• Emergency
  • 150 108
  • Chatbot

Buah untuk Menurunkan Darah Tinggi

Buah untuk Menurunkan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi adalah masalah kesehatan yang dapat memicu beragam penyakit serius. Tekanan darah tinggi / Hipertensi merupakan faktor risiko terhadap kerusakan organ penting seperti otak, jantung, ginjal, retina, dan pembuluh darah . Riset Kesehatan DasarĀ  menunjukkan peningkatan prevalensi hipertensi di Indonesia setiap tahunnya.

Demi kesehatan, ada sederet cara untuk menjaga tekanan darah di batas normal. Salah satunya dengan rajin mengkonsumsi buah.


 

Mengenal Tekanan Darah Tinggi

Jantung berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah arteri, vena dan kaliper. Daya darah yang mendorong dinding arteri diukur sebagai tekanan darah. Tekanan darah dicatat dalam dua angka atas dan bawah. Angka atas adalah sistolik dan angka bawah diastolik. Angka-angka ini diukur dalam satuan milimeter air raksa (mmHg). Tekanan darah tinggi ketika angka-angka tersebut melebihi batas normal. Umumnya batas normal tekanan darah adalah 120/80 mmHg.

Ada beberapa kategori hipertensi, yaitu:

  1. Pre-hipertensi: tekanan darah sistolik 130-139 dan diastolik 80-89
  2. Hipertensi tahap 1: tekanan darah sistolik 140-159 dan diastolik 90-99
  3. Hipertensi tahap 2: tekanan darah sistolik > 160 dan diastolik >100
  4. Krisis hipertensi: tekanan darah lebih dari 180/120 mmHg

Makin tinggi tekanan darah, makin besar risiko mengalami penyakit serius. Tekanan darah tinggi membuat jantung bekerja lebih keras dan menyebabkan tekanan berlebih pada dinding arteri. Akibatnya, dinding arteri bisa rusak dan meningkatkan risiko terkena penyakit kardiovaskular.

Penyakit darah tinggi sering pula berkaitan erat dengan kolesterol tinggi, yang bisa menyebabkan penumpukan plak di dalam pembuluh darah. Arteri yang menyempit hingga tersumbat sepenuhnya karena tumpukan plak memperbesar risiko terkena serangan jantung. Plak juga bisa terlepas dari dinding arteri dan memicu sumbatan di pembuluh darah lain, termasuk di sekitar otak sehingga memicu stroke.

 

Kondisi Seseorang yang Mengalami Tekanan Darah Tinggi

Darah tinggi terkenal dengan sebutan silent killer atau pembunuh senyap. Sebab, orang yang memiliki tekanan darah tinggi tidak sadar hingga mereka didiagnosis menderita hipertensi oleh dokter. Seseorang bisa memiliki tekanan darah tinggi selama bertahun-tahun tanpa ada gejala dan tidak menyadarinya. Akibatnya, risiko mereka terkena penyakit kardiovaskular hingga kerusakan organ lebih besar.

Meskipun sering tidak bergejala, orang yang memiliki darah tinggi dapat menunjukkan tanda atau gejala:

  1. Sering merasa sakit kepala
  2. Napas pendek
  3. Mudah lelah
  4. Kerap merasa mual dan ingin muntah
  5. Jantung berdebar-debar
  6. Penglihatan buram
  7. Sering merasa gelisah

 

Mengapa Bisa Terjadi Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi terjadi ketika pembuluh darah arteri menyempit sehingga darah memberi tekanan berlebih terhadap dinding pembuluh darah dan jantung harus bekerja lebih keras untuk menjaga tekanan itu. Jantung dan pembuluh darah bisa tahan terhadap tekanan ini selama beberapa bulan atau tahun, tapi jantung pada akhirnya bisa membesar dan menjadi lemah hingga gagal berfungsi sebagaimana mestinya.

Baca Juga:  Kolesterol Tinggi: Gejala, Penyebab, dan Penanganannya

Tingginya tekanan darah bisa dibedakan menjadi dua jenis menurut penyebabnya, yaitu hipertensi primer atau esensial dan hipertensi sekunder.

1. Hipertensi Primer

Penyebab tidak mudah diidentifikasi. Risiko mengalami hipertensi meningkat sejalan dengan bertambahnya usia. Gaya hidup tidak sehat menambah risiko itu, seperti:

  • Konsumsi banyak garam dalam makanan
  • Minum alkohol berlebihan
  • Kelebihan berat badan
  • Kurang berolahraga
  • Stres tak terkendali
  • Merokok

2. Hipertensi Sekunder

Penyebab dapat teridentifikasi melalui pemeriksaan kesehatan pasien, di antaranya:

  • Penyakit ginjal
  • Gangguan hormon
  • Reaksi pada obat-obatan tertentu, seperti obat anti-peradangan dan obat kontrasepsi
  • Pengerasan pembuluh darah
  • Hamil
  • Faktor keturunan dalam keluarga juga bisa mempengaruhi risiko mengalami tekanan darah tinggi pada seseorang.

 

Jenis-jenis Buah untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Buah terkenal punya banyak manfaat untuk kesehatan karena kandungan gizinya, dari vitamin, mineral, serat, hingga antioksidan. Selain itu, jarang ada buah yang mengandung lemak, kolesterol, dan sodium yang dapat memicu tekanan darah tinggi. Berdasarkan penelitian, ada beberapa jenis buah untuk menurunkan darah tinggi yang terbukti ampuh berkat kandungannya, antara lain:

  • Beri-berian (stroberi, bluberi, dan sejenisnya): antosianin
  • Pisang: potasium
  • Beet: nitrat anorganik
  • Kiwi: zat bioaktif dan vitamin C
  • Semangka: oksida nitrat
  • Belimbing:polifenol
  • Delima: antioksidan
  • Buah sitrus (jeruk, lemon, dan sejenisnya): vitamin C dan antioksidan
  • Tomat: potasium dan likopen
  • Apel: flavan-3-ol

Buah untuk menurunkan darah tinggi tersebut sekadar contoh. Pada dasarnya, semua buah memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan. Hanya, pastikan mengonsumsi buah yang bersih dan perhatikan kandungan gulanya jika mengonsumsi buah dalam bentuk jus atau buah kering.

 

Dampak Tekanan Darah Tinggi Pada Kesehatan Tubuh

Tekanan darah tinggi bisa berdampak pada kesehatan terkait dengan enam sistem tubuh, yakni:

1. Peredaran darah

Jantung harus bekerja lebih keras dalam memompa darah sehingga ada risiko penyakit jantung dengan gejala seperti mudah ngos-ngosan, nyeri dada, sering merasa pening, sesak napas, dan pembengkakan di beberapa bagian tubuh, terutama kaki dan perut.

2. Saraf

Jika terjadi penyumbatan aliran darah di otak karena darah tinggi, seseorang bisa mengalami stroke sehingga sistem sarafnya tak bisa berfungsi maksimal. Hipertensi juga berkaitan dengan peningkatan risiko demensia dan menurunnya kemampuan kognitif seiring dengan bertambahnya umur. Saraf di mata juga bisa terganggu sehingga memicu masalah penglihatan.

Baca Juga:  Penyakit Mulut dan Kuku Apakah Bisa Menular ke Manusia?

3. Rangka

Ada hubungan antara tekanan darah tinggi dan osteoporosis alias keroposnya tulang. Karena tekanan darah tinggi, jumlah kalsium yang keluar dari tubuh ketika buang air kecil menjadi lebih banyak. Akibat osteoporosis, tulang menjadi lebih mudah patah atau retak.

4. Pernapasan

Aliran darah di area paru-paru juga bisa terganggu karena tekanan darah tinggi hingga menyebabkan emboli paru atau penyumbatan pada pembuluh darah yang menuju paru-paru. Penderitanya bisa mengalami masalah pernapasan seperti napas pendek, batuk-batuk, dan nyeri dada.

5. Reproduksi

Tekanan darah tinggi bisa memicu penyumbatan pada pembuluh darah yang menuju organ reproduksi. Akibatnya, bisa terjadi disfungsi seksual. Pada pria, mungkin terjadi masalah ereksi. Sedangkan wanita bisa mengalami penurunan gairah seksual, vagina kering, dan kesulitan mencapai orgasme.

6. Sistem perkemihan

Pembuluh darah yang menuju ginjal dan ada di dalam ginjal bisa rusak karena tekanan darah tinggi. Kerusakan yang kian parah dapat memicu gagal ginjal sehingga mengganggu sistem urinaria atau perkemihan.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Anda dapat mencegah dan mengendalikan tekanan darah tinggi dengan menjaga pola hidup sehat, seperti rajin berolahraga dan makan makanan bergizi seimbang. Kurangi makanan berlemak dan mengandung banyak garam yang dapat menaikkan tekanan darah. Sediakan alat pengukur tekanan darah di rumah yang bisa diperoleh di apotek atau toko medis yang mudah digunakan. Ukur tekanan darah secara rutin tiap pagi dan malam dan lihat apakah tekanan terus berada di atas ambang batas secara konsisten. Jika tekanan darah di atas 140/90 mmHG dalam beberapa hari atau merasakan gejala hipertensi yang sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya datangi dokter untuk berkonsultasi.

 

Reviewed by

dr. Nitya Prasanta, SpPD

Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Primaya Hospital Karawang

dan

dr. Swastika Widhiastuti, SpPD

Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Primaya Hospital Bekasi Utara

 

 

Referensi:

  • Fifteen good foods for high blood pressure. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322284. Diakses 12 Februari 2022
  • Dietary Approaches to Prevent Hypertension. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4366416/. Diakses 12 Februari 2022
  • The 17 Best Foods for High Blood Pressure. https://www.healthline.com/nutrition/foods-high-blood-pressure. Diakses 12 Februari 2022
  • Fruit Intake to Prevent and Control Hypertension and Diabetes. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7884895/. Diakses 12 Februari 2022
  • Fruit and vegetable intake and the risk of hypertension in middle-aged and older women. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3258456/. Diakses 12 Februari 2022
  • Understanding Blood Pressure Readings. https://www.heart.org/en/health-topics/high-blood-pressure/understanding-blood-pressure-readings. Diakses 12 Februari 2022
  • Diastole vs. Systole: Know Your Blood Pressure Numbers. https://www.webmd.com/hypertension-high-blood-pressure/guide/diastolic-and-systolic-blood-pressure-know-your-numbers. Diakses 12 Februari 2022
Bagikan ke :

Promo

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.