• Emergency
  • 150 108
  • Chatbot

Fibrilasi Atrium: Gejala, Penyebab, dan Penatalaksanaan

Fibrilasi Atrium Gejala, Penyebab, dan Penatalaksanaan

Fibrilasi Atrium adalah salah satu jenis gangguan irama jantung yang bersumber dari serambi jantung. Dalam kondisi normal, irama jantung berawal dari sebuah struktur spesifik yang terdapat di serambi kanan (atrium kanan) yang disebut simpul sinoatrial (simpul SA/SA node). Simpul sinoatrial inilah yang menjadi “generator” jantung dalam memompa darah. Karena itu, irama yang dihasilkan disebut irama sinus. Dari simpul SA, gelombang listrik yang dihasilkan diteruskan ke serambi kiri lalu ke bilik kanan dan kiri. Ketika kedua serambi distimulasi (didepolarisasi), maka kedua serambi akan secara sinkron memompa darah dari serambi ke bilik. Saat kedua bilik distimulasi, maka bilik yang sudah terisi cukup darah akan memompa darah sesuai sirkulasi masing-masing. Selanjutnya darah akan kembali lagi ke serambi. Demikianlah seterusnya terjadi siklus demi siklus.

Bila karena sebab tertentu irama jantung berubah dari irama sinus menjadi fibrilasi atrium, maka serangkaian perubahan penting terjadi. Pada fibrilasi atrium, yang menjadi ‘generator’ bukan lagi simpul SA, melainkan berbagai tempat di hampir seluruh serambi. Dengan banyaknya lokasi yang menjadi sumber aktivitas listrik di serambi, maka kedua serambi akan mengalami stimulasi yang sangat cepat dan tidak teratur. Dalam situasi ini, kedua serambi tidak lagi memompa darah secara sinkron, tapi bergetar cepat sambil mendorong darah dari serambi ke bilik dengan kecepatan yang tinggi. Dengan kehilangan sinkronisasi pompa seperti ini, maka bekuan darah akan lebih mudah terbentuk di serambi. Bila bekuan darah terbentuk di serambi kiri lalu masuk ke ventrikel kiri, maka bekuan darah dapat menyumbat pembuluh darah ketika dipompa oleh bilik kiri ke sirkulasi dan menyebabkan komplikasi.  Perhatikanlah gambar berikut dan lihatlah perbedaan keteraturannya.

buat jani dokter primaya

 

Gejala

Banyak pasien fibrilasi atrium tidak merasakan keluhan apa-apa. Mereka baru mengetahui bahwa mereka mengalami fibrilasi atrium saat pemeriksaan kesehatan, berobat untuk keluhan bukan jantung, saat akan dioperasi, dan lain-lain. Sebagian pasien mengalami keluhan, seperti berdebar cepat, denyut jantung tidak beraturan, sesak napas, cepat capek bila aktivitas, sempoyongan, dada tidak nyaman, dan lain-lain. Karena fibrilasi atrium sering timbul pada individu yang sudah memiliki sakit jantung sebelumnya, maka keluhan fibrilasi atrium sering tumpang tindih dengan penyakit jantung yang mendasari.

Baca Juga:  Jenis-Jenis Pemeriksaan Jantung

 

Penyebab

Pada prinsipnya semua penyakit, baik penyakit kardiovaskular atau penyakit lain yang mempengaruhi jantung dapat menyebabkan fibrilasi atrium. Akan tetapi, fibrilasi atrium juga dapat terjadi pada individu yang memiliki kondisi jantung baik (disebut sebagai lone atrial fibrillation).

1. Penyakit Kardiovaskular, antara lain:

  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Penyakit jantung koroner
  • Serangan jantung koroner
  • Gagal jantung
  • Gangguan katup jantung
  • Kardiomiopati (lemah otot jantung)
  • Penyakit jantung bawaan

2. Penyakit Lain yang Memengaruhi Jantung, antara lain:

  • Hipertiroid (kelebihan hormon tiroid)
  • Anemia (kurang darah)
  • Infeksi berat
  • Gangguan elektrolit (contoh: kalium darah rendah)
  • Obat-obatan tertentu
  • Diabetes melitus (kencing manis)

 

Komplikasi

Seperti sudah dijelaskan di atas, irama fibrilasi atrium menyebabkan hilangnya sinkronisasi pompa serambi kanan dan kiri. Kondisi ini mempermudah timbulnya bekuan darah di serambi. Bila bekuan darah terbentuk di serambi kiri lalu lepas ke dalam bilik kiri, maka bekuan darah ini dapat lepas ke dalam sirkulasi tubuh. Bekuan ini lebih sering terdorong ke pembuluh darah otak dan menyebabkan stroke. Namun bekuan darah dapat pula lepas ke pembuluh darah lain dan mengganggu organ terkait. Misalnya, bekuan darah yang terlepas ke pembuluh darah jantung dapat menyebabkan serangan jantung, bekuan darah yang masuk ke pembuluh darah kaki dapat menyumbat aliran darah kaki sehingga timbul pembusukan kaki, dan lain-lain.

 

Diagnosis

Karena fibrilasi atrium adalah gangguan irama jantung, maka diagnosis juga dibuat berdasarkan konsekuensi ketidakteraturan irama tersebut. Di tangan dokter terlatih, fibrilasi atrium dapat diketahui dengan meraba pulsasi nadi yang sangat tidak teratur. Kadang, ketidakteraturan ini diketahui saat menempelkan stetoskop di atas jantung dan mendeteksi perubahan irama yang demikian (auskultasi). Akan tetapi, untuk menegakkan diagnosis fibrilasi atrium adalah dengan merekam aktivitas listrik jantung (elektrokadiogram/EKG). Dengan EKG, irama ini sangat mudah dikenali.

 

Penatalaksanaan

Penatalaksanaan fibrilasi atrium dilakukan secara menyeluruh. Kita perlu mengetahui apakah ketidaknormalan irama jantung terjadi karena kondisi jantung, kondisi di luar jantung, atau bahkan dalam kondisi jantung normal. Kita perlu juga mengevaluasi berbagai faktor risiko kardiovaskular yang mungkin ada pada individu tertentu. Pengobatan dipengaruhi  dan ditujukan kepada berbagai hal yang mungkin mencetuskan fibrilasi atrium tersebut. Karena itu bila menemukan fibrilasi atrium penting bagi dokter untuk mencari penyakit lain yang menyertai.

Baca Juga:  Serangan Jantung: Gejala, Penyebab dan Pengobatannya

Beberapa pendekatan penting adalah:

  1. Kontrol faktor risiko dan penyakit penyerta, seperti merokok, hipertensi, diabetes, kolesterol, kegemukan, kurang olah raga.
  2. Mendeteksi dan mengatasi anemia, infeksi, hipertiroid.
  3. Bila laju jantung terlalu cepat, perlu obat untuk mengontrol laju denyut jantung (kontrol kecepatan laju jantung).
  4. Kontrol penyakit jantung yang mendasari: obat-obat gagal jantung, revaskularisasi pada pasien penyakit jantung koroner, perbaikan katup jantung, dan lain-lain.
  5. Irama jantung yang sangat mengganggu, perlu dipertimbangkan tindakan ablasi fibrilasi atrium, yaitu untuk ‘memutus’ gangguan listrik tertentu di jantung.
  6. Obat pengencer darah untuk mencegah stroke dan kejadian tromboemboli lainnya.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Bila merasakan denyut jantung yang tidak beraturan, baik lambat atau cepat, kita perlu berobat ke dokter untuk mengetahui ada tidaknya fibrilasi atrium. Pemeriksaannya cukup mudah dan sederhana. Mengingat komplikasinya yang sangat mengganggu, terutama stroke, maka irama ini perlu dideteksi secara dini.

 

Narasumber

dr. Henry A. P. Pakpahan, SpJP, FIHA, FAsCC

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah

Primaya Hospital Bekasi Barat

Referensi:

  • Atrial fibrillation. https://www1.racgp.org.au/ajgp/2019/october/atrial-fibrillation. Diakses 18 Oktober 2022
  • Atrial Fibrillation. https://www.cdc.gov/heartdisease/atrial_fibrillation.htm. Diakses 18 Oktober 2022
  • What is Atrial Fibrillation (AFib or AF)?. https://www.heart.org/en/health-topics/atrial-fibrillation/what-is-atrial-fibrillation-afib-or-af. Diakses 18 Oktober 2022
  • Atrial fibrillation (AF) : causes, symptoms and treatments. https://www.bhf.org.uk/informationsupport/conditions/atrial-fibrillation. Diakses 18 Oktober 2022
  • Atrial Fibrillation. https://emedicine.medscape.com/article/151066-overview. Diakses 18 Oktober 2022
  • What Is Afib?. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/atrial-fibrillation. Diakses 18 Oktober 2022
  • What Is Atrial Fibrillation?. https://www.nhlbi.nih.gov/health/atrial-fibrillation. Diakses 18 Oktober 2022
  • Atrial fibrillation. https://www.nhsinform.scot/illnesses-and-conditions/heart-and-blood-vessels/conditions/atrial-fibrillation#about-atrial-fibrillation. Diakses 18 Oktober 2022
Bagikan ke :

Buat Janji Dokter

Promo

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.