• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Bahaya Tulang Keropos di Usia Muda, Berikut Faktanya!

tulang keropos

Banyak orang mengira tulang keropos atau osteoporosis hanya menyerang lansia. Kenyataannya, proses kehilangan massa tulang bisa dimulai sejak usia 20 hingga 30 tahun jika gaya hidup tidak sehat. Di Indonesia, prevalensi osteoporosis pada usia muda semakin meningkat akibat pola makan rendah kalsium, kurang olahraga, merokok, dan konsumsi minuman bersoda berlebih. Tulang keropos di usia muda meningkatkan risiko patah tulang dini, postur bungkuk, dan nyeri kronis yang mengganggu produktivitas.

Padahal, puncak massa tulang tercapai sekitar usia 30 tahun, dan apa yang dilakukan sekarang menentukan kekuatan tulang seumur hidup. Pencegahan sejak dini dengan gaya hidup sehat bisa tingkatkan kepadatan tulang hingga 10 hingga 20 persen dan kurangi risiko osteoporosis hingga 50 persen di usia tua. Dengan nutrisi tepat, olahraga beban, dan hindari faktor risiko, generasi muda bisa memiliki tulang kuat hingga lanjut usia.

Artikel ini membahas mendalam apa itu tulang keropos di usia muda, gejala awal yang sering terlewat, penyebab utama, cara diagnosis dini, pengobatan jika sudah terjadi, komplikasi berbahaya, pencegahan gaya hidup sejak remaja, serta kapan harus konsultasi dokter agar tulang tetap padat dan kuat sepanjang hayat.

Mengenal Tulang Keropos atau Osteoporosis di Usia Muda

Osteoporosis adalah kondisi ketika tulang menjadi keropos akibat penurunan massa dan kepadatan tulang. Struktur tulang yang seharusnya padat dan kuat berubah menjadi berongga, sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah, bahkan oleh benturan ringan atau aktivitas normal seperti mengangkat barang atau terjatuh dari posisi berdiri.

Secara umum, osteoporosis dibagi menjadi dua kelompok besar. Osteoporosis primer terjadi secara alami seiring proses penuaan dan perubahan hormonal, terutama pada wanita setelah menopause dan pria usia lanjut. Sementara itu, osteoporosis sekunder disebabkan oleh faktor lain di luar usia, seperti penggunaan obat jangka panjang atau penyakit tertentu yang mengganggu metabolisme tulang.

Puncak massa tulang atau peak bone mass biasanya tercapai pada usia 25 hingga 30 tahun. Pada fase ini, tulang berada pada kondisi terkuat dan terpadat sepanjang hidup. Setelah melewati usia tersebut, massa tulang akan mulai menurun secara perlahan. Jika sejak muda seseorang tidak mencapai puncak massa tulang yang optimal, maka risiko osteoporosis di usia yang lebih dini akan meningkat secara signifikan.

Baca Juga:  Fungsi Cabut Pen: Berapa Lama Pen Boleh Dipasang?

Osteoporosis yang terjadi pada usia muda dikenal sebagai premenopausal osteoporosis pada wanita atau young adult osteoporosis. Kondisi ini tidak selalu berhubungan dengan menopause atau usia lanjut, tetapi sering berkaitan dengan gangguan hormonal, kekurangan nutrisi, penyakit kronis, atau efek samping pengobatan tertentu. Pada pria muda, osteoporosis sering tidak terdeteksi karena dianggap jarang, padahal risikonya nyata dan dapat menyebabkan patah tulang berulang.

Di Indonesia, kasus osteoporosis pada usia di bawah 50 tahun semakin sering ditemukan. Gaya hidup modern berperan besar, seperti kurang aktivitas fisik, jarang terpapar sinar matahari, pola makan rendah kalsium dan protein, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, serta diet ekstrem untuk menurunkan berat badan. Tanpa deteksi dan pencegahan sejak dini, osteoporosis di usia muda dapat berdampak panjang pada produktivitas, kualitas hidup, dan risiko kecacatan di kemudian hari.

Menurut International Osteoporosis Foundation 2024, 1 dari 3 wanita dan 1 dari 5 pria di atas 50 tahun alami patah tulang akibat osteoporosis, tapi pencegahan dini kurangi risiko signifikan.

Gejala Tulang Keropos di Usia Muda

Osteoporosis disebut silent disease karena sering tanpa gejala hingga patah tulang terjadi.

Gejala awal yang mungkin:

  • Nyeri punggung bawah kronis
  • Penurunan tinggi badan
  • Postur bungkuk
  • Patah tulang dengan trauma ringan
  • Nyeri tulang atau sendi
  • Gigi mudah goyang

Pada usia muda, gejala sering diabaikan karena dianggap nyeri otot biasa.

Penyebab Tulang Keropos di Usia Muda

Penyebab utama:

  • Kurang asupan kalsium dan vitamin D
  • Kurang olahraga beban
  • Merokok aktif atau pasif
  • Konsumsi alkohol berlebih
  • Minuman bersoda tinggi fosfor
  • Diet ekstrem atau gangguan makan
  • Obat kortikosteroid jangka panjang
  • Gangguan hormon seperti hipertiroid

Pada wanita muda: amenore atau olahraga berlebih kurangi estrogen.

Di Indonesia, konsumsi susu rendah dan paparan matahari kurang menjadi penyebab utama.

Cara Dokter Mendiagnosis Tulang Keropos

Diagnosis utama melalui DEXA scan atau bone densitometry. Mengukur kepadatan tulang pinggul dan tulang belakang.

Kriteria WHO:

  • Normal: T-score > -1
  • Osteopenia: T-score -1 hingga -2,5
  • Osteoporosis: T-score ≤ -2,5

Pemeriksaan lain: rontgen untuk patah tulang, tes darah kalsium, vitamin D, hormon.

Baca Juga:  Kenali Osteoporosis: Penyebab, Risiko, dan Cara Mencegahnya

Skrining direkomendasikan pada usia muda dengan faktor risiko tinggi.

Cara Mengatasi atau Pengobatan Tulang Keropos

Pengobatan:

  • Suplemen kalsium 1.000–1.200 mg/hari
  • Vitamin D 800–2.000 IU/hari
  • Obat bisphosphonate jika osteoporosis berat
  • Hormon replacement pada kasus tertentu
  • Fisioterapi untuk kekuatan

Pengobatan selalu di bawah pengawasan dokter ortopedi atau endokrin.

Komplikasi Tulang Keropos di Usia Muda

Komplikasi:

  • Patah tulang pinggul atau tulang belakang
  • Nyeri kronis
  • Penurunan tinggi badan
  • Kehilangan mobilitas
  • Depresi akibat keterbatasan

Patah tulang pinggul pada usia muda meningkatkan mortalitas.

Pencegahan Tulang Keropos Sejak Usia Muda

Pencegahan gaya hidup:

  • Konsumsi kalsium dari susu, yogurt, keju, ikan kecil
  • Paparan matahari pagi 15–20 menit
  • Olahraga beban seperti lari, lompat, angkat beban
  • Hindari rokok dan alkohol
  • Batasi minuman bersoda
  • Jaga berat badan ideal
  • Konsumsi protein cukup

Pencegahan sejak remaja tingkatkan peak bone mass hingga 20 persen.

Kapan Harus ke Dokter

Segera konsultasi ortopedi jika:

  • Patah tulang trauma ringan
  • Nyeri punggung kronis
  • Penurunan tinggi badan
  • Riwayat keluarga osteoporosis
  • Penggunaan obat kortikosteroid lama
  • Gangguan makan atau amenore

Skrining DEXA pada usia muda dengan risiko tinggi.

Informasi lengkap tulang keropos dapat dibaca pada artikel layanan ortopedi dan layanan rehabilitasi medik dari Primaya Hospital.

Bangun Tulang Kuat Sejak Muda

Tulang keropos di usia muda adalah ancaman yang bisa dicegah dengan gaya hidup sehat sejak dini. Dengan nutrisi kalsium, olahraga beban, dan pencegahan faktor risiko di atas, Anda bisa capai puncak massa tulang optimal.

Mulai hari ini: tambah susu, berjemur pagi, olahraga rutin, dan hindari rokok. Ingat: tulang kuat bukan warisan — tapi hasil pilihan sehat setiap hari. Cegah osteoporosis sekarang untuk mobilitas bebas nyeri hingga usia lanjut!

Ditinjau oleh:

dr. Reyhan Pradnya Pradana,MKed.Klin, Sp.OT

Spesialis Ortopedi dan Traumatologi

Primaya Hospital Semarang

Referensi:

  • International Osteoporosis Foundation. Facts and Statistics 2024. Diakses pada 18 Desember 2025. https://www.iofbonehealth.org/facts-statistics
  • Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI). Pedoman Osteoporosis 2023.
  • World Health Organization. Musculoskeletal Conditions 2024.
  • Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Pencegahan Osteoporosis 2023.
Share to :

Buat Janji Dokter

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Sahabat Sehat Primaya

Select an available coupon below