Deteksi Down Syndrome Pada Janin

down syndrome pada janin, rs awal bros, rumah sakit awal bros tangerang

Setiap ibu mendambakan dapat memiliki bayi yang sehat. Sekarang ini, untuk memastikan kesehatan janin tersebut selama kehamilan dapat melalui serangkaian tes agar mengetahui apakah terdapat kelainan dan lainnya. Misalnya untuk mendeteksi down syndrome pada janin.

Dr. Rizky Azenda, SpOG selaku Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dari Primaya Hospital Tangerang menjelaskan bahwa deteksi down syndrome pada janin dalam kandungan dapat dilakukan semenjak usia kehamilan 9 – 11 minggu dengan menggunakan NIPT (Non Invasive Prenatal Testing). NIPT ini berguna untuk melihat sel janin yang sangat sedikit terlarut di darah ibu.

Pada usia kehamilan 11-15 minggu deteksi down syndrome pada janin bisa menggunakan USG Trimester Pertama yaitu NT (Nuchal Translucency), Nasal Bone, Ductus Venosus, Regurgitasi Trikuspid. Memasuki usia kehamilan 22-26 minggu deteksi tersebut dapat dilakukan menggunakan Soft Marker USG, Dolicocephaly, Doucle Buble, Echogenic Intracardiac Echo, Hyperecjogenic Bowel dan Nuchal Fold. “Tapi deteksi pasti janin terhadap down syndrome bisa menggunakan NIPT atau Amniocentesis Karyotyping,” ujar Dokter Rizky.

Baca Juga:  Primaya Hospital Lakukan TEVAR Pada Aorta Jantung

Janin terkena down syndrome karena adanya kelainan kromosom atau pembelahan kromosom 21 yang tidak sempurna. Sehingga bukannya sepasang atau 2 namun kromosom tersebut menjadi 3 atau disebut trisomi 21. Faktor risikonya janin tersebut down syndrome adalah usia pasangan diatas 35 tahun, perokok dan mengonsumsi alkohol.

Pencegahan Down Syndrome Pada Janin Menurut Dokter Primaya Hospital

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dari Primaya Hospital Tangerang, Dr. Rizky Azenda, SpOG mengatakan bahwa biasanya para ibu tidak merasakan adanya perbedaan pada gejala kehamilan atas janin yang terkena down syndrome. Menurut Dokter Rizky down syndrome hanya bisa dicegah dengan PGS (Preimplantation Genetic Screening) pada saat IVF (In Vitro Fertilisation) atau bayi tabung. “Namun down syndrome bisa dikurangi risikonya dengan menikah dan hamil saat usia dibawah 35 tahun. Juga menjalankan pola makan dan gaya hidup sehat, mengonsumsi vitamin prenatal,” terangnya.

Baca Juga:  Persiapan Melahirkan Untuk Ibu Positif Covid-19

Bilamana sudah mengetahui bahwa janin tersebut down syndrome sebaiknya para ibu berusaha untuk mengoptimalisasi potensi janin saat kehamilan. Proses persalinan terbaik bag janin down syndrome tergantung indikasi onstetri pada saat usia kehamilan 9 bulan, apakah posisinya melintang atau plasenta pervia.

Apabila sudah terlahir sebagai bayi down syndrome, maka cara terbaik membesarkannya adalah para orang tua hendaknya membaca referensi serta berkomunikasi yang baik dengan dokter tumbuh kembang anak, disertai mengikuti terapi bicara dan terapi perkembangan anak. Tidak pula tetap penuhi anak tersebut dengan penuh kasih sayang. Para anak dengan down syndrome tetap bisa menggapai cita-cita mereka untuk mendapatkan pendidikan tinggi dan sebagainya.

Pusat Layanan Ibu dan Anak merupakan salah satu keunggulan Primaya Hospital. Lakukanlah pemeriksaan kehamilan demi kesehatan ibu dan anak. Primaya Hospital memiliki dokter kandungan dan dokter anak yang handal di bidangnya. Pusat Layanan Ibu dan Anak difasilitasi dengan pemeriksaan kehamilan USG 3D dan pemeriksaan kehamilan USG 4D oleh dokter obgyn. Primaya Hospital juga menyediakan medical check up dengan dokter spesialis kandungan. Temukan jadwal dokter obgyn kami di sini untuk melakukan konsultasi dokter kandungan.

Baca Juga:  Hindari Obesitas Tapi Jangan Diet Sembarangan

 

Ilustrasi gambar oleh Luma Pimentel

Artikel terkait:

Bagikan ke :