Pengobatan Kanker Otak

Pengobatan Kanker Otak

Kanker otak terjadi ketika terbentuk massa atau tumbuhnya sel-sel abnormal di bagian otak yang menjadi ganas. Terdapat beberapa jenis kanker otak. Pilihan pengobatan kanker otak bergantung pada jenis kanker dan lokasi serta ukurannya.

Tanda serta gejala kanker otak berbeda-beda. Faktor yang berpengaruh antara lain lokasi, ukuran, serta laju pertumbuhan sel kanker. Berikut ini tanda dan gejala yang umumnya dialami penderita kanker otak:

  • Sakit kepala yang tidak seperti biasanya
  • Sakit kepala menjadi lebih sering terjadi dan lebih parah
  • Mual dan muntah tanpa penyebab jelas
  • Penglihatan terganggu
  • Kehilangan keseimbangan atau koordinasi tubuh
  • Sulit berbicara
  • Kejang-kejang
  • Gangguan pendengaran

Bila merasakan tanda dan gejala seperti disebutkan di atas, Anda sebaiknya segera menemui dokter untuk mendapat pemeriksaan. Jika terdiagnosis pada stadium awal, pengobatan kanker akan lebih berpeluang menjanjikan kesembuhan.

Operasi Pengangkatan Kanker di Otak

Operasi adalah tindakan pengobatan kanker otak yang utama. Operasi akan dilakukan oleh tim dokter spesialis dan perawat. Namun tidak semua pasien dapat menjalani pengobatan kanker otak dengan prosedur operasi. Bila kanker menyerang bagian yang sulit atau berisiko, operasi tak bisa dilakukan. Begitu pula bila kondisi kesehatan pasien buruk.

Baca Juga:  Pemeriksaan Mammografi, Apakah Efektif?

Operasi bisa dilakukan untuk mengangkat kanker seluruhnya atau mengangkat sebagian guna menghambat laju pertumbuhannya sehingga meredakan gejala yang dialami. Terdapat dua jenis pengobatan kanker dengan operasi pengangkatan:

  • Kraniotomi: operasi pengangkatan kanker otak lewat lubang yang dibuat di tulang tengkorak. Sayatan dibuat di atas area kanker. Prosedur ini bisa dijalankan dengan anestesi lokal ataupun umum.
  • Neuroendoskopi: operasi menggunakan endoskop untuk memvisualkan kanker guna memungkinkan akses invasif ke area kanker. Operasi dijalankan lewat lubang kecil yang dibuat pada tengkorak, dikombinasikan dengan mikroskop bedah.

 

Kemoterapi

Pengobatan kanker ini menggunakan obat antikanker untuk menghancurkan sel kanker. Obat dimasukkan ke tubuh dengan beberapa cara:

  • Disuntikkan langsung ke pembuluh darah
  • Lewat tulang belakang
  • Langsung ke otak
  • Diminum

Pengobatan kanker otak dengan beberapa obat kemoterapi mungkin lebih sulit karena adanya pelindung alami otak terhadap zat yang terkandung dalam darah. Kemoterapi dilakukan dalam periode tertentu, bisa setiap beberapa hari ataupun beberapa minggu. Frekeuensinya bergantung pada obat yang dipakai dalam kemoterapi serta obat lain yang tengah dikonsumsi pasien.

Baca Juga:  Pemeriksaan Pap Smear, Tahapan dan Cara Membaca Hasilnya

 

Radioterapi

Radioterapi sebagai pengobatan kanker otak dengan gelombang berenergi bisa membantu meringankan gejala kanker, termasuk sakit kepala. Radioterapi umumnya dijalankan untuk mengobati kanker otak sekunder atau kanker otak yang bermula dari organ lain di tubuh. Tujuannya adalah mengecilkan kanker, meringankan tekanan pada tengkorak, serta mengurangi gejala. Radioterapi terdiri atas beberapa sesi dan dilakukan dalam beberapa pekan, tergantung kondisi kanker dan pasien.

 

Pengobatan di Rumah

Pengobatan kanker otak di rumah sering kali dibutuhkan selain prosedur medis di rumah sakit. Dalam hal ini, dibutuhkan peran serta anggota keluarga dalam perawatan. Pengobatan ini umumnya bersifat suportif, tergantung gejala dan kebutuhan pasien.

Misalnya pasien mengalami gejala sulit berjalan, ada ahli terapi fisik yang dapat membantu. Ada pula ahli terapi wicara buat pasien yang punya masalah dalam hal bicara atau menelan makanan. Para ahli ini merupakan bagian dari tim medis yang telah dilatih secara khusus untuk memberikan perawatan dan pengobatan kanker di rumah.

Baca Juga:  Diagnosis Kanker, dari Gejala dan Tindakan Pencegahannya

Pengobatan di rumah untuk pasien kanker juga meliputi pemberian obat-obatan, perawatan luka, juga pemantauan efek samping. Sebab, seperti pengobatan kanker lain, pengobatan kanker paru menimbulkan efek samping yang harus diperhatikan.

 

Ditinjau oleh:

dr. Aristianti, SpBS

Primaya Hospital Makassar

 

Referensi:

https://www.cancercenter.com/cancer-types/brain-cancer

https://www.ucsfhealth.org/conditions/brain-tumor/treatment

https://www.cancer.net/cancer-types/brain-tumor/types-treatment

Bagikan ke :