• Ambulance
  • 150 108
  • Chatbot

Keputihan Saat Hamil: Apakah berbahaya?

Keputihan Saat Hamil Apakah berbahaya

Peningkatan jumlah cairan (keputihan) sangat sering dikeluhkan oleh ibu hamil. Seringkali ibu hamil menganggap bahwa adanya cairan berlebih dari jalan lahir adalah normal dan bawaan hamil. Namun bunda bunda harus tahu, peningkatan cairan berlebih juga bisa karena infeksi  pada area genitalia (vagina dan leher Rahim). Infeksi pada area genitalia dapat meluas ke dalam rahim dan menginfeksi  selaput ketuban sehingga ketuban pecah dini (ketuban pecah sebelum persalinan pada kehamilan cukup bulan) pada janin dan menimbulkan persalinan premature. Sehingga bunda bunda perlu mengenali keputihan karena infeksi dalam kehamilan

 

buat jani dokter primaya

Mengenal Keputihan Saat Hamil

Pada wanita usia reproduktif, jumlah cairan vagina sekitar 1-4 mm per 24 jam, dan berwarna transparan, tebal atau tipis (tergantung siklus haid) dan tidak berbau atau gatal.

Keputihan yang normal adalah cairan yang diproduksi oleh lapisan  dalam saluran rahim bersama dengan sel epitel vagina yang luruh,  flora normal vagina dan transudate vagina.

Terganggunya ekosistem pada area kemaluan akan menimbulkan suatu kondisi yang kondusif untuk perkembangan flora pathogen vagina yang memicu infeksi dan mengahsilkan cairan yang sangat berlebihan. Beberapa factor yang mengganggu ekosisiem vagina adalah penyakit menular seksual, penggunaan antibiotic, adanya benda asing, perubahan kadar hormon estrogen, pemakaian antiseptic, kehamilan, aktivitas seksual dan metode kontrasepsi tertentu

Pada masa kehamilan, terjadi perubahan pada tubuh perempuan termasuk perubahan hormon. Salah satu yang sering muncul adalah peningkatan hormon estrogen dan progesterone  sehingga cairan keputihan saat hamil atau leukorrhea, seperti dikutip dari American Pregnancy, lebih banyak daripada biasanya. Keputihan saat hamil pada umumnya dianggap sebagai hal yang normal selama tidaak disertai gejala lain yang mencurigakan seperti berwarna selain bening, seperti berbau tidak sedap, menyebabkan gatal-gatal, , atau muncul rasa nyeri di sekitar organ reproduksi.

Namun tidak semua keputihan normal. Infeksi bakteri, virus, jamur atau parasite dapat memicu terjadinya keputihan yang tidak normal.Dibutuhkan pemeriksaan dokter untuk memastikan apakah keputihan yang terjadi normal atau akibat infeksi.

 

Gejala

Gejala keputihan saat hamil yang normal sama dengan gejala keputihan pada umumnya. Gejala yang utama tentu keluarnya cairan dari vagina. Cairan ini keluar tiap hari dengan warna putih atau jernih, kental, seperti lendir, serta tak berbau atau hampir tak ada bau sama sekali. Jumlahnya mungkin lebih banyak daripada keputihan sebelum hamil, biasanya terjadi peningkatan jumlah atau perubahan cairan menjelang akhir masa kehamilan.

Baca Juga:  Ketuban Pecah Dini, Apa yang Perlu Dipersiapkan?

Sedangkan gejala keputihan saat hamil yang bisa jadi menandakan infeksi antara lain:

  • Berbau tidak sedap
  • Gatal-gatal di area kewanitaan
  • Warna cairan berwarna hijau, kuning, cokelat, atau kemerahan
  • Area kewanitaan terasa nyeri atau tidak nyaman
  • Cairan keputihan jauh lebih banyak dari biasanya

 

Penyebab

Penyebab keputihan saat hamil yang normal adalah perubahan hormon. Saat hamil, terjadi perubahan hormon yang signifikan pada wanita. Akibatnya, produksi lendir di dalam vagina akan meningkat sehingga terjadi keputihan yang lebih banyak dari biasanya. Aktivitas seksual saat hamil juga bisa meningkatkan produksi lendir dalam vagina dan menyebabkan keputihan.

Adapun penyebab keputihan saat hamil lainnya meliputi:

  • Infeksi jamur atau bakteri pada area kewanitaan
  • Kurang menjaga kebersihan area kewanitaan
  • Kondisi medis lain, seperti infeksi saluran kemih dan diabetes
  • Penyakit menular seksual

 

Cara Dokter Mendiagnosis Keputihan Saat Hamil

Ada setidaknya tiga cara dokter untuk mendiagnosis keputihan saat hamil, yaitu pemeriksaan fisik, tes laboratorium, dan pemeriksaan ultrasonografi (USG). Dokter yang biasanya membuat diagnosis adalah spesialis kandungan. Dalam pemeriksaan fisik, dokter akan mengecek kondisi area kewanitaan dan memeriksa tanda infeksi atau kondisi medis lain. Dokter juga mungkin perlu memeriksa cairan atau lendir keputihan untuk mengecek warna dan baunya.

Lewat tes laboratorium, dokter akan mengambil sampel darah, urine, atau cairan keputihan. Sampel ini akan dibawa dan dites di laboratorium guna memastikan penyebab keputihan. Sedangkan pemeriksaan USG bisa jadi dilakukan untuk memeriksa kondisi organ reproduksi dalam rahim.

 

Cara Mengatasi Keputihan Saat Hamil

  • Cara mengatasi keputihan saat hamil disesuaikan dengan penyebabnya
  • Jika keputihan normal dan tak bergejala, tak perlu ada perawatan khusus.
  • Tapi bila keputihan disebabkan oleh infeksi atau problem medis lain, diperlukan pengobatan untuk mencegah terjadinya kondisi yang lebih serius.
  • Pengobatan keputihan abnormal disesuaikan dengan penyebabnya. Dokter kandungan biasanya akan meresepkan obat-obatan, misalnya krim antibiotik atau antijamur, antiparaasit guna mengatasi keputihan infeksi sesuai penyebabnya
  • Guna mencegah iritasi, kebersihan area kewanitaan juga perlu dijaga dengan rajin mencucinya dengan menggunakan air dan sabun yang baik untuk area kemaluan.
  • Hindari pemakaian sabun atau antiseptik dengan kandungan keras untuk area kewanitaan.
  • Minum banyak air putih juga akan membantu mengatasi keputihan saat hamil yang tidak normal.
  • Jaga area kewanitaan tetap kering dan tidak terlalu lembab dengan memakai pakai dalam dan bawahan yang longgar, berbahan katun
  • Terapkan metode personal hygiene yang benar
Baca Juga:  Persiapan Melahirkan dengan Alat Bantu Vakum

 

Komplikasi

Keputihan normal atau fisiologis tidak menyebabkan komplikasi dalam kehamilan. Namun keputihan yang tidak normal bisa menimbulkan komplikasi, seperti:

  • Infeksi saluran kemih yang bisa terjadi ketika bakteri masuk ke kandung kemih. Bila tak segera ditangani, infeksi bakteri ini bisa berkembang menjadi masalah yang lebih serius pada kesehatan ibu dan janin dalam kandungan.
  • Perluasan infeksi bakteri pada rahim dapat memicu infeksi pada selaput ketuban (korioamnionitis) yang bisa menyebabkan ketuban pecah dan memicu persalinan prematur
  • Infeksi dapat memicu kontraksi premature dan persalinan premature. Bayi yang lahir prematur lebih berisiko mengalami gangguan kesehatan, termasuk masalah tumbuh kembang anak

 

Pencegahan

Cara mencegah keputihan saat hamil antara lain:

  • Menjaga kebersihan area kewanitaan
  • Menghindari penggunaan sabun berbahan keras
  • Menghindari produk perawatan kewanitaan berbahan kimia keras yang bisa menimbulkan iritasi
  • Mengonsumsi makanan dan minuman bergizi agar daya tahan tubuh meningkat guna melawan infeksi
  • Berolahraga secara teratur untuk meningkatkan peredaran darah dan menguatkan daya tahan tubuh
  • Menghindari praktik hubungan seksual yang tidak aman dan berisiko mengakibatkan penyakit menular
  • Menjalani pemeriksaan kehamilan secara rutin
  • Tidak mengenakan pakaian dalam yang terlalu ketat
  • Menghindari penggunaan pantyliner atau pembalut harian, gunakan hanya ketika menstruasi dan segera ganti setiap beberapa jam.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Sekali lagi perlu ditekankan, keputihan saat hamil adalah proses alami yang wajar dan secara umum tidak membahayakan kesehatan. Namun bila mendapati gejala keputihan yang mengarah ke kondisi tidak normal, sebaiknya selekasnya datangi dokter untuk menjalani pemeriksaan fisik atau tes untuk memastikan penyebabnya.

 

Reviewer

drChristina SitorusSp.OG

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan

Primaya Hospital Bekasi Barat

Referensi:

  • Is it normal to have vaginal discharge in pregnancy?. https://www.nhs.uk/pregnancy/related-conditions/common-symptoms/vaginal-discharge/. Diakses 1 April 2023
  • Vaginal discharge during pregnancy. https://www.babycenter.com/pregnancy/your-body/vaginal-discharge-during-pregnancy_270. Diakses 1 April 2023
  • Vaginal discharge during pregnancy and associated adverse maternal and perinatal outcomes. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC8377920/. Diakses 1 April 2023
  • Increased vaginal discharge during pregnancy: prevalence, causes, and associated symptoms. https://www.bibliomed.org/mnsfulltext/51/51-1578948957.pdf?1680536918. Diakses 1 April 2023
  • Chapter 172 Vaginal Discharge. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK281/. Diakses 1 April 2023
  • Vaginal Discharge During Pregnancy (Leukorrhea). https://www.whattoexpect.com/pregnancy/symptoms-and-solutions/vaginal-discharge.aspx. Diakses 1 April 2023
  • Vaginal Discharge During Pregnancy. https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/pregnancy-health-wellness/vaginal-discharge-during-pregnancy/. Diakses 1 April 2023
Bagikan ke :

Buat Janji Dokter

Promo

Search

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.