ASI Eksklusif, Tips Pompa ASI agar Hasil Optimal

ASI Eksklusif, Tips Pompa ASI agar Hasil Optimal

Air susu ibu adalah sumber makanan terbaik bagi bayi. Agar bayi mendapatkan manfaat optimal, ibu mesti memberikan ASI eksklusif. Para dokter spesialis anak dan tenaga kesehatan merekomendasikan pemberian ASI eksklusif bagi semua bayi selama tidak ada kondisi medis tertentu atau kontraindikasi.

ASI eksklusif adalah pemberian air susu ibu selama enam bulan tanpa ada penambahan makanan atau minuman lain. Untuk menunjang keberhasilan program ASI eksklusif, ibu kadang membutuhkan pompa ASI, baik dengan tangan maupun alat pompa. Misalnya ibu yang mesti bekerja setelah tiga bulan cuti melahirkan.


Pemberian ASI dengan botol dari hasil pompa masih tergolong ASI eksklusif. Agar hasilnya optimal, tips berikut ini bisa menjadi panduan.

 

Cara Memompa ASI dengan Tangan

Beberapa ibu merasa lebih mudah memompa ASI dengan tangan, khususnya dalam beberapa hari atau pekan-pekan pertama setelah melahirkan. Memompa dengan tangan kadang menghasilkan lebih banyak ASI ketimbang memakai alat. Artinya, peluang keberhasilan pemberian ASI eksklusif lebih besar.

  • Cuci tangan dengan sabun dan air hangat.
  • Siapkan wadah yang bersih untuk menampung susu.
  • Pijat dengan lembut payudara untuk membantu mengalirkan ASI.
  • Telungkupi payudara dengan satu tangan, lalu tangan lainnya membentuk huruf “C” dengan telunjuk dan ibu jari.
  • Pompa dengan lembut payudara, jauhkan jari dan ibu jari beberapa sentimeter dari puting, tepat di luar areola.
  • Lepaskan tekanan, lalu ulangi, bangun ritme.
  • Tetesan akan mulai muncul. Bila tak muncul tetesan, gerakkan sedikit telunjuk dan ibu jari.
  • ASI mulai mengalir. Terus pompa sampai aliran melambat.
  • Saat aliran ASI melambat, gerakkan jari-jari ke bagian lain payudara dan ulangi proses pompa.
  • Beralihlah ke payudara lain jika aliran ASI sudah sangat lambat. Ulangi proses pompa hingga ASI berhenti mengalir sama sekali (kira-kira 20-30 menit).

 

Cara Memompa ASI dengan Alat Pompa ASI

Terdapat dua jenis alat pompa ASI, yakni elektrik dan manual. Ibu bisa menggunakan jenis mana pun sesuai dengan kenyamanannya demi menunjang program ASI eksklusif. Merek pompa pun bervariasi. Seorang ibu mungkin cocok dengan alat pompa A, tapi tidak demikian dengan ibu lain.

Alat pompa ASI manual umumnya lebih murah, tapi prosesnya tidak secepat pompa elektrik. Meski begitu, hasil pompa ASI manual bisa jadi lebih optimal ketimbang pompa elektrik, tergantung kualitas dan cara ibu dalam memompa ASI.

Alat pompa elektrik lebih mudah digunakan karena bekerja secara otomatis menggunakan listrik. Sedangkan alat pompa manual membutuhkan latihan agar bisa memberikan hasil yang optimal. Setiap alat umumnya memiliki panduan penggunaan di boksnya. Pahami dan ikuti panduan tersebut supaya lancar memberikan ASI eksklusif kepada buah hati.

Sebaiknya gunakan alat pompa berbentuk piston atau suntikan karena komponennya mudah dibersihkan. Tidak disarankan memakai pompa berbentuk bohlam atau corong lantaran lebih susah dibersihkan dan tak dapat disterilkan.

 

Tips agar ASI Hasil Pompa Berlimpah

Teknik pompa ASI menggunakan tangan ataupun alat pompa amat menentukan hasilnya. Pastikan cara ibu sudah benar agar hasilnya optimal. Untuk mendukung ASI eksklusif, hasil pompa mesti mencukupi untuk kebutuhan bayi. Ikuti tips ini agar hasil pompa berlimpah.

  • Memompa ASI sesering mungkin. Setelah menyusui langsung, ibu masih bisa meluangkan waktu untuk memompa ASI selama masih bisa mengalir. Begitu juga bagi ibu yang bekerja. Pompalah ASI sebelum berangkat kerja, di tempat kerja, dan begitu pulang kerja.
  • Tenangkan pikiran agar rileks ketika memompa. Hindari stres dan kecemasan karena bisa mengganggu kondisi psikologis sehingga menghambat produksi ASI.
  • Minum banyak air setidaknya delapan gelas sehari. Hindari konsumsi kafein dan minuman bersoda. Selain air putih, jus buah atau sayur bermanfaat untuk ASI.
  • Tingkatkan asupan nutrisi sayur, buah, ikan, susu, daging, dan kacang-kacangan.

ASI eksklusif telah terbukti bermanfaat bagi tumbuh kembang bayi. Maka sebaiknya pastikan bisa memberikan ASI eksklusif kepada bayi selama enam bulan. Bila merasa ada masalah dalam produksi ASI, ibu bisa menemui dokter atau konsultan laktasi untuk menjalani pemeriksaan dan mendapatkan solusi.

 

Narasumber:

dr. Ernawati Kusumaningrum, Sp.A

Dokter Spesialis Anak

Primaya Hospital Bekasi Utara

 

Referensi:

https://www.nhs.uk/conditions/baby/breastfeeding-and-bottle-feeding/breastfeeding/expressing-breast-milk/

https://promkes.kemkes.go.id/manfaat-asi-eksklusif-untuk-ibu-dan-bayi

https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/43593/9789241594974_eng_slides.pdf?sequence=3&isAllowed=y

https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/air-susu-ibu-dan-pengendalian-infeksi

http://digilib.unisayogya.ac.id/4083/1/Pedoman%20malu%20tidak%20memberikan%20ASI%20%20eksklusif%2010%20jan%202017.pdf

Bagikan ke :