• Emergency
  • 150 108
  • Chatbot

Cara Mengembangkan Minat dan Bakat Anak

Cara Mengembangkan Minat dan Bakat Anak

Setiap anak itu unik dan spesial. Semua anak terberkati dengan bakat dan potensi masing-masing yang kelak dapat membuat mereka bersinar. Sayangnya, tak sedikit orang tua yang luput mengidentifikasi bakat ini dan bahkan memaksa anak menjalankan sesuatu yang tak diminati. Tugas orang tua sebenarnya cukup mengamati bakat anak dan juga minatnya agar terus terasah dan terarah.

 


Mengenal Minat dan Bakat

Minat dan bakat adalah dua hal yang berbeda dalam proses tumbuh kembang anak. Minat adalah pengalaman dan aktivitas yang menarik perhatian anak sehingga anak ingin merasakannya. Seorang anak minatnya bisa berubah-ubah sesuai dengan lingkungan sekitarnya, termasuk apa yang ia alami dan rasakan. Pertambahan usia juga turut mempengaruhi perubahan minat anak karena adanya rasa penasaran terhadap suatu hal baru yang sebelumnya tak ditemukan.

Adapun bakat adalah kemampuan anak dalam bidang tertentu yang muncul secara alami atau sering disebut bawaan lahir. Banyak bakat anak yang dimiliki tanpa perlu benar-benar dipelajari layaknya proses belajar di sekolah. Bakat ini tak akan hilang, tapi mungkin terpendam atau tumpul karena tak dimaksimalkan.

Berdasarkan pengertian minat dan bakat itu, ada beberapa poin perbedaan di antara keduanya:

  Minat Bakat
Kemunculan Berubah-ubah Sejak lahir
Proses identifikasi Lebih cepat karena terlihat Sering lama karena terpendam
Stimulus Memerlukan lebih banyak stimulus Bawaan lahir sehingga stimulus lebih sedikit
Kesulitan pengembangan Lebih sulit, butuh latihan yang lebih intensif Lebih mudah, tapi tetap perlu diasah secara mendalam

Si kecil mungkin memiliki minat dan bakat yang berbeda, tapi bisa juga sama. Selain itu, minat bisa jadi lebih berperan dalam kesuksesan kehidupan daripada bakat anak. Ini terjadi ketika bakat tak teridentifikasi sehingga tak terlatih, sementara minat anak bertahan cukup lama dan bisa diarahkan sehingga cukup terasah.

Sebagai contoh, seorang anak memiliki bakat bermain musik tapi dia jarang memainkan alat musik. Lalu anak lain hanya tertarik bermain musik tapi ikut kursus hingga bertahun-tahun. Besar kemungkinan anak yang cuma tertarik itu justru memiliki kemampuan memainkan alat musik yang lebih baik daripada anak yang sebenarnya berbakat di bidang musik tersebut. Dengan kata lain, minat yang ditempa dapat menjadi bakat yang menonjol pada anak.

 

Kapan Anak Mulai Menunjukkan Minat dan Bakatnya?

Para pakar psikologi menyepakati teori multiple intelligence atau kecerdasan majemuk pada setiap orang. Teori ini dirumuskan oleh Howard Gardner, seorang psikolog dan ahli pendidikan. Artinya, semua orang pada dasarnya memiliki kecerdasan masing-masing dengan taraf yang berbeda-beda. Terdapat sembilan jenis kecerdasan, yakni:

  • Linguistik
  • Logika matematika
  • Spasial-visual
  • Interpersonal
  • Intrapersonal
  • Musikal
  • Kinestetik
  • Naturalis
  • Eksistensial
Baca Juga:  Manfaat Tertawa untuk Kesehatan Jantung

Minat dan bakat berkaitan dengan kecerdasan majemuk ini. Seorang anak mungkin memiliki kecerdasan musikal lebih tinggi daripada kecerdasan linguistik, bisa juga sebaliknya, atau kecerdasan lain. Ihwal kapan kemunculan kecerdasan ini, tidak ada rumus pasti pada usia berapa tahun anak mulai menunjukkan minat dan bakatnya.

Namun secara umum orang tua bisa mulai mengidentifikasi minat dan bakat anak pada usia 3 tahun. Tapi tidak tertutup kemungkinan minat dan bakat yang teridentifikasi pada usia ini belum ditemukan atau berubah seiring dengan pertambahan usia. Anak akan terus melakukan eksplorasi terhadap dunia sekitarnya. Pada usia 3 tahun, ia mungkin tertarik menggambar apa pun dan gambarannya pun terbilang bagus. Namun, ketika menginjak usia 5 tahun atau lebih besar, bisa jadi ketertarikannya mengarah ke musik atau bidang lain dan kemampuannya tak kalah baik di bidang tersebut.

 

Cara Orang Tua Mengetahui Minat dan Bakat Anak

Untuk dapat menemukan apa minat dan bakat buah hati, orang tua perlu melakukan pengamatan dengan saksama dan memberikan stimulus secara konsisten. Amati anak ketika melakukan kegiatan sehari-hari. Bila perlu, bikin rekaman dalam bentuk video untuk dapat mengecek aktivitas tersebut dengan lebih detail.

Orang tua juga dapat menyediakan beragam jenis aktivitas untuk mengenali minat dan bakat anak sesuai dengan usianya. Anak akan memilih aktivitas yang menarik perhatiannya. Selain itu, orang tua bisa mengikutkan anak dalam tes minat dan bakat.

Tes minat dan bakat bagi anak biasanya dilakukan oleh pakar psikologi dengan metode tertentu. Orang tua bisa mengikutkan anak dalam tes yang berbeda-beda. Orang tua bisa menggunakan hasil tes ini sebagai salah satu acuan, bukan acuan utama, dalam membimbing anak sesuai dengan minat dan bakat yang didapati.

 

Cara Mengembangkan Bakat Anak

Tak jarang bakat anak sudah terlihat sejak usia dini. Orang tua tinggal mencari cara untuk mengembangkan potensi ini. Berikut sejumlah cara yang bisa dilakukan:

1. Perhatikan minatnya

Minat bisa menjadi awal penemuan bakat. Makin suka anak terhadap suatu hal, makin mungkin bakatnya terdapat dalam hal tersebut. Orang tua mesti memperhatikan ketertarikan itu sebagai langkah pertama untuk mengembangkan minat anak.

2. Beri dukungan

Jika anak tampak senang mencoret-coret dinding, misalnya, orang tua sebaiknya tak buru-buru marah dan melarang kegiatan anak itu. Sebaliknya, beri dukungan dengan memberikan kertas untuk dicoret-coret, juga buku gambar untuk diwarnai. Mungkin bakat sang anak memang di bidang seni lukis.

Baca Juga:  Kesehatan Mental Yang Baik Untuk Pekerja

3. Sediakan peluang eksplorasi

Jangan batasi anak pada satu atau dua bidang saja untuk dieksplorasi. Sediakan sebanyak mungkin peluang eksplorasi agar anak dapat menemukan dan menunjukkan talentanya. Misalnya dengan mendaftarkan anak kursus sesuai dengan minatnya, bisa juga lewat kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

4. Observasi prestasi akademiknya

Bakat anak bisa jadi terlihat dari prestasinya di sekolah. Misalnya anak tampak suka dengan mata pelajaran matematika dan nilainya pun selalu bagus. Atau mungkin anak lebih menikmati pelajaran bahasa atau olahraga. Nilai yang diperoleh anak bisa menjadi panduan untuk menemukan dan mengembangkan bakatnya.

5. Jangan terlalu over-kritik

Sikap kritis terhadap anak terkait dengan minat dan bakatnya diperlukan. Tapi jangan sampai berlebihan. Anak lebih butuh motivasi dan kritik yang membangun daripada luapan emosi atau cemoohan. Saat hasil latihannya kurang baik atau gagal meraih prestasi yang diharapkan, misalnya, sebaiknya tetap berikan pujian dan tanamkan sikap pantang menyerah agar hasilnya lebih baik di lain waktu.

 

Kapan Harus ke Psikolog?

Orang tua dapat kapan pun datang ke psikolog untuk berkonsultasi perihal tumbuh kembang serta minat dan bakat anak. Bila merasa ada gangguan terhadap tumbuh kembangnya, sebaiknya segera jadwalkan konsultasi. Makin cepat gangguan itu teridentifikasi, makin banyak opsi penanganan yang tersedia. Tindakan yang cepat umumnya juga akan memberikan hasil yang lebih baik bagi tumbuh kembang anak.

 

Reviewed by

Ade Dian Komala, M.Psi

Psikolog

Primaya Evasari Hospital

Referensi:

  • About gifted and talented children and teenagers. https://raisingchildren.net.au/preschoolers/play-learning/gifted-talented-children/about-gifted-children. Diakses 5 Oktober 2022
  • Recognizing and Encouraging Interests, Strengths, and Talents of Young Gifted Children. https://nrcgt.uconn.edu/wp-content/uploads/sites/953/2015/04/A9818.pdf. Diakses 5 Oktober 2022
  • What Parents Need to Know About Recognizing and Encouraging Interests, Strengths, and Talents of Gifted Elementary School Children. https://nrcgt.uconn.edu/wp-content/uploads/sites/953/2015/04/A9819P.pdf. Diakses 5 Oktober 2022
  • Identification of gifted and talented children. https://raisingchildren.net.au/preschoolers/play-learning/gifted-talented-children/identification-of-gifted-children. Diakses 5 Oktober 2022
  • Parents’ roles in talent development. https://journals.sagepub.com/doi/full/10.1177/0261429420934436. Diakses 5 Oktober 2022
  • Howard Gardner’s Theory of Multiple Intelligences. https://www.niu.edu/citl/resources/guides/instructional-guide/gardners-theory-of-multiple-intelligences.shtml. Diakses 5 Oktober 2022
Bagikan ke :

Buat Janji Dokter

Promo

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.