• Emergency
  • 150 108
  • Chatbot

Stenosis Arteri Ginjal: Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Stenosis Arteri Ginjal Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Stenosis arteri ginjal merupakan istilah umum yang menunjukkan adanya masalah pada pembuluh darah  ginjal berupa penyempitan arteri ginjal sehingga akan menyebabkan gangguan aliran darah ke ginjal. Prevalensi penyakit ini pada populasi umum berbeda-beda, tergantung ada tidaknya sarana dalam penegakan diagnosis. Stenosis arteri ginjal dikaitkan dengan tiga sindrom klinis utama yaitu nefropati iskemik, hipertensi, dan sindrom jantung destabilisasi.

 


Mengenal Stenosis Arteri Ginjal

Ginjal manusia memiliki peran yang sangat signifikan dalam sistem tubuh. Untuk dapat menjalankan fungsi ini dengan baik, ginjal memerlukan pasokan darah yang memadai. Fungsi ini dapat mengalami gangguan jika terjadi stenosis arteri.

Terdapat dua arteri ginjal yang mengarah masuk ke masing-masing ginjal dari aorta abdominal. Arteri ginjal kiri lebih pendek dari arteri ginjal kanan. Darah yang membawa oksigen dan nutrien dibawa masuk ke ginjal lewat pembuluh darah ini. Stenosis arteri ginjal bisa terjadi pada satu atau kedua arteri tersebut.

Stenosis arteri ginjal mengakibatkan pasokan darah yang dibutuhkan ginjal untuk bekerja dengan baik terhambat. Seiring dengan waktu, hambatan dalam pasokan darah ini bisa menyebabkan tekanan darah tinggi dan penyakit ginjal kronis. Stenosis arteri ginjal adalah penyebab umum tekanan darah tinggi (hipertensi sekunder). Penelitian terakhir menunjukkan 24 % orang usia lanjut dengan tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dengan 3 macam atau lebih pengobatan anti hipertensi ternyata memiliki strenosis arteri ginjal dimana sebagian besar disebabkan oleh aterosklerosis.

Tekanan darah tinggi akan merusak pembuluh darah kecil di dalam ginjal hingga membuat ginjal tak mampu menjalankan fungsinya dengan optimal. Bila dibiarkan tanpa penanganan, kerusakan ginjal ini bisa berujung pada komplikasi gagal ginjal yang membahayakan.

 

Tanda dan Gejala Stenosis Arteri Ginjal

Umumnya stenosis arteri ginjal tidak bergejala. Tanda dan gejala biasanya akan muncul jika penyakit ini mencapai tahap lanjut. Pada beberapa kasus, penyakit ini ditemukan secara tidak sengaja saat pasien menjalani pemeriksaan kesehatan.

Berikut ini beberapa tanda dan gejala stenosis arteri ginjal yang biasanya muncul:

  • Pasien dengan peningkatan tekanan darah akut sebelum usia 30 atau setelah usia 55 tahun
  • Hipertensi berat yang sulit dikontrol dengan tiga atau lebih pengobatan
  • Gangguan ginjal akut yang terjadi setelah pemberian angiotensin-converting enzyme inhibitor (ACEI) atau angiotensin receptor blocker (ARBs)
  • Episode berulang penumpukan cairan pada paru dan/atau gagal jantung
  • Bentuk ginjal asimetris
  • Penurunan kadar kalium yang tidak dapat dijelaskan
  • Abnormalitas pemeriksaan
  • Bising (bruit) pada arteri renalis.
  • Gangguan pembuluh darah retina yang berat
  • Penyakit pembuluh darah perifer atau koroner.
Baca Juga:  Apa Sebab Pembesaran Kelenjar Getah Bening?

 

Penyebab Stenosis Arteri Ginjal

Ada beragam kemungkinan penyebab stenosis arteri ginjal. Namun ada dua di antaranya yang paling umum, yakni:

  • Aterosklerosis arteri ginjal: penumpukan lemak, kolesterol, dan zat lain yang disebut plak di dalam dinding pembuluh darah hingga menghambat aliran darah
  • Displasia fibromuskular: otot dinding pembuluh darah tumbuh secara tidak normal sehingga menyebabkan penyempitan

Adapun faktor yang meningkatkan risiko individu mengalami stenosis arteri ginjal yang disebabkan oleh aterosklerosis arteri ginjal antara lain:

  • Kadar kolesterol darah tinggi
  • Tekanan darah tinggi
  • Merokok
  • Diabetes melitus
  • Kelebihan berat badan atau mengalami obesitas
  • Kurangnya aktivitas fisik
  • Diet tinggi lemak, kolesterol, natrium, dan gula
  • Laki-laki berusia di atas 45 tahun atau wanita berusia di atas 55 tahun
  • Riwayat keluarga penyakit jantung dini

Sedangkan faktor risiko stenosis arteri ginjal yang disebabkan oleh displasia fibromuskular tidak diketahui, tetapi displasia fibromuskular paling sering terjadi pada wanita dan seseorang berusia 25 hingga 50 tahun. Displasia fibromuskular juga dapat mempengaruhi lebih dari satu orang dalam satu keluarga, hal tersebut menunjukkan bahwa ada peranan genetik pada penyakit ini.

 

Pemeriksaan Stenosis Arteri Ginjal

Hal pertama yang dokter lakukan untuk memeriksa pasien dengan gejala stenosis arteri ginjal adalah menanyakan riwayat kesehatan pasien serta keluarga dan melakukan pemeriksaan pada fisik pasien. Untuk melihat kondisi ginjal dan pembuluh darah dengan lebih jelas, dokter akan meminta pasien menjalani beberapa tes, seperti:

  • Pemeriksaan laboratorium antara lain pemeriksaan serum kreatinin, urinalisis, albumin creatinine ratio (ACR), protein creatinine ratio (PCR) dan pemeriksaan serologis lainnya yang dianggap perlu.
  • Ultrasonografi dupleks untuk mengecek aliran darah menggunakan teknologi gelombang suara
  • Pencitraan dengan sinar-X untuk mendapatkan gambaran arteri ginjal yang lebih jelas
  • Pencitraan resonansi magnetik juga untuk melihat kondisi pembuluh darah lebih detail, tapi menggunakan medan magnet dan energi gelombang radio
  • Angiogram dengan prosedur kateter untuk memasukkan cairan kontras dan pencitraan sinar-X untuk mengidentifikasi penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah

 

Penanganan Stenosis Arteri Ginjal

Penanganan stenosis arteri ginjal dilakukan untuk membantu mengurangi kerusakan ginjal dan mencegah risiko komplikasi dengan cara menurunkan tekanan darah dan melancarkan kembali aliran darah ke ginjal. Metode yang biasa ditempuh antara lain:

  • Pengobatan untuk menurunkan tekanan darah serta kadar kolesterol yang tinggi
  • Perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat, misalnya dengan makan makanan sehat, lebih aktif bergerak, dan stop merokok

Jika stenosis sudah jauh berkembang, pasien mungkin memerlukan operasi untuk memperbaiki aliran darah. Jenis operasi yang biasa dilakukan antara lain:

  • Angioplasti perkutan: menggunakan stent dan semacam balon untuk membuka arteri dan membuat aliran darah kembali lancar
  • Bypass: membuat aliran darah baru sebagai jalan pintas yang memutari pembuluh darah yang tersumbat
  • Nefrektomi: pengangkatan salah satu atau kedua ginjal yang sudah rusak
Baca Juga:  Buah untuk Menurunkan Darah Tinggi

 

Komplikasi Stenosis Arteri Ginjal

Penyempitan pembuluh darah yang menuju ginjal dapat mengakibatkan komplikasi sistemik pada tubuh akibat penurunan fungsi ginjal. Komplikasi yang bisa terjadi antara lain:

  • Hipertensi
  • Stroke
  • Serangan jantung
  • Penyakit ginjal kronis yang dapat memberat menjadi gagal ginjal
  • Penyakit arteri koroner
  • Atrofi ginjal (ukuran ginjal mengecil)
  • Penyakit arteri perifer

 

Pencegahan

Pencegahan pada penyakit stenosis arteri ginjal adalah dengan mengontrol factor risiko yang ada pada pasien. Cara pencegahan yang utama adalah mempraktikkan gaya hidup sehat, seperti:

  • Tidak merokok
  • Memastikan kecukupan nutrisi yang seimbang dalam menu makan sehari-hari
  • Hindari atau batasi konsumsi makanan yang mengandung garam, lemak, dan gula
  • Membiasakan diri berolahraga secara rutin
  • Bila berat badan berlebih, lakukan program diet yang sehat
  • Kendalikan masalah kesehatan lain jika ada, seperti tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, dan diabetes
  • Kelola stres, jika perlu berkonsultasi dengan psikolog/psikiater

 

Kapan Harus ke Dokter?

Stenosis arteri ginjal adalah penyakit progresif. Artinya, penyakit ini akan memburuk seiring dengan waktu. Jika kondisi ini terdeteksi sejak dini, kemungkinan pasien untuk sembuh akan lebih besar. Hubungi dokter bila Anda merasa memiliki faktor risiko stenosis arteri ginjal agar dapat dilakukan pemeriksaan atau screening. Bila merasakan gejala yang diduga bersumber dari ginjal, segera datangi dokter.

 

Reviewed by

dr. Sitti Rabiul Zatalia Ramadhan, Sp.PD, KGH, FINASIM

Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Primaya Hospital Makassar

Referensi:

  • Weber BR & Dieter RS. Renal artery stenosis: epidemiology and treatment. Int J Nephrol Renovasc Dis. 2014:7; 169-181.
  • Colbert GB, Abra G, Lerma EV. Update and review of renal artery stenosis . J Dis a Month. 2020: 101118; 1-10
  • Bokhari MR, Bokhari SRA. Renal Artery Stenosis. Updated 2022 Jul 18. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2022 Jan. p:1-12
  • Plouin PF, Bax L. Diagnosis and treatment of renal artery stenosis. Nature Rev Nephrol. 2010;6:151–159.
  • Bavishi C, de Leeuw PW, Messerli FH. Atherosclerotic Renal Artery Stenosis and Hypertension: Pragmatism, Pitfalls, and Perspectives. Am J Med. 2016: 129; 635.e5-635.e14
  • Malhotra R, Alonso A, Renal artery stenosis. Available at: https://bestpractice.bmj.com/topics/en-us/435. Diakses 20 September 2022
Bagikan ke :

Buat Janji Dokter

Promo

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.