• Emergency
  • 150 108
  • Chatbot

Berbagai Cara Mengatasi Kaki Pecah-Pecah

Berbagai Cara Mengatasi Kaki Pecah-Pecah

Tumit atau kaki pecah-pecah mungkin tampak sebagai problem penampilan semata. Tapi kondisi yang juga disebut fisura tumit ini dapat menyebabkan masalah medis yang serius. Perlu upaya ekstra untuk mengatasi kondisi ini, termasuk mengidentifikasi penyebabnya, agar pengobatan bisa dilakukan dengan tepat dan tuntas.

 


Kaki Pecah-pecah, Apakah Berbahaya?

Kaki pecah-pecah terjadi ketika kulit di bagian bawah tepi luar tumit menjadi tebal, keras, kering, bersisik, dan tampak retak. Tumit pecah-pecah adalah masalah kaki yang umum. Dalam kebanyakan kasus, jika retakannya kecil, masalah ini menjadi gangguan kecil semata. Misalnya, kaki menjadi tidak sedap dipandang.

Tapi, jika tidak mendapat penanganan memadai dan retakan menjadi lebih dalam, orang yang mengalaminya akan merasakan sakit pada tumitnya saat berjalan. Kaki pecah-pecah juga bisa terinfeksi dan berdarah.

Infeksi pada tumit pecah-pecah dapat menyebabkan selulitis, yakni infeksi bakteri pada kulit dan jaringan di bawahnya. Selulitis terjadi akibat masuknya bakteri lewat luka terbuka pada kulit. Bakteri ini akan menyebar dan membuat kulit menjadi kemerahan, bengkak, dan melepuh. Selulitis adalah masalah medis serius yang butuh penanganan secepatnya karena bisa mengancam jiwa.

Pada penderita diabetes yang mengalami kerusakan saraf atau neuropati sehingga tak bisa merasakan sakit terutama pada kaki, kaki pecah-pecah lebih berbahaya. Sebab, kaki tak terasa sakit meski pecah-pecah dan bisa mengakibatkan ulkus kaki diabetik sehingga harus dirawat di rumah sakit.

 

Siapa Saja Seseorang yang Berisiko Mengalami Kaki Pecah-Pecah?

Kaki pecah-pecah lantaran kehilangan elastisitasnya. Siapa pun bisa mengalami kaki pecah-pecah. Namun ada beberapa kondisi yang membuat seseorang lebih berisiko, antara lain:

  • Berkulit kering
  • Dermatitis atopic (eksim): penyakit kulit berupa gatal-gatal, kering, dan muncul ruam merah
  • Sindrom kaki kering dan basah (juvenile plantar dermatosis): suatu kondisi saat kulit menjadi bersisik dan merah pada telapak kaki anak-anak dan remaja
  • Psoriasis: penumpukan sel kulit yang membentuk sisik dan mengakibatkan bercak-bercak yang gatal dan kering
  • Tinea Pedis : infeksi jamur tipe hiperkeratotik.
  • Keratoderma palmoplantar : penebalan kulit yang tidak normal pada telapak tangan dan kaki
  • Masalah sistemik, seperti diabetes dan hipotiroidisme (kekurangan hormon tiroid)
Baca Juga:  Tips Mengatasi Gatal dan Menghilangkan Bekas Gigitan Nyamuk

 

Penyebab Telapak/Tumit Kaki Pecah-pecah

Ketika terlalu kering, kulit menjadi tak elastis. Pada area kulit yang tertekan, salah satunya tumit atau telapak kaki, akan muncul bercak keras kulit mati atau kapalan yang kadang gatal. Bila terus berjalan dengan kulit yang keras ini, akan muncul retakan kecil pada tumit. Itulah proses yang menyebabkan kaki pecah-pecah.

Tanpa perawatan, retakan akan terus melebar hingga mempengaruhi lapisan kulit yang lebih dalam. Ketika retakan mencapai kapiler atau pembuluh darah halus, bisa timbul perdarahan. Ada beberapa faktor risiko yang membuat kaki pecah-pecah lebih rentan dialami, contohnya:

  • Udara kering
  • Mandi dengan air panas terlalu lama
  • Sering berjalan kaki
  • Kelebihan berat badan
  • Mengenakan sandal atau sepatu terbuka yang membuat kulit kaki terekspos

Kaki tidak memiliki kelenjar minyak layaknya bagian tubuh lain yang bisa menjaga kelembapan kulit. Tubuh melembapkan kaki melalui kelenjar keringat. Pada udara terbuka, keringat yang menguap membuat kaki tetap nyaman, tapi kelembapan kulit ikut hilang sehingga lebih rentan terjadi kaki pecah-pecah.

 

Berbagai Cara Mengatasi Kaki Pecah-pecah

Untuk mengatasi kaki pecah-pecah, Anda harus lebih sering melembapkan kulit kaki yang kering. Gunakan pelembap berbasis minyak pada tumit dua hingga kali sehari untuk mengurangi retakan. Sebelumnya, Anda bisa memakai batu apung untuk menggosok kaki agar kulit mati yang keras hilang dan pelembap bisa terserap secara efektif.

Cara lainnya termasuk:

  • Tidak memakai sepatu dan sandal yang mengekspos tumit
  • Cukup minum air putih agar tidak dehidrasi
  • Tidak berdiri terlalu lama, terutama pada permukaan yang keras
  • Tidur dengan mengenakan kaus kaki
Baca Juga:  Cara Menghilangkan Bruntusan di Jidat

 

Kaki Pecah-pecah Tak Kunjung Sembuh

Kaki pecah-pecah mungkin tak kunjung sembuh meski sudah diberi perawatan di rumah. Ini tandanya retakan sudah dalam atau mungkin perawatan tak berjalan efektif. Dalam hal ini, jangan mengorek-ngorek kulit kering sendiri dengan gunting atau pisau untuk mengatasi kaki pecah-pecah. Hal itu justru bisa menyebabkan infeksi.

Lebih baik segera datangi dokter spesialis kulit untuk menjalani tindakan medis secara profesional. Dokter bisa melakukan sejumlah tindakan untuk mengatasi kaki pecah-pecah, antara lain menggunakan pisau scalpel untuk mengurangi kapalan atau kulit yang menebal, memberikan lotion pelembab kaki untuk menjaga nutrisi dan kelembapan kulit, memasang perban pada tumit untuk mengurangi pergerakan kulit, serta menyarankan alas kaki yang tepat untuk melindungi bantalan tumit.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Kaki pecah-pecah harus ditangani sejak dini untuk mencegahnya makin parah dan menimbulkan komplikasi. Ketika mendapati kulit tumit Anda mengeras atau sudah muncul retakan, sebaiknya luangkan waktu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit. Dokter akan melakukan pemeriksaan dan menyarankan perawatan yang tepat untuk menjaga kulit agar retakan tak makin luas dan dalam hingga mengganggu penampilan dan kesehatan.

 

Reviewed by

dr. Buwono Puruhito, SpKK, FINSDV

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin (Spesialis Dermatovenerologi)

Primaya Hospital Semarang

 

Referensi:

Bagikan ke :

Promo

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.