Mengatasi Cedera Olahraga yang Benar Menurut Dokter Ortopedi

Mengatasi Cedera Olahraga yang Benar Menurut Dokter Ortopedi

Olahraga sangat baik untuk kesehatan. Tapi kadang kita mengalami cedera saat berolahraga yang justru mengganggu aktivitas sehari-hari. Cedera olahraga bisa terjadi karena berbagai hal. Misalnya kecelakaan, saat berolahraga, gerakan yang keliru, alat olahraga yang tak sesuai, atau tidak melakukan pemanasan yang memadai. Untuk membantu pemulihan, dokter ortopedi dapat memberikan solusi.

 


Mengenal Cedera Olahraga

Cedera olahraga adalah cedera yang terjadi ketika orang berolahraga atau melakukan permainan olahraga. Tingkat cedera bervariasi, dari ringan hingga sangat serius. Di rumah sakit, penanganan cedera olahraga dilakukan oleh dokter ortopedi, terutama jika membutuhkan operasi demi pemulihan sepenuhnya.

International Classification of Functioning, Disability, and Health mendefinisikan cedera olahraga sebagai gangguan yang terkait dengan rasa sakit dan keterbatasan fungsional serta kemampuan untuk berkompetisi akibat dari trauma akut atau cedera kronis yang berlebih. Bila tak mendapat penanganan yang tepat, gangguan ini bisa muncul sebagai gejala yang berulang dan pada akhirnya menimbulkan disabilitas dalam kaitan dengan olahraga.

Cedera olahraga biasanya terbagi menjadi dua jenis berdasarkan penyebabnya:

  • Makrotrauma
  • Mikrotrauma yang berulang dan berlebihan

Dalam makrotrauma, terjadi peristiwa tertentu yang mempengaruhi atau menyebabkan kerusakan pada jaringan tubuh yang sebelumnya normal. Misalnya kaki keseleo karena terjatuh saat bermain sepak bola. Sedangkan mikrotrauma adalah cedera kecil yang tak begitu terasa tapi terjadi berulang kali hingga mengakibatkan kerusakan atau penurunan fungsi jaringan tubuh. Contohnya nyeri punggung akibat kesalahan gerakan yang berulang dalam olahraga angkat beban.

 

Penyebab Cedera Olahraga

Dokter ortopedi dapat menangani pasien yang mengalami cedera olahraga dengan berbagai penyebab, misalnya:

  • Mengalami kecelakaan, seperti jatuh atau terkena pukulan berat
  • Tidak melakukan pemanasan dengan benar sebelum berolahraga
  • Menggunakan peralatan yang tidak tepat
  • Melakukan teknik olahraga yang buruk
  • Terlalu keras memaksakan diri

Hampir setiap bagian tubuh bisa mengalami cedera olahraga, termasuk otot, tulang, sendi, serta tendon dan ligamen. Yang paling riskan mengalami cedera adalah pergelangan kaki dan lutut.

 

Jenis-Jenis Cedera Olahraga

Jenis cedera olahraga yang umumnya ditangani dokter ortopedi termasuk:

Gegar otak: cedera otak traumatis akibat pukulan langsung atau tidak langsung ke kepala atau leher

Patah atau retak tulang: cedera pada tulang ini bisa terjadi secara langsung atau merupakan akumulasi dari cedera yang terjadi secara terus-menerus

Dislokasi: benturan atau gerakan tiba-tiba biasa membuat persendian tulang bergeser dari lokasinya. Ini jenis cedera olahraga yang memerlukan penanganan medis secepatnya karena sangat menyakitkan.

Sprain: biasanya terjadi karena peregangan berlebihan atau robeknya jaringan penghubung tulang (ligamen).

Otot tegang: umumnya terjadi akibat peregangan berlebihan atau kesalahan gerak dalam olahraga.

Cedera punggung: tekanan pada bagian punggung atau kekeliruan posisi bisa menyebabkan punggung mengalami cedera.

Luka: jaringan tubuh yang terbuka, misalnya lecet

Pembengkakan: otot yang membengkak adalah reaksi alami tubuh terhadap cedera.

 

Cara Mengatasi Cedera Olahraga yang Benar Menurut Dokter Ortopedi

Bila mengalami cedera, mungkin pada saat itu juga langsung timbul rasa sakit, nyeri, bengkak, memar, atau keterbatasan gerakan di area tubuh yang terkena. Namun kadang gejala ini baru terasa atau terlihat beberapa saat kemudian. Menurut dokter ortopedi, cedera olahraga harus ditangani segera begitu terjadi.

Segera hentikan olahraga, terlepas dari apakah cedera itu terjadi tiba-tiba ataupun rasa sakit sudah terasa beberapa waktu sebelumnya. Bila terus melanjutkan olahraga, cedera bisa makin bertambah parah dan memperlambat proses pemulihan.

Cedera ringan sering kali hanya perlu mendapat perawatan mandiri di rumah. Sedangkan cedera parah membutuhkan penanganan di rumah sakit, termasuk dokter ortopedi, sesuai dengan apa jenis cedera yang dialami. Orang yang terkena cedera parah saat berolahraga sebaiknya segera dibawa ke instalasi gawat darurat agar bisa memperoleh perawatan secepatnya.

 

Pertolongan Pertama Saat Cedera Olahraga

Cedera olahraga membutuhkan pertolongan pertama untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Cara pertolongan tergantung jenis cedera yang dialami. Untuk cedera otot dan sendi, misalnya:

  • Istirahatkan bagian tubuh yang mengalami cedera selama setidaknya 48 jam
  • Kompres ke area yang cedera selama 20 menit setiap dua jam
  • Pakai perban elastis pada bagian yang sakit
  • Posisikan area yang sakit lebih tinggi daripada jantung
  • Hindari penggunaan alkohol karena bisa menambah pembengkakan

Bila gejala tak kunjung mereda, segera datangi rumah sakit dan temui dokter ortopedi.

 

Pencegahan Cedera Olahraga

Cara terbaik penanganan cedera olahraga adalah mencegah masalah kesehatan itu terjadi. Memahami aturan main serta menggunakan alat yang tepat dapat membantu mencegah cedera. Anda juga bisa mengurangi risiko cedera dengan:

  • Lakukan pemanasan secara memadai dan perlahan.
  • Kenakan alas kaki yang sesuai.
  • Gunakan peralatan keselamatan yang sesuai, seperti pelindung mulut, helm, dan bantalan.
  • Minum banyak cairan sebelum, selama, dan setelah olahraga
  • Sebaiknya tidak berolahraga di waktu yang paling panas, antara pukul 11.00-15.00.
  • Jangan memaksakan diri melebihi kemampuan.
  • Tingkatkan intensitas dan durasi olahraga secara bertahap.
  • Gunakan teknik yang baik.
  • Lakukan pendinginan setelah olahraga dengan peregangan secukupnya.
  • Jalani pemeriksaan medis secara teratur.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Pemeriksaan dan konsultasi dengan dokter ortopedi atau spesialis lain bisa menjadi cara pencegahan cedera olahraga. Dari pemeriksaan itu bisa diketahui bagian tubuh mana yang rentan jika melakukan olahraga tertentu. Dokter juga dapat memberikan saran medis agar bisa berolahraga dengan aman.

 

Narasumber

dr. Prori Fatwa Noor, Sp.OT

Dokter Spesialis Bedah Ortopedi dan Traumatologi

Primaya Hospital Bekasi Timur

 

Referensi:

Sports Injuries. https://www.niams.nih.gov/health-topics/sports-injuries. Diakses 9 September 2021

Dealing With Sports Injuries. https://kidshealth.org/en/teens/sports-injuries.html. Diakses 9 September 2021

Sports Injuries. https://medlineplus.gov/sportsinjuries.html. Diakses 9 September 2021

Sure footing: why the foot is the foundation of sports rehabilitation. https://www.sportsinjurybulletin.com/sure-footing-why-the-foot-is-the-foundation-of-sports-rehabilitation/. Diakses 9 September 2021

Sports Medicine. https://aica.com/we-treat/injuries/sports-injury/. Diakses 9 September 2021

Sports-Related Injuries. https://www.orthopedic.theclinics.com/article/S0030-5898(16)30066-9/fulltext. Diakses 9 September 2021

Bagikan ke :