• Ambulance
  • 150 108
  • Chatbot

Flu Singapura pada Anak: Gejala dan Cara Pengobatannya

Flu Singapura pada anak

Flu Singapura pada anak merupakan salah satu penyakit yang perlu orang tua waspadai. Penyakit ini lebih sering menyerang anak-anak maupun balita. Namun, orang dewasa juga bisa terkena penyakit menular ini, meski jarang terjadi.

Mengapa anak-anak lebih rentan terkena Flu Singapura? Hal ini karena daya tahan tubuh anak yang belum sekuat orang dewasa. Penyakit ini sendiri disebabkan oleh infeksi, serta lebih mudah menular di tempat dengan suhu yang panas.

buat jani dokter primaya

Berikut ini terdapat penjelasan tentang Flu Singapura, gejala dan faktor penyebab penyakit ini pada anak, serta cara mengobati dan mencegah penyakit ini secara efektif dan kapan harus memeriksakan anak ke dokter. Yuk, simak!

Apa itu Flu Singapura?

 

Flu Singapura pada anak

Flu Singapura dalam dunia medis dikenal juga sebagai Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD). Artinya, gejala penyakit ini muncul pada area tangan, kaki, dan bagian mulut yang disebabkan oleh adanya infeksi yang sangat menular.

Anak berusia di bawah 10 tahun rentan mengalami Flu Singapura. Akan tetapi, anak usia 5 tahun lebih sering terkena penyakit menular ini. Oleh karena itu, menjaga pola hidup sehat sejak dini menjadi upaya mencegah penyakit ini.

Flu Singapura umumnya terjadi ketika anak mengalami demam 1-3 hari dan muncul luka di mulut disertai ruam pada tangan dan kaki. Dalam beberapa kasus, luka juga muncul di lutut, siku, bokong, dan bagian selangkangan pada anak.

Flu Singapura pada anak dianggap sebagai kondisi medis ringan karena dapat hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari. Namun, bukan berarti bisa disepelekan tetapi penting melakukan tindak pencegahan agar tidak berbahaya.

Gejala Flu Singapura pada Anak

 

gejala Flu Singapura pada anak

Munculnya gejala penyakit Flu Singapura cukup sederhana, setelah anak terinfeksi virus. Virus akan melakukan inkubasi pada tubuh selama 3-6 hari. Kemudian, virus selanjutnya masuk pada bagian faring dan bagian usus anak.

Setelah itu, virus melanjutkan perjalanannya masuk ke jaringan limfoid dan menyebar ke kelenjar limfe regional dan darah. Lalu, barulah akan muncul lesi di kulit kaki, tangan, dan mulut anak. Berikut ini gejala Flu Singapura umumnya:

  • Demam dan batuk
  • Sakit tenggorokan
  • Nafsu makan berkurang
  • Bayi dan balita akan rewel
  • Muncul sariawan di gusi dan lidah
  • Ruam merah di tangan, kaki, dan bokong
  • Nyeri perut pada anak

Kondisi gejala seperti ini tentunya membuat anak dengan penyakit Flu Singapura merasa tidak nyaman, terutama pada saat makan, minum, ataupun menelan. Selain itu, ruam yang muncul di tangan dan kaki menambah kesakitan.

Meskipun Flu Singapura disebabkan oleh kelompok virus yang sama dengan herpangina, tetapi pada Flu Singapura terjadi ruam pada kaki dan tangan. Ruam ini kerap disamakan dengan cacar air yang biasanya lebih meluas di tubuh.

Baca Juga:  Menyusui ASI Eksklusif Muncul Darah? Ini Penyebabnya

Penyebab Penyakit HFMD

 

penyebab Flu Singapura pada anak

Penyebab Flu Singapura pada anak adalah virus Coxsackievirus strain A16. Coxsackievirus merupakan salah satu bagian dari kelompok virus yang disebut Enterovirus. Jenis virus ini menyebar dengan mudah dari satu orang ke orang lain.

Awalnya, virus mulai menyebar ke jaringan mulut, sekitar amandel dalam tenggorokan, dan masuk ke sistem pencernaan. Akhirnya, virus menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah dan menimbulkan gejala yang bisa diketahui.

Anak-anak yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik, mungkin risiko terkena infeksi virus ini tidak signifikan. Meski begitu, usia anak di bawah 10 tahun lebih rentan terkena dibandingkan dengan remaja yang jarang terinfeksi.

Flu Singapura dapat menyebar melalui berbagai cara, yaitu:

  • Cairan atau droplet dari hidung saat pengidap bersin
  • Air liur atau ludah terlempar ke udara pada saat batuk
  • Cairan yang keluar dari luka kulit yang melepuh
  • Benda yang terkontaminasi kotoran (tinja) penderita

Adapun proses penularan Flu Singapura terjadi beberapa hari setelah terinfeksi virus, biasanya terjadi sebelum muncul ruam. Ruam yang melepuh dapat mengering sekitar 10 hari dan cenderung tidak akan menyebar ke orang lain.

Meski begitu, virus penyebab Flu Singapura ini dapat hidup lama dan berminggu-minggu dalam tinja penderita setelah ruam hilang. Oleh karena itu, penting memeriksakan anak ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Cara Mengobati Flu Singapura

 

cara mengobati Flu Singapura pada anak

Dalam kebanyakan kasus, infeksi virus penyebab Flu Singapura akan hilang dengan sendiri tanpa pengobatan selama 7-10 hari. Namun, dokter mungkin merekomendasikan perawatan untuk meringankan gejala sampai penderita sembuh.

Ada beberapa perawatan mandiri yang bisa dilakukan orang tua untuk anak yang mengalami penyakit yang menular ini. Adapun perawatan Flu Singapura sebagai berikut:

  • Parasetamol atau ibuprofen untuk meredakan demam
  • Minuman dingin untuk mengurangi rasa sakit tenggorokan
  • Hindari memberi makanan atau minuman asam dan pedas
  • Berikan makanan lunar agar tidak sakit saat menelannya
  • Memberikan air yang cukup agar tidak dehidrasi
  • Memastikan anak beristirahat yang cukup setiap harinya
  • Mengoleskan krim anti gatal dan ruam cepat kering
Baca Juga:  Penyebab ADHD pada Anak yang Wajib Dikenali Orang Tua

Perawatan Flu Singapura pada anak juga bisa dengan cara berkumur air garam hangat yang berguna untuk meringankan rasa sakit pada tenggorokan dan terkait dengan lepuh mulut. Anak dapat melakukan hal ini beberapa kali sehari.

Selain pengobatan, penting mengetahui cara pencegahan penyakit ini agar bisa melakukan penanganan yang tepat. Meskipun penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya, tetapi perlu memastikan penyakit tidak menular ke orang lain.

Cara Mencegah Flu Singapura

cara mencegah Flu Singapura

Dengan mengajarkan anak mencuci tangan secara teratur adalah salah satu cara mengurangi risiko terkena virus penyebab Flu Singapura. Selain itu, beritahu anak tidak boleh meletakkan tangan atau benda lain ke dekat area mulut.

Jika anak mengalami gejala seperti demam dan tenggorokan sakit, sebaiknya hindari kontak dengan orang lain setelah ruam berkembang. Hal ini dapat membantu dalam mengurangi penyebaran virus yang sangat menular ini.

Anak-anak usia di bawah 10 tahun memang cukup rentang tertular penyakit Flu Singapura ini. Namun, jika membiasakan diri hidup sehat dan menjaga kebersihan, maka bisa terhindar dari penyakit yang cepat sekali menularnya ini.

Meski gejalanya ringan dan bisa sembuh sendirinya, tetapi penyakit ini menjadi pembuat pendiriannya tidak nyaman dan merasa sakit saat menelan makanan. Oleh karena itu, jika muncul gejala maka segera konsultasi dengan dokter.

Kapan Harus ke Dokter?

dokter

Ketika anak mengalami demam dan sakit tenggorokan disertai dengan muncul ruam kulit terkait HFMD, maka konsultasikan dengan dokter. Dokter akan memeriksa kondisi anak melalui gejala sehingga diketahui hasil diagnosanya.

Jika gejala memburuk, dokter akan memberikan resep obat yang harus diminum oleh anak agar cepat sembuh. Selain itu, Anda juga bisa melakukan perawatan mandiri di rumah sesuai rekomendasi dokter untuk membantu pemulihan

Demikian informasi tentang penyebab Flu Singapura pada anak dan cara mengobatinya. Jika sudah diketahui gejalanya, orang tua bisa melakukan tindakan penanganan yang tepat agar penyakit pada anak ini tidak menular ke orang lain.

 

Narasumber

dr. Mire Riyana M.Biomed, SpA

Dokter Spesialis Anak

Primaya Hospital Semarang

Referensi:

  • What Is Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD)?. https://www.healthline.com/health/hand-foot-mouth-disease. Diakses pada 21 Juni 2023. 
  • Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD). https://www.webmd.com/children/guide/hand-foot-mouth-disease. Diakses pada 21 Juni 2023.
Bagikan ke :

Buat Janji Dokter

Promo

Search

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.