Di tengah mobilitas masyarakat yang tinggi dan gaya hidup kuliner yang beragam, ada ancaman virus yang nyata: hepatitis A. Gejala hepatitis A yang muncul mendadak alias akut bisa membuat kita terbaring lemas selama berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Itu sebabnya kita perlu mengupayakan pencegahan sejak dini dengan memperoleh vaksin hepatitis A. Manfaat hepatitis A bisa memberikan perlindungan termasuk untuk orang dewasa. Mari selami lebih dalam seputar vaksin hepatitis A dewasa lewat artikel berikut ini.
Apa Itu Hepatitis A
Hepatitis A adalah infeksi organ hati yang disebabkan oleh virus hepatitis A. Berbeda dengan tipe virus hepatitis B atau C, virus tipe A ini tidak menyebabkan penyakit hati kronis. Tapi penyakit ini bisa berujung pada kegagalan hati akut yang berisiko fatal pada kelompok tertentu, terutama yang belum mendapatkan vaksin hepatitis A.
Penularan hepatitis A terjadi secara fekal-oral. Artinya, virus masuk ke tubuh melalui konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi oleh feses orang yang terinfeksi. Gejala hepatitis A biasanya muncul 2-7 minggu setelah terpapar virus. Pada anak-anak di bawah usia 6 tahun, infeksi sering kali bersifat asimtomatik atau tanpa gejala. Namun justru ini berbahaya karena mereka menjadi pembawa virus tanpa disadari.
Adapun pada orang dewasa, gejala hepatitis A biasanya lebih berat, di antaranya:
- Demam ringan dan kelelahan hebat.
- Mual, muntah, dan kehilangan nafsu makan.
- Nyeri perut, terutama di area kanan atas (lokasi hati).
- Urine berwarna gelap seperti teh.
- Kulit dan bagian putih mata berwarna kuning.
Angka kematian akibat hepatitis A secara umum rendah, tapi ada beban ekonomi dari biaya pengobatan dan penurunan kualitas hidup selama masa penyembuhan yang patut menjadi perhatian. Karena itu, penting untuk mengupayakan pencegahan lewat vaksin hepatitis A. Penelitian di Amerika Serikat yang dimuat di JAMA Network menemukan penurunan jumlah kasus hepatitis A ketika membandingkan angka kejadian hepatitis hingga 76 persen antara periode pravaksinasi (1990-1997) dan pada 2003.
Mengenal Vaksin Hepatitis A
Vaksin hepatitis A adalah vaksin yang dibuat untuk melawan virus penyebab hepatitis A. Bahan vaksin ini adalah virus hepatitis A yang sudah dilumpuhkan. Meski virus sudah lumpuh, sistem imun kita masih bisa mengenali sehingga bisa mempelajari materinya. Dengan begitu, ketika kelak datang virus hepatitis A yang asli, antibodi telah terbentuk dan dapat melawan infeksinya.
Penelitian yang diterbitkan dalam Italian Journal of Pediatrics menunjukkan vaksin hepatitis A inaktif, tidak hanya aman, tapi juga memberikan respons kekebalan yang kuat untuk anak-anak. Bahkan perlindungan vaksin tertentu bisa bertahan setidaknya lima tahun dan menunjukkan tingkat antibodi yang lebih baik pada bulan keenam dan ketujuh. Menurut CDC, efektivitas vaksin hepatitis A bahkan bisa bertahan hingga 20 tahun.
Itulah sebabnya lebih baik mendapatkan vaksin ini sejak dini. Meski begitu, vaksin hepatitis A dewasa juga tersedia dan sama-sama bermanfaat mencegah infeksi hati akibat hepatitis.
Manfaat Vaksin Hepatitis A
Manfaat vaksin hepatitis A mencakup perlindungan jangka panjang yang sangat stabil karena tingkat antibodi yang dapat bertahan tetap tinggi hingga bertahun-tahun. Berikut ini rincian manfaat vaksin hepatitis A:
- Mencegah komplikasi serius seperti gagal hati mendadak, terutama pada lansia atau penderita penyakit hati kronis lainnya.
- Mendukung herd immunity atau kekebalan kelompok sehingga orang-orang di sekitar yang mungkin tidak bisa divaksin karena kondisi medis tertentu tetap dapat terlindungi.
- Memberikan ketenangan bagi yang hobi berwisata kuliner atau bepergian ke daerah dengan sanitasi yang kurang maksimal.
Jadwal Vaksin Hepatitis A
Untuk mendapatkan proteksi maksimal, pemberian dosis harus mengikuti protokol yang berlaku. Di Indonesia, referensi utama untuk jadwal vaksin hepatitis A anak-anak merujuk pada rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), yakni:
- Dosis Pertama: Usia 12 bulan atau lebih.
- Dosis Kedua: Diberikan dengan interval 6-18 bulan setelah dosis pertama.
Dua dosis ini dianggap cukup untuk memberikan perlindungan jangka panjang bagi anak.
Adapun jadwal vaksin hepatitis A dewasa yang belum pernah menerima vaksin ini saat kecil tetap mengikuti pola dua dosis tersebut. Banyak orang dewasa merasa tidak perlu lagi mendapatkan vaksin karena merasa daya tahan tubuhnya sudah kuat.
Faktanya, vaksin hepatitis A dewasa justru sangat direkomendasikan karena keparahan penyakit ini meningkat seiring bertambahnya usia. Menurut WHO, orang dewasa yang terinfeksi HAV jauh lebih berisiko menjalani rawat inap jauh ketimbang anak-anak.
Kelompok dewasa yang sangat disarankan mendapatkan vaksin hepatitis A dewasa meliputi:
- Orang dengan penyakit hati kronis (seperti hepatitis B atau C).
- Orang dengan gangguan pembekuan darah.
- Laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki.
- Pengguna obat-obatan terlarang.
- Orang yang bekerja di laboratorium penelitian virus.
Proses pemberian vaksin hepatitis A dewasa relatif mudah dan memiliki efek samping minimal, seperti nyeri ringan di area suntikan atau demam rendah yang akan hilang dalam 1-2 hari.
Penggunaan vaksin hepatitis A baik bagi anak-anak maupun orang dewasa sama-sama bermanfaat untuk menjaga kesehatan dari ancaman infeksi hati yang disebabkan oleh virus hepatitis A. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, datangi rumah sakit atau fasilitas layanan kesehatan terdekat.
Ditinjau oleh:
dr. Devid Ergan, Sp. PD-KGEH, FINASIM
Spesialis Penyakit Dalam
Primaya Hospital Bhakti Wara
Â
Referensi:
- Incidence of Hepatitis A in the United States in the Era of Vaccination. https://jamanetwork.com/journals/jama/fullarticle/201215. Diakses 17 April 2026
- Hepatitis A. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hepatitis-a. Diakses 17 April 2026
- Hepatitis A Vaccine Administration. https://www.cdc.gov/hepatitis-a/hcp/vaccine-administration/index.html. Diakses 17 April 2026
- Comparison of safety and immunogenicity between Healive®, Havrix® and live attenuated Hepatitis A vaccines in pediatric population: a systematic review with meta-analysis. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/41331784/. Diakses 17 April 2026
- Immunogenicity and safety of hepatitis A vaccine at different vaccination intervals among adults aged 18 years and above: Interim results. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/40391688/. Diakses 17 April 2026
- Long-Term Antibody Persistence After Hepatitis A Vaccination in Healthy Toddlers: Insights from Modeling. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/41385061/. Diakses 17 April 2026



