Mencegah Masalah Tulang Belakang di Tempat Kerja

gangguan tulang belakang, rumah sakit awal bros bekasi, dokter spesialis ortopedi

Seringkali para pekerja di kantor mengalami keluhan nyeri punggung atau gangguan tulang belakang. Sebaiknya para pekerja dapat memastikan kegiatan kesehariannya itu dapat memberikan keleluasaan atau ‘nafas’ atas tulang belakang Anda. Nyeri pada punggung atau tulang belakang sangat bervariasi dan bisa menjadi hal yang serius bila tidak segera ditangani. Untuk itu, segera konsultasikan ke dokter orthopaedi dan traumatologi agar dapat penanganan dengan tepat.

Dr. Arrio Yusman, SpOT selaku Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi dan Traumatologi dari Primaya Hospital Bekasi Barat mengatakan bahwa masalah tulang belakang atau keluhan atas nyeri punggung dapat dicegah dengan mengatur posisi duduk saat bekerja atau dengan olahraga ringan yang dilakukan secara teratur.

Fungsi tulang belakang diantaranya pertama, memiliki fungsi perlindungan atas saraf pusat dan cabang saraf serta melindungi banyak organ internal. Kedua, tulang belakang juga memiliki fungsi tempat melekatnya alat gerak seperti ligament, tendon dan otot. Ketiga, berfungsi sebagai komponen pendukung tubuh yaitu kepala, bahu dan dada serta dapat memberikan distribusi keseimbangan dan berat. Keempat, memiliki fungsi fleksibilitas dan mobilitas yaitu bisa melakukan gerakan membungkuk (forward bending), gerakan lurus (backward bending), menekuk samping kiri dan kanan, rotation (left and right) dan dapat melakukan kombinasi gerakan tersebut.

Beberapa Macam Gangguan Tulang Belakang

Berbagai macam gangguan tulang belakang di antaranya adalah:

  • Peregangan Otot Dan Tendon
  • Peregangan Ligamen
  • Fraktur Vertebra
  • Masalah Pada Diskus
  • Osteoporosis
  • Instability
  • Penekanan tulang belakang
  • Faktor lainnya

Sekitar 85-90% orang, pernah mengalami nyeri punggung dalam hidupnya, sebagian akibat pekerjaan. “Kejadian akut dan kelainan akibat akumulasi cedera serta akibat dari posisi atau kebiasaan yang salah dalam waktu lama dapat menyebabkan gangguan tulang belakang,” ujar Dokter Arrio.

Baca Juga:  Minum Es Dapat Menyebabkan Radang Amandel

Faktor risiko gangguan tulang belakang di antaranya adalah kondisi kesehatan secara umum, genetik, riwayat cedera pada tulang belakang sebelumnya, kebiasan buruk, misalnya jarang bergerak, obesitas, kegiatan di tempat kerja.  Penyebab masalah tulang belakang di tempat kerja yaitu posisi duduk, posisi berdiri, posisi mengangkat barang yang salah, posisi mengemudi, posisi membawa barang yang salah dan berbagai hal yang lainnya.

Mencegah Gangguan Tulang Belakang

Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi dan Traumatologi dari Primaya Hospital Bekasi Barat, Dr. Arrio Yusman, SpOT menyatakan bahwa agar tulang belakang tetap sehat sebaiknya kita menjaganya dengan mengurangi stres, menyeimbangkan pola makan, tidak merokok, menjaga berat badan yang ideal, mempertahankan pada posisi tubuh yang benar serta tetap berolahraga (menjaga kekuatan, fleksibilitas dan endurance). Berikut ini adalah beberapa posisi tubuh yang benar:

Posisi duduk yang benar:

  • Kaki menyentuh tanah, atau terdapat sandaran
  • Pertahankan panggul dan lutut dalam tinggi yang sama
  • Pertahankan agar posisi tulang belakang tegak
  • Pandangan lurus ke depan, tanpa leher menegang
  • Saraf pusat dan cabang saraf
  • Banyak organ internal

Posisi berdiri yang benar:

  • Berdiri tegak
  • Jika perlu sediakan sandaran untuk kaki
  • Jika berdiri dalam waktu lama, sediakan sandaran untuk tangan
  • Kepala menghadap ke depan
Baca Juga:  Kanker Serviks Skrining dan Pencegahan

Posisi berdiri sambil mengoperasikan komputer:

  • Jarak antara layar monitor dengan wajah 20-30 cm
  • Kemiringan layar 20’
  • Tinggi layar atas sejajar dengan tinggi pandangan
  • Tinggi meja sejajar dengan siku
  • Tekuk satu kaku agar rileks, dan menghindari tegang di tulang belakang

Cara mengangkat yang benar:

  • Tekuk lutut untuk mengambil barang, jangan membungkuk
  • Angkat obyek dan dekatkan ke tubuh
  • Kembali ke posisi berdiri dengan tumpuan menggunakan kaki, jangan menggunakan punggung

Teknik mengangkat barang:

  • Jangan lakukan gerakan cepat atau mendadak saat mengangkat
  • Jangan menekuk dan memutar dalam waktu yang sama
  • Posisikan barang yang diangkat sedekat mungkin dengan badan, jangan dijauhkan.
  • Jika ada alat bantu, atau orang lain yang dapat menolong, pergunakan itu. Jangan diangkat sendiri
  • Angkat menggunakan kaki, jangan punggung

Posisi duduk yang ideal saat mengemudi:

  • Posisi sandaran kepala ditengah
  • Genggaman pada setir pada jam 3 dan jam 9
  • Punggung menempel pada sandaran

Pengobatan Untuk Gangguan Tulang Belakang

Dr. Arrio Yusman, SpOT selaku Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi dan Traumatologi dari Primaya Hospital Bekasi Barat menjelaskan bahwa bilamana nyeri punggung saat bekerja sebaiknya hal yang harus kita lakukan adalah:

  • Berusaha hidup sehat, aktif bergerak, dan olahraga
  • Stop merokok
  • Perbaiki posisi saat bekerja
  • Jangan berada pada satu posisi dalam waktu lama. Jika duduk dalam beberapa periode, cobalah berdiri dan berjalan-jalan untuk relaksasi
  • Konsultasi ke dokter jika keluhan dirasa lebih dari dua minggu
  • Waspadai keluhan yang berulang dan pada tempat yang sama
Baca Juga:  Kehamilan : Tips Mengatasi Kekwatiran Menjelang Melahirkan

Namun menurut Dokter Arrio Yusman, pengobatan dapat dilakukan pada penderita permasalahan tulang belakang dengan melakukan pemeriksaan fisik, pemeriksaan rontgen tulang belakang oleh Dokter. Jika diperlukan dilakukan pemeriksaan MRI tulang belakang untuk mengetahui ada tidaknya jepitan saraf. Selain itu juga dilakukan pemeriksaan apakah terjadi pengeroposan tulang, dan berbagai pemeriksaan lain. “Jika kelainan tidak berat, akan diberikan pengobatan oral, atau fisioterapi. Tetapi, bilamana terjadi kelainan dan dengan fisioterapi tidak memberikan hasil, kemungkinan akan diberikan terapi injeksi untuk mengatasi nyeri,” ujar Dokter Arrio. Jika semua terapi tidak memberikan hasil, maka akan dilakukan terapi pembedahan, dan bila masih memungkinkan dengan teknik minimal invasif.

 

Ilustrasi gambar oleh freepik.

Artikel terkait:

Bagikan ke :