Stretch mark adalah kondisi kulit yang sangat umum dan tidak berbahaya secara fisik, tapi kemunculannya sering kali menimbulkan kekhawatiran karena mempengaruhi estetika dan kepercayaan diri banyak orang. Memahami penyebab dan berbagai cara menghilangkan stretch mark penting agar merasa lebih nyaman ketika mengalami kondisi ini. Artikel ini akan mengupas segala hal tentang stretch mark, dari akar penyebabnya hingga berbagai pilihan perawatan yang tersedia, termasuk perbedaannya dengan selulit yang sering disalahpahami.
Apa Itu Stretch Mark?
Stretch mark atau dalam istilah medis dikenal sebagai striae atau striae distensae adalah jenis bekas luka yang muncul di kulit setelah kulit meregang atau menyusut dengan cepat. Stretch mark terlihat seperti garis-garis yang sedikit cekung atau tertekan, menyerupai bekas luka, dan kerap memiliki warna yang berbeda dibanding kulit di sekitarnya.
Ketika stretch mark atau gurat peregangan pertama kali muncul, warnanya bisa bervariasi, tergantung warna kulit. Dalam artikel di National Center for Biotechnology Information, stretch mark bisa terlihat berwarna merah, merah muda, biru, hitam, ungu, atau cokelat kemerahan. Pada tahap awal, yang dikenal sebagai striae rubrae, garis-garis ini mungkin terasa sedikit terangkat atau timbul ketika diraba dan bahkan terasa gatal atau mengalami iritasi.
Seiring dengan waktu, warna stretch mark akan memudar dan garis-garis tersebut akan menjadi lebih cekung, tampak mengkilap, dan berubah menjadi perak atau putih. Tahap ini dikenal sebagai striae albae. Jika meraba stretch mark yang sudah matang, Anda akan merasakan sedikit cekungan di bawah permukaan kulit.
Stretch mark paling sering ditemukan di area tubuh yang mengalami peregangan signifikan, seperti:
- Area perut (abdomen)
- Paha
- Pinggul
- Payudara
- Lengan atas
- Punggung bawah
- Bokong
Penting untuk diingat bahwa stretch mark tidak menular dan tidak dapat menyebar melalui kontak kulit ke kulit.
Penyebab Stretch Mark
Penyebab stretch mark yang utama seringkali berkaitan dengan perubahan hormonal dan pertumbuhan yang cepat. Berikut ini sejumlah penyebab yang umum:
- Kehamilan karena terjadi banyak perubahan pada tubuh, termasuk peningkatan berat badan dan perubahan hormon, yang menyebabkan kulit meregang dengan cepat dan memicu terbentuknya stretch mark.
- Pertumbuhan pesat di masa remaja yang disertai fluktuasi hormon juga dapat menyebabkan pembentukan stretch markselama periode ini.
- Perubahan berat badan, baik penambahan maupun penurunan, membuat kulit harus menyesuaikan diri dengan ukuran tubuh yang berubah.
- Penggunaan krim atau obat kortikosteroid dalam jangka panjang dapat melemahkan kolagen dan elastin di kulit yang bisa memicu stretch mark.
- Ada riwayat stretch mark dalam keluarga, terutama orang tua atau saudara kandung (genetik).
- Binaraga atau latihan beban yang memicu pertumbuhan otot secara pesat sehingga kulit di atas otot pun meregang secara cepat.
- Kondisi medis tertentu yang mempengaruhi produksi kolagen dan elastin atau menyebabkan perubahan berat badan dan hormonal, antara lain:
- Sindrom Cushing (kadar hormon kortisol tinggi)
- Sindrom Marfan (gangguan genetik yang mempengaruhi jaringan ikat, termasuk kulit)
- Sindrom Ehlers-Danlos (kondisi saat kulit sangat elastis dan mudah memar)
Cara Menghilangkan Stretch Mark
Stretch mark tidak bersifat permanen seperti bekas luka lainnya, tapi bisa mengganggu penampilan sehingga banyak orang mencari cara menghilangkanya
Berikut ini beberapa metode yang telah terbukti efektif:
- Penggunaan produk krim dan losion yang mengandung bahan aktif seperti tretinoin atau asam hialuronat dapat membantu memperbaiki tampilan stretch mark. Gunakan obat ini secara rutin tiap hari dengan cara memijatkannya ke kulit selama beberapa minggu.
- Terapi laser untuk membantu merangsang produksi kolagen dan elastin baru di kulit sehingga memperbaiki tekstur kulit atau untuk mengurangi kemerahan dan pembengkakan.
- Microneedling, yakni prosedur yang melibatkan penggunaan jarum kecil untuk merangsang produksi kolagen.
- Chemical peelatau pengelupasan kimia untuk mengangkat lapisan atas kulit guna memulihkan permukaan kulit dan mengurangi tampilan stretch mark.
- Dermabrasi, yakni operasi dengan instrumen khusus untuk mengikis stretch marksehingga memperbaiki kontur kulit dan menghasilkan kulit baru yang lebih halus.
- Mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin dan mineral serta menjaga tubuh tetap terhidrasi untuk mendukung regenerasi kulit dan membantu mengurangi kemungkinan terbentuknya stretch mark.
Dikutip dari penelitian di Journal of Cosmetic and Laser Therapy, penanganan stretch mark biasanya dibagi menjadi dua tujuan utama berdasarkan tahap pembentukannya. Pada tahap striae rubrae, tujuannya adalah mengurangi kemerahan, pembengkakan, dan iritasi. Adapun pada tahap striae albae, fokusnya beralih ke stimulasi produksi kolagen dan serat elastis, peningkatan hidrasi kulit, dan pengurangan peradangan.
Penting untuk dicatat bahwa cara menghilangkan stretch mark paling efektif adalah ketika masih baru dan berwarna merah atau ungu (striae rubrae). Stretch mark yang sudah putih dan matang (striae albae) lebih sulit diobati karena adanya kerusakan jaringan kulit.
Perbedaan Stretch Mark dan Selulit
Meskipun stretch mark dan selulit sering dianggap sama, keduanya adalah kondisi yang berbeda dengan penyebab dan karakteristik masing-masing. Perbedaan utama terletak pada jaringan yang terlibat dan kedalamannya:
Stretch mark
- Terjadi di lapisan dermis (lapisan tengah kulit).
- Hanya melibatkan jaringan ikat (kolagen dan elastin).
- Muncul ketika kulit meregang atau menyusut dengan cepat.
- Dapat muncul di berbagai area tubuh yang mengalami peregangan.
Selulit
- Terjadi di lapisan hipodermis (lapisan lemak di bawah dermis).
- Melibatkan tiga jenis jaringan: jaringan adiposa (lemak), jaringan ikat, dan pembuluh darah/limfatik. Ini membuat selulit jauh lebih kompleks daripada stretch mark.
- Penyebab selulit adalah penumpukan lemak di bawah kulit yang menarik kulit ke dalam sehingga menciptakan tampilan yang tidak rata.
- Memberikan tampilan kulit berlesung atau “kulit jeruk”.
- Paling sering terlihat di paha, bokong, dan perut.
Cara menghilangkan selulit juga mirip dengan stretch mark. Selain penggunaan obat oles dengan bahan aktif seperti kurkumin, asam asiatik, asiatikosida, asam madekasik, dan madekasosida, ada beberapa teknologi yang bisa digunakan sebagai cara menghilangkan selulit. Di antaranya radiofrekuensi dan ultrasonografi untuk mengencangkan kulit dan merangsang produksi kolagen/elastin serta teknologi laser.
Yang juga penting sebagai cara menghilangkan selulit dan stretch mark adalah menerapkan gaya hidup sehat, terutama memastikan kecukupan kebutuhan nutrisi yang penting untuk menjaga kulit sehat.
Meskipun stretch mark umumnya tidak berbahaya dan tidak memerlukan perawatan medis, tak ada salahnya jika hendak berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan, terutama dermatologis, terutama jika sedang hamil atau menyusui. Pastikan berkonsultasi dengan dermatologis bersertifikat untuk mendapatkan perawatan terbaik berdasarkan kondisi kulit, usia, dan berapa lama stretch mark itu ada.
Ditinjau oleh:
dr. Aris Aryadi Tjahjadi Oedi, Sp. KK
Spesiais Dermatovenereologi
Primaya Hospital Betang Pambelum
Refferensi:
- Cellulite: from standing fat herniation to hypodermal stretch marks. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/10698214/. Diakses 3 Juli 2025
- Striae Distensae. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK436005/. Diakses 3 Juli 2025
- Treatment of striae distensae: An evidence-based approach. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/29451986/. Diakses 3 Juli 2025
- Stretch marks: Why they appear and how to get rid of them. https://www.aad.org/public/cosmetic/scars-stretch-marks/stretch-marks-why-appear. Diakses 3 Juli 2025
- Stretch Marks. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/10785-stretch-marks. Diakses 3 Juli 2025
- Stretch marks. https://medlineplus.gov/ency/article/003287.htm. Diakses 3 Juli 2025
- Striae Distensae Treatment Review and Update. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC6615396/. Diakses 3 Juli 2025


