• Emergency
  • 150 108

Panas Tidak Turun dengan Paracetamol, Harus Apa?

Panas Tidak Turun dengan Paracetamol, Harus Apa

Demam adalah tanda adanya masalah dalam tubuh kita. Ketika tubuh mengalami demam, hal pertama yang diharapkan tentunya menurunkan suhu tubuh yang panas. Salah satu caranya adalah dengan mengonsumsi obat penurun panas paracetamol. Tapi kadang tetap saja panas tidak turun dengan paracetamol. Jika demikian, apa yang mesti dilakukan?

 


Mengenal Demam

Demam adalah salah satu kondisi terkait dengan kesehatan yang paling kerap dialami semua orang. Demam ditandai dengan meningkatnya suhu tubuh melebihi kisaran normal. Akibatnya, kulit terasa panas saat disentuh, terutama kulit di bagian kepala. Dalam banyak kasus, paracetamol ampuh digunakan untuk menurunkan panas. Karena itu, berjaga-jagalah jika panas tidak turun dengan paracetamol.

Demam sebetulnya adalah reaksi alami dari tubuh terhadap kehadiran benda asing yang dapat menimbulkan infeksi. Tubuh memiliki mekanisme pertahanan diri lewat sistem imun yang akan melawan infeksi itu. Infeksi umumnya disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur. Ketika terjadi demam, berarti sistem imun sedang berupaya menghalau kuman penyebab infeksi tersebut. Dengan kata lain, demam sebetulnya pertanda baik karena itu artinya sistem imun dapat bekerja. Yang menjadi masalah adalah jika seseorang kerap terkena demam atau demam bertahan dalam waktu lama.

Suhu tubuh anak hingga dewasa yang normal berada di kisaran 36,1-37,2 derajat Celsius. Adapun suhu tubuh normal bayi 36,5-38 derajat Celsius. Biasanya seseorang dikatakan mengalami demam tinggi bila suhu tubuhnya lebih dari 38 derajat Celsius. Meski begitu, suhu tubuh bisa berubah-ubah karena berbagai faktor. Misalnya tingkat keaktifan. Makin aktif seseorang, suhu tubuhnya makin tinggi saat diukur. Terutama bila pengukuran dilakukan pada siang hari ketika cuaca panas.

Ada bermacam cara mengukur suhu tubuh dengan termometer, di antaranya lewat mulut, ketiak, dan rektum. Cara mengukur suhu tubuh paling akurat adalah lewat rektum. Selain itu, ada alat pengukur suhu tubuh digital dengan infra merah yang ditembakkan ke kening. Akurasi hasil pengukuran dengan termometer digital ini diragukan jika diarahkan ke tangan atau lengan.

Secara umum, demam bukanlah pertanda adanya bahwa kesehatan yang serius. Kita cukup beristirahat dan jika perlu minum paracetamol untuk menurunkan demam. Berbeda jika masih demam walau sudah beristirahat beberapa hari atau panas tidak turun dengan paracetamol. Bisa jadi tubuh mengalami infeksi sehingga memerlukan tindakan medis.

Baca Juga:  Cara Mencegah dan Mengobati Penyakit Hemofilia

 

Siapa yang Bisa Terkena Demam?

Dari bayi hingga orang lanjut usia bisa terkena demam. Tapi ada beberapa kalangan yang lebih berisiko mengalami demam karena faktor tertentu. Di antaranya:

1. Anak-anak

Kecenderungan mengabaikan kebiasaan hidup bersih di kalangan anak bisa menimbulkan infeksi kuman sehingga anak lebih rentan terkena demam. Anak usia sekolah dasar bisa mengalami demam hingga 12 kali dalam setahun.

2. Sering beraktivitas di luar

Risiko terinfeksi kuman lebih besar jika lebih kerap beraktivitas di luar daripada di dalam rumah. Terlebih bila kurang mengindahkan pentingnya kebersihan. Misalnya tak mencuci tangan sebelum dan sesudah makan di warung.

3. Berkontak dengan penderita demam

Infeksi yang menyebabkan demam pada umumnya bisa menular lebih mudah jika orang yang sakit demam berdekatan dengan orang lain yang sehat. Makanya anak yang sakit demam diminta tidak masuk sekolah dulu agar tidak menulari teman-temannya.

4. Punya masalah imun

Orang yang memiliki gangguan imun lebih rentan terinfeksi kuman sehingga lebih gampang demam. Misalnya orang yang hidup dengan HIV/AIDS.

5. Kondisi lain

Beberapa kondisi kesehatan lain meningkatkan peluang seseorang terkena demam, seperti rinitis alergi, bronkitis, radang sendi, dan sinusitis.

 

Demam Tidak Turun, Apa Sebabnya?

Ketika panas tidak turun dengan paracetamol, Anda perlu mencari tahu lebih lanjut apa penyebabnya dengan mendatangi dokter guna menjalani pemeriksaan. Sebab, paracetamol umumnya berguna untuk menurunkan suhu tubuh pada orang dari segala usia, dari bayi hingga orang dewasa. Nyeri ringan hingga sedang seperti sakit kepala, sakit gigi, dan otot tertarik juga bisa diredakan dengan paracetamol. Demam sendiri bukanlah penyakit, melainkan gejala atas suatu penyakit.

Kemungkinan besar penyebab panas tidak turun dengan paracetamol adalah kuman telah berhasil menginfeksi tubuh. Akibatnya, respons alami tubuh berupa kenaikan suhu tak kunjung hilang. Gunakan termometer untuk memastikan berapa suhu tubuh sejak hari pertama demam. Demam biasanya turun dalam beberapa menit hingga beberapa jam setelah mengonsumsi paracetamol. Bila ternyata suhu tak turun setelah lebih dari dua hari, sebaiknya datangi dokter untuk mengetahui apa penyebabnya lebih pasti.

Baca Juga:  Buah untuk Menurunkan Darah Tinggi

 

Cara Mengatasi Demam yang Tidak Turun Setelah Minum Obat

Sering kali panas tidak turun dengan paracetamol saja. Perlu ada tindakan perawatan lain yang penting untuk menurunkan demam, seperti:

  • Beristirahat dengan berbaring
  • Pastikan tidak kekurangan cairan tubuh dengan rajin minum air putih. Bisa juga ditambah jus buah segar tanpa tambahan gula atau susu
  • Kenakan pakaian yang tidak terlalu ketat agar suhu tubuh mudah turun
  • Tak perlu mengenakan selimut kecuali demam disertai tubuh menggigil kedingingan
  • Mandi dengan air hangat
  • Kompres kening dengan kain hangat

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika demam terjadi karena infeksi, pasti panas tidak turun dengan paracetamol saja. Infeksi yang melatarbelakangi kenaikan suhu tubuh itu yang harus diatasi dulu. Jika infeksi sudah teratasi, demam otomatis turun. Tubuh memiliki batas toleransi terhadap kenaikan suhu tubuh. Jika suhu tubuh mencapai 39 derajat atau lebih, sebaiknya langsung ke dokter. Terutama jika suhu tak kunjung turun meski sudah minum paracetamol dan ada gejala lain yang menyertai seperti badan lemas, pilek, dan batuk.

 

Reviewed by

dr. Mohammad Irfan SpPD

Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Primaya Hospital Bekasi Utara

 

Referensi:

What You Need to Know About Breaking a Fever. https://www.healthline.com/health/how-to-break-a-fever. Diakses 2 April 2022

Fever treatment: Quick guide to treating a fever. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/fever/in-depth/fever/art-20050997. Diakses 2 April 2022

When Is a Fever Too High? https://www.verywellhealth.com/when-is-a-fever-too-high-770347. Diakses 2 April 2022

Symptoms of Fever in Adults, Children, and Babies, and When to Seek Help. https://www.healthline.com/health/fever-symptoms#seek-help. Diakses 2 April 2022

Paracetamol. https://www.nhsinform.scot/tests-and-treatments/medicines-and-medical-aids/types-of-medicine/paracetamol. Diakses 2 April 2022

Fever. https://medlineplus.gov/fever.html. Diakses 2 April 2022

Bagikan ke :

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.