Asam urat merupakan hasil metabolisme dari purin. Purin itu sendiri ditemukan di dalam sel tubuh kita sendiri dan dari makanan. Asam urat dikeluarkan dari dalam tubuh melalui urin. Kadar asam urat yang normal, tidak berbahaya bagi tubuh, namun, bisa menjadi masalah kesehatan yang cukup serius jika kadarnya melebihi batas normal.
Dalam dunia medis, asam urat tinggi dikenal dengan istilah hiperurisemia. Hiperurisemia bukan masalah kesehatan yang baru, terutama di kalangan masyarakat Indonesia. Sekitar 20-50% penduduk Indonesia, memiliki hiperurisemia.
Â

Mengenal Asam Urat Tinggi (Hiperurisemia)
Menurut Perhimpunan Reumatologi Indonesia, hiperurisemia adalah kadar asam urat yang melebihi 6,8 mg/dl. Menurut National Library of Medicine, hiperurisemia pada orang dewasa terjadi ketika konsentrasi asam urat dalam darah lebih dari 7,0 mg/dl pada pria dan 6,0 mg/dl pada wanita.
Gejala
Dalam beberapa kasus, hiperurisemia tidak menimbulkan gejala, atau disebut asimptomatis. Periode ini dapat berlangsung cukup lama sebelum menimbulkan gejala, sehingga sebagian besar orang tidak menyadari jika kadar asam uratnya sudah melebihi batas normal.
Gejala yang paling sering ditimbulkan akibat asam urat adalah nyeri sendi. Asam urat berbentuk seperti kristal dan mengendap di persendian. Hal ini akan memicu radang sendi yang disebut artritis gout. Delapan puluh hingga 90% radang sendi akibat asam urat terjadi di jempol kaki yang disebut podagra. Perjalanan alamiah gout terjadi dalam empat fase, yaitu
- Hiperurisemia asimptomatis, dimana pasien tidak memiliki gejala, namun memiliki kadar asam urat yang tinggi.
- Artritis gout akut, dimana pasien merasakan nyeri pada sendinya akibat radang sendi. Radang sendi terjadi karena penumpukan kristal asam urat.
- Fase interkritikal, dimana pasien tidak merasakan nyeri pada sendiri.
- Artritis gout kronis, dimana dapat terjadi perubahan bentuk dari sendi atau ditemukan tofus. Tofus adalah penumpukan kristal asam urat di sendi atau kulit hingga menonjol keluar. Tofus berbentuk seperti benjolan yang keras dimana didalamnya akan berbentuk seperti kapur.
Artritis gout umumnya memiliki ciri khas berbeda dari jenis radang sendi yang lain. Ketika pasien mengalami nyeri sendi hebat, maka disebut pasien mengalami serangan artritis gout. Berikut beberapa gejala khas dari serangan artritis gout:
- Mengenai sendi pergelangan kaki atau telapak kaki, dimana paling sering pada jempol kaki.
- Rasa sakit atau nyeri yang hebat yang terjadi tiba-tiba hingga pasien tidak dapat menahan nyeri akibat sentuhan atau penekanan sendi yang terlibat.
- Kemerahan pada area sendi.
- Kesulitan berjalan atau tidak dapat menggunakan sendi yang terlibat.
- Serangan gout umumnya membaik dalam < 14 hari.
- Umumnya terjadi berulang dan diantara serangan tidak ada rasa nyeri.
Serangan artritis gout berikutnya dapat terjadi enam bulan hingga dua tahun setelah serangan pertama. Serangan yang kedua dan seterusnya umumnya lebih lama, sendi yang terkena lebih banyak dan jarak antar serangan lebih pendek.
Penyebab
Penyebab asam urat tinggi atau hiperurisemia bisa karena faktor dari luar tubuh seperti makanan, dan gaya hidup, maupun dari dalam tubuh seperti penurunan fungsi ginjal. Berikut penjelasan sederhananya.
- Mengonsumsi Makanan yang Tinggi Purin
Mengonsumsi makanan tinggi purin dapat memicu peningkatan pembentukan asam urat di dalam tubuh. Contoh makanan tinggi purin yakni, daging merah, jeroan, produk olahan daging hingga hidangan laut.
- Gaya Hidup Tidak Sehat
Konsumsi alkohol dapat meningkatkan risiko artritis gout. Minuman manis dapat meningkatkan asam urat.
- Penurunan Fungsi Ginjal
Asam urat dikeluarkan dari tubuh melalui ginjal. Jika terdapat gangguan fungsi ginjal, maka proses pembuangan asam urat tidak bisa berlangsung secara maksimal yang akan mengakibatkan hiperurisemia.
- Penggunaan Obat-obatan
Penggunaan obat-obatan tertentu bisa menyebabkan hiperurisemia. Misalnya saja, siklosporin, diuretik seperti furosemid, aspirin, imunosupresan, obat kemoterapi hingga obat tuberkulosis. Maka itu, penggunaan obat-obatan dianjurkan sesuai resep dokter.
Cara Dokter Mendiagnosis
Untuk memastikan masalah kesehatan yang dialami pasien adalah hiperurisemia, dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan. Adapun pertanyaannya antara lain:
- Sendi mana saja yang nyeri
- Derajat nyeri
- Frekuensi munculnya gejala, apakah berulang atau tidak
- Penyakit yang pernah atau sedang diderita pasien.
- Gaya hidup dan pola makan.
- Jenis obat yang pernah atau sedang dikonsumsi.
Setelah sesi tanya jawab, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, terutama area persendian yang nyeri. Jika membutuhkan pemeriksaan lanjutan, dokter akan melakukan tes darah untuk mengetahui kadar asam urat serta rontgen area sendi yang sakit.
Pengobatan
Umumnya, penanganan hiperurisemia dibedakan berdasarkan gejala pasien. Pada hiperurisemia asimptomatis/tidak ada gejala, maka perubahan gaya hidup menjadi pilar utama. Pada pasien tanpa gejala, maka pemberian terapi penurun asam urat seperti alopurinol atau febuxostat, diberikan jika asam urat > 9 mg/dL disertai dengan kerusakan sendi, terdapat kristal asam urat pada pemeriksaan cairan sendi atau batu saluran kemih.
Pada pasien hiperurisemia dengan artritis gout, maka akan diberikan obat kepada pasien. Beberapa obat yang disarankan oleh dokter yakni, kolkisin dan anti nyeri seperti diclofenac, naproxen, celecoxib, dan ketorolac atau anti radang seperti prednison. Selain itu, dokter juga akan merekomendasikan obat penurun asam urat.
Komplikasi
Hiperurisemia harus ditangani segera dengan pengobatan yang tepat. Asam urat tinggi yang diabaikan dapat mengakibatkan komplikasi. Berikut ini beberapa komplikasi yang bisa terjadi.
- Kerusakan sendi secara permanen
- Gerakan sendi yang terbatas karena terkena tofus
- Tofus yang besar bisa pecah dan mengakibatkan infeksi
- Batu ginjal
- Penyakit ginjal kronis
- Penyakit jantung coroner
Pencegahan
Hiperurisemia yang berlangsung lama atau kerusakan sendi, dapat mengganggu aktivitas penderitanya. Hiperurisemia dapat dicegah dengan cara yang sederhana.
- Rencanakan diet dengan benar. Batasi konsumsi makanan yang tinggi purin.
- Jangan lupa untuk rutin berolahraga setidaknya tiga sampai lima kali dalam seminggu untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan, tidak terbatas pada persendian. Olahraga yang dianjurkan adalah olahraga aerobic dimana dapat membantu menurunkan kadar asam urat.
- Mengonsumsi air putih atau air mineral sesuai kebutuhan tubuh. Hal ini dapat membantu menjaga kesehatan ginjal agar selalu berfungsi dengan baik.
- Disarankan juga untuk menjaga berat badan ideal.
Tak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan layanan kesehatan tepercaya. Biasanya, dokter akan merekomendasikan makanan dan minuman yang harus dikonsumsi atau dihindari.
Kapan Harus ke Dokter?
Jangan menunda pemeriksaan ke dokter jika mengalami nyeri sendi. Segera pergi ke layanan kesehatan untuk mendapatkan pertolongan. Selain itu, perlu diwaspadai gejala lain seperti rasa sakit buang air kecil, urin berwarna pink/merah atau kesulitan buang air kecil, yang dapat menandakan batu ginjal sebagai komplikasi dari hiperurisemia.
Ditinjau oleh:
Spesiais Penyakit Dalam
Primaya Hospital Pasar Kemis
Referensi:
- Jin M, Yang F, Yang I, Yin Y, Luo JJ, Wang H, Yang XF. Uric acid, hyperuricemia and vascular diseases. Front Biosci (Landmark Ed). 2012 Jan 1;17(2):656-69. doi: 10.2741/3950. PMID: 22201767; PMCID: PMC3247913.
- Cleveland Clinic. Hyperuricemia (High Uric Acid Level): Symptoms, Causes & Treatment [Internet]. Cleveland (OH): Cleveland Clinic; updated 2023 Jul 17 [cited 2026 May 29]. Available from: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17808-hyperuricemia-high-uric-acid-level
- Perhimpunan Reumatologi Indonesia. Pedoman diagnosis dan tatalaksana hiperurisemia & artritis gout. Jakarta: Perhimpunan Reumatologi Indonesia; 2024.

