• Emergency
  • 150 108
  • Chatbot

Penyakit Alopecia Areata: Gejala, Mencegah dan Mengobati

Penyakit Alopecia Areata Gejala, Mencegah dan Mengobati

Banyak orang menganggap rambut rontok sebagai kondisi yang memerlukan perhatian. Faktanya, memang rambut rontok tidak selalu sekadar gejala adanya masalah pada rambut. Bisa jadi kerontokan rambut itu merupakan tanda masalah yang lebih serius, seperti penyakit alopecia areata.

 

buat jani dokter primaya

Mengenal Penyakit Alopecia Areata

Penyakit alopecia areata adalah penyakit autoimun yang paling lazim di seluruh dunia. Namun kebanyakan orang belum pernah mendengarnya. Penyakit atau gangguan autoimun terjadi ketika sistem imun yang seharusnya melindungi tubuh dari infeksi atau ancaman penyakit dari luar justru menyerang diri sendiri. Dalam hal penyakit alopecia areata, sistem imun menyerang folikel rambut yang berperan penting sebagai tempat tumbuhnya rambut.

Penyakit alopecia areata bukan penyakit langka. Kondisi ini bisa terjadi pada orang dari segala usia, gender, dan etnis. Orang yang mengalami alopecia areata akan mengalami kerontokan rambut yang bisa berujung pada kebotakan. Belum ada obat yang ditemukan untuk mengatasi penyakit ini, tapi terdapat sejumlah cara penanganan yang efektif.

Terdapat tiga jenis utama penyakit alopecia areata, yakni:

  • Alopecia areata yang berarti terdapat satu atau lebih area rambut yang rontok di kulit kepala.
  • Alopecia areata totalis mengacu pada kerontokan total rambut di kepala
  • Alopecia areata universalis berarti rambut rontok total di seluruh tubuh

Dalam semua jenis alopecia areata, folikel rambut tetap hidup dan dapat memproduksi lagi rambut secara normal. Namun kerontokan rambut atau kebotakan bisa mempengaruhi kepercayaan diri dan bahkan kesehatan mental penderitanya. Karena itu, diperlukan pemahaman mengenai penyakit ini agar dapat mengatasinya dengan tepat.

 

Gejala

Gejala penyakit alopecia areata yang paling umum dan menonjol adalah area kerontokan rambut pada kulit kepala yang seukuran koin. Namun harus ditekankan bahwa rambut yang rontok akibat penyakit ini bukan hanya di kepala, tapi juga bagian tubuh lain seperti jenggot, alis, dan bulu mata. Kerontokan bisa terjadi secara tiba-tiba. Selain itu, pasien bisa merasakan gatal atau seperti terbakar di area kulit kepala sebelum terjadi kerontokan.

Tanda dan gejala lainnya termasuk rambut memutih di area kulit kepala yang mengalami kerontokan dan kerusakan rambut yang terlihat sebelum rambut menjangkau permukaan kulit. Penyakit alopecia areata juga bisa mempengaruhi kuku jari dan tangan, misalnya:

  • Tekstur kuku jadi kasar
  • Kuku tipis dan mudah patah
  • Terdapat bercak dan garis-garis putih
Baca Juga:  Berbagai Cara Mencerahkan Kulit yang Kusam

 

Penyebab

Para pakar meyakini penyebab penyakit alopecia areata adalah masalah genetik dan dipicu faktor lingkungan. Sistem imun jadi menyerang folikel rambut sendiri karena kombinasi dua hal tersebut. Pada beberapa orang, stres akut atau kecemasan berlebih terlibat sebagai penyebab awal.

Orang yang memiliki masalah kesehatan tertentu cenderung lebih banyak terkena alopecia areata, seperti:

  • Dermatitis atopik (peradangan kulit)
  • Penyakit tiroid
  • Anemia pernisiosa (kurang darah karena tubuh tak bisa menyerap vitamin B12 secara memadai)
  • Sindrom Down
  • Vitiligo (penyakit berupa bercak-bercak putih di kulit)

 

Cara Dokter Mendiagnosis Penyakit Alopecia Areata

Biasanya dokter mendiagnosis penyakit alopecia areata berdasarkan temuan klinis saat melakukan pemeriksaan fisik dan mengecek riwayat kesehatan pasien. Untuk mendukungnya, dokter bisa meminta pasien menjalani serangkaian tes atau pemeriksaan lain, seperti:

  • Biopsi kulit kepala, yakni pengambilan sampel kulit kepala yang mengalami kerontokan rambut untuk dianalisis lebih lanjut di laboratorium
  • Tes darah untuk menyingkirkan potensi gangguan autoimun lain yang bisa menyebabkan gejala serupa
  • Penarikan rambut untuk mengonfirmasi adalah kerontokan rambut

 

Cara Mengatasi Penyakit Alopecia Areata

Penyakit alopecia areata tak bisa disembuhkan. Meski demikian, terdapat berbagai opsi penanganan yang tersedia. Perawatan medis ini bertujuan memperlambat progress kerontokan rambut dan membantu mempercepat penumbuhan kembali rambut. Penanganan yang bisa dilakukan antara lain:

  • Obat kortikosteroid yang bisa diberikan lewat injeksi, berbentuk pil, atau berupa krim yang dioleskan secara rutin pada kulit kepala
  • Minoxidil untuk merangsang pertumbuhan rambut dalam kasus kebotakan
  • Anthralin yang dioleskan ke area kebotakan, biasanya dikombinasikan dengan minoxidil
  • Imunoterapi topikal untuk mencegah sistem imun menyerang folikel rambut
  • Methotrexate untuk pasien yang mengalami kerontokan rambut dalam jumlah banyak dan tak bisa diatasi dengan obat lain
Baca Juga:  Manfaat Minyak Kelapa untuk Wajah

 

Komplikasi

Pasien penyakit alopecia areata punya risiko tinggi mengalami komplikasi psikososial akibat kondisi ini, seperti gangguan kecemasan dan depresi. Sebab, kerontokan rambut dan kebotakan dapat menurunkan citra dan tingkat kepercayaan diri seseorang. Pasien mungkin akan tertekan karena terus memikirkan kondisinya.

Akibatnya, kualitas hidupnya juga bisa menurun. Termasuk bermasalah dalam hal hubungan asmara, karier, dan relasi sosial dengan lingkungan sekitar. Beberapa penyakit autoimun juga ditemukan ada pada penderita penyakit alopecia areata, termasuk diabetes mellitus.

 

Pencegahan

Tidak ada cara untuk mencegah penyakit alopecia areata. Namun Anda bisa menjaga kesehatan rambut dan kulit kepala untuk memiliki rambut yang kuat dan mencegah kerontokan. Hindari kebiasaan menggaruk atau mengeruk kulit kepala. Selain itu, kendalikan stres dan pastikan sudah menjalankan gaya hidup sehat dengan pola makan gizi seimbang.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Bila merasa ada gejala penyakit alopecia areata, tidak ada salahnya mengunjungi dokter spesialis kulit atau dermatolog untuk membicarakan gejala itu dan mendapat pemeriksaan lebih lanjut. Makin dini penanganan dimulai, makin positif dampaknya untuk pasien, terutama berkaitan dengan kondisi psikososial.

 

Narasumber

drAstrid Rizkya Aniza Salendari, Sp.KK

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin

Primaya Hospital Karawang

Referensi:

  • Alopecia Areata. https://www.niams.nih.gov/health-topics/alopecia-areata. Diakses 16 November 2022
  • Hair Loss Types: Alopecia Areata Overview. https://www.aad.org/public/diseases/hair-loss/types/alopecia. Diakses 16 November 2022
  • What you need to know about alopecia areata. https://www.naaf.org/alopecia-areata. Diakses 16 November 2022
  • Alopecia areata. https://medlineplus.gov/genetics/condition/alopecia-areata/. Diakses 16 November 2022
  • Patient education: Alopecia areata (Beyond the Basics). https://www.uptodate.com/contents/alopecia-areata-beyond-the-basics/print. Diakses 16 November 2022
  • Alopecia Areata (AA). https://familydoctor.org/condition/alopecia-areata/. Diakses 16 November 2022
  • Alopecia areata: why the battle isn’t over. https://www.nature.com/articles/d41586-021-01838-7. Diakses 16 November 2022
  • Alopecia Areata: Review of Epidemiology, Clinical Features, Pathogenesis, and New Treatment Options. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5939003/. Diakses 16 November 2022
Bagikan ke :

Buat Janji Dokter

Promo

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.