• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Mengenal Penyakit Toksoplasmosis, Infeksi yang Disebabkan Parasit

toksoplasmosis

Penyakit toksoplasmosis mungkin masih terdengar asing di telinga beberapa orang. Toksoplasmosis adalah infeksi yang sering tidak disadari, padahal masalah kesehatan satu ini penting untuk diperhatikan. Terutama bagi ibu hamil dan orang-orang yang memiliki imun lemah atau memiliki gangguan sistem imun, misalnya pada penderita HIV/AIDS, pasien kemoterapi, pasien autoimun, atau pasien pengguna obat imunosupresif. Banyak orang merasa sehat, padahal parasit ini bisa tetap berada di dalam tubuh tanpa menimbulkan gejala

Nah, berikut ini akan kita bahas lebih lanjut tentang toksoplasmosis. Termasuk gejala, penyebab, cara penularan, hingga pencegahannya.

toksoplasmosis

Mengenal Penyakit Toksoplasmosis

Toksoplasmosis adalah infeksi yang terjadi karena parasit bernama Toxoplasma gondii. Menurut CDC (Centers for Disease Control and Prevention), parasit ini ada di seluruh dunia dan bisa bertahan dalam jangka waktu lama di dalam tubuh manusia maupun hewan yang terinfeksi.

Penyakit ini bisa terjadi pada semua populasi. Pada kelompok usia produktif, lanjut usia, termasuk orang hamil, bayi baru lahir, dan orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah.

Parasit Toxoplasma gondii bisa menyebabkan penyakit parah pada manusia. Pada ibu hamil bisa berakibat fatal dikarenakan Toxoplasma gondii dapat menembus plasenta dan menginfeksi janin sehingga dapat menyebabkan kerusakan sistem saraf pada janin, kelainan mata, kelainan kongenital, dan juga dapat menyebabkan kematian janin.

Orang dengan sistem imun rendah pun juga berisiko, karena infeksi ini bisa menyebabkan berbagai penyakit berbahaya. Misalnya, radang otak, radang otot jantung yang menyebabkan gagal jantung, dan infeksi mata serius.

Gejala

Pada orang dengan daya tahan tubuh yang baik, infeksi toksoplasmosis sering kali tidak menimbulkan gejala sama sekali. Karena itu, banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya pernah terinfeksi. Jika muncul, gejalanya biasanya ringan dan mirip flu, seperti demam ringan, rasa lelah, nyeri otot, pembengkakan kelenjar getah bening, terutama di leher.

Pada orang dengan daya tahan tubuh lemah (misalnya penderita HIV/AIDS atau pasien dengan terapi imunosupresif), infeksi ini dapat menjadi lebih serius. Gejalanya dapat berupa sakit kepala berat, kejang, penurunan kesadaran, dan gangguan saraf.

Pada ibu hamil, infeksi sering kali tidak menimbulkan gejala atau hanya ringan. Namun, infeksi ini dapat menular ke janin dan menyebabkan toksoplasmosis kongenital.

Bayi yang terinfeksi sejak dalam kandungan sering kali tampak normal saat lahir. Namun, gejala dapat muncul beberapa bulan hingga bertahun-tahun kemudian, seperti gangguan penglihatan, kejang, keterlambatan perkembangan, dan pembesaran kepala (hidrosefalus).

Penyebab dan Penularan

Penyakit ini disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii dengan kucing sebagai inang. Parasit ini bisa menular pada manusia dari hewan terinfeksi, melalui makanan, hingga melalui ibu ke anak. Berikut penjelasan lebih lanjut tentang penularannya.

  • Penularan dari Hewan

Kucing berperan besar dalam penularan penyakit toksoplasmosis pada manusia lewat fesesnya. Kucing bisa terinfeksi dengan memakan berbagai jenis hewan seperti pengerat, burung, atau hewan lain yang terinfeksi. Parasit kemudian akan berkembang dalam tubuh kucing dan keluar lewat feses hingga mencemari tanah, air, dan lingkungan sekitarnya.

Baca Juga:  Buah untuk Menurunkan Darah Tinggi

Parasit dari feses bisa masuk ke tubuh manusia ketika manusia bersentuhan atau membersihkan kotoran kucing. Dimana, tidak mencuci tangan dan langsung mengonsumsi makanan. Setelah membersihkan kotoran kucing ada peluang tangan terkena kontaminasi parasit, sehingga ikut masuk ke tubuh saat makan. Bukan kucingnya yang berbahaya, tetapi paparan parasit yang tidak disadari melalui kebersihan tangan dan makanan.

  • Penularan Lewat Makanan

Penularan penyakit toksoplasmosis lewat makanan bisa terjadi saat mengonsumsi daging atau kerang yang terkontaminasi dalam kondisi kurang matang atau mentah. Selain itu, penularan juga bisa terjadi saat mengonsumsi makanan yang dipotong dengan pisau yang sudah terkontaminasi parasit Toxoplasma gondii. Parasit dapat berada dalam bentuk kista di dalam jaringan daging dan masuk ke tubuh jika tidak dimasak dengan baik.

  • Penularan dari Ibu ke Anak

Penularan dari ibu ke anak bisa terjadi saat sebelum maupun selama proses kehamilan. Misalnya, saat hamil dalam kondisi terinfeksi parasit, maka parasit bisa menular pada bayi dalam kandungan. Dampaknya, kandungan bisa keguguran, gangguan perkembangan janin, serta bisa menyebabkan kelainan bawaan pada bayi danmasalah kesehatan serius pada bayi di dalam kandungan.

Cara Dokter Mendiagnosis

Untuk mendiagnosis penyakit toksoplasmosis bisa menggunakan metode tes darah atau serologi. Tujuannya untuk mendeteksi antibodi IgG dan IgM terhadap parasit.

Biasanya, antibodi IgM terdeteksi mulai hari ke-5 setelah infeksi dan maksimumnya 1 hingga 2 bulan. Sedangkan antibodi IgG bisa terdeteksi setelah 1 hingga 2 minggu dan mencapai tingkat maksimal selama 3 hingga 6 bulan.

Metode lainnya untuk mendeteksi penyakit ini yaitu dengan PCR. PCR yaitu mendeteksi DNA parasit menggunakan sampel darah, cairan ketuban pada janin, dan cairan tulang belakang.

Kemudian, pada pasien dengan sistem imun yang lemah cara mendiagnosisnya bisa menggunakan MPI atau scan otak. Tujuannya untuk mendeteksi penyebaran parasit ke otak. Pemeriksaan toksoplasmosis tidak hanya melihat hasil tes laboratorium, tetapi juga harus dikaitkan dengan kondisi klinis pasien dan faktor risiko yang dimiliki.

Cara Penanganannya

Penderita toksoplasmosis yang tidak hamil dan tidak mengalami gangguan imun tubuh, gangguannya terbilang ringan. Itu artinya, tidak terlalu membutuhkan perawatan khusus.

Jika pasien mengalami gejala infeksi parasit ini maka penanganannya bisa dengan menggunakan beberapa jenis obat. Misalnya, Pyrimethamine, Leucovorin, Sulfadiazine, dan Azithromycin yang diberikan di bawah pengawasan dokter. Pada pasien dengan daya tahan tubuh lemah atau pada ibu hamil, penanganan toksoplasmosis memerlukan perhatian khusus dan regimen obat yang berbeda, sehingga harus ditangani secara langsung oleh dokter.

Komplikasi

Penyakit toksoplasmosis bisa menyebabkan komplikasi yang cukup berbahaya. Misalnya, menyebabkan radang otak, infeksi otak, dengan gejala awal yaitu kejang dan penurunan kesadaran. Komplikasi lain yaitu toksoplasmosis okular yang bisa menyebabkan gangguan penglihatan dan kerusakan mata yang mempunyai resiko kebutaan permanen. Kemudian, bisa menyebabkan radang jantung yaitu miokarditis, infeksi paru yaitu pneumonia, dan keguguran pada ibu hamil, hingga menyebabkan cacat lahir bawaan yang parah pada bayi.

Baca Juga:  AIDS: Apa Gejala, Bagaiana Mencegah dan Mengobati?

Pencegahan

Untuk mencegah terjadinya infeksi ini ada beberapa cara yang bisa dilakukan seperti berikut:

  • Gunakan sarung tangan dan selalu mencuci tangan setelah bersentuhan dengan kucing. Misalnya, saat membersihkan kotoran kucing, menyentuh kotak pasir kucing, atau menyentuh tanah dan air yang telah bersentuhan dengan kotoran kucing.
  • Jangan makan daging mentah atau setengah matang.
  • Memasak makanan hingga suhu internal mencapai 70 derajat atau lebih dan pastikan matang sempurna. Bekukan daging dalam suhu -12 hingga -15 derajat selama beberapa hari, karena bisa membantu membunuh parasit.
  • Mencuci semua buah dan sayur hingga benar-benar bersih.
  • Mencuci barang-barang yang bersentuhan dengan bahan makanan yang belum dicuci, termasuk daging mentah.
  • Jangan mengonsumsi kerang dan tiram mentah.
  • Jangan mengonsumsi susu kambing yang tidak dipasteurisasi.

Kapan Harus ke Dokter?

Orang yang merasa terinfeksi parasit ini harus segera ke dokter jika mengalami gejala-gejala toksoplasmosis. Apalagi, jika sebelumnya memang sering melakukan kontak dengan kotoran kucing.

Bagi ibu hamil dan orang dengan sistem imun tubuh yang lemah pun harus segera ke dokter. Ini penting untuk mencegah hal-hal buruk lain yang mungkin terjadi.

Penyakit toksoplasmosis menjadi penyakit yang tidak boleh disepelekan. Karena itu, penting untuk selalu menerapkan langkah-langkah pencegahan. Terutama bagi mereka yang memelihara kucing. Jika merasa terinfeksi parasit ini maka segeralah berobat ke dokter.

Kesimpulan

Toksoplasmosis adalah infeksi yang sering tidak disadari, tetapi dapat berdampak serius pada kondisi tertentu.

Sebagian besar kasus memang ringan, namun pada ibu hamil dan orang dengan daya tahan tubuh lemah, infeksi ini dapat menimbulkan komplikasi yang berbahaya.

Karena itu, menjaga kebersihan, pola makan yang aman, dan kewaspadaan terhadap faktor risiko merupakan langkah penting untuk mencegah infeksi ini.

Ditinjau oleh:

dr. Trya Purnamawati, Sp.PD

Spesialis Penyakit Dalam

Primaya Hospital Semarang

Referensi:

Share to :

Cerita Pasien

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Sahabat Sehat Primaya

Select an available coupon below