Pemeriksaan CT Scan Kepala: Persiapan & Prosedurnya

Pemeriksaan CT Scan Kepala_ Persiapan & Prosedurnya

Pemeriksaan CT scan pada kepala adalah metode pencitraan tomografi terkomputasi menggunakan sinar-X untuk mendapatkan gambar tiga dimensi dari tengkorak, otak, dan bagian terkait lain dari kepala. CT scan bisa menghasilkan gambar yang lebih detail dibanding pemindaian sinar-X biasa, yang umumnya dokter lakukan untuk mengecek pembuluh darah dan jaringan lunak dalam tubuh,

Pemeriksaan CT scan pada kepala umumnya berlangsung untuk mendeteksi berbagai masalah medis pada area kepala, misalnya:

  • Cedera kepala dan tengkorak retak serta perdarahan pada pasien yang mengalami luka pada kepala
  • Perdarahan akibat pecah atau bocornya pembuluh darah otak yang disertai rasa sakit kepala hebat yang mendadak muncul
  • Gumpalan darah atau perdarahan pada otak pasien dengan gejala stroke
  • Tumor otak
  • Pembesaran rongga otak pada pasien hidrosefalus
  • Kelainan bentuk tengkorak

Persiapan Menjalani Pemeriksaan CT Scan Kepala

Pasien memerlukan persiapan khusus sebelum menjalani pemeriksaan CT scan. Salah satunya menggunakan pakaian yang nyaman dan tak terlalu ketat. Pasien juga mungkin mesti bersalin pakaian dengan gaun rumah sakit.

Tak perlu memakai perhiasan, termasuk anting-anting, atau benda logam lain pada hari-H pemeriksaan. Perempuan mesti melepas bra jika ada kandungan logam, seperti kawat. Bila pemeriksaan CT scan menggunakan cairan kontras, pasien harus berpuasa selama beberapa jam sebelumnya.

Pasien juga wajib menginformasikan kepada dokter semua jenis obat yang tengah dikonsumsi dan ada-tidaknya alergi. Dokter mungkin meresepkan obat khusus untuk mengurangi reaksi alergi jika pasien memiliki alergi terhadap material cairan kontras.

Baca Juga:  Pemeriksaan Radiologi, Fungsi, Jenis, dan Kondisi Medis yang Dapat Dideteksi

Sebaiknya jadwalkan pemeriksaan CT scan dengan membuat janji sebelumnya. Bila pasien punya riwayat penyakit seperti asma, diabetes, penyakit jantung, ginjal, atau tiroid, dokter juga perlu tahu. Sebab, kondisi itu bisa meningkatkan risiko efek yang berlawanan. Perempuan hamil berisiko mengalami masalah pada janin jika menjalani pemeriksaan CT scan karena penggunaan radiasi. Maka pasien perlu memberi tahu dokter jika sedang hamil.

Peralatan yang Digunakan

Terdapat banyak peralatan dalam pemeriksaan CT scan. Alat pemindai tentu menjadi yang utama. Selain itu, ada meja tempat pasien berbaring, komputer, cairan kontras, hingga tombol panggilan darurat jika terjadi sesuatu yang tak diinginkan. Pemeriksaan ini berlangsung dalam sebuah ruang khusus. Tempat pasien menjalani pemeriksaan dan lokasi petugas operator mesin terpisah oleh dinding kaca.

Alat pemindai

Alat pemeriksaan CT scan ini bundar seperti donat. Ada spesifikasi khusus alat CT scan yang wajib terpenuhi untuk memberikan hasil yang berkualitas.

Meja periksa

Pasien berbaring pada meja ini selama pemeriksaan. Meja akan bergerak melewati alat pemindai beberapa kali untuk menghasilkan sejumlah gambar.

Cairan kontras

Baca Juga:  Pemeriksaan CT Scan, Bisa Untuk Deteksi Covid-19?

Pasien mungkin memerlukan cairan kontras akan hasil yang muncul lebih detail dan akurat terbaca.

Tabung sinar-X

Alat ini berupa tabung yang berputar di sekeliling kepala dalam proses pemeriksaan.

Komputer

Komputer khusus tersedia sebagai alat pemroses data hasil pemeriksaan CT scan. Ada petugas radiologi yang bertugas mengoperasikan komputer ini.

Tombol panggilan

Ada tombol panggilan dekat pasien berbaring. Tombol ini berfungsi sebagai pemberi informasi kepada operator atau perawat bahwa pasien memerlukan bantuan saat pemeriksaan.

Interkom

Guna memberikan arahan dan memantau jalannya pemeriksaan CT scan, ada interkom yang menghubungkan komunikasi operator dengan pasien.

Posisi Pasien

Dalam pemeriksaan CT scan kepala, pasien harus telentang dengan kepala ke arah gantry atau rumah tabung sinar-X. Pasien harus tepat di garis tengah pemindai. Operator bisa menggunakan tali pengikat khusus untuk mempertahankan posisi kepala.  Pasien juga harus sedikit menundukkan dagu ke arah dada. Bisa pula operator mengarahkan gantry agar posisinya pas.

Posisi ini penting agar pemindaian tidak mengenai bola mata. Pasien mesti rileks dan diam selagi pemeriksaan berlangsung. Jika merasa tidak nyaman, pasien bisa memberi tahu perawat atau operator lewat interkom.

Prosedur Pemeriksaan

Prosedur CT scan kepala berbeda-beda tergantung kondisi pasien dan tujuan pemeriksaan. Umumnya, prosedur itu meliputi:

  • Memasukkan cairan kontras lewat pembuluh darah pada lengan atau lewat oral jika pemeriksaan membutuhkan cairan tersebut.
  • Pasien berbaring pada meja pemeriksaan yang akan masuk ke mesin pemindai.
  • Operator berada dalam ruang terpisah, tapi masih bisa berkomunikasi dengan pasien.
  • Selagi pemindai berputar, sinar-X akan melalui tubuh selama beberapa saat.
  • Pemindai mendeteksi gambar dari organ tubuh yang menyerap sinar-X, lalu mengirimnya ke komputer. Komputer kemudian mengolahnya menjadi gambar untuk interpretasi.
  • Pasien tak boleh bergerak selama prosedur. Pasien mungkin harus beberapa kali menahan napas dalam pemeriksaan.
  • Jika sudah ada hasil yang memadai, operator menghentikan prosedur dan membantu pasien bangkit dari meja periksa.
Baca Juga:  Dokter Spesialis Radiologi, Peran Serta Persiapan Pemeriksaan Radiologi

Pemeriksaan CT scan kepala mungkin berlangsung tanpa perlu rawat inap, tapi bisa pula pasien mesti menginap untuk menjalani perawatan lanjutan.

 

Ditinjau oleh:

dr. Dewi Elfrida, Sp.Rad

Dokter Spesialis Radiologi

Primaya Hospital Betang Pambelum

 

Referensi:

https://www.medicinenet.com/cat_scan/article.htm#why_are_ct_scans_performed

https://www.hopkinsmedicine.org/health/treatment-tests-and-therapies/computed-tomography-ct-or-cat-scan-of-the-brain

https://www.radiologyinfo.org/en/info.cfm?pg=headct

Bagikan ke :