tahu dokter agar mendapat vaksin yang sesuai dan lebih aman.

 

Daftar Vaksinasi untuk Wanita Sebelum Hamil

Daftar vaksin sebelum hamil memuat setidaknya tujuh jenis vaksin yang punya beragam fungsi, yakni:

  1. MMR
Baca Juga:  Benarkah Konsumsi Buah Berpengaruh Terhadap Perkembangan Otak Janin?

Penyakit campak, gondongan, dan rubela masih menjadi masalah global yang serius. Vaksin MMR bertujuan melindungi para calon ibu serta bayinya dari ketiga penyakit itu. Campak bisa memicu infeksi paru-paru dan kerusakan otak. Gondongan dapat mempengaruhi bayi, antara lain mengalami tuli, meningitis, dan gangguan pernapasan. Sedangkan rubela bisa menyebabkan cacat bawaan. Semua penyakit itu juga bisa berujung pada kematian/keguguran.

  1. Influenza

Influenza adalah penyakit musiman yang sangat mudah menular. Vaksin flu berguna mencegah tertular penyakit ini. Bila belum menerima vaksin influenza tapi sudah hamil, ibu tetap bisa divaksin tapi dengan vaksin yang terbuat dari virus yang dimatikan.

  1. Varicella

Vaksin ini penting khususnya bagi calon ibu yang belum pernah menerimanya. Vaksin varicella berfungsi melindungi dari risiko terkena cacar air. Ada risiko tinggi janin mengalami cacat bawaan bila ibu tertular cacar air pada awal kehamilan. Adapun bila terkena infeksi pada trimester ketiga kehamilan, bayi berisiko terkena cacar air parah setelah lahir.

  1. HPV

HPV atau human papillomavirus dapat menyebabkan kanker serviks bagi perempuan, termasuk ibu hamil. Vaksin HPV bertujuan mencegah infeksi penyakit tersebut. Ibu hamil yang terinfeksi HPV juga mungkin harus menjalani persalinan caesar bila ada risiko persalinan normal akibat infeksi pada jalan lahir bayi.

  1. PCV

Vaksin PCV atau pneumococcal conjugate vaccine bisa melindungi ibu dan janin dari risiko infeksi bakteri pneumokokus yang dapat menyebabkan pneumonia, meningitis, dan bakteremia.

  1. Hepatitis B

Penyakit hepatitis B yang diderita ibu hamil bisa menular ke janin hingga menyebabkan kerusakan hati atau bahkan keguguran. Selain itu, ada risiko janin terlahir dengan hepatitis B pula. Untuk mencegahnya, ibu perlu mendapat vaksin hepatitis B sebelum hamil.

  1. TDaP

Ada tiga jenis penyakit yang bisa dicegah dengan vaksin ini, yakni tetanus, difteri, dan pertusis. Bila terkena salah satu saja dari penyakit itu, ada risiko kesehatan bagi ibu dan janin saat kehamilan.

 

Manfaat Vaksinasi Sebelum Kehamilan

Vaksin penting bagi ibu yang menginginkan kehamilan yang sehat. Vaksin ini membantu melindungi ibu dan bayi dari penyakit serius. Beberapa penyakit sangat berbahaya bagi ibu hamil serta bayinya dan dapat menyebabkan cacat lahir, kelahiran prematur, keguguran, dan kematian. Banyak dari penyakit ini dapat dicegah melalui vaksinasi.

Penting untuk mengetahui vaksin mana yang Anda butuhkan sebelum, selama, dan setelah kehamilan. Yang terbaik adalah daftar vaksin rutin ibu sudah lengkap diterima semua sebelum hamil. Ini penting karena beberapa vaksin yang bisa memberikan perlindungan tidak dapat diberikan selama kehamilan. Selain itu, pastikan waktu vaksinasi sudah tepat agar mendapat manfaat yang maksimal.

Baca Juga:  Kelebihan dan Efek Samping Pemeriksaan USG 4D

 

Apakah Ibu Hamil Wajib Vaksin Covid?

Vaksinasi Covid-19 adalah program untuk menghentikan pandemi secara global. Berdasarkan penelitian, ibu hamil sudah bisa menerima vaksin Covid-19. Vaksin ini penting untuk melindungi ibu hamil dari infeksi virus corona yang bisa menyebabkan kelahiran prematur. Selain itu, vaksin ini bisa mengurangi risiko dirawat di rumah sakit akibat gejala yang parah.

Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) juga sudah merekomendasikan pemberian vaksin Covid-19 bagi ibu hamil yang usia kehamilannya 13 minggu ke atas. Daftar vaksin Covid-19 yang tersedia, baik yang berasal dari virus yang dimatikan seperti AstraZeneca dan Sinovac ataupun mRNA seperti Pfizer dan Moderna, diketahui aman untuk ibu hamil. Meski begitu, tetap perlu konsultasi dengan dokter sebelum menerima vaksin Covid.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Dalam daftar vaksin bagi wanita sebelum hamil, ada efek samping yang mungkin terjadi dengan tingkat keparahan berbeda-beda. Bila merasakan efek samping, tetap tenang dan ikuti arahan dari dokter untuk meredakan gejala itu. Efek samping yang biasanya terjadi antara lain:

  • Nyeri
  • Demam ringan
  • Kelelahan
  • Pusing
  • Bengkak kemerahan pada area yang disuntik

Bila gejala itu tak juga mereda atau terjadi reaksi alergi seperti jantung berdebar-debar, berkeringat dingin, kejang, hingga pingsan, segera datangi dokter agar mendapat penanganan medis secepatnya.

 

Ditinjau oleh:

dr. M Farhan Djamal Hasan, Sp.OG

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan

Primaya Evasari Hospital

 

Referensi:

Vaccines and immunization. https://www.who.int/health-topics/vaccines-and-immunization#tab=tab_1. Diakses 17 November 2021

Why Maternal Vaccines Are Important. https://www.cdc.gov/vaccines/pregnancy/hcp-toolkit/important-maternal-vaccines.html. Diakses 17 November 2021

Pregnant women’s perceptions of risks and benefits when considering participation in vaccine trials. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7471759/. Diakses 17 November 2021

COVID-19 and pregnancy: Staying safe, giving birth and getting vaccinated. https://www.unicef.org/rosa/stories/covid-19-and-pregnancy. Diakses 17 November 2021

Ibu Hamil Aman Divaksin Covid-19. https://yankes.kemkes.go.id/read/333/ibu-hamil-aman-divaksin-covid-19. Diakses 17 November 2021

Bagikan ke :

Promo

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.