• Emergency
  • 150 108

Pergelangan Kaki Terkilir, Apa yang Harus Dilakukan?

Pergelangan Kaki Terkilir, Apa yang Harus Dilakukan

Aktivitas biasa seperti berjalan, berlari, atau melompat tak lepas dari risiko cedera. Jenis cedera yang kerap terjadi adalah sprain (kaki terkilir). Bagian kaki yang terkilir umumnya adalah pergelangan. Orang yang kakinya terkilir mungkin tidak langsung merasakan gejalanya saat kejadian. Sakit dan bengkak biasanya baru terasa dan terlihat beberapa saat kemudian. Kaki terkilir memerlukan penanganan yang tepat agar cepat sembuh dan bisa kembali beraktivitas.

 


Mengenal Sprain (Kaki Terkilir)

Kaki terkilir ketika satu atau lebih ligamen sisi luar atau dalam pergelangan kaki meregang atau sobek. Kita juga sering menyebutnya dengan keseleo. Ligamen berfungsi menghubungkan tulang dengan tulang pada sendi, memberikan stabilitas pada sendi, dan membatasi gerak tulang. Pergelangan kaki terkilir biasanya terjadi saat ligamen bergerak terlalu jauh dari tempatnya, sering kali ketika sendi tiba-tiba menekuk atau terpelintir. Pergelangan kaki adalah dua sendi yang paling sering terkilir di tubuh

Jika sprain atau kaki terkilir ini tidak ditangani dengan benar, dapat terjadi masalah pergelangan kaki dalam jangka panjang. Nyeri di sepanjang sisi dalam pergelangan kaki bisa menjadi cedera yang lebih serius pada tendon atau ligamen dan harus mendapat pemeriksaan rutin oleh dokter.

Pergelangan kaki terkilir kadang sulit dibedakan dari patah tulang. Bila pergelangan kaki membengkak atau berubah bentuk serta tak sanggup menahan beban, sebaiknya segera cari perawatan medis.

Terdapat tiga jenis kaki terkilir berdasarkan tingkat keparahannya, yaitu:

  • Tingkat I: Ada peregangan dan sedikit robekan pada ligamen, tapi ligamen tetap utuh. Sendi masih stabil dan mampu menahan beban penuh.
  • Tingkat II: Ligamen rusak dengan robekan besar (robekan partial). Terasa nyeri dan ada bengkak serta memar. Nyeri kian terasa bila di area yang terkilir ditekan.
  • Tingkat III: Ligamen robek total, ditandai dengan rasa sakit yang amat terasa serta bengkak dan memar. Sendi tidak stabil dan terasa goyah serta tak dapat menahan beban.

 

Siapa Saja yang Berisiko Terkena Sprain (Kaki Terkilir)?

Siapa pun bisa mengalami sprain saat beraktivitas fisik, terutama berolahraga dengan menggunakan kaki. Karena itu, atletlah yang paling berisiko terkilir. Berikut beberapa faktor risiko sprain:

  • Mencoba melakukan kegiatan atletik berat tanpa latihan memadai sebelumnya bisa meningkatkan risiko kaki terkilir. Sebaliknya, latihan peregangan atau penguatan kaki rutin bisa menekan risiko cedera saat berolahraga.
  • Otot dan ligamen yang lelah saat atau menjelang berakhirnya aktivitas berat bisa membuat kaki terkilir.
  • Tidak melakukan pemanasan sebelum beraktivitas fisik, terutama berolahraga, misalnya berjalan pendek dan peregangan ringan sebelum melakukan sprint, memperbesar risiko sprain.
  • Kelebihan berat badan bisa menambah beban pada sendi saat berjalan, berlari, atau melompat sehingga risiko ligamen dan/atau otot robek lebih tinggi.
  • Alas kaki, terutama sepatu, yang tidak tepat saat beraktivitas juga bisa meningkatkan risiko kaki terkilir. Misalnya mengenakan sepatu hak tinggi saat berjalan di tempat yang tidak rata.
  • Bila seseorang pernah mengalami kaki terkilir, kemungkinan dia terkena lagi lebih besar.
Baca Juga:  Mengenal Cedera ACL: Gejala, Penyebab dan Pengobatan

 

Gejala Sprain (Kaki Terkilir)

Ketika kaki terkilir, mungkin terdengar suara seperti “pluk”. Adapun gejala yang muncul bervariasi dan bisa dibedakan menjadi tiga tingkat, dari ringan hingga berat.

  • Ringan: bengkak kecil dan terasa lunak saat disentuh
  • Sedang: bengkak, warnanya kemerahan, terasa nyeri, dan sulit digerakkan
  • Berat: bengkak besar, warna memerah, dan sudah tak bisa digerakkan karena sangat sakit

 

Penyebab Sprain (Kaki Terkilir)

Sprain sering kali terjadi ketika pergelangan kaki terpelintir atau terputar ke samping. Akibatnya, sendi pergelangan kaki bergeser atau keluar dari posisi sebelumnya dan menyebabkan ligamen di sekitar pergelangan robek atau meregang. Hal ini kerap terjadi dalam kegiatan fisik, khususnya olahraga atletik.

 

Diagnosis Sprain (Kaki Terkilir)

Pada umumnya, diagnosis terhadap kaki terkilir cukup dengan pemeriksaan fisik. Dokter akan memeriksa pergelangan untuk mengecek gejala yang muncul, seperti pembengkakan dan memar. Dokter juga akan mengecek gerakan sendi dan kekuatan otot lewat tes fisik.

Terkadang dalam mendiagnosa kasus sprain memerlukan pemeriksaan sinar-X (Xray) untuk membedakan patah tulang, dibutuhkan MRI untuk melihat robekan ligamen, atau bila hasil pemeriksaan fisik masih kurang jelas atau dokter curiga ada kemungkinan patah tulang di area yang nyeri.

Baca Juga:  Kenali Kanker Tulang: Jenis, Penyebab, Pengobatan

 

Pengobatan Sprain (Kaki Terkilir)

Kaki terkilir bisa diobati di rumah bila tidak berat. Caranya, lindungi area kaki yang terkilir, berikan kompresi atau tekanan dengan bebat, istirahatkan, kompres dengan es, dan posisikan kaki lebih tinggi. Sebagian besar sprain bisa sembuh sendiri hanya dengan intervensi minimal. Pengobatan lain tergantung tingkat keparahannya. Di antaranya dengan pemasangan gips, terapi fisik, hingga operasi.

 

Mencegah Sprain (Kaki Terkilir)

Upaya mencegah kaki terkilir terutama penting saat akan melakukan olahraga. Caranya antara lain:

  • Lakukan pemanasan
  • Latih kekuatan otot dan mobilitas
  • Pilih sepatu yang pas
  • Hindari berlari atau menginjak permukaan yang tidak rata
  • Waspada saat berlari menanjak atau menurun

 

Kapan Harus ke Dokter?

Sprain (kaki terkilir) tidak harus mendapat pengobatan oleh dokter. Pemeriksaan dokter diperlukan bila kaki terasa nyeri atau tak bisa digerakkan sama sekali karena terlampau sakit. Begitu juga bila bengkak terlihat sangat besar dan berwarna kemerahan. Selain itu, jika pengobatan secara mandiri di rumah tak kunjung bisa memulihkan kondisi kaki, sebaiknya konsultasikan masalah itu kepada dokter agar mendapat penanganan yang lebih baik.

 

Ditinjau oleh:

drEvan, Sp.OT, M.Kes

Dokter Spesialis Bedah Ortopedi dan Traumatologi

Primaya Hospital Bekasi Timur

 

Referensi:

Ankle Sprains. https://www.msdmanuals.com/professional/injuries-poisoning/sprains-and-other-soft-tissue-injuries/ankle-sprains. Diakses 7 November 2021

Diagnosis, treatment and prevention of ankle sprains: update of an evidence-based clinical guideline. https://bjsm.bmj.com/content/52/15/956. Diakses 7 November 2021

What Is the Evidence for Rest, Ice, Compression, and Elevation Therapy in the Treatment of Ankle Sprains in Adults?. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3396304/. Diakses 7 November 2021

A Prospective Study of Ankle Injury Risk Factors. https://journals.sagepub.com/doi/10.1177/036354659502300508. Diakses 7 November 2021

The prevention of ankle sprains in sports. A systematic review of the literature. https://www.researchgate.net/publication/12732593_The_prevention_of_ankle_sprains_in_sports_A_systematic_review_of_the_literature. Diakses 7 November 2021

Bagikan ke :

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.