Beda Batuk Gejala Corona Covid-19 dengan Batuk Biasa

Batuk adalah gejala yang kerap muncul pada berbagai penyakit, dari yang ringan hingga berat. Batuk menjadi alat diagnosis yang penting bagi dokter dan tenaga medis lain untuk menangani suatu penyakit. Salah satunya penyakit Covid-19 yang disebabkan oleh virus corona. Tapi bagaimana mengetahui perbedaan batuk corona dengan batuk biasa?

Batuk corona sangatlah mirip dengan batuk biasa. Itu sebabnya orang yang tengah sakit batuk direkomendasikan mengenakan masker untuk mencegah risiko penularan bila benar positif terjangkit Covid-19. Agar mendapat diagnosis yang tepat, bisa menjalani tes di rumah sakit yang ditunjuk pemerintah ataupun rumah sakit swasta yang memiliki fasilitas seperti Primaya Hospital.

Dokter yang menerima pasien dengan gejala batuk akan menanyakan beberapa hal untuk memberikan diagnosis, seperti:

  • Sudah berapa lama batuk, beberapa hari, berminggu-minggu?
  • Kapan batuk paling parah, pagi, siang, malam?
  • Bagaimana batuknya, kering, basah, terus-menerus, keras, lembut?
  • Apakah ada gejala lain, muntah, pusing, susah tidur, lemas?

Dokter bisa jadi curiga batuk corona jika gejala batuk adalah kering, terus-menerus, dan disertai sesak napas karena virus corona menyerang jaringan paru-paru. Selain itu, gejala menonjol yang kerap menyertai batuk corona adalah demam dan kelelahan. Batuk kering tidak menghasilkan dahak. Suara batuk kering biasanya kasar dan bersumber dari bagian belakang tenggorokan.

Baca Juga:  Efektivitas Penggunaan Masker Kain dalam Mencegah Covid-19

Ciri batuk corona yang lain adalah batuk kering yang muncul secara tiba-tiba. Bagi beberapa orang, batuk kerap muncul karena kebiasaan, misalnya sering merokok. Sedangkan batuk corona muncul tanpa ada pemicu yang jelas. Dalam penelitian di China, sebanyak 60 persen lebih pasien positif Covid-19 menunjukkan gejala batuk. Meski begitu, tak selamanya batuk tersebut kering.

Batuk kering bisa pula berubah menjadi basah. Sebagai contoh, pneumonia infeksi paru-paru sering dimulai dengan batuk kering yang dapat menyebabkan sesak napas. Ketika infeksi berlanjut, kantong udara paru-paru dapat terisi oleh sekresi peradangan, seperti cairan jaringan paru-paru dan darah, dan kemudian batuk menjadi basah. Pada tahap ini, dahak menjadi berbusa dan berwarna merah darah.

Gejala Kunci Selain Batuk Corona

Batuk yang disertai demam dan sesak napas adalah gejala corona yang dijumpai pada kebanyakan kasus Covid-19. Menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), ada beberapa sinyal gejala lain yang muncul dalam dua hingga 14 hari setelah seseorang terpapar virus corona.

Berikut ini di antaranya:

1. Nyeri tubuh dan kedinginan

Pasien Covid-19 melaporkan gejala nyeri di sekujur tubuh dan kedinginan hingga tubuh menggigil terutama pada malam hari.

Baca Juga:  Efektivitas Penggunaan Masker Kain dalam Mencegah Covid-19

2. Kebingungan mendadak

CDC menyebutkan kondisi pasien corona lebih gawat ketika mengalami gejala kebingungan mendadak. Contohnya menjadi tak waspada terhadap sekitar dan tak bisa bangkit dari tempat tidur.

3. Masalah pencernaan

Penelitian di China terhadap sekitar 200 pasien awal Covid-19 menunjukkan adanya gejala berupa masalah pencernaan pada sebagian pasien. Di antaranya diare.

4. Konjungtivitis

Mata merah atau konjungtivitis dijumpai pada 1-3% pasien corona di China dan Korea Selatan. Mata merah adalah penyakit sangat menular yang disebabkan oleh virus.

5. Kehilangan fungsi indra penciuman

Gejala awal yang menyertai batuk corona adalah anosmia atau hilangnya kemampuan menghidu. Pada kasus Covid-19 sedang di Korea Selatan, sekitar 30 persen pasien didapati menunjukkan gejala ini. Sedangkan di Jerman, dua dari tiga kasus positif corona menunjukkan gejala serupa.

Covid-19 sebagai penyakit baru yang belum ada vaksinnya masih terus dipelajari hingga kini. Termasuk soal gejalanya. Untuk memastikan seseorang positif terjangkit corona, diperlukan tes khusus fasilitas kesehatan. Jika mengalami batuk disertai gejala lain yang mengarah ke corona, sebaiknya segera memeriksakan diri secara khusus dengan prosedur Covid-19 agar segera mendapat diagnosis yang tepat.

 

Sumber:

https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/symptoms-testing/symptoms.html

https://www.healthline.com/health-news/flu-allergies-coronavirus-different-symptoms

Bagikan ke :