• Emergency
  • 150 108
  • Chatbot

Badan Terasa Pegal Tanda Penyakit Apa?

Badan Terasa Pegal Tanda Penyakit Apa

Ketika badan terasa pegal, aktivitas rutin akan terganggu. Namun tak jarang badan pegal-pegal tanpa penyebab yang jelas. Badan pegal bisa jadi hanya masalah biasa yang bisa hilang sendiri dalam waktu singkat. Tapi bisa juga pegal-pegal yang terasa di sekujur tubuh adalah gejala penyakit yang lebih serius dan memerlukan penanganan medis. 

 

buat jani dokter primaya

Badan Sering Terasa Pegal, Apakah Bahaya?

Badan terasa pegal adalah gejala umum dari banyak penyakit dan kondisi. Salah satu yang paling sering menyebabkan gejala ini adalah demam biasa dan flu. Meski gejala demam dan flu sangat mirip, intensitas pegal atau nyeri yang muncul biasanya berbeda. Selain di sekujur tubuh, nyeri biasanya terasa pula di kepala jika mengalami flu. Selain itu, gejala flu seringnya muncul secara mendadak dalam waktu bersamaan.

Badan pegal juga mungkin berkaitan dengan kegiatan sehari-hari, termasuk berjalan, berdiri, atau berolahraga dalam waktu yang lama. Karena itu, pada umumnya badan terasa pegal bukanlah tanda bahaya. Anda hanya perlu beristirahat dan mendapat perawatan sederhana di rumah untuk meredakan gejala itu. 

Tapi tidak tertutup kemungkinan badan pegal-pegal adalah tanda bahwa ada penyakit serius yang melatarinya. Terutama bila tubuh terasa nyeri dalam durasi yang lama dan tak kunjung hilang meski sudah beristirahat dan menjalani perawatan mandiri di rumah. Dalam hal ini, diperlukan pemeriksaan dan diagnosis oleh dokter untuk memastikan apa penyebabnya.

 

Badan Terasa Pegal, Gejala Penyakit Apa?

Badan terasa pegal membutuhkan perhatian ekstra terutama bila Anda tak tahu pasti penyebabnya. Selain demam biasa dan flu, berikut ini sejumlah penyakit yang salah satu gejala umumnya adalah badan pegal-pegal:

1. Masalah sistem muskuloskeletal

Sistem muskuloskeletal terdiri atas tulang, otot, tendon, ligamen, dan jaringan lunak. Bila ada masalah pada sistem ini baik secara keseluruhan maupun bagian tertentu, tubuh akan terasa pegal. Contohnya artritis, saraf terjepit, dan cedera akut.

2. Anemia

Anemia adalah kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah. Akibatnya, jaringan tubuh tak memperoleh oksigen yang memadai dan banyak bagian tubuh kelelahan. Sebab, oksigen dibutuhkan tubuh untuk terus dapat berfungsi dengan normal dan sehat.

3. Hipokalsemia

Hipokalsemia bisa terjadi jika tubuh kekurangan vitamin D sehingga kadar kalsiumnya rendah. Tulang dan otot membutuhkan kalsium untuk dapat bekerja sebagaimana mestinya. Bila vitamin D tak memadai, organ-organ itu akan terasa nyeri.

4. Mononukleosis

Penyakit akibat infeksi virus Epstein-Barr ini sangat menular dan salah satu gejala umumnya adalah badan terasa pegal. Penyakit yang juga sering disebut kissing disease atau mono ini lebih sering menyerang anak remaja dan dewasa muda.

5. Pneumonia

Pneumonia adalah infeksi pada paru yang bisa mempengaruhi sistem pernapasan secara keseluruhan. Ketika tubuh tak memperoleh cukup oksigen karena pernapasan bermasalah, akan muncul rasa nyeri di sekujur tubuh.

6. Fibromialgia

Fibromialgia adalah kondisi tatkala seluruh tubuh serasa kehabisan tenaga, pegal-pegal, dan sensitif. Penyebab penyakit ini tak pasti, tapi ada kemungkinan peristiwa yang menyebabkan stres menjadi pemicunya.

Baca Juga:  Kenali Gejala dan Tanda-Tanda Demam Berdarah Dengue

7. Sindrom kelelahan kronis

Sindrom ini menyebabkan penderitanya merasa lunglai, lemah, dan tak berenergi meski sudah beristirahat dalam waktu lama. Kondisi ini juga kerap memicu insomnia hingga membuat sekujur badan terasa pegal.

8. Lupus

Lupus adalah penyakit autoimun berbahaya di mana sistem kekebalan tubuh justru menyerang sistem tubuh sendiri. Karena serangan itu, tubuh akan terasa pegal akibat inflamasi.

9. Penyakit Lyme

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang menyebar lewat gigitan kutu. Tubuh terasa pegal adalah salah satu gejala umumnya, terutama pada bagian otot dan sendi.

10. Histoplasmosis

Histoplasmosis adalah infeksi jamur dari spora atau kotoran burung atau kelelawar. Kondisi ini banyak terjadi di area proyek konstruksi, perkebunan, atau gua.

11. Multiple sclerosis

Kondisi autoimun ini terjadi ketika sistem saraf pusat bermasalah karena inflamasi konstan. Akibatnya, sistem saraf akan terganggu dan tubuh merasakan sensasi abnormal seperti pegal dan kesemutan.

 

Penyebab Badan Terasa Pegal

Terdapat dua penyebab utama badan terasa pegal, yakni masalah kesehatan dan efek aktivitas. Tubuh harus bekerja lebih keras untuk memulihkan diri saat sakit serta setelah digunakan dalam waktu lama atau dengan beban berat dan berulang untuk beraktivitas. Masalah kesehatan yang berpengaruh pada langsung pada sistem muskuloskeletal juga akan menyebabkan badan pegal-pegal.

Sebagai contoh, saat terjadi infeksi, tubuh akan melawan dengan sistem imun. Proses yang disebut inflamasi ini bertujuan menghancurkan penyebab infeksi dan menyembuhkan jaringan yang rusak. Selama proses ini, tubuh akan terus bekerja melawan infeksi sehingga berdampak tubuh terasa pegal atau lemas. 

Begitu pula ketika sehabis beraktivitas fisik yang menguras tenaga, terlebih dalam waktu lama. Bagi yang jarang berolahraga atau bergerak aktif, tubuh juga akan lebih rentan terasa pegal lantaran tidak pernah dilatih. 

 

Diagnosis Badan Pegal

Metode dokter untuk mendiagnosis badan terasa pegal tergantung gejala yang dialami pasien. Diagnosis akan diawali dengan pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan pasien. Dokter akan menanyakan dan mengecek seputar gejala yang menyertai pegal-pegal itu.

Bila menduga penyebabnya lebih dari sekadar flu atau demam biasa, dokter mungkin akan menyarankan pasien menjalani tes lanjutan, seperti:

  • Tes darah
  • Tes fungsi tiroid
  • Ultrasonografi
  • Tomografi terkomputasi (CT)
  • Pencitraan resonansi magnetik (MRI)
  • Biopsi otot
  • Tes urine
  • Tes polimerasi reaksi berantai (PCR)

 

Mengatasi Badan Pegal-pegal

Secara umum, badan terasa pegal dapat diredakan dengan cara sederhana di rumah, yakni beristirahat, minum banyak air putih, dan memulihkan diri. Misalnya:

  • Tidur untuk memberikan waktu pemulihan bagi tubuh.
  • Minum sekurangnya 2 liter air tiap hari agar peradangan cepat reda dari dalam tubuh.
  • Mandi berendam dengan air hangat untuk meringankan pegal-pegal pada otot dan sendi.
  • Terapi pijat untuk meningkatkan aliran darah ke otot dan meredakan ketidaknyamanan.
  • Olahraga ringan agar kebugaran tubuh tetap terjaga.
Baca Juga:  Penyebab Ngantuk di Pagi Hari, Apa Solusinya? 

Selain cara mandiri itu, Anda bisa mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas di apotek seperti ibuprofen dan asetaminofen.

 

Komplikasi

Badan yang terasa pegal bisa mengarah pada komplikasi jika penyebabnya adalah masalah kesehatan serius, terlebih bila tak mendapat penanganan yang tepat sehingga tak kunjung sembuh. Jika mengalami fibromialgia, misalnya, pegal-pegal akan terus menyebar dan bertahan di sekujur badan sehingga menurunkan kualitas hidup.

Tubuh bisa jadi akan lebih sensitif terhadap rasa sakit. Bahkan sentuhan kecil saja bisa menyebabkan rasa sakit pada tubuh. Bila cedera, misalnya terantuk batu, rasa sakit pun akan lebih lama sebelum hilang dengan sendirinya atau mengalami.

Pada umumnya, komplikasi dari badan terasa pegal mencakup:

  • Otot kaku
  • Kelelahan ekstrem
  • Kualitas tidur menurun
  • Masalah kognitif
  • Sakit kepala
  • Sindrom iritasi usus
  • Gangguan kecemasan
  • Depresi

 

Pencegahan

Cara mencegah badan terasa pegal yang utama adalah menjaga tubuh tetap sehat dan bugar dengan rajin berolahraga dan menerapkan gaya hidup sehat sehingga risiko terkena penyakit lebih kecil. Tips pencegahan lainnya termasuk:

  • Regangkan otot sebelum dan setelah melakukan aktivitas fisik 
  • Lakukan pemanasan dan pendinginan sekitar 5 menit tiap sesi saat berolahraga
  • Minum cukup air putih agar tak dehidrasi
  • Berolahraga secara rutin agar otot dan sendi terlatih

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika badan terasa pegal terus-menerus dan tak kunjung reda meski beristirahat dan minum obat, itu tandanya perlu mendatangi dokter. Begitu juga jika pegal-pegal diikuti gejala lain yang parah hingga mengganggu rutinitas. Dokter akan membantu mengidentifikasi gejala tersebut dan menentukan pengobatan yang tepat.

 

Narasumber

drNitya Prasanta, Sp.PD

Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Primaya Hospital Karawang

Referensi:

  • Muscle Pain. https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/17669-muscle-pain. Diakses 20 Oktober 2022
  • Muscle Pain: Mechanisms and Clinical Significance. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2696782/. Diakses 20 Oktober 2022
  • Why your whole body aches when you’re sick (and what you can do about it). https://connect.uclahealth.org/2022/05/03/why-your-whole-body-aches-when-youre-sick-and-what-you-can-do-about-it/. Diakses 20 Oktober 2022
  • Why does my body ache?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/319985#outlook. Diakses 20 Oktober 2022
  • Why do muscles, joints ache during the flu?. https://news.llu.edu/health-wellness/why-do-muscles-joints-ache-during-flu. Diakses 20 Oktober 2022
  • Association of body pain and chronic disease: evidence from a 7-year population-based study in China. https://rapm.bmj.com/content/46/9/745. Diakses 20 Oktober 2022
  • Why Does My Body Ache?. https://www.healthline.com/health/body-aches#dehydration. Diakses 20 Oktober 2022
Bagikan ke :

Buat Janji Dokter

Promo

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.