Selain asam folat, asupan yang paling dibutuhkan ibu hamil adalah kalsium. Fungsi kalsium untuk ibu hamil menjadi hal utama dalam memperkuat tulang dan gigi calon buah hati. Bukan hanya penting bagi bayi, kalsium juga membantu mengurangi risiko hipertensi dan preeklamsia ibu.
Sebab, setiap hari janin mengalami proses pertumbuhan sangat pesat. Ada banyak jaringan tubuh yang terus berkembang setiap menitnya, salah satunya tulang dan gigi. Baik tulang maupun gigi, mulai terbentuk sejak masih berada di dalam kandungan. Sehingga, untuk mendukung proses pertumbuhan, bumi (ibu hamil) membutuhkan asupan kalsium cukup.
Mengenal Seberapa Banyak Kebutuhan Kalsium untuk Ibu Hamil
Pada dasarnya, kebutuhan kalsium ibu hamil sebanyak 1.200-1.400 mg per hari. Apabila bumil tidak memenuhi asupan kalsium harian, tentu memiliki risiko mengalami beberapa gangguan kesehatan yang berdampak pada ibu ataupun tumbuh kembang janin.
Kalsium untuk ibu hamil, merupakan mineral utama yang dibutuhkan selama masa kehamilan. Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi 2019, kebutuhannya selama kehamilan relatif sama setiap trimesternya. Baik itu trimester pertama, kedua, maupun ketiga, kebutuhan akan kalsium sebesar 1,200 mg per harinya.
Sedangkan, untuk kebutuhan kalsium per usia ibu ketika tengah mengandung beragam. Pada usia ≤ 18 tahun, kebutuhan akan kalsium per hari sebesar 1,400 mg. Untuk usia 19-29 tahun, kebutuhan kalsium per hari sebesar 1,300 mg. Sedangkan untuk usia 30-49 tahun, kebutuhan akan kalsium harian sebesar 1,200 mg.
Fungsi Kalsium Bagi Ibu Hamil
Pada janin yang berkembang, tentu membutuhkan kalsium untuk membangun tulang dan gigi, agar menjadi jauh lebih kuat. Kandungan kalsium membantu perkembangan jantung, saraf, sekaligus otot jadi sehat. Asalkan mengkonsumsi tepat, membantu mengembangkan irama jantung normal dan kemampuan pembekuan darah bayi berjalan semestinya.
Dengan memenuhi asupan kalsium untuk ibu hamil, menjadi amat penting selama tiga bulan terakhir kehamilan. Tepatnya, saat pertumbuhan bayi sedang pesat-pesatnya.
Pada saat asupan kalsium tidak terpenuhi sepenuhnya, otomatis bayi akan mengambil dari tulang ibu. Alhasil, hal ini akan mengganggu kesehatan, sebab tanpa disadari berdampak pada peningkatan risiko pengeroposan tulang secara dini.
Manfaat
Jika bumil memiliki cukup asupan kalsium, otomatis kesehatan ibu dan pertumbuhan janin berkembang dengan baik. Sebaliknya, jika ibu hamil kekurangan kalsium, otomatis tubuh akan mengambil cadangan kalsium dari tulang supaya bisa memenuhi kebutuhan janin. Tanpa kalsium cukup, bisa dipastikan ibu dan calon buah hati banyak alami masalah yang berimbas pada kesehatan keduanya. Itulah mengapa kehadiran kalsium amat sangat penting, sebab memberi manfaat:
- Pembentukan tulang dan gigi janin.
- Menjaga kesehatan tulang ibu.
- Mengurangi risio preeklampsia, yang ditandai dengan tekanan darah tinggi pada bumil.
- Mendukung fungsi otot dan saraf.
- Membantu perkembangan jantung janin.
Sumber Kalsium
Ketika mendengar kata kalsium, pasti langsung teringat pada susu. Walaupun susu menjadi salah satu sumber kalsium praktis, sekaligus mudah dikonsumsi. Namun, ada beberapa bumil tidak menyukai, bahkan mual hanya dengan mencium baunya saja. Hal ini, tentu menjadikan kebutuhan kalsium ibu hamil tidak bisa terpenuhi dari susu. Sehingga, memerlukan sumber makanan pendamping yang memiliki kandungan kalsium cukup. Adapun rekomendasi asupan kalsium.
- Produk olahan susu, seperti yogurt rendah lemak, roti, dan keju, dengan takaran konsumsi cukup per harinya.
- Ikan tinggi kalsium, khususnya yang mengandung omega 3.
- Sayuran hijau, seperti bayam, brokoli, kale, dan kangkung.
- Kacang dan Biji-bijian, seperti almond, walnut (kenari), kacang merah, kedelai, kacang polong, chia seed, dan kuaci.
- Buah-buahan.
Risiko
Bagi bumil yang kekurangan kalsium, biasanya tidak menimbulkan gejala khas. Tak heran jika banyak ibu hamil tidak menyadari jika kebutuhan hariannya belum terpenuhi. Kalsium yang tidak terpenuhi selama masa kehamilan, berdampak pada kesehatan ibu dan janin.
Beberapa penelitian menunjukkan jika asupan kalsium rendah, otomatis berkaitan dengan tingginya risiko gangguan tekanan darah, termasuk hipertensi dan preeklamsia.
Kekurangan kalsium jangka panjang, sangat memengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan buah hati. Adapun risiko yang sering dialami, seperti kelahiran prematur, BBLR (bayi lahir dengan berat badan rendah), dan pertumbuhan janin tidak optimal.
Bagi ibu dengan asupan kalsium rendah, membuat kebutuhan mineral selama kehamilan tidak bisa terpenuhi sepenuhnya. Sehingga berpotensi mempengaruhi kesehatan tulang jangka panjang.
Tanda Ibu Hamil Kekurangan Kalsium
Kekurangan kalsium pada ibu hamil, rata-rata tidak menimbulkan gejala apapun. Namun, gejala akan berkembang seiring perkembangan kondisi janin. Jika dibiarkan terus menerus, bisa semakin parah dan akan muncul gejala:
- Kram otot kaki, punggung, dan juga lengan.
- Kemutan (mati rasa) pada tangan, kaki, hingga wajah.
- Nyeri tulang dan gigi.
- Kuku dan rambut mudah rapuh.
- Gangguan saraf dan suasana hati.
Cara Memenuhi Kebutuhan Kalsium
Supaya kebutuhan kalsium ibu hamil terpenuhi setiap hari, serta manfaat kalsium diserap optimal oleh buah hati. Para ibu hamil bisa mencoba beberapa cara berikut:
- Konsumsi Makanan Tinggi Kalsium: Usahakan setiap hari konsumsi kombinasi olahan seperti susu, ikan, sayuran hijau, dan kacang-kacangan supaya kebutuhan harian mudah tercapai.
- Konsumsi Sumber Vitamin D: Bisa didapat dari ikan berlemak (sarden, salmon), susu (bisa produk olahannya), telur, makanan fortifikasi, dan paparan sinar matahari pada pagi hari.
- Hindari Penghambat Penyerapan Kalsium: Menurut Bone Health & Osteoporosis Foundation, ada beberapa minuman yang mengurangi penyerapan kalsium, jika dikonsumsi berlebihan. Baik itu teh, kopi, dan minuman bersoda, semua memiliki risiko besar jika sering dikonsumsi bumil. Sehingga usahakan menghindari selama masa kehamilan.
- Konsumsi Suplemen Sesuai Anjuran Dokter: Dengan dosis dan jenis suplemen, disesuaikan kondisi masing-masing ibu hamil.
Waktu Tepat Konsultasi ke Dokter
Ibu hamil sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter obgyn ketika mulai merasakan gejala awal kekurangan kalsium. Bisa juga secara rutin pada jadwal pemeriksaan kehamilan (ANC), khususnya pada saat kandungan memasuki usia 20 minggu, tepatnya ketika kebutuhan kalsium janin meningkat pesat.
Jika bumil merasakan nyeri tulang, tensi naik. kram yang mengganggu aktivitas, sulit makan dan muntah, intoleransi susu buruk, preeklampsia, dan sulit memenuhi nutrisi. Segera lakukan tindakan cepat dan tepat, dengan menjalani pemeriksaan menyeluruh. Semakin awal penanganan, otomatis semakin tepat pula pemberian kalsium untuk ibu hamil.
Ditinjau oleh
dr. Raden Wawan Kurniawan, Sp.OG, MKes
Spesialis Kebidanan dan Kandungan
Primaya Hospital Tangerang


