Pemeriksaan CT Scan untuk Deteksi Penyakit Anda

Pemeriksaan CT Scan untuk Deteksi Penyakit Anda

Pemeriksaan CT scan atau computed tomography scan adalah salah satu metode medis yang bisa membantu dokter mendeteksi beragam penyakit. Teknologi CT scan mampu memberikan hasil yang akurat dan rinci sebagai penunjang diagnosis. Rumah sakit Indonesia telah lama menerapkan CT scan guna mendiagnosis penyakit, yakni sejak 1970.

Awalnya, pemeriksaan CT scan hanya menargetkan kepala. Berkat kemajuan teknologi, kini rumah sakit bisa memakai CT scan pada bagian tubuh lain untuk mendeteksi berbagai penyakit, khususnya penyakit tidak menular seperti kanker hingga Covid-19. Abnormalitas pada seluruh tubuh bisa terdeteksi dengan CT scan, dari kepala, paru-paru, sampai kaki.

Dokter dapat menggunakan hasil CT scan untuk mendeteksi penyakit Anda sedari dini. Jadi Anda bisa selekasnya mendapatkan tindakan medis guna memperbesar peluang atau mempercepat kesembuhan.

Pemeriksaan CT scan memanfaatkan teknologi radiografi sinar-X untuk menghasilkan citraan medis. Dengan bantuan komputer, dokter bisa melihat kelainan pada organ dalam tubuh Anda dan menentukan langkah penanganan apa yang tepat.

Manfaat pemeriksaan CT scan lebih banyak terasa ketika dalam kondisi darurat. Misalnya buat seseorang yang baru saja terlibat kecelakaan lalu lintas dan menderita luka parah. Hasil CT scan bisa dokter pakai untuk melihat organ internal orang tersebut guna menyelamatkan nyawanya.

Baca Juga:  Perbedaan Pemeriksaan USG 4D, 3D, dan 2D

Bagian-bagian Tubuh yang Dipindai

Pemeriksaan CT scan dapat berjalan pada seluruh tubuh manusia. Tapi ada beberapa bagian yang lebih kerap menjadi target pemeriksaan, yakni kepala, dada, panggul dan rongga perut, serta tulang.

Kepala

Dokter menjalankan pemeriksaan CT scan pada kepala antara lain untuk menilai keparahan cedera dan keseriusan sakit kepala serta memeriksa gejala penyakit seperti stroke, perdaraham, aneurisma, dan tumor otak. Keluhan sinus juga bisa mendapat tindakan CT scan. Begitu pula bila Anda akan menjalani terapi radiasi untuk kanker otak. Dalam beberapa kasus darurat, pemeriksaan CT scan bisa menemukan luka dalam dan perdarahan internal dengan cepat sehingga bisa membantu menyelamatkan nyawa.

Dada

Pemeriksaan CT scan pada dada bertujuan memeriksa kelainan yang menjadi temuan dalam tes pencitraan lain serta menunjang diagnosis berbagai gejala penyakit. Misalnya batuk berkepanjangan, sesak napas, nyeri dada, dan masalah dada lain. Dokter juga bisa memakai CT scan sebagai alat diagnosis kanker paru-paru pada stadium awal sehingga lebih mungkin sembuh.

Hasil CT scan pada dada juga bisa dokter manfaatkan ketika hasil tes lain, seperti rontgen, elektrokardiogram, echocardiogram, dan stress test, tak dapat memberikan informasi yang memadai mengenai jantung Anda. Lewat pemeriksaan CT scan, dokter bisa memperoleh informasi tambahan mengenai:

  • Struktur jantung dan kinerja pemompaan darah pada jantung
  • Masalah pada otot jantung akibat serangan jantung
  • Volume plak dalam pembuluh darah koroner
Baca Juga:  Pemeriksaan Radiologi, Fungsi, Jenis, dan Kondisi Medis yang Dapat Dideteksi

Panggul dan rongga perut

CT scan bisa menemukan masalah yang memicu penyakit pada usus halus dan usus besar, juga pada organ dalam lain pada rongga perut serta panggul seperti hati, pankreas, ginjal, dan kantong empedu. Pasien yang datang dengan keluhan sakit perut akut juga bisa menjalani pemeriksaan CT scan untuk mengetahui penyebabnya. Dokter juga tak jarang memakai hasil CT scan untuk memeriksa kanker dalam panggul dan rongga perut.

Tulang

Ketika hasil pemeriksaan lain tidak bisa memberikan kepastian, dokter bisa melangsungkan pemeriksaan CT scan untuk menilai kerusakan tulang, jaringan lunak, sendi, atau masalah lain. CT scan bisa menghasilkan informasi lebih detail mengenai kondisi tulang, termasuk pada pasien patah tulang yang sekiranya memerlukan operasi segera.

Langkah-langkah Pemeriksaan CT Scan

Pemeriksaan CT scan berlangsung dalam ruangan khusus di rumah sakit. Pelaksananya umumnya petugas yang memang bertugas sebagai operator mesin CT scan. Operator memulai prosedur dengan meminta Anda berbaring pada meja pemeriksaan, bisa telentang, tengkurap, ataupun miring. Mungkin Anda memerlukan pengikat dan bantal untuk membantu mempertahankan posisi selama pemeriksaan.

Baca Juga:  Pemeriksaan CT Scan, Biaya, Cara Kerja, dan Mengapa Diperlukan?

Bila pemeriksaan memakai bahan kontras, perawat akan menyuntikkannya lewat jalur intravena (IV) ke pembuluh darah pada lengan. Setelah itu, meja pemeriksaan akan bergerak cepat melewati pemindai untuk menentukan posisi yang tepat. Lantas meja bergerak perlahan melalui mesin untuk memulai proses pemindaian.

Selagi proses pemindaian, operator mungkin akan meminta Anda menahan napas. Operator juga mungkin meminta Anda menunggu sejenak meski pemindaian telah selesai untuk memastikan hasilnya sudah memadai.

Proses ini umumnya berlangsung sekitar 30 menit. Dalam pemeriksaan CT scan, Anda akan mendengar suara dengung, klik, dan desir serta tersorot lampu terang. Bila merasa tidak nyaman, sesak napas, atau pening, Anda harus segera memberi tahu operator atau perawat.

Pemeriksaan CT scan umumnya tak memerlukan rawat inap. Pasien bisa langsung pulang setelah proses pemeriksaan.

 

Ditinjau oleh:

dr. Dewi Elfrida, Sp.Rad

Dokter Spesialis Radiologi

Primaya Hospital Betang Pambelum

 

Referensi:

https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/ct-scan/about/pac-20393675

https://www.webmd.com/cancer/what-is-a-ct-scan#1

https://www.radiologyinfo.org/en/info.cfm?pg=bodyct

Sumber gambar : Freepic

Bagikan ke :