• Emergency
  • 150 108
  • Chatbot

Penyakit Maag: Gejala, Mencegah dan Mengobati

Penyakit Maag Gejala, Mencegah dan Mengobati

Maag menjadi salah satu penyakit terbanyak di kalangan masyarakat. Apabila sakit maag tidak teratasi dan bertambah berat akan menggangu aktivitas rutin. Banyak masyarakat yang mengeluhkan gejala penyakit maag tanpa memahami lebih lanjut apa sebenarnya kondisi tersebut, seringkali sakit maag bisa menjadi suatu tanda penyakit lain.

 

buat jani dokter primaya

Mengenal Penyakit Maag

Sebelum melangkah lebih lanjut, harus ditekankan dulu di awal bahwa penyakit maag yang mengacu pada rasa tidak nyaman yang bersumber dari dalam perut sebenarnya bukanlah penyakit. Maag adalah bahasa Belanda untuk suatu organ lambung yang disebut Maagorganen. Namun kini maag identik dengan penyakit lambung yang ditandai rasa perih, kembung, begah, dan panas dari dalam perut. Dalam dunia medis, segala ketidaknyamanan itu disebut Dispepsia. Dispepsia adalah gejala rasa tidak nyaman pada lambung berupa mual, nyeri ulu hati, kembung, cepat kenyang, dan bersendawa.

Penyakit maag tergolong lazim dialami oleh orang kebanyakan. Ada yang sesekali saja mengalaminya pada saat-saat tertentu. Ada juga yang kerap mengalami gejala ini hampir tiap hari. Yang pasti, maag adalah tanda adanya masalah pada sistem pencernaan. Masalah itulah yang menimbulkan ketidaknyamanan pada lambung yang disebut maag.

Maag juga sering muncul pada ibu hamil. Perut terasa mulas dan terbakar pada masa kehamilan adalah kondisi yang wajar dan seringnya tak memerlukan penanganan khusus karena berkaitan dengan perubahan hormon.

 

Gejala

Gejala penyakit maag adalah ketidaknyamanan yang terasa bersumber dari lambung hingga saluran pencernaan atas, yang umum terjadi antara lain:

  • Kembung
  • Perut terasa penuh dan tidak nyaman
  • Mual
  • Mulas
  • Bersendawa
  • Buang angin
  • Ada rasa pahit di mulut
  • Muntah

Maag biasanya muncul segera setelah makan atau minum. Tapi bisa juga gejala dialami beberapa waktu kemudian saat makanan sedang dicerna. Beberapa gejala bisa hilang dengan cepat, tapi bisa juga bertahan dalam waktu lama. Jangka waktu kemunculan gejala ini bergantung pada penyebabnya.

 

Penyebab

Penyakit maag terjadi karena adanya gangguan pencernaan. Gangguan tersebut bisa saja ringan, seperti akibat makan atau minum terlalu banyak atau makan terlalu cepat. Gaya hidup juga bisa menjadi faktor pemicu maag, seperti:

  • Sering merokok
  • Minum minuman beralkohol/berkafein/bersoda
  • Stres
  • Kelelahan
  • Kerap makan makanan berlemak, berminyak, dan pedas
Baca Juga:  Jenis Penyakit Silent Killer: Gejala dan Pencegahan

Adapun masalah pencernaan lebih serius yang bisa menyebabkan gejala penyakit maag antara lain:

  • Asam lambung naik (GERD)
  • Infeksi saluran pencernaan, seperti Helicobacter pylori
  • Tukak lambung
  • Sindrom iritasi usus
  • Penyakit tiroid
  • Peradangan pankreas
  • Gastroparesis (gangguan otot lambung yang membuat ada sisa makanan di lambung dalam pencernaan)
  • Kanker perut

Obat-obatan tertentu juga bisa memicu maag seperti obat anti nyeri

 

Cara Dokter Mendiagnosis Penyakit Maag

Untuk mendiagnosis penyakit maag, dokter akan memeriksa fisik pasien dan mengecek riwayat medisnya. Dokter juga akan menanyakan gejala yang dialami. Dari situ, dokter akan meminta pasien menjalani tes untuk mengonfirmasi dugaan penyakit yang melatari kemunculan gejala tersebut. Misalnya endoskopi dengan cara memasukkan lewat mulut pasien alat berupa selang fleksibel yang kecil dan tipis dengan lampu yang terhubung ke monitor di ruang periksa. Dengan alat bernama endoskop ini, dokter bisa melihat kondisi saluran pencernaan atas pasien.

Prosedur tes lainnya termasuk:

  • Pencitraan dengan sinar-X, CT scan, atau ultrasonografi (USG)
  • Tes darah atau tes tinja lewat prosedur pengambilan sampel untuk diperiksa di laboratorium (biopsi) untuk mengecek keberadaan bakteri yang mungkin menginfeksi saluran pencernaan atas
  • Tes pernapasan dengan peralatan khusus untuk mengidentifikasi bakteri Helicobacter pylori yang bisa memicu maag.

 

Cara Mengatasi Maag

Seringkali gejala penyakit maag bisa reda sendiri setelah beberapa menit hingga beberapa jam. Bila gejala kerap datang dan berlangsung lama, mungkin ada penyakit lain yang menyebabkannya. Jika ini yang terjadi, perlu penanganan dokter yang akan mengidentifikasi penyebabnya guna memberikan saran perawatan yang tepat.

Cara mengatasi gejala itu akan disesuaikan dengan hasil pemeriksaan yang mengonfirmasi masalah kesehatan pasien. Secara umum, dokter akan meresepkan obat yang lazim dipakai untuk mengatasi maag, yakni antasida. Selain itu, dokter akan meminta pasien mengubah kebiasaan dan gaya hidup yang bisa memicu gejala maag sekaligus sebagai upaya pencegahan agar maag tidak datang lagi.

Baca Juga:  Tekanan Darah Tinggi

 

Komplikasi

Penyakit maag umumnya bersifat ringan dan tak menyebabkan komplikasi serius. Namun jika ada penyakit yang melatarinya, penyakit itu harus diatasi dan dikendalikan agar gejala maag tidak terus muncul. Komplikasi yang paling sering terjadi adalah hambatan pada aktivitas sehingga berpengaruh pada kualitas hidup dan produktivitas. Ketika gejala maag muncul, orang tersebut pasti akan merasa tidak nyaman dan perlu beristirahat untuk memulihkan diri.

Adapun masalah kesehatan yang bisa terjadi akibat penyakit maag termasuk:

  • Striktur esofagus, yakni penyempitan kerongkongan karena jaringan parut yang terbentuk akibat naiknya asam lambung yang bisa menyebabkan iritasi dalam jangka panjang
  • Stenosis pilorus, yaitu kondisi ketika saluran antara perut dan usus kecil menyempit dan terdapat jaringan parut.
  • Esofagus Barrett, yakni perubahan pada sel yang melapisi kerongkongan karena naiknya asam lambung secara berulang. Kondisi ini bisa berkembang menjadi kanker esofagus.

 

Pencegahan

Upaya pencegahan penyakit maag mesti didasarkan pada kondisi yang memicu kemunculan gejalanya. Secara umum, maag bisa dicegah dengan cara ini:

  • Menghindari makanan pedas, asam, berlemak, atau berminyak
  • Tidak makan 3-4 jam sebelum tidur
  • Mengurangi kafein, soda, dan alkohol
  • Berhenti merokok
  • Makan dan minum secukupnya
  • Mengelola stres
  • Menjaga berat badan sehat

 

Kapan Harus ke Dokter?

Bila gejala maag sering muncul hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya temui dokter untuk berkonsultasi dan mengidentifikasi apa penyebabnya. Pemeriksaan dokter bertujuan menemukan penyakit lain yang bisa jadi melatari kemunculan gejala maag serta menentukan pilihan penanganan yang sesuai.

 

Narasumber

dr. Angelin Utami Cahyani, Sp.PD

Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Primaya Hospital Sukabumi

Referensi:

  • Indigestion (Dyspepsia). https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/indigestion-dyspepsia/diagnosis. Diakses 1 November 2022
  • Indigestion. https://www.nhs.uk/conditions/indigestion/. Diakses 1 November 2022
  • Evaluation and management of dyspepsia. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3002574/. Diakses 1 November 2022
  • The Role of Diet in Functional Dyspepsia Management. https://www.frontiersin.org/articles/10.3389/fpsyt.2020.00023/full. Diakses 1 November 2022
  • Acid Reflux. https://gi.org/topics/acid-reflux/. Diakses 1 November 2022
  • Indigestion. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/indigestion. Diakses 1 November 2022
Bagikan ke :

Buat Janji Dokter

Promo

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.